WILL THE DREAM COME TRUE (Part 2)

Posted: 25 Desember 2012 in FF BUMSSO
Tag:

Cast : kim sang bum, kim so eun, moon joo won, lee yeon hee

So eun melihat kim bum, sudah sampai ternyata. So eun juga melihat ketika kim bum ingin menghampirinya, tetapi ditahan oleh joo won.

So eun mengetahui alasan joo won menahan kim bum, karena saat ini ditempat so eun dan kim bum berada ada lee yeon hee kekasih kim bum.

So eun hanya bisa melihat kim bum dari tempatnya berdiri, so eun tidak mau menegur ataupun menghampiri kim bum, karena pasti akan aneh jika seorang so eun menghampiri kim bum. karena mereka memang tak pernah akrab sebelumnya, walaupun mereka pernah satu sekolah
bahkan satu kelas dulu saat SMA.

“kau tidak akan melakukan hal bodoh kan?” Kata joo won yang melihat sahabatnya sedang bengong.

“kenapa yeon hee ada disini?” Bingung kim bum

“entahlah, yang pasti saat ini kau tidak bisa menemui so eun” terang joo won.

Beberapa orang yang sedang melakukan latihan dance pun telah bubar karena latihan memang telah usai, begitu pula dengan yeon hee. yeon hee yang kaget melihat sang kekasih ada ditempat latihannya langsung menghampiri kim bum.

“kenapa kau bisa tau tempat latihan baruku?” Tanya yeon hee ketika telah sampai didekat kim bum.

“aku tau dari ji eun, iya dari ji eun” jawab kim bum asal, untung saja otaknya bekerja cepat sehingga dia bisa dengan mudah membuat jawaban yang membuat yeon hee puas.

“kalau begitu aku ganti baju dahulu, kau tunggulah sebenatar”

Kim bum menganggukan kepalanya, dan kembali melihat kearah so eun yang ternyata tengah memperhatikan dirinya.

Apakah so eun melihatnya sedari tadi, apa yang sedang dipikirkan so eun ketika melihat dirinya bersama dengan yeon hee. dan kenapa so eun tidak menghampiri kim bum padahal so eun tau kalau kim bum berada ditempat ini karena ingin bertemu dengannya. Apa so eun tidak ingin bertemu dengan kim bum, atau so eun tidak enak dengan yeon hee yang statusnya adalah kekasih kim bum.

“aku tau kau sedang memikirkan so eun sekarang, tapi kau harus menjaga perasaan yeon hee juga. Aku memang tidak tau dengan apa yang terjadi padamu dan so eun. Tapi aku berharap kau mau menjelaskannya padaku nanti” jelas joo won

Kim bum hanya bisa mengangguk mendengar perkataan sahabatnya itu.

Dilain sudut, dan ditempat yang sama ji hyun heran melihat so eun yang tak menghiraukan dirinya.

“so eun… so eun…” panggil ji hyun

Tapi so eun tak menjawab panggilan ji hyun, so eun masih tetap memandang kearah kim bum.

“so eun, kamu sedang lihat apa sih?” tanya ji hyun sambil mengikuti arah pandang sahabatnya itu.

“bukankah itu kim bum dan joo won, kenapa mereka ada disini” tanya ji hyun sambil menggoyangkan tangan so eun. Dan membuat so eun tersadar kalau sedari tadi ji hyun mengajaknya bicara.

“so eun, kamu ini kenapa sih?”

“aku tidak apa – apa, ayo kita pulang” ajak so eun sambil menarik tangan ji hyun dan berjalan pergi melewati kim bum dan joo won.

Kenyataan ini benar dan nyata, dia sudah memiliki kekasih dan tak mungkin dia meninggalkan kekasihnya yang jelas – jelas seorang putri hanya untuk gadis biasa seperti “so eun”.

Yeon hee sudah selesai merapikan dirinya, dan bergegas menghampiri kim bum dan joo won.

“maaf membuat kalian menunggu” ucap yeon hee pada kim bum dan joo won

“tidak apa – apa yeon hee” jawab joo won sedangkan kim bum hanya diam tanpa ekspresi. Tentu saja pikirannya saat ini hanya dipenuhi dengan so eun. bagaiman jika so eun marah, bagaimana jika so eun membenci kim bum. ini semua benar – benar membuat kim bum merasa bersalah pada so eun.

“kau kenapa kim bum, kenapa kau terlihat tak bersemangat?” Tanya yeon hee pada kim bum yang terlihat tak besemangat seperti biasanya.

“aku tidak apa – apa”

“biasanya kau selalu ceria jika kita berdua bertemu, bahkan kau yang selalu bersemangat”

“aku tidak apa – apa sayang, kau lihat kan aku baik – baik saja” jelas kim bum dengan senyum yang dipaksakan.

“sepertinya aku harus pulang lebih dulu, mungkin kalian butuh waktu untuk berdua sekarang” ucap joo won dan pergi meninggalkan kim bum dan yeon hee berdua.

Setelah ditinggal oleh joo won, kim bum berniat mengantar yeon hee untuk pulang.

“ayo kuantar pulang” ajak kim bum sambil berjalan mendahului yeon hee. merasa ada yang aneh dengan sang kekasih yeon hee pun ingin mengajak kim bum untuk jalan – jalan.

“masih jam 5 sore, bagaimana kalau kita pergi ke cafe tempat biasa kita makan. Aku lapar, apa kau tidak lapar menungguku latihan”
Kim bum menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang, mengangguk dan tersenyum pada yeon hee yang ada dibelakangnya.

***

Tidak memerlukan waktu yang lama kim bum dan yeon hee pun sudah sampai di cafe tempat biasa mereka berkencan.

“kamu tau kim bum, aku senang latihan dance ditempat tadi. Tempatnya asyik begitu juga dengan pelatih dan anak – anak yang lain”

“benarkah”

“tentu saja, aku juga cepat akrab dengan anak – anak yang berlatih disana”

“kalau begitu aku ikut senang mendengarnya” ucap kim bum tak bersemangat.

“kau kenapa, aku lihat dari tadi kau begitu tak bersemangat. Apa kau sakit?

“aku tidak apa – apa, jangan cemaskan aku”

“apa kau sedang memikirkan sesuatu sekarang” ucap yeon hee, tentu saja kim bum terkaget mendengar pertanyaan yeon hee barusan. Kim bum memang sedang memikirkan sesuatu sekarang, lebih tepatnya memikirkan seseorang.

“kalau begitu kau antarkan aku pulang saja, supaya kau bisa cepat – cepat istirahat”.

***

Kim bum hanya menuruti perkataan yeon hee, tidak seperti biasanya memang. Kim bum pasti akan menggoda yeon hee dulu jika yeon hee sudah sampai didepan rumahnya. Tapi tidak untuk hari ini, belum juga yeon hee masuk kedalam rumah, kim bum sudah melajukan motornya dan pergi tanpa berpamitan dulu pada yeon hee. yeon hee benar – benar bingung dengan sikap kim bum hari ini.

***

Ketika sudah sampai di apartementnya kim bum langsung merebahkan tubuhnya pada tempat tidur tanpa menghiraukan joo won yang sejak tadi menunggunya.

“kau mau menjelaskannya sekarang?”

“maafkan aku joo won, sepertinya aku belum bisa menjelaskannya sekarang” jawab kim bum sambil menghela nafas dan memejamkan matanya untuk tertidur. Joo won memahami perasaan sahabatnya itu, walaupun joo won penasaran tapi joo won tau kalau saat ini bukan waktu yang pas buat kim bum menceritakan masalahnya pada joo won.

***

So eun baru saja selesai mandi dan merapikan dirinya untuk pergi kuliah. Sebelum berangkat tidak lupa dia mengemasi buku – bukunya kedalam tas, dan tak lupa memasukkan ponselnya yang sejak semalam tak disentuhnya sama sekali. Sebelum memasukkan ponselnya so eun melihat ponselnya terlebih dahulu, mungkin saja ada panggilan atau pesan yang masuk. Dan ternyata ada satu pesan dan beberapa panggilan yang masuk.

So eun melihat panggilan dari ibunya di busan. Ibu so eun memang tinggal di busan. Dulu beliau tinggal di seoul bersama dengan so eun dan ayah so eun tapi sekarang mereka lebih memilih untuk tinggal di busan.

Setelah itu so eun membuka sebuah pesan singkat yang masuk dalam ponselnya.

From : kim bum
Maafkan aku, kuharap kamu tak marah padaku

Itulah pesan singkat dari kim bum, setelah membacanya so eun langsung memasukkan ponselnya kedalam tas dan bergegas pergi kekampus.

“hei kemana saja kau, hingga tak pernah kelihatan?” tanya jiyeon yang melihat sahabatnya keluar dari apartementnya.

“seharusnya aku yang bertanya seperti itu, kau yang terlalu sibuk bekerja sehingga tak ada waktu untuk sahabatmu ini”

“maafkan aku, aku memang sibuk akhir – akhir ini”

“kau ini, yang salah siapa malah menyalahkan siapa” gerutu so eun

“sudahlah, cepat berangkat nanti kau terlambat lagi, sampai kampus” perintah jiyeon

“jika aku terlambat itu karena salahmu” ucap so eun sambil berjalan pergi meninggalkan jiyeon didepan apartementnya.

***

so eun selesai dengan pelajaran dikampusnya, memang sudah tidak banyak lagi materi yang dipelajari mengingat so eun sudah semester akhir. Hanya butuh waktu 2 jam untuk so eun belajar dikampusnya.

So eun pergi kekantin berniat untuk menacari makanan buat mengisi perutnya, mengingat dia belum makan dari tadi pagi.

So eun mendudukan dirinya dibangku kantin sambil memakan makanan yang telah dipesannya. Selesai makan so eun mengambil ponselnya. Ada 3 pesan masuk dalam ponselnya dia membuka pesan pertama ternyata dari woo hyuk.

To : woo hyuk
Sayang, kenapa kau tak pernah menghubungiku akhir – akhir ini.

“untuk apa aku menghubungimu, dasar aneh kau kira aku sungguh – sungguh berniat ingin kembali padamu.” Gumam so eun.

Jang woo hyuk, orang yang telah berkali – kali membuat hati so eun terluka. Bagaimana bisa setelah dia mencampakkan so eun, sekarang dia malah mengajak so eun untuk menjalin hubungan lagi.

To : kim bum
Apa kau marah, kenapa tak membalas pesanku.
so eun menghela nafasnya kemudian membaca lagi pesan terakhir.

To : kim bum
Maafkan aku, atas kejadian kemarin aku tak bermaksud membohongimu. Aku tak tau jika ada yeon hee ditempat itu.
Lagi – lagi so eun menghela nafas panjang, sebenarnya apa maksud kim bum. kenapa dia harus bersikap seperti ini pada so eun. kim bum benar – benar membuatnya pusing.

Kenapa kim bum harus masuk kedalam hidup so eun, kenapa kim bum membuat jantung so eun berdebar 2 kali lebih cepat dari sebelumnya setelah so eun memikirkan kim bum.

So eun memasukkan ponselnya kedalam tasnya, dan beranjak pergi dari tempat duduknya. Lebih baik so eun pulang dan tidur dirumah dari pada dia pusing memikirkan hal – hal yang mebuatnya hampir gila.

So eun berjalan keluar kampus, dan langkahnya terhenti ketika suara seseorang memanggil namanya.

“so eun”

So eun mencari orang yang memanggilnya tersebut. Seseorang yang seharusnya dihindari so eun kini berada di belakang so eun dan melambaikan tangannya.

Sebenarnya so eun enggan untuk menghampirinya, tapi mau tidak mau so eun harus menghampirinya.

“kenapa kau ada disini?” Tanya so eun yang sudah berada didekat kim bum yang masih menaiki motornya.

“menunggumu” jawab kim bum, sambil memperlihatkan senyum terindahnya pada so eun.

Astaga, ada apa ini. Kenapa jantung so eun berdebar lebih cepat lagi ketika melihat senyum kim bum. apa so eun benar – benar terpesona dengan kim bum. kenapa mulai lagi, kenapa harus seperti ini.

“untuk apa?”

“tentu saja untuk menjemputmu”

“kenapa menjemputku?”

“karena aku ingin, ayolah. Cepat naik aku sudah bosan jika harus diam disini terus” ucap kim bum sambil menyerahkan salah satu helm yang dibawanya untuk so eun.

***

So eun bingung dengan kim bum, kim bum bilang ingin menjemputnya. Tapi kenapa kim bum tak mengantar so eun pulang. Mungkin kim bum tak tau tempat tinggal so eun makanya kim bum tak lewat arah jalan rumah so eun.

“hei, kau salah jalan. Jalan menuju tempat tinggalku bukan disini”
teriak so eun.

Bukannya menanggapi teriakan so eun, kim bum malah tersenyum dan melajukan motornya semakin cepat.

Mau kemana kim bum mengajak so eun pergi, apa kim bum tak takut jika sampai yeon hee tau kalau saat ini kim bum sedang bersama so eun. pikir so eun

Kim bum dan so eun sudah sampai disalah satu taman hiburan di seoul. Kim bum menghentikan motornya.

“cepat turun” perintah kim bum

So eun turun dari motor kim bum dan memberikan helm yang tadi dipakainya pada kim bum. kim bum menerimanya dan meletakkan diatas motor miliknya.

“hei, kenapa kau bengong. Ayo jalan” ajak kim bum sambil memegang tangan so eun.

Kim bum memegang tangan so eun, benarkah ini. Apa hari ini so eun sedang bermimpi, kim bum memegang tangan so eun bahkan menggenggamnya dengan santai. Astaga ada apa ini.

Kim bum masih menggenggam tangan so eun dan mengajak so eun berkeliling. Dan tak lupa dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya.

“apa kau pernah kesini so eun?
So eun tak menjawab, hingga akhirnya kim bum mencoba untuk menggodanya. Kim bum tau kalau so eun pasti tidak nyaman dengan keadaan ini.

“aku tau kau tak pernah kesini, makanya kau terlihat seperti orang bodoh saat ini”

“hei, jangan mengataiku bodoh” marah so eun dan melepaskan genggaman tangan kim bum padanya.

“hahahahaha, kau jelek sekali saat sedang marah. Pantas saja tidak ada yang menyukaimu” ejek kim bum

“siapa bilang tidak ada yang menyukaiku”

“memangnya ada yang menyukaimu”

“tentu saja ada, kau kira aku ini gadis yang sangat buruk sehingga tidak ada yang menyukaiku” ucap so eun sambil pergi dan duduk dibangku bawah pohon.

“hei, kenapa kau marah. Aku kan Cuma bercanda” jawab kim bum sambil mengikuti so eun dan duduk disamping so eun.

“siapa yang marah, aku tidak marah”

“benarkah” goda kim bum lagi

“tentu saja, aishh kau ini menyebalkan” ucap so eun sambil memanyunkan bibirnya.

“hei jangan seperti itu, kau jadi semakin jelek dengan ekspresi seperti itu” ledek kim bum sambil menyentil hidung so eun dan berlari menjauhi so eun. so eun yang kesal akibat ulah kim bum juga berlari untuk mengejar kim bum. mereka berlarian sambil tertawa bahagia.

“hei, kejar aku kalau kau bisa”

“tentu saja aku akan mengejarmu, dan memukulmu jika kau tertangkap nanti” teriak so eun

Keduanya asyik berlarian, sampai akhirnya mereka berhenti karena kelelahan. Terlihat keringat menetes di dahi so eun akibat aksi kejar – kejarannya bersama kim bum. tetapi keduanya tampak bahagia sekarang. Rasa capek itu pun seperti tak terasa ketika keduanya saling melempar senyum masing – masing.

“payah sekali kau, baru sebentar saja sudah tidak kuat”

“aku ini wanita, tentu saja fisik dan hatiku lemah”

“dasar wanita” ucap kim bum sambil mengelap keringat so eun dengan tangannya.

Hening itulah yang dirasakan keduanya sekarang, ketika mata mereka saling beradu pandang.

Kim bum tertegun melihat sorot mata so eun, sorot mata yang memancarkan kehangatan dan ketenangan. Rasanya kim bum tak ingin mengalihkan pandangannya dari mata indah milik so eun. sadar dipandangi kim bum terus akhirnya so eun pun menurunkan tangan kim bum yang menempel didahinya.

“aku haus, aku mau beli minum” ucap so eun dan membuat kim bum kembali kealam sadarnya.

“biar aku yang beli, kau tunggu disini saja. Jangan kemana – kemana, dan tunggu aku kembali”. Ucap kim bum dan pergi membelikan minuman untuk so eun.

So eun tersenyum ketika kim bum pergi, so eun tidak mengira kalau kim bum benar – benar membuatnya senang hari ini. Orang yang selama ini tak pernah menganggap so eun ada dan mengacuhkan dirinya, ternyata bisa membuat so eun sebahagia ini. Mimpikah ini tuhan. Pikir so eun.

Ketika sedang membeli minuman, tidak sengaja kim bum menabrak seseorang sehingga minuman yang dibawanya pun terjatuh ketanah. Kim bum hendak marah pada orang yang telah menabraknya, akan tetapi kemarahannya tertahan ketika melihat kekasihnya lah yang telah menabraknya.

“yeon hee” gumam kim bum ketika melihat kekasihnya lah yang telah menabraknya.

“kim bum, apa yang kau lakukan disini? Tanya yeon hee, yang melihat kekasihnya berada ditaman hiburan sendirian.

“aku… aku…aku..” kim bum tak bisa melanjutkan kata – katanya. Rasanya tak ada suara yang bisa dia keluakan untuk menjelaskan pada yeon hee saat ini.

“apa kau sedang bersama seseorang disini?” tanya yeon hee pada kim bum yang melihat dua botol minuman terjatuh ditanah. Yeon hee tau minuman itu tadi dipegang kim bum.

“itu …. itu… itu” lagi – lagi kim bum tak bisa menjawab pertanyaan yeon hee.

“jawab aku kim bum” bentak yeon hee.

“tentu saja aku kesini sendiri”

“tapi kenapa kau membawa 2 botol minuman?”

“itu karena…. karena tadi kebetulan aku bertemu dengan temanku disini dan aku berniat membelikannya minuman”

“teman siapa, yang mana? Kenapa aku tidak melihatnya” bentak yeon hee lagi.

“berhenti membentakku yeon hee, ini tempat umum apa kau tak malu dilihat orang – orang”

“peduli apa dengan orang – orang”

“kenapa, apa aku salah jika datang kesini? Kau sendiri kenapa ada disini?”

“tadi aku pergi bersama dengan ji eun, kau tau dari tadi aku mencoba menghubungi ponselmu, tapi ponselmu tidak aktif. Dan sekarang kau malah berada disini”

“aku mematikan ponselku ketika aku di kampus tadi, dan aku lupa menghidupkannya kembali” bohong kim bum. sebenarnya kim bum sengaja mematikan ponselnya agar dia bisa berdua dengan so eun tanpa ada yang mengganggu termasuk yeon hee.

“so eun” gumam kim bum

“apa, siapa so eun?” tanya yeon hee yang mendengar gumaman kim bum.

“bu.. bukan siapa – siapa” jawab kim bum.

Astaga, bagaimana ini. Bagaimana yeon hee bisa disini dan mengacaukan semuannya. So eun, bagaimana kim bum bisa menghampiri gadis itu jika ada yeon hee di disini.

***

Kenapa kim bum lama sekali, apa kim bum membeli minuman ke planet lain sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk kembali ke planet asalnya. Pikir so eun.

So eun mencari tempat duduk yang nyaman untuk menunggu kim bum.

***

Di lain tempat, kim bum masih berdebat dengan yeon hee.

“kalau begitu, jelaskan semuanya padaku dirumah. Aku capek, aku ingin pulang”

“tapi aku tidak bisa mengantarmu pulang yeon hee” tolak kim bum

“kenapa tidak bisa, mau apa lagi kau disini. Apa kau ingin menemui temanmu itu dan membiarkan aku pulang sendirian” bentak yeon hee.

yeon hee yang biasanya terkesan ramah dan halus kini benar – benar marah pada kekasihnya.

Bagaimana tidak marah, jika melihat sang kekasih pergi ke taman hiburan sendiri tanpa dirinya. Apalagi sedari tadi sang kekasih mematikan ponselnya. Tentu saja yeon hee khawatir jika terjadi apa – apa pada kim bum.

“ji eun sudah pulang bersama kekasihnya, jadi apa kau tega membiarkan aku pulang sendiri” jelas yeon hee lagi, kali ini lebih halus mengingat dia tak ingin membuat moodnya buruk.
Bagaimana bisa kim bum mengantar yeon hee pulang, apa yang terjadi dengan so eun jika kim bum meninggalkannya. Kim bum benar – benar bingung harus bagaimana sekarang.

“aku tidak mau tau, pokonya kamu harus mengantarku pulang sekarang” paksa yeon hee.

“baiklah” ujar kim bum sambil berjalan menuju motornya. Kini kim bum mengantar yeon hee pulang.

Pulang, kim bum dan yeon hee pulang. Jika kim bum pulang bagaimana dengan so eun, apa kim bum harus setega itu meninggalkan so eun ditempat seperti ini sendiri. Tidak apa – apa jika so eun sering kesini dan tau jalan pulang. Tapi so eun tidak pernah datang ketempat ini dan so eun belum hafal juga jalan menuju pulang, karena ini adalah hari pertamanya datang ketempat ini.

***

“astaga dimana kim bum, kenapa dia lama sekali” sudah hampir satu jam so eun menunggu kim bum. tapi kim bum tak juga datang. So eun mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi kim bum, tapi ponsel
kim bum tidak aktif sekarang.

“aish, kemana anak itu. Kenapa lama sekali perginya. Apa terjadi sesuatu padanya” ucap so eun. so eun bangkit dan berniat menyusul kim bum tapi dia teringat kata – kata kim bum sebelum dia pergi tadi.

tunggu disini saja. Jangan kemana – kemana, dan tunggu aku kembali

so eun kembali duduk ditempatnya, dan memutuskan untuk tetap menunggu kim bum ditempat ini. Hari sudah hampir gelap dan sepertinya langit akan menurunkan hujannya.

So eun tetap tak bergeming dari duduknya, dia masih setia duduk ditempatnya dan menunggu kim bum. so eun takut jika meninggalkan tempat ini lalu tiba – tiba kim bum datang, kim bum akan kebingungan mencari so eun.

Ketika aktivias menunggu benar – benar menjadi sesuatu hal yang sangat membosankan dan melelahkan. Tapi apakah menunggu itu ada hasilnya.

Tetes air hujan turun dari langit, banyak orang – orang yang berpergian meninggalkan taman hiburan tersebut. Tapi tidak dengan so eun. so eun masih saja setia menunggu kedatangan kim bum. entahlah apa yang saat ini dipikirkan oleh so eun, kenapa dia tidak pergi saja dan meninggalkan kim bum. mungkin saja kim bum juga sudah pergi.

Hujan benar – benar turun dengan lumayan deras, dan sekarang badan so eun pun basah kuyup. So eun bangkit dari duduknya, dan pergi meninggalkan taman hiburan tersebut.

“kau dimana kim bum, kenapa kau meninggalkanku. Apa kau sedang mengerjaiku sekarang. Apa salahku padamu sehingga kau melakukan ini padaku” batin so eun, sambil terus berjalan untuk mencari halte bus terdekat.

So eun berjalan ditengah derasnya hujan, so eun tak mempedulikan rasa dingin yang masuk kedalam pori – pori tubuhnya.
Kini yang dirasakannya hanya lelah dan sakit, bukan sakit fisik melainkan hatinya. Bagaimana mungkin kim bum bisa setega itu pada dirinya, sehingga meninggalkan so eun sendirian ditaman hiburan. Apalagi di saat cuaca sedang hujan.

“bagaimana aku bisa pulang, aku tidak hafal daerah sini” ucap so eun. dan sekarang dia mulai takut karena hari sudah makin gelap. Air mata so eun jatuh begitu saja ke pipinya bercampur dengan air hujan.

“aku lelah, benar – benar lelah sekarang” batin so eun, sambil menjatuhkan dirinya ke tanah. Untung jalanan sepi jadi tak ada kendaraan yang lewat.

So eun masih duduk ditempat itu, perlahan – lahan hujan sudah mulai mereda. Tapi tenaga so eun sudah habis jika harus bejalan terus.
Dari arah berlawanan terlihat seorang pemuda sedang mengendarai sepeda motor, pengendara motor itu melaju melewati so eun.

“so eun” pikir pemuda itu sambil menghentikan motornya. Merasa
mengenali orang yang tadi dilewatinya itu akhirnya sang pemuda memutar balik arah motornya dan segera menghampiri orang tersebut.

“apa kau so eun? tanya pemuda itu, sambil menghentikan motornya disebelah so eun.

TBC 🙂

Iklan
Komentar
  1. shazia egi r berkata:

    kasian bgt sso bum tega bgt sih ma sso

  2. madi berkata:

    Kim bum menyebalkan tega ninggalin si eun sendirian,, tpi siapa cwo yg bwa motor itu y,, penasaran, next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s