Arsip untuk Desember, 2012

Cast : kim sang bum, kim so eun, moon joo won, lee yeon hee

So eun melihat kim bum, sudah sampai ternyata. So eun juga melihat ketika kim bum ingin menghampirinya, tetapi ditahan oleh joo won.

So eun mengetahui alasan joo won menahan kim bum, karena saat ini ditempat so eun dan kim bum berada ada lee yeon hee kekasih kim bum.

So eun hanya bisa melihat kim bum dari tempatnya berdiri, so eun tidak mau menegur ataupun menghampiri kim bum, karena pasti akan aneh jika seorang so eun menghampiri kim bum. karena mereka memang tak pernah akrab sebelumnya, walaupun mereka pernah satu sekolah
bahkan satu kelas dulu saat SMA.

“kau tidak akan melakukan hal bodoh kan?” Kata joo won yang melihat sahabatnya sedang bengong.

“kenapa yeon hee ada disini?” Bingung kim bum

“entahlah, yang pasti saat ini kau tidak bisa menemui so eun” terang joo won.

Beberapa orang yang sedang melakukan latihan dance pun telah bubar karena latihan memang telah usai, begitu pula dengan yeon hee. yeon hee yang kaget melihat sang kekasih ada ditempat latihannya langsung menghampiri kim bum.

“kenapa kau bisa tau tempat latihan baruku?” Tanya yeon hee ketika telah sampai didekat kim bum.

“aku tau dari ji eun, iya dari ji eun” jawab kim bum asal, untung saja otaknya bekerja cepat sehingga dia bisa dengan mudah membuat jawaban yang membuat yeon hee puas.

“kalau begitu aku ganti baju dahulu, kau tunggulah sebenatar”

Kim bum menganggukan kepalanya, dan kembali melihat kearah so eun yang ternyata tengah memperhatikan dirinya.

Apakah so eun melihatnya sedari tadi, apa yang sedang dipikirkan so eun ketika melihat dirinya bersama dengan yeon hee. dan kenapa so eun tidak menghampiri kim bum padahal so eun tau kalau kim bum berada ditempat ini karena ingin bertemu dengannya. Apa so eun tidak ingin bertemu dengan kim bum, atau so eun tidak enak dengan yeon hee yang statusnya adalah kekasih kim bum.

“aku tau kau sedang memikirkan so eun sekarang, tapi kau harus menjaga perasaan yeon hee juga. Aku memang tidak tau dengan apa yang terjadi padamu dan so eun. Tapi aku berharap kau mau menjelaskannya padaku nanti” jelas joo won

Kim bum hanya bisa mengangguk mendengar perkataan sahabatnya itu.

Dilain sudut, dan ditempat yang sama ji hyun heran melihat so eun yang tak menghiraukan dirinya.

“so eun… so eun…” panggil ji hyun

Tapi so eun tak menjawab panggilan ji hyun, so eun masih tetap memandang kearah kim bum.

“so eun, kamu sedang lihat apa sih?” tanya ji hyun sambil mengikuti arah pandang sahabatnya itu.

“bukankah itu kim bum dan joo won, kenapa mereka ada disini” tanya ji hyun sambil menggoyangkan tangan so eun. Dan membuat so eun tersadar kalau sedari tadi ji hyun mengajaknya bicara.

“so eun, kamu ini kenapa sih?”

“aku tidak apa – apa, ayo kita pulang” ajak so eun sambil menarik tangan ji hyun dan berjalan pergi melewati kim bum dan joo won.

Kenyataan ini benar dan nyata, dia sudah memiliki kekasih dan tak mungkin dia meninggalkan kekasihnya yang jelas – jelas seorang putri hanya untuk gadis biasa seperti “so eun”.

Yeon hee sudah selesai merapikan dirinya, dan bergegas menghampiri kim bum dan joo won.

“maaf membuat kalian menunggu” ucap yeon hee pada kim bum dan joo won

“tidak apa – apa yeon hee” jawab joo won sedangkan kim bum hanya diam tanpa ekspresi. Tentu saja pikirannya saat ini hanya dipenuhi dengan so eun. bagaiman jika so eun marah, bagaimana jika so eun membenci kim bum. ini semua benar – benar membuat kim bum merasa bersalah pada so eun.

“kau kenapa kim bum, kenapa kau terlihat tak bersemangat?” Tanya yeon hee pada kim bum yang terlihat tak besemangat seperti biasanya.

“aku tidak apa – apa”

“biasanya kau selalu ceria jika kita berdua bertemu, bahkan kau yang selalu bersemangat”

“aku tidak apa – apa sayang, kau lihat kan aku baik – baik saja” jelas kim bum dengan senyum yang dipaksakan.

“sepertinya aku harus pulang lebih dulu, mungkin kalian butuh waktu untuk berdua sekarang” ucap joo won dan pergi meninggalkan kim bum dan yeon hee berdua.

Setelah ditinggal oleh joo won, kim bum berniat mengantar yeon hee untuk pulang.

“ayo kuantar pulang” ajak kim bum sambil berjalan mendahului yeon hee. merasa ada yang aneh dengan sang kekasih yeon hee pun ingin mengajak kim bum untuk jalan – jalan.

“masih jam 5 sore, bagaimana kalau kita pergi ke cafe tempat biasa kita makan. Aku lapar, apa kau tidak lapar menungguku latihan”
Kim bum menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang, mengangguk dan tersenyum pada yeon hee yang ada dibelakangnya.

***

Tidak memerlukan waktu yang lama kim bum dan yeon hee pun sudah sampai di cafe tempat biasa mereka berkencan.

“kamu tau kim bum, aku senang latihan dance ditempat tadi. Tempatnya asyik begitu juga dengan pelatih dan anak – anak yang lain”

“benarkah”

“tentu saja, aku juga cepat akrab dengan anak – anak yang berlatih disana”

“kalau begitu aku ikut senang mendengarnya” ucap kim bum tak bersemangat.

“kau kenapa, aku lihat dari tadi kau begitu tak bersemangat. Apa kau sakit?

“aku tidak apa – apa, jangan cemaskan aku”

“apa kau sedang memikirkan sesuatu sekarang” ucap yeon hee, tentu saja kim bum terkaget mendengar pertanyaan yeon hee barusan. Kim bum memang sedang memikirkan sesuatu sekarang, lebih tepatnya memikirkan seseorang.

“kalau begitu kau antarkan aku pulang saja, supaya kau bisa cepat – cepat istirahat”.

***

Kim bum hanya menuruti perkataan yeon hee, tidak seperti biasanya memang. Kim bum pasti akan menggoda yeon hee dulu jika yeon hee sudah sampai didepan rumahnya. Tapi tidak untuk hari ini, belum juga yeon hee masuk kedalam rumah, kim bum sudah melajukan motornya dan pergi tanpa berpamitan dulu pada yeon hee. yeon hee benar – benar bingung dengan sikap kim bum hari ini.

***

Ketika sudah sampai di apartementnya kim bum langsung merebahkan tubuhnya pada tempat tidur tanpa menghiraukan joo won yang sejak tadi menunggunya.

“kau mau menjelaskannya sekarang?”

“maafkan aku joo won, sepertinya aku belum bisa menjelaskannya sekarang” jawab kim bum sambil menghela nafas dan memejamkan matanya untuk tertidur. Joo won memahami perasaan sahabatnya itu, walaupun joo won penasaran tapi joo won tau kalau saat ini bukan waktu yang pas buat kim bum menceritakan masalahnya pada joo won.

***

So eun baru saja selesai mandi dan merapikan dirinya untuk pergi kuliah. Sebelum berangkat tidak lupa dia mengemasi buku – bukunya kedalam tas, dan tak lupa memasukkan ponselnya yang sejak semalam tak disentuhnya sama sekali. Sebelum memasukkan ponselnya so eun melihat ponselnya terlebih dahulu, mungkin saja ada panggilan atau pesan yang masuk. Dan ternyata ada satu pesan dan beberapa panggilan yang masuk.

So eun melihat panggilan dari ibunya di busan. Ibu so eun memang tinggal di busan. Dulu beliau tinggal di seoul bersama dengan so eun dan ayah so eun tapi sekarang mereka lebih memilih untuk tinggal di busan.

Setelah itu so eun membuka sebuah pesan singkat yang masuk dalam ponselnya.

From : kim bum
Maafkan aku, kuharap kamu tak marah padaku

Itulah pesan singkat dari kim bum, setelah membacanya so eun langsung memasukkan ponselnya kedalam tas dan bergegas pergi kekampus.

“hei kemana saja kau, hingga tak pernah kelihatan?” tanya jiyeon yang melihat sahabatnya keluar dari apartementnya.

“seharusnya aku yang bertanya seperti itu, kau yang terlalu sibuk bekerja sehingga tak ada waktu untuk sahabatmu ini”

“maafkan aku, aku memang sibuk akhir – akhir ini”

“kau ini, yang salah siapa malah menyalahkan siapa” gerutu so eun

“sudahlah, cepat berangkat nanti kau terlambat lagi, sampai kampus” perintah jiyeon

“jika aku terlambat itu karena salahmu” ucap so eun sambil berjalan pergi meninggalkan jiyeon didepan apartementnya.

***

so eun selesai dengan pelajaran dikampusnya, memang sudah tidak banyak lagi materi yang dipelajari mengingat so eun sudah semester akhir. Hanya butuh waktu 2 jam untuk so eun belajar dikampusnya.

So eun pergi kekantin berniat untuk menacari makanan buat mengisi perutnya, mengingat dia belum makan dari tadi pagi.

So eun mendudukan dirinya dibangku kantin sambil memakan makanan yang telah dipesannya. Selesai makan so eun mengambil ponselnya. Ada 3 pesan masuk dalam ponselnya dia membuka pesan pertama ternyata dari woo hyuk.

To : woo hyuk
Sayang, kenapa kau tak pernah menghubungiku akhir – akhir ini.

“untuk apa aku menghubungimu, dasar aneh kau kira aku sungguh – sungguh berniat ingin kembali padamu.” Gumam so eun.

Jang woo hyuk, orang yang telah berkali – kali membuat hati so eun terluka. Bagaimana bisa setelah dia mencampakkan so eun, sekarang dia malah mengajak so eun untuk menjalin hubungan lagi.

To : kim bum
Apa kau marah, kenapa tak membalas pesanku.
so eun menghela nafasnya kemudian membaca lagi pesan terakhir.

To : kim bum
Maafkan aku, atas kejadian kemarin aku tak bermaksud membohongimu. Aku tak tau jika ada yeon hee ditempat itu.
Lagi – lagi so eun menghela nafas panjang, sebenarnya apa maksud kim bum. kenapa dia harus bersikap seperti ini pada so eun. kim bum benar – benar membuatnya pusing.

Kenapa kim bum harus masuk kedalam hidup so eun, kenapa kim bum membuat jantung so eun berdebar 2 kali lebih cepat dari sebelumnya setelah so eun memikirkan kim bum.

So eun memasukkan ponselnya kedalam tasnya, dan beranjak pergi dari tempat duduknya. Lebih baik so eun pulang dan tidur dirumah dari pada dia pusing memikirkan hal – hal yang mebuatnya hampir gila.

So eun berjalan keluar kampus, dan langkahnya terhenti ketika suara seseorang memanggil namanya.

“so eun”

So eun mencari orang yang memanggilnya tersebut. Seseorang yang seharusnya dihindari so eun kini berada di belakang so eun dan melambaikan tangannya.

Sebenarnya so eun enggan untuk menghampirinya, tapi mau tidak mau so eun harus menghampirinya.

“kenapa kau ada disini?” Tanya so eun yang sudah berada didekat kim bum yang masih menaiki motornya.

“menunggumu” jawab kim bum, sambil memperlihatkan senyum terindahnya pada so eun.

Astaga, ada apa ini. Kenapa jantung so eun berdebar lebih cepat lagi ketika melihat senyum kim bum. apa so eun benar – benar terpesona dengan kim bum. kenapa mulai lagi, kenapa harus seperti ini.

“untuk apa?”

“tentu saja untuk menjemputmu”

“kenapa menjemputku?”

“karena aku ingin, ayolah. Cepat naik aku sudah bosan jika harus diam disini terus” ucap kim bum sambil menyerahkan salah satu helm yang dibawanya untuk so eun.

***

So eun bingung dengan kim bum, kim bum bilang ingin menjemputnya. Tapi kenapa kim bum tak mengantar so eun pulang. Mungkin kim bum tak tau tempat tinggal so eun makanya kim bum tak lewat arah jalan rumah so eun.

“hei, kau salah jalan. Jalan menuju tempat tinggalku bukan disini”
teriak so eun.

Bukannya menanggapi teriakan so eun, kim bum malah tersenyum dan melajukan motornya semakin cepat.

Mau kemana kim bum mengajak so eun pergi, apa kim bum tak takut jika sampai yeon hee tau kalau saat ini kim bum sedang bersama so eun. pikir so eun

Kim bum dan so eun sudah sampai disalah satu taman hiburan di seoul. Kim bum menghentikan motornya.

“cepat turun” perintah kim bum

So eun turun dari motor kim bum dan memberikan helm yang tadi dipakainya pada kim bum. kim bum menerimanya dan meletakkan diatas motor miliknya.

“hei, kenapa kau bengong. Ayo jalan” ajak kim bum sambil memegang tangan so eun.

Kim bum memegang tangan so eun, benarkah ini. Apa hari ini so eun sedang bermimpi, kim bum memegang tangan so eun bahkan menggenggamnya dengan santai. Astaga ada apa ini.

Kim bum masih menggenggam tangan so eun dan mengajak so eun berkeliling. Dan tak lupa dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya.

“apa kau pernah kesini so eun?
So eun tak menjawab, hingga akhirnya kim bum mencoba untuk menggodanya. Kim bum tau kalau so eun pasti tidak nyaman dengan keadaan ini.

“aku tau kau tak pernah kesini, makanya kau terlihat seperti orang bodoh saat ini”

“hei, jangan mengataiku bodoh” marah so eun dan melepaskan genggaman tangan kim bum padanya.

“hahahahaha, kau jelek sekali saat sedang marah. Pantas saja tidak ada yang menyukaimu” ejek kim bum

“siapa bilang tidak ada yang menyukaiku”

“memangnya ada yang menyukaimu”

“tentu saja ada, kau kira aku ini gadis yang sangat buruk sehingga tidak ada yang menyukaiku” ucap so eun sambil pergi dan duduk dibangku bawah pohon.

“hei, kenapa kau marah. Aku kan Cuma bercanda” jawab kim bum sambil mengikuti so eun dan duduk disamping so eun.

“siapa yang marah, aku tidak marah”

“benarkah” goda kim bum lagi

“tentu saja, aishh kau ini menyebalkan” ucap so eun sambil memanyunkan bibirnya.

“hei jangan seperti itu, kau jadi semakin jelek dengan ekspresi seperti itu” ledek kim bum sambil menyentil hidung so eun dan berlari menjauhi so eun. so eun yang kesal akibat ulah kim bum juga berlari untuk mengejar kim bum. mereka berlarian sambil tertawa bahagia.

“hei, kejar aku kalau kau bisa”

“tentu saja aku akan mengejarmu, dan memukulmu jika kau tertangkap nanti” teriak so eun

Keduanya asyik berlarian, sampai akhirnya mereka berhenti karena kelelahan. Terlihat keringat menetes di dahi so eun akibat aksi kejar – kejarannya bersama kim bum. tetapi keduanya tampak bahagia sekarang. Rasa capek itu pun seperti tak terasa ketika keduanya saling melempar senyum masing – masing.

“payah sekali kau, baru sebentar saja sudah tidak kuat”

“aku ini wanita, tentu saja fisik dan hatiku lemah”

“dasar wanita” ucap kim bum sambil mengelap keringat so eun dengan tangannya.

Hening itulah yang dirasakan keduanya sekarang, ketika mata mereka saling beradu pandang.

Kim bum tertegun melihat sorot mata so eun, sorot mata yang memancarkan kehangatan dan ketenangan. Rasanya kim bum tak ingin mengalihkan pandangannya dari mata indah milik so eun. sadar dipandangi kim bum terus akhirnya so eun pun menurunkan tangan kim bum yang menempel didahinya.

“aku haus, aku mau beli minum” ucap so eun dan membuat kim bum kembali kealam sadarnya.

“biar aku yang beli, kau tunggu disini saja. Jangan kemana – kemana, dan tunggu aku kembali”. Ucap kim bum dan pergi membelikan minuman untuk so eun.

So eun tersenyum ketika kim bum pergi, so eun tidak mengira kalau kim bum benar – benar membuatnya senang hari ini. Orang yang selama ini tak pernah menganggap so eun ada dan mengacuhkan dirinya, ternyata bisa membuat so eun sebahagia ini. Mimpikah ini tuhan. Pikir so eun.

Ketika sedang membeli minuman, tidak sengaja kim bum menabrak seseorang sehingga minuman yang dibawanya pun terjatuh ketanah. Kim bum hendak marah pada orang yang telah menabraknya, akan tetapi kemarahannya tertahan ketika melihat kekasihnya lah yang telah menabraknya.

“yeon hee” gumam kim bum ketika melihat kekasihnya lah yang telah menabraknya.

“kim bum, apa yang kau lakukan disini? Tanya yeon hee, yang melihat kekasihnya berada ditaman hiburan sendirian.

“aku… aku…aku..” kim bum tak bisa melanjutkan kata – katanya. Rasanya tak ada suara yang bisa dia keluakan untuk menjelaskan pada yeon hee saat ini.

“apa kau sedang bersama seseorang disini?” tanya yeon hee pada kim bum yang melihat dua botol minuman terjatuh ditanah. Yeon hee tau minuman itu tadi dipegang kim bum.

“itu …. itu… itu” lagi – lagi kim bum tak bisa menjawab pertanyaan yeon hee.

“jawab aku kim bum” bentak yeon hee.

“tentu saja aku kesini sendiri”

“tapi kenapa kau membawa 2 botol minuman?”

“itu karena…. karena tadi kebetulan aku bertemu dengan temanku disini dan aku berniat membelikannya minuman”

“teman siapa, yang mana? Kenapa aku tidak melihatnya” bentak yeon hee lagi.

“berhenti membentakku yeon hee, ini tempat umum apa kau tak malu dilihat orang – orang”

“peduli apa dengan orang – orang”

“kenapa, apa aku salah jika datang kesini? Kau sendiri kenapa ada disini?”

“tadi aku pergi bersama dengan ji eun, kau tau dari tadi aku mencoba menghubungi ponselmu, tapi ponselmu tidak aktif. Dan sekarang kau malah berada disini”

“aku mematikan ponselku ketika aku di kampus tadi, dan aku lupa menghidupkannya kembali” bohong kim bum. sebenarnya kim bum sengaja mematikan ponselnya agar dia bisa berdua dengan so eun tanpa ada yang mengganggu termasuk yeon hee.

“so eun” gumam kim bum

“apa, siapa so eun?” tanya yeon hee yang mendengar gumaman kim bum.

“bu.. bukan siapa – siapa” jawab kim bum.

Astaga, bagaimana ini. Bagaimana yeon hee bisa disini dan mengacaukan semuannya. So eun, bagaimana kim bum bisa menghampiri gadis itu jika ada yeon hee di disini.

***

Kenapa kim bum lama sekali, apa kim bum membeli minuman ke planet lain sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk kembali ke planet asalnya. Pikir so eun.

So eun mencari tempat duduk yang nyaman untuk menunggu kim bum.

***

Di lain tempat, kim bum masih berdebat dengan yeon hee.

“kalau begitu, jelaskan semuanya padaku dirumah. Aku capek, aku ingin pulang”

“tapi aku tidak bisa mengantarmu pulang yeon hee” tolak kim bum

“kenapa tidak bisa, mau apa lagi kau disini. Apa kau ingin menemui temanmu itu dan membiarkan aku pulang sendirian” bentak yeon hee.

yeon hee yang biasanya terkesan ramah dan halus kini benar – benar marah pada kekasihnya.

Bagaimana tidak marah, jika melihat sang kekasih pergi ke taman hiburan sendiri tanpa dirinya. Apalagi sedari tadi sang kekasih mematikan ponselnya. Tentu saja yeon hee khawatir jika terjadi apa – apa pada kim bum.

“ji eun sudah pulang bersama kekasihnya, jadi apa kau tega membiarkan aku pulang sendiri” jelas yeon hee lagi, kali ini lebih halus mengingat dia tak ingin membuat moodnya buruk.
Bagaimana bisa kim bum mengantar yeon hee pulang, apa yang terjadi dengan so eun jika kim bum meninggalkannya. Kim bum benar – benar bingung harus bagaimana sekarang.

“aku tidak mau tau, pokonya kamu harus mengantarku pulang sekarang” paksa yeon hee.

“baiklah” ujar kim bum sambil berjalan menuju motornya. Kini kim bum mengantar yeon hee pulang.

Pulang, kim bum dan yeon hee pulang. Jika kim bum pulang bagaimana dengan so eun, apa kim bum harus setega itu meninggalkan so eun ditempat seperti ini sendiri. Tidak apa – apa jika so eun sering kesini dan tau jalan pulang. Tapi so eun tidak pernah datang ketempat ini dan so eun belum hafal juga jalan menuju pulang, karena ini adalah hari pertamanya datang ketempat ini.

***

“astaga dimana kim bum, kenapa dia lama sekali” sudah hampir satu jam so eun menunggu kim bum. tapi kim bum tak juga datang. So eun mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi kim bum, tapi ponsel
kim bum tidak aktif sekarang.

“aish, kemana anak itu. Kenapa lama sekali perginya. Apa terjadi sesuatu padanya” ucap so eun. so eun bangkit dan berniat menyusul kim bum tapi dia teringat kata – kata kim bum sebelum dia pergi tadi.

tunggu disini saja. Jangan kemana – kemana, dan tunggu aku kembali

so eun kembali duduk ditempatnya, dan memutuskan untuk tetap menunggu kim bum ditempat ini. Hari sudah hampir gelap dan sepertinya langit akan menurunkan hujannya.

So eun tetap tak bergeming dari duduknya, dia masih setia duduk ditempatnya dan menunggu kim bum. so eun takut jika meninggalkan tempat ini lalu tiba – tiba kim bum datang, kim bum akan kebingungan mencari so eun.

Ketika aktivias menunggu benar – benar menjadi sesuatu hal yang sangat membosankan dan melelahkan. Tapi apakah menunggu itu ada hasilnya.

Tetes air hujan turun dari langit, banyak orang – orang yang berpergian meninggalkan taman hiburan tersebut. Tapi tidak dengan so eun. so eun masih saja setia menunggu kedatangan kim bum. entahlah apa yang saat ini dipikirkan oleh so eun, kenapa dia tidak pergi saja dan meninggalkan kim bum. mungkin saja kim bum juga sudah pergi.

Hujan benar – benar turun dengan lumayan deras, dan sekarang badan so eun pun basah kuyup. So eun bangkit dari duduknya, dan pergi meninggalkan taman hiburan tersebut.

“kau dimana kim bum, kenapa kau meninggalkanku. Apa kau sedang mengerjaiku sekarang. Apa salahku padamu sehingga kau melakukan ini padaku” batin so eun, sambil terus berjalan untuk mencari halte bus terdekat.

So eun berjalan ditengah derasnya hujan, so eun tak mempedulikan rasa dingin yang masuk kedalam pori – pori tubuhnya.
Kini yang dirasakannya hanya lelah dan sakit, bukan sakit fisik melainkan hatinya. Bagaimana mungkin kim bum bisa setega itu pada dirinya, sehingga meninggalkan so eun sendirian ditaman hiburan. Apalagi di saat cuaca sedang hujan.

“bagaimana aku bisa pulang, aku tidak hafal daerah sini” ucap so eun. dan sekarang dia mulai takut karena hari sudah makin gelap. Air mata so eun jatuh begitu saja ke pipinya bercampur dengan air hujan.

“aku lelah, benar – benar lelah sekarang” batin so eun, sambil menjatuhkan dirinya ke tanah. Untung jalanan sepi jadi tak ada kendaraan yang lewat.

So eun masih duduk ditempat itu, perlahan – lahan hujan sudah mulai mereda. Tapi tenaga so eun sudah habis jika harus bejalan terus.
Dari arah berlawanan terlihat seorang pemuda sedang mengendarai sepeda motor, pengendara motor itu melaju melewati so eun.

“so eun” pikir pemuda itu sambil menghentikan motornya. Merasa
mengenali orang yang tadi dilewatinya itu akhirnya sang pemuda memutar balik arah motornya dan segera menghampiri orang tersebut.

“apa kau so eun? tanya pemuda itu, sambil menghentikan motornya disebelah so eun.

TBC 🙂

cover part 1

Genre : romantic, sad, drama

Cast : Kim Sang Bum, Kim So Eun, Moon Joo Won, Lee Yeon Hee

ini adalah fanfic pertamaku, walaupun ceritanya tidak terlalu bagus bahkan tidak bagus tapi aku berharap ada yang mau menyukainya.

ketika sesuatu yang tak pernah terbayangkan dalam hati dan pikiran kita muncul secara nyata dan tiba – tiba.

Flashback

“maukah kau berkencan denganku?“

Seorang gadis tengah menatap seseoang yang saat ini sedang berdiri tepat didepannya. Sang gadis tak menjawab perkataan orang itu, kini yang ada dipikirannya adalah apa orang ini benar – benar sadar dengan apa yang baru saja diucapkannya.

“kenapa kau tak menjawab pertanyaanku?” kata orang itu pada sang gadis yang masih saja diam membisu.

Sang gadis tetap tak menjawab pertanyaan orang itu, kini dia bangkit dari duduknya dan berniat pergi meninggalkan orang tersebut, belum sempat dia melangkahkan kakinya tangannya ditahan oleh orang yang sedari tadi membuatnya tak nyaman.

“bukankah kau sudah memiliki kekasih, kenapa kau mengajakku berkencan?” Jawab sang gadis.

Bukannya menjawab orang itu malah mengajukan pertanyaan lagi pada sang gadis, “apa kau tak mau berkencan denganku?”

“kenapa kau mengajakku berkencan?”

“entahlah! tapi jika kau mau, aku akan menunggumu besok jam 4 sore ditaman dekat SMA kita dulu.”

End of flashback

Kim so eun seorang gadis berusia 20 tahun, seorang mahasiswa jurusan ekonomi semester akhir di salah satu universitas negri di Seoul Korea. Gadis ini tengah dilanda kebingungan sekarang. Tak henti – hentinya dia memikirkan ajakan seseorang yang menurutnya tak pernah ada dalam pikirannya selama ini.

Seseorang yang sering menjahilinya di taman kanak – kanak dulu, seseorang yang memandang sebelah mata pada dirinya, seseorang yang menganggapnya tak ada, bahkan seseorag yang sangat populer di sekolah menengah atas tempat so eun belajar dulu.

Dan kemaren seseorang itu mengajaknya untuk berkencan. So eun benar – benar bingung harus bagaimana. Dulu so eun memang sempat mengaggumi sosok itu, walaupun so eun tahu bahwa orang itu tak akan pernah bisa so eun dapatkan. Sampai akhirnya so eun mendengar kabar dari sahabatnya bahwa orang itu telah memiliki seorang kekasih yaitu adik kelasnya di sekolah menengah atas tempat so eun dan dia berada.

“KIM SANG BUM apa alasanmu sehingga kau mengajakku berkencan” gumam so eun yang masih duduk ditempat tidurnya.

Karena penasaran dan ingin tahu motif kim bum mengajaknya berkencan akhirnya so eun pun memutuskan untuk menemui kim bum, walaupun dia tahu pasti dia akan terlambat sampai ditempat.

So eun bergegas mandi dan merapikan dirinya setelah itu dia buru – buru pergi ketempat yang dimaksud kim bum kemaren.

***

Dengan nafas terengah – engah so eun sampai ditempat yang dimaksud kim bum kemaren. So eun sudah sampai di taman tapi dia tak melihat sosok kim bum. So eun menghela nafas panjang dan mendudukan dirinya dibangku taman.

“aku tahu ini tidak mungkin, tidak seharusnya aku datang kesini” ucap so eun sambil memejamkan matanya

“apanya yang tidak mungkin?” jawab seseorang dari belakang dan duduk disebelah so eun.

So eun tau suara siapa itu, tapi dia tetap tak membuka matanya. So eun masih berfikir apakah ini semua mimpi atau nyata.

“ini nyata dan aku ada disampingmu sekarang, bukalah matamu” ucap kim bum yang seolah – olah tau apa yang sedang difikirkan oleh so eun.

So eun membuka matanya dan menatap kim bum, so eun melihat kim bum benar – benar nyata dan kini sedang duduk disebelahnya. Kim bum yang dilihatnya itu nyata dan bukan mimpi ataupun halusinasi.

“kau tau aku sudah menunggu selama satu jam disini, kau tak lihat langit sudah mulai gelap” ucap kim bum menyadarkan so eun yang tengah bergelut dengan kebingungan yang melanda pikirannya.

“kau menungguku?” heran so eun, bagi so eun mustahil seorang kim bum menunggu dirinya.

“tentu saja, kau kira siapa kau sehingga berani membuat seorang kim bum menunggu” kata kim bum sedikit kasar.

So eun terdiam dan memikirkan kata – kata kim bum barusan, kata – kata kim bum ada benarnya juga. Siapa so eun sehingga berani membuatnya menunggu. Orang sepopuler dan sekeren kim bum rela menunggunya selama satu jam. Gadis yang tak menarik seperti dirinya membuat kim bum menunggu, benar – benar tak bisa dibayangkan. Tapi ini bukan kemauan so eun kan, kim bum sendiri yang mau.

“jika kau tak mau menunggu kenapa kau tak pulang, aku bahkan tak menyuruhmu untuk menunggu kan? Aku juga tidak mengatakan kalau aku mau datang kesini kan” jawab so eun dengan nada marah.

“tapi kau datang, dan aku tau kau pasti datang”.

Jawaban kim bum benar – benar membuat so eun terheran, kim bum yakin kalau so eun pasti akan datang bahkan kim bum rela menunggunya selama satu jam karena kim bum tau kalau dirinya pasti datang. So eun benar – benar pusing dengan fikiran kim bum, sebenarnya apa yang diinginkan kim bum dari dirinya saat ini.

“entahlah aku juga tidak tau kenapa aku bisa seperti ini, tiba – tiba saja aku teringat dirimu dan ingin berkencan denganmu”

Lagi – lagi kim bum bisa membaca apa yang sedang so eun pikirkan.

“dari mana kau tau aku belajar di kampus itu? kita sudah tidak berkomunikasi lagi semenjak kita lulus SMA”.

“aku tau dari woo hyuk, Jang woo hyuk mantan kekasihmu”

“apa yang kau tanyakan padanya, dan apa saja yang kau tau tentangku darinya?

“semuanya, yang tak kau fikirkan pun aku mengetahuinya. Bahkan ciuman pertamamu dengannya”. Jelas kim bum sambil tersenyum dan memandang kearah so eun.

So eun benar – benar tak bisa bicara lagi dihadapan kim bum, kim bum mengetahui semuanya bahkan hal yang memalukan yang tak seharusnya diketahui oleh siapapun selain dirinya dan woo hyuk.

Kim bum makin tersenyum melihat wajah malu so eun, sehingga membuat kim bum ingin sekali menggodanya.

“apa kau mau mencobanya lagi denganku?” kata kim bum sambil mendekatkan wajahnya kearah so eun.

“kalau kau mengajakku kesini hanya untuk mempermainkanku, lebih baik aku pulang saja” ucap so eun, sambil mendorong tubuh kim bum dan beranjak dari duduknya.

Tapi tangan kim bum dengan sigap menahannya.
“duduklah, maafkan aku”

So eun memperhatikan kim bum yang tengah memegangi tangan so eun sambil menundukan kepalanya. So eun dengan jelas melihat raut wajah kim bum yang menyesal. So eun pun duduk kembali disamping kim bum, dan melepaskan pegangan tangan kim bum pada dirinya.

“jadi apa maumu ? tanya so eun

“aku tidak menyangka kau bisa pacaran dengan woo hyuk. Bagaimana bisa kau pacaran dengan playboy seperti woo hyuk?”

“kenapa kau selalu mengalihkan pembicaraan, jangan membuatku kesal. Sebenarnya apa maumu. Tiba – tiba kau datang, mencari tahu tentangku, datang dalam kehidupanku dan sekarang berniat mencampuri urusanku” bentak so eun, entah dapat kekuatan dari mana hingga seorang so eun berani membentak orang lain. Padahal selama ini tak pernah sekalipun dia membentak orang lain.

“aku ingin kau menjadi kekasihku” gumam kim bum hampir tak terdengar oleh so eun. So eun menoleh kearah kim bum yang masih menundukkan kepalanya. Kim bum tau kalau so eun pasti kaget mendengar ucapannya tadi.

“dari awal aku juga tidak tau kenapa aku bisa seperti ini, ini semua terjadi begitu saja semenjak kau hadir dalam mimpiku 1 bulan yang lalu” jelas kim bum

“mimpi” gumam so eun. Apa maksudnya dengan mimpi yang dimaksud kim bum. Apakah kim bum memimpikan so eun. seperti so eun yang bermimpi dengan seseorang yang hampir mirip kim bum.

“yaa mimpi yang membuatku bingung, aku memimpikan seseorang yang tak aku ketahui siapa itu. Seseorang yang mampu membuatku merasakan bagaimana indahnya dicintai dan mencintai, seseorang yang mampu membuatku merasakan artinya ketulusan dan keindahan, dan seseorang yang membuatku takut kehilangan dirinya”

“aku benar – benar tak mengerti apa maksudmu kim bum”

“jangankan dirimu, aku saja tak mengerti kenapa setelah aku bermimpi aku langsung teringat denganmu”

So eun terdiam, mengingat kembali mimpi yang beberapa hari ini datang dalam tidurnya. Dia juga memimpikan hal yang sama seperti kim bum tapi dia tak mengetahui siapa sosok yang ada didalam mimpinya itu, dan so eun pun tak begitu memikirkan mimpinya tersebut.

“aku tak tau kenapa kau yang langsung muncul dalam benakku ketika aku selesai bermimpi so eun, kau tau ketika aku bermimpi rasanya itu seperti nyata” jelas kim bum lagi pada so eun.

“owh iya selamat karena kamu berhasil mendapatkan primadona di SMA kita dulu” ucap so eun mencoba mengalihkan pembicaraan kim bum. So eun merasa belum siap mendengar cerita – cerita kim bum, so eun takut kalau kehadiran kim bum sekarang akan membawa dampak yang tidak baik bagi so eun. Lebih baik seperti dulu tak saling dekat dan hidup masing – masing.

“terimakasih”

Hening, itulah yang dialami keduannya saat ini. Diam dalam pikiran masing – masing, tak tau harus bagaimana dan melakukan apa. tapi bagi kim bum dia harus mengungangkapkan perasaannya, mungkin saja memang mimpi itu yang akan membawanya dalam menuju kebahagiaan di masa depan.

“jadi maukah kau menjadi kekasihku so eun???

So eun benar – benar bingung dengan sikap kim bum, untuk kesekian kalinya kim bum mengucapkan kata – kata yang membuat jantung so eun seakan – akan berhenti berdetak.

“kau sudah memiliki kekasih” hanya itu yang bisa so eun ucapkan pada kim bum.

Kini raut muka kim bum yang tampak murung.
Yang dikatakan so eun memang benar, kim bum sudah memiliki kekasih dan mana mungkin so eun mau menjalin hubungan dengan seseorang yang jelas – jelas memiliki kekasih.

“pikirkanlah lagi apa yang baru saja kau ucapkan, aku tau kau tak bersungguh – sungguh dengan ucapanmu” jelas so eun pada kim bum,
memang tak apa – apa jika kim bum hanya bercanda tentang apa yang dibicarakannya barusan. Toh selama ini so eun tetap bisa bertahan hidup tanpa adanya kim bum.

Kim bum mulai berfikir, inikah sifat dari seorang so eun, seseorang yang tak pernah dianggapnya ada selama ini. Seseorang yang terlihat tak menarik dihadapan kim bum semasa di SMA.

“berikan aku nomor ponselmu” kata kim bum

“untuk apa ? kurasa kau tak perlu menyimpan nomor ponselku jika kau mau melupakan kejadian hari ini dan kemaren ataupun yang berhubungan denganku”

“cepat kemarikan ponselmu” paksa kim bum.

Mau tak mau so eun pun mengeluarkan ponselnya dari dalam tas yang dibawanya. Dan tanpa banyak biacara lagi kim bum memasukkan nomornya didalam ponsel so eun dan dia juga memasukkan nomor so eun dalam ponselnya.

“kau harus siap jika beberapa hari kedepan aku akan menganggu hidupmu, sebelum apa yang membuatku bingung terpecahkan” kata kim bum sambil menyerahkan ponsel so eun pada sang pemiliknya.

“hari sudah malam, kau mau kuantar pulang?

“tidak, terimakasih. Aku bisa pulang sendiri”
“hati – hati tinggal sendirian diapartement, dan jaga kesehatanmu”

So eun beranjak dari tempat duduknya sambil berpikir bagaimana kim bum bisa tahu kalau so eun tinggal diapartement sendiri. Tapi so eun tak mau ambil pusing dari mana kim bum tau, baginya itu tidak penting. Yang penting sekarang dia harus pulang sebelum hari mulai gelap dan tidak ada bus. Toh pembicaraannya dengan kim bum sudah selesai.

“aku pulang duluan” kata so eun pada kim bum sambil berjalan pergi meninggalkan kim bum yang masih betah duduk ditempatnya.

So eun menunggu bus dihalte, tak butuh waktu lama bus yang ditunggupun lewat dan berhenti didepan so eun. kemudian mengantarkan so eun untuk kembali keapartementnya.

***

So eun sudah sampai didepan apartementnya dan berniat membuka pintu.

“kau dari mana saja so eun” tanya ji hyun penuh dengan kekhawatiran, yang melihat so eun baru saja pulang.

“aku keluar untuk menemui seseorang ji hyun”

“kau tau, aku mencemaskanmu”

“kenapa kau mencemaskanku, biasanya kau juga tidak peduli padaku” gurau so eun yang melihat wajah sahabatnya itu menunjukkan raut wajah khawatir.

“kau ini, benar – benar menyebalkan”

“aku tidak apa – apa, kamu tak perlu khawatir. Aku mau istirahat dulu ya ji hyun maaf tidak bisa ngobrol denganmu dan jiyeon malam ini”

“yasudah tidak apa – apa, besok kan masih bisa. Sudah tidurlah”

So eun masuk kedalam apartementnya ketika ji hyun sudah pergi. So eun benar – benar beruntung memiliki sahabat seperti ji hyun dan jiyeon. Mereka selalu peduli padanya. So eun, ji hyun dan jiyeon memang sahabat karib dari kecil walaupun mereka sering bertengkar tapi mereka tetap peduli pada satu sama lain.

So eun merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Berusaha menghilangkan semua kejadian yang terjadi pada dirinya dua hari ini.

***

Ditempat lain kim bum terbangun dari tidur nyenyaknya, dia melihat jam dinding menunjukkan angka 5 pagi. Sudah saatnya dia bangun memang, tapi nampaknya dia enggan untuk bangun dari tempat tidurnya. Mimpi itu datang lagi, mimpi yang benar – benar membuatnya penasaran.

Didalam mimpi itu dia tengah bercanda dengan seorang gadis, akan tetapi gadis itu tiba – tiba saja meninggalkannya. Gadis didalam mimpinya benar – benar bisa membuatnya nyaman dan takut akan kehilangan, tapi kim bum tak mengetahui siapa gadis itu.

“so eun” gumam kim bum. Entahlah kenapa tiba – tiba kim bum teringat so eun lagi.

“jam berapa ini ?” tanya seseorang disamping kim bum

“jam 5, kau tidak bangun bukankah hari ini kau harus kekampus” kata kim bum pada seseorang yang masih tidur disebelahnya itu.

“baru jam 5”

“cepatlah bangun, Moon Joo Won kenapa kau ini malas sekali bagaimana kau bisa jadi dokter yang baik jika kau malas seperti ini”

“baiklah aku bangun, kau ini benar – benar cerewet, aku tak habis pikir bagaimana bisa gadis secantik Lee yeon hee mau menjadi kekasihmu”

“aku ini tampan dan rajin, tidak seperti kau pemalas. Makanya banyak gadis yang menyukaiku”

“kau memang narsis kim bum”. Sambil menggerurtu joo won beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi. Kim bum yang melihat tingkah sahabatnya itu hanya tersenyum.

Kim bum dan joo won memang tinggal diapartement yang sama, karena memang mereka berdua selalu bersama. Tapi kim bum dan joo won tidak berkuliah ditempat yang sama. Kim bum kuliah di fakultas perguruan, sedangkan joo won di fakultas kedokteran.
Kim bum dan joo won sudah siap untuk berangkat ke kampus masing – masing.

“sepulang dari kampus kau ada acara kemana kim bum ?

“entahlah aku tidak tau”

“apa kau tak punya rencana pergi dengan yeon hee?

“hari ini dia ingin pergi ketempat latihan dance yang baru, dia tidak nyaman dengan tempat latihannya yang lama”

“bagaimana kalau kita jalan – jalan saja, nanti kita janjian ditempat biasa saja bagaimana”

“terserah kau saja”

Kim bum dan joo won pun pergi ke kampus mereka masing – masing.

***

Kim bum sudah sampai dikampusnya, hari ini kim bum belajar dengan sangat serius. Akhir – akhir ini kim bum benar – benar semangat untuk belajar padahal biasanya dia sangat malas mengikuti pelajaran walaupun dia tergolong anak yang pandai dikelasnya. kim bum sudah memasuki semester akhir dan sebentar lagi dia akan lulus, mungkin itu lah yang membuatnya semangat belajar akhir – akhir ini atau mungkin ada hal yang lain.

Pelajaran dikelas kim bum sudah selesai, dia melihat jam tangan menunjukkan angka 2 siang. Kelas joo won selesai jam 3 akan bosan jika menunggu joo won selama satu jam di cafe. Kim bum mengambil ponsel didalam tasnya dan berniat menghubungi yeon hee, tapi dia membatalkan niatnya ketika melihat nomor so eun terlintas dilayar ponselnya. Bukannya menghubungi yeon hee, kim bum malah menghubungi so eun.

“hallo so eun” kata kim bum ketika panggilannya terhubung ke so eun.

“iyaa, ada apa kau menghubungiku ? tanya so eun

“apa kau ada waktu hari ini, aku yakin kau sudah tidak ada kelas kan sekarang” kata kim bum yakin.

“aku memang sudah tidak ada kelas, tapi…

“bagus, bagaimana kalau kita pergi jalan – jalan hari ini” potong kim bum.

“hari ini aku akan kesuatu tempat dengan ji hyun”

“kau mau kemana ? bolehkah aku kesana juga. Ayolah so eun kumohon, aku ingin bertemu denganmu” bujuk kim bum

“aku sms kan alamatnya, datanglah kalau kau memang ingin bertemu denganku. Sudah dulu kim bum, ji hyun sudah menungguku.

So eun memutuskan sambungan telepon kim bum. kim bum buru – buru pergi ketempat joo won yang sebelumnya kim bum sudah memberi tahu joo won kalau kim bum akan menjemputnya.

***

Kim bum sudah sampai dikampus joo won dan melihat joo won tengah menunggu dirinya.

“kenapa kau menjemputku ? bagaimana dengan motorku kalau kau menjemputku” kata joo won kesal yang melihat kim bum turun dari motornya.

“benar juga yaa, yasudah kalau gitu kita bawa motor masing – masing. Sudahlah jangan marah – marah terus joo won.”

“memangnya kita mau kemana? kenapa kau buru – buru sekali”

“aku akan menemui kekasihku” jawab kim bum dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya.

“kau ini, kalau kau mau bertemu dengan yeon hee kenapa kau mengajakku” kesal joo won

“bukan yeon hee” kata kim bum yang langsung menaiki dan menjalankan motornya.

Apa yang dimaksud kim bum dengan bukan yeon hee, memangnya siapa lagi pacar kim bum selain yeon hee. Setahu joo won kekasih kim bum adalah yeon hee. joo won buru – buru menjalankan motornya dan menyusul kim bum sebelum kim bum pergi terlalu jauh.

Benarkah kim bum mempunyai kekasih selain yeon hee, apakah yeon hee dan kim bum sudah putus atau kim bum berselingkuh. Memangnya siapa kekasih kim bum selain yeon hee “so eun”.

***

Kim bum dan joo won sudah sampai ditempat tujuan, kim bum heran untuk apa so eun datang ketempat seperti ini. Bukankah ini tempat untuk latihan dance, memangnya so eun bisa dance. Sebenarnya kim bum tak mau ambil pusing dengan hal ini, mau dimanapun yang penting dia bisa bertemu dengan so eun. Itulah yang sedang dipikirkan kim bum saat ini.

Kim bum melihat dua orang gadis sedang berjalan memasuki gedung didepannya. “itu dia” gumam kim bum.

“siapa ? tanya joo won

Kim bum tak menjawab pertanyaan joo won, tapi tangannya menunjuk pada dua orang gadis yang sedang memasuki sebuah gedung tempat latihan dance.

“bukankah itu so eun dan ji hyun” tebak joo won.

“yaa itu memang mereka, ternyata ingatanmu tajam juga moon joo won”

Joo won mulai berfikir sejenak dan mencoba menerka – nerka apa alasan kim bum datang ketempat seperti ini. Dan kenapa so eun dan ji hyun ada disini apa ini berhubungan dengan kekasih yang dimaksud kim bum tadi.

“apa kau sedang ingin bertemu dengan seseorang kim bum? tanya joo won yang tengah melihat ekspresi kim bum seperti orang yang sedang merasakan kesenangan.

“so eun, itu dia” gumam kim bum, sambil melangkah menuju gedung tempat dimana dia melihat so eun masuk didalamnya.

“apa kau tidak salah?” Tanya joo won sambil mengikuti kim bum dari belakang.

Benarkah kim bum menjalin hubungan dengan so eun, apa mungkin itu terjadi. Bukankah so eun dan kim bum terihat tak begitu akrab ketika di SMA dulu. Bahkan kim bum seperti tak menganggap so eun itu ada. Mengingat so eun adalah gadis yang biasa – biasa saja dan tak menarik. Pikir joo won.

Kim bum dan joo won sudah sampai didalam gedung, kim bum melihat so eun sedang ngobrol dengan ji hyun sambil memperhatikan beberapa orang yang sedang latihan dance. kim bum berniat menghampiri so eun tapi tak jadi karena joo won menghentikan langkahnya.

“apa yang mau kau lakukan kim bum? tanya joo won pada kim bum sambil memegang tangan kim bum.

“aku ingin menghampiri kekasihku? Jawab kim bum santai.

“kekasih yang mana, yang kau maksud sekarang?” tanya joo won lagi bingung, dengan tingkah kim bum.
“apa maksudmu?” heran kim bum dengan pertanyaan joo won.

Joo won tak menjawab pertanyaan kim bum, tapi dia menunjuk salah seorang gadis yang sedang ngedance dengan asyiknya. Kim bum melihat kearah yang ditunjuk oleh joo won. Dan betapa terkejutnya kim bum

melihat siapa orang yang ditunjuk joo won tersebut “Lee yeon hee” gumam kim bum.

* TO BE CONTINUE *

🙂 buat siapa pun yang mebaca postingan di blog ini aku ucapkan terimakasih 🙂

*Author/Pasword*

Posted: 20 Desember 2012 in Uncategorized

14760_1130885206781_1666793409_315095_7130379_n

hai – hai buat siapa saja yang sudah mau mampir di blogku aku ucapkan terimakasih..

aku sangat berharap ada orang yang mau mampir diblogku dan membaca postingan – postinganku.

disini aku ingin berbagai tulisan tentang khayalanku. aku senang sekali menulis cerita.

walaupun mungkin postinganku ini tidak terlalu bagus, tapi aku berharap ada yang menyukainya 🙂

bumsso 1

aku suka banget dengan couple diatas… apa ada yang kenal dengan mereka??? kurasa semua sudah kenal dengan mereka.. mereka adalah pasangan faforitku, dan aku sangat suka dengan muka imut mereka BUMSSO COUPLE.

seokyu 1

ada lagi pasangan yang aku suka selain kim bum dan kim soeun yaitu seokyu couple. aku suka banget sama grup mereka.

nah.. buat siapapun yang mengunjungi blogku, semoga suka dengan hasil karyaku yang aku post di blog ini yaa…

dan buat para reader yang mau berteman denganku atau pengen mengenalku, DAN JUGA YANG INGIN MINTA PASSWORD UNTUK POSTINGAN YANG AKU PROTECT,  kalian bisa add facebook atau follow twitterku.

ini alamat FB ku : http://www.facebook.com/lila.tyas1
ini twitter ku : lila_ayu99

terimakasih… 🙂 🙂 🙂