SOEULMATES

Posted: 9 Januari 2013 in FF BUMSSO
Tag:

SoEulmate__Kim_Bum__Kim_So_Eun_by_Pure_Essence

Cast : kim so eun, Kim sang bum, Park jiyeon
Genre : romantic, sad, friendship
type : OS

***

Kenapa penyesalan harus datang diakhir cerita??? Jawabanya karena sebelum berakhir dan terlambat tentu saja kita tidak akan sadar dan mengetahui apa arti dari sebuah cerita itu.
Apapun yang kau lakukan saat ini, tidak akan merubah kenyataan yang terjadi, dia telah meninggalkanmu. Terus bagaimana caranya kamu mau mengucapkan permintaan maaf atas perasaannya dimasa lalu.

***

Seorang pria berjalan dengan langkah sempoyongan dibawah guyuran hujan yang lumayan deras. Dia tidak peduli walaupun derah segar terus menetes dari kepalanya. Rasa sakit untuk luka ataupun rasa dingin akibat hujan tidak dirasakannya. Yang dia rasakan saat ini adalah betapa kehilangannya dia saat mengetahui sahabat terbaiknya telah meninggalkannya.

“aaahhhhhh…. kenapa kau harus mengambilnya tuhan” teriak pria itu.

Air matanya benar – benar tidak bisa bisa ditahan lagi. Dia benar – benar menyesal dengan ketidak pekaanya pada perasaan sang sahabat sehingga membuat sang sahabat harus pergi meninggalkannya. Kenangan – kenangan masa lalunya bersama sang sahabat menyeruak kedalam pikirannya.

***

Flashback

Dua orang siswa dari sebuah SMA ternama di seoul korea selatan sedang berlari menghindari kejaran dari sekelompok siswa dari SMA lain. Dua orang itu benar – benar meningkatkan kecepatan larinya agar mereka berdua bisa terhindar dari kejaran sang musuh. Ketika mereka melewati sebuah bangunan tua yang tidak berpenghuni dua orang itu masuk ke dalam untuk bersembunyi.

“mereka benar – benar tidak akan melepaskan kita, jika mereka menemukan kita” ucap salah satu dari dua orang yang sedang bersembunyi itu.

“ini semua gara – gara dirimu, kalau saja kau tidak cari gara – gara dengan mereka tentu saja kita tidak akan mendapatkan masalah seperti ini” ucap orang yang satunya sambil memukul kepala sahabatnya.

“auuwwww,,,, kenapa kau memukulku so eun?” ucap pria bernama kim bum pada sahabat wanitanya yang bernama so eun itu.

“itu karena kau telah menyeretku kedalam masalah ini, gara – gara kelakuan bodohmu tadi.” ucap gadis bernama so eun.

Kim bum dan so eun adalah sahabat karib, mereka berdua selalu bersama dari saat mereka kecil, dimana ada kim bum disitu pasti ada so eun. kim bum dan so eun senang sekali berkelahi. Walaupun so eun seorang wanita tapi sedikit bisa so eun menguasai ilmu bela diri. Berbeda dengan kim bum yang benar – benar menguasai ilmu bela diri. Hingga itu menyebabkan dia mempunyai banyak musuh.

“aku tidak mencari gara – gara dengan mereka. Bukankah kau juga tau kalau tadi aku bermaksud menolong teman kita yang sedang dihajar oleh mereka. Apa itu adalah salahku”

“sudah – sudah, aku tidak mau membahas masalah ini lagi. Lama – lama aku jadi takut bersahabat denganmu, setiap hari selalu saja ada masalah yang kau buat.”

“hahahah…. benarkah kau takut bersahabat denganku? Kalau begitu kenapa kau tak cari sahabat lain saja?”goda kim bum pada sahabat karibnya itu.

“memangnya kau bisa jika jauh denganku? Bukankah kau selalu bergantung padaku” ucap kim bum lagi.

“iya… iyaa.. terserah apa katamu saja. Aku memang tidak pernah menang berdebat denganmu” ucap so eun.

“itu baru benar. Anak pintar” ucap kim bum sambil mengacak – acak rambut so eun.

“berhenti melakukan ini padaku, kau membuatku tidak cantik lagi kan.
Bagaimana jika nanti tidak ada pria yang menyukaiku”

“kau ini lucu sekali, sejak kapan kau itu cantik. Lagi pula aku tidak mau jika ada pria yang menyukaimu” ucap kim bum sambil tersenyum pada so eun. so eun hanya tersenyum mendengar perkataan kim bum.

Kim bum melihat keadaan sekitar, dan sepertinya orang – orang yang tadi mengejarnya sudah tidak ada. Kim bum dan so eun sudah aman untuk kembali kerumah masing – masing sekarang.

🙂 Pasti akan senang sekali jika orang yang kau suka dan cintai mengatakan padamu bahwa dia tidak ingin ada pria lain yang menyukaimu. Tapi apakah arti dari ucapan itu, kalau yang mengatakannya adalah sahabatmu 🙂

***

Hari ini kim bum dan so eun berada di atap sebuah gedung sambil melihat kebawah. Dibawah gedung itu ada sekelompok murid yang tempo hari mengejar kim bum dan so eun. rupanya orang – orang itu masih tidak mau melepaskan kim bum dan so eun lebih tepatnya kim bum.

“kurasa mereka benar – benar, akan menghabisi kita kim bum. bagaimana ini”

“kenapa kau jadi penakut seperti ini, kalau memang terpaksa kita harus menghadapi mereka yasudah apa boleh buat. Aku tidak takut” ucap kim bum dengan sombongnya.

“kalau mereka menemukan kita dalam keadaan kita sedang bersama itu tidak masalah. Tapi kalau mereka hanya menemukanku, bagaimana?” ucap so eun ada sedikit ketakutan dalam nada bicaranya.

“hei, kita selalu bersamakan. Memangnya kapan kita tidak bersama? Jadi kau tidak perlu takut karena aku akan selalu melindungimu.”

🙂 Sadarkah kau jika di dalam setiap perkataanmu selalu membuatku bergantung padamu. Bagaimana kau tidak menyadari perasaan ini. Apa aku harus mengatakannya, tapi ada rasa takut yang menyelimuti hatiku saat aku ingin menyampaikan perasaanku ini padamu 🙂

Ketika kim bum dan so eun sedang asyik melihat keadaan di bawah, tidak sengaja so eun melihat seorang gadis sedang berdiri di ujung atap gedung yang tidak jauh dari tempat so eun dan kim bum berada sekarang.

“astaga… kim bum coba lihat itu.” Ucap so eun sambil menunjuk ke arah seorang gadis yang dirasa so eun ingin mencoba bunuh diri. Kim bum melihat ke arah yang ditunjuk oleh so eun. dan mereka berdua pun segera menghampiri gadis itu.

Kim bum dan so eun sudah berada di belakang gadis itu, dan sepertinya gadis itu masih tidak menyadari keberadaan mereka berdua. So eun sedikit ngeri melihat gadis itu, bagaimana jika gadis itu benar – benar nekad untuk loncat dari atap gedung ini.

So eun melirik pada kim bum, berharap kim bum melakukan sesuatu agar gadis itu tidak melakukan hal bodoh yang bisa membahayakan dirinya sendiri. Kim bum yang mengerti akan arti dari lirikan so eun itu pun mencoba untuk menyentuh pundak gadis tersebut.

“ehm… apa yang akan kau lakukan?” tanya kim bum pada gadis itu dengan hati – hati, agar tidak mengagetkannya. Gadis itu pun menoleh ke belakang dan sedikit terkejut melihat dua orang yang saat ini berdiri dibelakangnya.

“ayo kemarikan tanganmu, kurasa apa yang tadi ada di pikiranmu itu adalah sesuatu hal yang bodoh yang sebaiknya tidak kau lakukan” ucap kim bum sambil mengulurkan tanganya berharap gadis itu menghentikan niatnya yang akan membahayakan nyawa gadis itu sendiri.

So eun pun ikut berdoa di dalam hati agar wanita itu mau menerima uluran tangan kim bum. dengan cemas kim bum dan so eun pun menunggu gadis itu menyambut uluran tangan kim bum. sepertinya gadis itu sedikit berfikir hingga akhirnya dia pun menerima uluran tangan kim bum.

So eun bisa bernafas lega sekarang, begitu pula dengan kim bum. akhirnya gadis itu tidak jadi melakukan hal gila seperti yang ada dipikiran kim bum dan so eun saat ini.

“apa kau sedang ada masalah, sehingga kau nekad untuk bunuh diri?” tanya kim bum pada gadis itu. Dan gadis itu hanya diam dan tidak memberi jawaban atas pertanyaan kim bum.

“siapa namamu? Aku so eun dan ini sahabatku kim bum, kau bisa menceritakan masalahmu pada kita jika memang kau mau. Kita pasti bisa membantumu.” Ucap so eun memperkenalkan dirinya dan kim bum pada gadis itu dengan hati – hati agar gadis itu tidak merasa terganggu dengan kehadiran kim bum dan so eun sekarang.

“namaku jiyeon. Park jiyeon.” Jawab gadis itu dengan lembut.

“ternyata suaramu bagus juga ya, kenapa bisa gadis dengan suara yang merdu sepertimu bisa punya niat untuk bunuh diri. Apa kau baru saja diputuskan kekasihmu? Makanya jika kau mau mencari pacar carilah pria sepertiku, karena aku….” belum sempat kim bum menyelesaikan
kalimatnya, so eun sudah mendaratkan sebuah pukulan dikepalanya sehingga membuat kim bum menghentikan kalimatnya.

“jiyeon jangan dengarkan apa yang dikatakan bocah bodoh ini.” Jelas so eun pada jiyeon, dan jiyeon pun hanya tertawa melihat kim bum yang sedang meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya yakibat pukulan dari so eun.

“kalian berdua lucu sekali, terimakasih sudah membuatku tersenyum hari ini” ucap jiyeon sambil melemparkan senyumnya pada kim bum dan so eun.dan membuat seorang kim bum yang biasanya cuek dengan wanita selain so eun terpesona kepadanya hanya dengan sebuah senyuman.

“bolehkah aku berteman dengan kalian, selama ini tidak ada yang mau berteman ataupun peduli padakku. Dan hari ini kalian lah orang pertama yang peduli padaku walaupun kita baru bertemu.” Ucap jiyeon lagi.

“dengan senang hati kami mau menjadi temanmu jiyeon” ucap so eun dan diikuti anggukan dari kim bum.

Mungkinkah jarak diantara hati kita akan semakin jauh dan tidak akan pernah menyatu. Kenapa rasanya aku memang tidak akan pernah mendapatkan hatimu walaupun selama ini kita selalu bersama. Atau kita memang akan ditakdirkan sebagai seorang sahabat dan tidak lebih dari itu.

***

So eun dan kim bum pulang dari sekolah sambil bergandengan tangan, dan terpasang jelas senyum pada wajah keduanya. Kim bum melihat sebuah mini market dan segera menarik tangan so eun untuk mengikuti langkahnya menuju tempat itu.

“kim bum, kenapa menarikku?” tanya so eun yang kaget ketika dengan tiba – tiba kim bum menarik tangannya.

“aku haus, aku ingin membeli es krim. Bukankah kau juga suka es krim.” Jawab kim bum.

Kim bum dan so eun sudah masuk ke dalam mini market dan mengambil dua buah es krim rasa coklat kesukaan so eun. mereka berniat membayar ke kasir dan meletakkan es krim itu di meja kasir. Tapi seseorang juga meletakkan sebuah es krim dengan rasa yang sama dengan milik kim bum dan so eun. kim bum dan so eun pun melihat ke arah orang tersebut dan melihat bahwa jiyeon lah orang yang meletakkan es krim tadi.

“apa aku boleh mengikuti selera kalian?” tanya jiyeon

“hahahaha… tentu saja, kenapa tidak. Apa kau juga baru pulang sekolah?” tanya kim bum pada jiyeon, mengingat jiyeon juga masih mengenakan seragam sekolahnya.

Jiyeon menganggukkan kepalanya. So eun hanya tersenyum melihat tingkah kim bum yang sedari tadi memperhatikan jiyeon. seprtinya kim bum tertarik pada jiyeon.

“bagaimana kalau kita pulang bersama?” ajak kim bum

“usul yang bagus” jawab jiyeon

“baiklah” sambung so eun.

Mereka bertiga pun pulang bersama. Sambil berjalan mereka bertiga saling melemparkan candaan – candaan yang membuat ketiganya tidak bisa menahan tawa.

***

Kim bum sudah sampai di rumahnya, dan langsung menuju ke kamarnya. Dia membaringkan tubuhnya ditempat tidur dan kembali teringat dengan jiyeon. Sepertinya kim bum mulai menyukai gadis yang bernama jiyeon itu, gadis yang tempo hari telah di temuinya akan mencoba bunuh diri, dan sekarang gadis itu menjadi temannya.

“jiyeon benar – benar cantik” gumam kim bum. kim bum mengambil ponselnya dan berniat menghubungi jiyeon.

“hallo jiyeon” ucap kim bum ketika sambungan ponselnya sudah terhubung pada ponsel milik jiyeon.

“kim bum ada apa?”

“apa malam ini kau sibuk?”

“kurasa tidak”

“baguslah, kalau begitu bagaimana kalau kita pergi jalan – jalan?”

“baiklah.”

Kim bum menutup sambungan teleponnya ketika sudah mendengar persetejujuan dari jiyeon. Kim bum benar – benar senang karena jiyeon mau pergi bersamanya. Kim bum langsung teringat so eun. kim bum bergegas mengganti baju seragamnya dan buru – buru pergi kerumah so eun yang rumahnya berada di sebelah rumah kim bum.

***

Ketika kim bum sudah sampai di depan rumah so eun, kim bum langsung melihat so eun yang sedang duduk di teras rumahnya sambil bermain dengan kucing kesayangan gadis itu. Kim bum berlari menghampiri so eun dan langsung memeluk tubuh sahabatnya itu.

“kim bum ada apa, sepertinya kau senang sekali?” tanya so eun ketika kim bum dengan tiba – tiba datang kerumahnya dan memeluknya.

“so eun, nanti malam aku akan jalan – jalan dengan jiyeon. Dan aku akan mengatakan padanya kalau aku menyukainya” ucap kim bum. dan ucapan kim bum itu sukses membuat so eun membelalakan matanya. Ternyata benar kim bum tertarik pada jiyeon.

“apa maksudmu kim bum?” tanya so eun, yang mencoba memperjelas maksud dari ucapan kim bum.

“aku akan menjadikan jiyeon sebagai kekasihku so eun, apa kau setuju dengan rencanaku ini?”

“yaa…. aku….senang dengan apa yang menurutmu baik kim bum” ucap so eun sambil melepaskan pelukan kim bum dari tubuhya.

“semoga jiyeon menerimamu” ucap so eun lagi, sambil memberikan senyuman terbaiknya pada kim bum walaupun senyuman itu adalah senyuman paksaan dari hati so eun. so eun melihat rona bahagia pada raut wajah kim bum. kim bum benar – benar senang dan terlihat bahagia sekarang.

“kau memang sahabat terbaikku so eun. aku beruntung memiliki sahabat sepertimu” ucap kim bum dengan senyum yang tidak pernah lepas dari wajahnya.

“Kau tau kim bum, melihatmu tersenyum itu adalah hal yang bisa membuatku bahagia karena selama ini kau adalah orang yang sangat berarti di dalam hidupku setelah orang tuaku. Aku akan selalu mendukung apapun yang kau suka, walaupun aku harus terluka. Andai saja aku ini pria pasti aku dengan mudahnya mengungkapkan perasaanku pada orang yang aku suka, tapi sayangnya aku terlalu takut untuk mengatakannya padamu.” Batin so eun.

***

Malam yang ditunggu – tunggu oleh kim bum pun tiba, dan sekarang kim bum telah berada di depan rumah jiyeon untuk menunggu jiyeon keluar dan menghampirinya. Tidak berapa lama kim bum menunggu, jiyeon pun muncul dari dalam rumahnya.

“maaf membuatmu menunggu.” Ucap jiyeon. Kim bum sedikit terkejut melihat penampilan jiyeon saat ini. Ternyata jiyeon memang sangat cantik, apalagi saat ini ketika jiyeon mengenakan baju terusan selutut dan dilapisi dengan switer putih berlengan panjang.

“kau benar – benar beda, dengan jiyeon yang aku lihat di atap gedung waktu itu.” Ucap kim bum. ucapan kim bum benar – benar membuat jiyeon menjadi malu dan menampakkan semburat merah di pipi putihnya. Kim bum menyalakan motornya dan bersiap pergi dengan jiyeon.

***

So eun melangkahkan kakinya tanpa tujuan, dia tidak tau harus kemana yang pasti dia tidak mau jika harus berdiam diri di rumah. Akan terasa sakit jika so eun hanya berdiam diri di rumah dan teringat dengan ucapan kim bum tadi siang.

“hari ini kau pasti bahagia, kim bum” gumam so eun. so eun benar – benar tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau kim bum benar – benar pacaran dengan jiyeon dan melupakan dirinya. Apakah bisa so eun hidup tanpa kim bum, padahal selama ini so eun selalu bersama dan bergantung pada kim bum. seharusnya so eun tidak boleh mempunyai perasaan ini pada kim bum mengingat bahwa kim bum hanya menyukainya sebagai sahabat saja.

So eun terus berjalan sambil menundukkan kepalanya, hingga dia tidak menyadari kalau sekarang dia berada di kawasan berbahaya. Tempat yang saat ini dilalui oleh so eun adalah tempat dimana berkumpulnya orang – orang yang tempo hari mengejar dirinya dan kim bum ketika pulang sekolah.

“sepertinya hari ini adalah hari keberuntungan kita teman.” ucap salah satu pria yang saat ini tengah asyik bermain kartu bersama dengan temannya di depan sebuah emperan toko.

“hahahahaha, sepertinya begitu. Apalagi saat ini dia sedang sendiri” sambung pria lainnya.

So eun mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah dari sumber – sumber suara yang dirasa so eun sedang membicarakan dirinya. So eun benar – benar kaget ketika melihat dua orang pria yang sangat dikenalnya pria itu adalah lee min hoo dan juga jung il woo musuh dari kim bum dan so eun.

“kenapa hari ini kau sendiri so eun, dimana kim bum?” apa dia tidak tau jika mungkin nyawa sahabatnya ini akan melayang di tangan kita.” Ucap min hoo sambil mendekatkan dirinya pada so eun. tubuh so eun benar – benar gemetar sekarang, bagaimana bisa so eun berada di tempat ini tadi. Betapa bodohnya so eun, ketika dia tidak menyadarinya dari awal.

“kurasa ucapanmu membuatnya takut min hoo. Kenapa kau harus membuat gadis secantik dia ketakutan.” Sambung il woo yang saat ini juga berada disamping so eun.

So eun mencoba untuk berpikir, bagaimana caranya dia harus menghindari kedua pria yang saat ini ada didepannya. Karena tidak mungkin so eun menghadapi mereka mengingat ilmu bela diri so eun yang tidak begitu ahli di bandingkan dengan mereka apalagi so eun seorang wanita dan sendiri. So eun memundurkan langkahnya ketika min hoo dan il woo mulai mendekati dirinya lagi. Ketika il woo hendak menyentuh so eun dengan sigap so eun berlari menghindari min hoo dan il woo.

“hei, mau kemana kau so eun?” teriak il woo yang melihat so eun sudah berlari. Il woo dan min hoo pun mengejar so eun.
Walaupun so eun berlari dengan sangat kencang, tetap saja il woo dan min hoo bisa menyusulnya karena mereka berdua adalah pria. So eun harus menemukan tempat untuk dirinya bersembunyi jika tidak mau tertangkap oleh mereka. So eun menoleh ke belakang di sela – sela larinya, berharap orang yang mengejarnya tertinggal jauh darinya. So eun melihat sebuah gang yang cukup sempit dan hanya muat di lewati oleh satu orang, dengan keadaan yang gelap. dengan cepat so eun bersembunyi di dalam gang itu.

“semoga saja mereka tidak menemukanku” gumam so eun, sambil mengatur nafasnya. So eun benar – benar takut jika sampai min ho dan il woo menemukannya. So eun mencoba menghubungi ponsel kim bum, berharap sahabatnya itu bisa datang dan menyelamatkannya sekarang. Tapi berkali – kali so eun mencoba tidak ada jawaban dari kim bum. so eun pun mengirim sebuah pesan dan berharap kim bum segera datang untuk menolongnya.

“so eun dimana kau, aku tau kau bersembunyi disekitar sini cepat keluar sebelum kita kehilangan kesabaran” teriak min hoo.

***

Di sebuah taman, kim bum dan jiyeon sedang ngobrol dengan asyiknya. Kim bum memberanikan dirinya untuk mengungkapkan perasaannya pada jiyeon.

“jiyeon, aku….” kim bum menggantukan kalimatnya dan membuat jiyeon mengarahkan pandangannya pada kim bum, serta menunggu kim bum melanjutkan kalimatnya.

“aku…. aku menyukaimu jiyeon, maukah kau menjadi kekasihku?” tanya kim bum yang dengan segenap keberaniannya untuk mengungkapkan perasaannya pada jiyeon.

“hahahaha…. kau lucu sekali kim bum.” jiyeon pun tertawa mendengar pernyataan cinta dari kim bum.

“kenapa kau mentertawakanku, apa kau tidak mau menjadi kekasihku?”
Jiyeon terdiam sejenak mendengar pengakuan dari kim bum, sebenarnya jiyeon pun juga menyukai kim bum. jiyeon sudah menyukai kim bum pada saat mereka bertemu untuk yang pertama kalinya. Tapi jiyeon selalu mengira kalau kim bum dan so eun adalah sepasang kekasih. Jadi jiyeon pun tidak ingin merusak hubungan mereka.

“bagaimana dengan so eun, bukankah dia kekasihmu?”

Kim bum tertawa mendengar pertanyaan jiyeon mengenai so eun. jadi selama ini jiyeon menyangka kalau kim bum dan so eun itu berpacaran.

“aku dan so eun itu hanyalah sahabat. Kita berdua memang sudah dekat dari sejak kecil mana mungkin kita pacaran. Lagi pula kenapa kau bisa berpikir bahwa aku dan so eun itu pasangan kekasih” heran kim bum dengan jiyeon.

***

So eun benar – benar takut, mendengar teriakan – teriakan min hoo dan il woo. Bagaimana ini, sepertinya mereka berdua tidak akan melepaskan so eun dengan mudah sekarang. So eun benar – benar akan mati jika mereka menemukannya. So eun berharap kim bum bisa datang kesini sekarang tapi sahabatnya itu tidak mengangkat telepon darinya. Pasti saat ini kim bum sedang bersenang – senang dengan jiyeon.

“so eun, kau tidak boleh mengganggu kim bum, sampai kapan kau akan menggantungkan hidupmu pada kim bum. mulai hari ini kau harus bisa hidup sendiri tanpa kim bum” gumam so eun.

So eun mengintip dari balik tembok dan melihat il woo dan min hoo masih berusaha mencari keberadaannya. Sepertinya so eun memang harus melawan mereka jika so eun mau pulang kerumah. So eun melihat sebuah balok kayu di samping dia berdiri, so eun mengambil kayu itu dan keluar dari tempat persembunyiannya.

“aku disini, jadi apa yang kalian inginkan dariku?” teriak so eun ketika sudah keluar dari tempat persembunyiannya.
“kau benar – benar membuat kita marah. Kau sama saja seperti kim bum”. ucap min hoo dan hendak melayangkan sebuah pukulan pada so eun dan dengan sigap so eun pun mampu memukul min hoo dengan kayu yang sedari tadi dipegangnya dan mampu membuat min hoo jatuh tersungkur ke tanah.

“gadis gila… kau sudah membuat kesabaranku habis.” Teriak min hoo dan ingin bangkit, tapi so eun memukulnya lagi hingga membuat min hoo benar – benar mengerang kesakitan.

Tapi so eun tidak sadar bahwa saat ini il woo sudah berada di belakangnya dan juga bersiap memukulnya. Karena so eun lebih fokus pada min hoo, so eun pun tidak bisa menghindari pukulan dari il woo pada bahunya. Kini so eun pun tersungkur ke tanah. Dan merasakan sakit yang luar biasa pada bahunya akibat pukulan dari il woo tadi.

“terima itu so eun, itu balasan karena kau telah memukul temanku”
So eun hendak berdiri, tapi dengan cepat il woo menendang perutnya sehingga membuat so eun mengerang kesakitan apalagi min hoo juga ikut menendangnya dan memukulinya sekarang.

***

“jadi maukah kau menjadi kekasihku jiyeon?” tanya kim bum lagi. Jiyeon menganggukan kepalanya tanda dia menerima kim bum.

“apa itu tandanya, kau menerimaku jiyeon?”

“iya, aku menerimamu menjadi kekasihku kim bum”

Kim bum benar – benar senang mendengar jawaban dari jiyeon. Ternyata jiyeon mau menjadi kekasihnya, ini adalah hal yang membuat kim bum senang. Kim bum jadi teringat dengan so eun, dan ingin menghubungi so eun sekarang. So eun juga harus tau kalau saat ini kim bum dan jiyeon sudah resmi menjadi kekasih. Kim bum mengambil ponselnya dan melihat beberapa panggilan dari so eun. so eun juga mengiriminya pesan yang memberitahukan bahwa saat ini so eun sedang dalam bahaya.

“astaga… so eun, apa yang terjadi padanya” gumam kim bum yang tampak cemas ketika melihat pesan dari so eun tersebut.

“ada apa kim bum? apa yang terjadi pada so eun?” tanya jiyeon yang heran melihat perubahan raut muka kim bum.

“kurasa aku harus menyusul so eun, dia dalam bahaya sekarang.” Jawab kim bum dan beranjak dari tempatnya sekarang.

“aku ikut, kim bum.”

Kim bum melajukan motornya dengan sangat kencang, kim bum yakin pasti saat ini so eun benar – benar butuh pertolongannya. Kim bum segera menuju tempat dimana so eun sekarang berada, karena tadi so eun sudah memberitaukan dimana so eun berada melalui pesan yang dikirimkan gadis itu pada kim bum. bukan hanya kim bum saja yang panik saat ini, jiyeon pun juga.

***

Saat ini so eun benar – benar sudah lemas, so eun sudah tidak bisa melawan min hoo dan il woo, walaupun sebelum – sebelumnya so eun selalu bisa melawan mereka tapi tidak dengan hari ini. So eun benar – benar pasrah jika harus mati sekarang.

So eun masih berharap semoga kim bum datang dan menyelamatkannya, walaupun kemungkinan itu sangatlah kecil.

“sekarang kami benar – benar puas, sudah membuatmu seperti ini. Jika kau mau marah, marahlah pada sahabatmu itu yang selalu mengalahkan kita. Lagi pula tidak seharusnya gadis sepertimu bersama dengan kim bum” ucap min hoo.

“so eun… kau masih tetap cantik walaupun wajahmu di penuhi dengan luka. Coba saja tadi kau tidak melawan pasti kau tidak akan mengalami luka – luka seperti ini.” Ucap il woo sambil menyentuh luka yang ada di pipi so eun.

“jangan menyentuhku” ucap so eun sambil menepis tangan il woo. Sebenarnya il woo tidak tega melihat so eun terkulai lemas seperti itu. Ada sedikit penyesalan dihatinya, kenapa il woo sampai setega ini pada so eun, padahal tujuan kemarahannya itu ada pada kim bum.

“il woo apa yang kau lakukan, lebih baik kita tinggalkan saja dia.” Ucap min hoo, tapi il woo tidak menghiraukan ucapan temannya itu. Il woo berniat mengangkat tubuh so eun, dan mengobati luka gadis itu. Tapi sebuah teriakan menghentikan niat il woo.

“jangan sentuh dia” teriak kim bum dan langsung mendorong tubuh il woo yang saat ini hendak mengangkat tubuh so eun.

“kim bum” gumam so eun, yang melihat kedatangan kim bum secara tiba – tiba.

Kim bum melihat so eun yang sudah terluka parah akibat pukulan – pukulan dari il woo dan min hoo. Kim bum benar – benar tidak bisa terima melihat so eun seperti ini sekarang. Pandangan kim bum langsung teralih pada il woo yang saat ini berada di belakangnya.

Kim bum mendekati il woo, dan menarik kerah baju il woo. Kim bum memukuli il woo berkali – kali seperti orang yang kesetanan. Dia tidak peduli jika dia harus di penjara karena membunuh orang, yang terpenting saat ini, kim bum harus membalas perbuatan il woo yang telah berani membuat sahabatnya babak belur.

“kau harus mati. Berani – beraninya kau melukai sahabatku” teriak kim bum sambil terus memukuli il woo. Dan tak memberikan il woo kesempatan untuk bisa melawan.

Min hoo yang melihat temannya hampir mati di pukuli oleh kim bum pun
berniat untuk membantu il woo. Min hoo mengeluarkan sebuah pisau lipat dan mengarahkan pisaunya pada so eun yang sudah tidak berdaya untuk mengancam kim bum.

“kim bum.. cepat hentikan pukulanmu pada temanku atau kalau tidak kau akan kehilangan sahabatmu ini” teriak min hoo sambil mengarahkan pisaunya ke perut so eun sambil menarik paksa tangan so eun agar bisa berdiri.

Kim bum melihat kearah so eun dan min hoo, mau tidak mau kim bum pun menghentikan pukulannya pada il woo dan sedikit merenggangkan cengkraman tangannya pada kerah baju il woo.

“so eun” gumam kim bum, kim bum melepaskan il woo dan menjatuhkannya. Kim bum hendak menghampiri so eun yang saat ini sedang berada di tangan min hoo.

“kumohon jangan sakiti dia, min hoo. Masalahmu ada padaku bukan dia”

“jangan mendekat kim bum atau kau benar – benar akan melihat so eun mati” teriak min hoo.

Il woo yang melihat sebuah kayu balok milik so eun tadi tergeletak di sampingnya segera mengambilnya dan kembali berdiri. Il woo segera melayangkan balok itu kearah kepala kim bum. dan sukses mengenai kepala kim bum.

“min hoo cepat pergi” teriak il woo sambil berlari menjauhi kim bum. min hoo pun juga berniat pergi, tapi karena rasa bencinya pada kim bum terlalu besar min hoo pun menusukkan pisaunya ke perut so eun. dan ikut berlari mmenyusul il woo.

“so eun…” teriak kim bum ketika melihat tubuh so eun sudah tersungkur di tanah dengan darah segar yang mengucur diperutnya. Kim bum segera menghampiri tubuh so eun dan memeluk tubuh sahabatnya itu.

“so eun bertahanlah, aku mohon bertahanlah. Aku akan membawamu kerumah sakit” ucap kim bum yang mencoba memberi semangat pada so eun. kim bum tidak peduli walaupun dirinya sendiri terluka akibat pukulan dari il woo di kepalanya tadi.

“kim bum, rasanya sakit sekali… aku.. sudah tidak… kuat” rintih so eun

“so eun kumohon tetaplah bertahan, demi aku”

“kim bum, cepat bawa so eun kerumah sakit sebelum terlambat” teriak jiyeon yang sedari tadi hanya bisa berdiam diri dan tidak mampu berbuat apa – apa, menyaksikan perkelahian antara kim bum dengan musuh – musuhnya.

Kim bum segera mengangkat tubuh so eun, dan membawa sahabatnya itu ke rumah sakit terdekat. Saat ini kim bum benar – benar takut akan kehilangan so eun. bagaimana jika kim bum harus kehilangan so eun, kim bum tidak ingin kehilangan so eun. kim bum tidak bisa hidup tanpa so eun, karena selama ini semangat kim bum ada pada so eun.

***

Kim bum berhasil membawa so eun ke rumah sakit terdekat. Saat ini kim bum hanya bisa menununggu dokter yang menangani keadaan so eun. kim bum benar – benar tidak bisa tenang. Bagaimana jika so eun tidak bisa diselamatkan. Kim bum benar – benar marah pada dirinya sendiri, karena kim bum telah gagal untuk melindungi so eun. bukankah kim bum sendiri yang bilang kalau kim bum ingin melindungi so eun, tapi bagaimana bisa kim bum menjerumuskan so eun ke dalam masalah yang seharusnya ditanggung oleh kim bum.

“kim bum, bagaimana keadaan so eun?” tanya ibu so eun pada kim bum. kim bum yang menghubungi ibu so eun dan menyuruh beliau datang kerumah sakit. Kim bum juga sudah memberitaukan semua yang terjadi pada so eun dan mengakibatkan so eun masuk rumah sakit.

“kim bum, sebenarnya ada apa. kenapa bisa sampai seperti ini?” tanya ibu so eun lagi.

“maafkan aku bibi, maafkan aku karena tidak bisa menjaga so eun” ucap kim bum pada ibu so eun dan memeluk ibu so eun.

“sudahlah jangan menyalahkan dirimu kim bum. ini semua bukan salahmu.” Ucap ibu so eun.

“jika saja aku bisa lebih cepat datang dan menyelamatkannya. Mungkin ini semua tidak akan terjadi. Aku memang pantas untuk disalahkan bibi, aku bukanlah sahabat yang baik untuk so eun.” ucap kim bum penuh penyesalan.

“kau salah kim bum. kau adalah sahabat yang terbaik untuk so eun. apa kau tidak tau bahwa selama ini so eun sangat senang berteman denganmu. So eun selalu membanggakan dirimu dan menyanjungmu. Bahkan so eun berniat menyatakan perasaannya padamu, tapi so eun terlalu takut untuk mengatakannya.” Jelas ibu so eun.

Kim bum sedikit heran dengan perkataan ibu so eun. kim bum bingung mengartikan penjelasan ibu so eun tadi. Ibu so eun bilang, so eun ingin menyatakan perasaannya pada kim bum. perasaan apa.

“perasaan apa bi?”

“kau tidak mengetahuinya kim bum. apa so eun belum bilang padamu?” tanya ibu so eun bingung. Kim bum pun hanya menggelengkan kepalanya tanda dia tidak mengetahui apa yang dimaksud oleh ibu so eun.

“anak itu kenapa masih tidak mengatakannya juga” gumam ibu so eun.

“sebenarnya apa yang akan dikatakan oleh so eun bi, cepat katakan padaku.” Paksa kim bum

“so eun menyukaimu kim bum. dia mencintaimu. Selama ini so eun selalu mencoba menunjukkan perasaannya padamu. Dia tidak berani mengatakannya padamu karena dia tidak mau merusak hubungan persahabatan kalian. So eun selalu menceritakan semua kejadian – kejadian yang menyenangkan bersamamu kepada bibi. Entahlah kenapa sampai saat ini, dia tidak mengatakannya, padahal bibi sudah menyarankan agar dia mengatakan langsung padamu. Dia terlalu melindungi persahabatan kalian.” Jelas ibu so eun

Rasanya kim bum benar – benar seperti tersengat listrik setelah mendengar cerita dari ibu so eun. bagaimana bisa kim bum tidak menyadari perasaan so eun. selama ini so eun sudah terlalu sering menunjukkan perasaannya pada kim bum, bahkan saat ini so eun menaruhkan nyawanya untuk kim bum. karena kesalahan kim bum, so eun sampai masuk rumah sakit.

Kim bum mengacak – acak rambutnya, dia benar – benar merasa menjadi manusia yang bodoh. Kim bum tidak pernah memikirkan perasaan so eun, saat dia mengatakan pada sahabatnya itu untuk menjadikan jiyeon sebagai kekasihnya. Pasti so eun sedih sekali saat mendengarnya.

Dokter yang memeriksa keadaan so eun pun keluar dari ruangan pemeriksaan. Semua yang sudah menunggu pun segera menghampiri dokter untuk mengetahui keadaan so eun sekarang.

“bagaimana keadaan anak saya dokter?” tanya ibu so eun dengan cemas.

“maafkan saya, saya sudah mencoba untuk menolongnya tapi anak ibu terlalu banyak kehilangan darah dan luka tusukan itu sangat dalam, sehingga kami tidak bisa menyelamatkan nyawanya” ucap dokter dan berlalu meninggalkan semuannya.

Kim bum segera berlari memasuki ruangan tempat so eun dirawat tadi. Kim bum melihat para perawat sudah membersihkan luka – luka di tubuh kaku so eun. kim bum hanya bisa menangis melihat tubuh so eun yang terbaring di tempat tidur. Sudah terlambat untuk kim bum menyadari perasaan so eun.

“so eun bangun lah, kumohon jangan tinggalkan aku sekarang. Bagaimana bisa kau meninggalkanku sebelum kau mengatakan perasaanmu padaku.” Teriak kim bum sambil memeluk tubuh so eun dan menangis.

“kim bum, kau harus sabar. Kau tidak boleh seperti ini” ucap jiyeon mencoba menenangkan kim bum.

“aku tidak mau kehilangannya, aku hanya ingin so eun kembali. Aku tidak butuh yang lain” teriak kim bum sambil berlari keluar dari ruangan itu.

End of flashback

Kim bum benar – benar tidak bisa memaafkan dirinya sendiri, ini semua salahnya. Seharusnya kim bum bisa melindungi so eun tapi kenyataannya tidak.

“aaarrrrgggggghhhhh…..” teriak kim bum, sambil tetap berjalan dibawah guyuran hujan.

“maafkan aku so eun, karena tidak bisa lebih cepat menyadari akan perasaanmu. Aku benar – benar menyesal” gumam kim bum.

Tanpa disadari oleh kim bum sebuah pengendara motor melajukan motornya kearah kim bum dengan sangat kencang. Karena malam itu cuaca juga sedang hujan sang pengendara motor tidak mengetahui bahwa di depannya ada orang yang sedang berjalan, sehingga pengendara motor itu menabrak tubuh kim bum. tubuh kim bum pun terpental dan jatuh ke aspal. Kim bum hanya bisa tersenyum dan menutup matanya. Mungkin inilah hukuman untuknya karena telah membuat so eun sedih selama ini. Mungkin dengan cara inilah kim bum bisa mengucapkan permintaan maafnya pada so eun.

🙂 the end 🙂

maaf ya reader jika ceritanya kurang bagus…!!! jangan lupa comentnya, supaya saya bisa tambah semangat membuat ff yang lebih bagus lagi.

Iklan
Komentar
  1. Mama nikita widiyati berkata:

    Aduuuuhhh…..sedihhnya…dua2nya meninggal.semoga mereka berdua bertemu di kehidupan selanjutnya dan berbahagia

  2. Mianhae krn egk jd bca ff ini. Demi apa itu, q egak ska bumsso tdak bersatu. Biasanya, lw os q lhat akhirnya dlu. Klau bersatu akan q bca dgn snang hti. Tpi krna keburu sudah buka, jd q cma komen aj. Sungguh bkan krn ff ini jelek atw ap pun. Tpi jka q htus bca, q hrus menata htiku. Sungguh q egk sngup bca yg sad ending. .maaf sekali tjor dn q mw blg. Smgat untuk berkarya yg ceritanya hpy ending 🙂

  3. Ratna Agustin berkata:

    Sumpah… Ff ini bkin baper…. ;(
    bagus thor.. Fighting

  4. Chachicha berkata:

    Nyesek..
    Kim bum sih nggak peka..
    Moga aja bumsso brstu d khdpan slnjtny..

  5. Tasya kamilaaa berkata:

    yaampun thor osnya nyesek pake banget ;'(
    kimbum gak peka” nih sama perasaaannya sso ;'(
    smoga bumsso di kehidupan yang berbeda akan bersatu{} :’)
    next karya ditunggu~

  6. tiya berkata:

    ahhh sad ending lagi, mrka tidak berjodoh di dunia ini tpi di kehidupan selanjutnya smga saja bisa bersatu…

  7. aidayohei berkata:

    Hiks..hiks ..hiks….sedih…. q suka ff ini. Susunan katanya rapi. Kalimatnya mudah dimengerti. Tidak berbelit2 n tidak berlebihan.
    Perkenalkan q reader baru…. 🙂

  8. sungyong berkata:

    huuaaa…hiks hiks sedih bngtz ff,, sampe2 aku nangis baca’y…

  9. melli berkata:

    sedihnya,,, walapun mereka nggak bisa bersatu di dunia,, tapi bersatu di akhirat,,, tapi nggak tega nich,,,,, pengen lihat mereka bahagia di worlds,,,

  10. Kim ary berkata:

    Aduh sedih bgt seh ak ampe bnr2 nangis lho…..;-( oohh yg bkin crita bnr2 top deh

  11. iin.beomsso berkata:

    Huaaa sad ending… sedih banget cerita’a, kasian so eun harus memendam perasaan’a ke bum sampai dia meninggal.. bum juga kok gak peka sih sama perasaan so eun jadi nyesel kan skrang…
    Kereen lila meskipun bumsso gk bersatu di dunia ini py mereka pasti akan bersatu di dunia yg lain.:)

  12. agustinah awaliyah berkata:

    sedihh
    pengenya tadi il wo and min ho itu culik so eun dlu trus y gitu
    gpa2 dech bagus”

  13. kim hye in berkata:

    aku ga liat,habis jelasin nya di coment.
    persamaannya pas awal sampe yang mereka beli es krim,terus pas so eun dipukulin,sama tema nya,terakhirnya juga sama” mati.
    terus kalau terinspirasi ga harus sama kan?.
    maaf kalau tadi aku bilang ff ini plagiat

  14. Lila Tyas berkata:

    bukankah di coment awal uga sdh di jelaskan klau ff ini mmg qu ambil dri mv huh gak…

    bukn bermksud plagiat atau semacamnya.. tpi mmg intinya sma. tpi apa kmu tdk mmperhatikan klau ending dri ff ini dan mv itu berbeda. bca uga dngn teliti dn lht ke dua mv huh gak itu apa bner” sma. jka mmg ada ksamaan sya mhon maaf. tpi mnurut sya crtanya tdk trlalu sma.. maaf jk kmu mnganggp tulisan sya plagiat. tpi sya hny ingin mmbuat tulisan yg mmg sya akui terinspirasi dri mv itu..

  15. kim hye in berkata:

    min,ko ceritanya sama persis sama mv huh gak yang hello-i told you i wanna die?coba deh semua reader liat mv nya,sama persis.
    min temanya kaga ngarang sendiri?aku jadi ngerasa ff ini plagiat,min bales ya :/

  16. Kim Ra rA berkata:

    Wah sungguh sangat terharu persahabatan dan cinta Abadi, yang d bawa sampai mati, KEREN……..

  17. ulfakazea berkata:

    Asliiiiiii
    Aku nangissss baca nya
    Huaaaaaa
    Bahkan sampai ak d blng seperti baru diputusi baca d hp sambil nangissss 😥

  18. agi berkata:

    Ceritanya hampir sukses buat aku nangis 😦 hik

  19. azzryia noer hayyati berkata:

    Duuuhhh sedddiiiiiih bgt endingnya author kereenn bisa bikin aq nangis bombay,,,,,,;hehehe
    Oh iya author aq reader baru salam kenal……..!!!!

  20. manda Laddies bumsso berkata:

    .hiks..hiks…aku bac sambil nangis,,btpa hncur’y htii so eun saat kim bum akan mengatakan cnta pd ji yeon, , ,bnEr2 sad ending,,

  21. Soeun berkata:

    Huuuaaaa T_T
    menYedihkan
    hiks hiks hiks
    sad ending

  22. Selsya Triasputri berkata:

    hiks.. thor sedih kali….:'(

    daebak!

  23. AnthyBumsso YongseoClouds berkata:

    bener2 sad 😦 aku ampe mau nagis baca ini … huhuhu
    npa bumsso meninggal dan bumppa juga baru sdar kalau sso suka sma.dianpa bumsso meninggal dan bumppa juga baru sdar kalau sso suka sma.dianpa bumsso meninggal dan bumppa juga baru sdar kalau sso suka sma.dianpa bumsso meninggal dan bumppa juga baru sdar kalau sso suka sma.dia….huhu

  24. Amie loveYoonwon berkata:

    aku sampe nangis baca ni fanfict, , , daebaaaakkk thor. . .

  25. dandelion E.L.F berkata:

    hikz….aq naiiiiissssss……

    Sad ending,,,aq pling gk suka ama sad ending,hikz…..

    Tp gpp….author hebat…..feel nya dapt….

    Lnjut ma ff brikutnyaaaaaaa….

  26. dara berkata:

    sad? happy ending??
    sebenernya tergantung mandangnya aja sih.. hihihi
    semangat author..

  27. sityy berkata:

    aduh nyesek bnget hampir bikin aku nangis, kalau aj gak end pasti dah nangis.

  28. tanti no kawai berkata:

    Huaaaaa….. Di buwat mwek baca nih os….
    (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”).

    Bumm-ah kenp tidk peka_ma perasa’an Sso eunni…..
    $ɐκ̣̝̇Ƌ̲̣̣̣̥R̶̲̥̅̊α̩̩̩̩̥N̤̥̈̊Ǧ udah terlambat kan….
    (˘͡˛ ˘͡ ) Нüυẃƒƒ ( ˘͡ ³˘͡)

    Walopun sad ending_paling Ъќ mereka bersatu di alam laen…. 🙂

    OS Ϋά̲̣̥ηġ kerennn author……
    ………../–)
    ………/…/
    ……./….(______
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓—.___((_I__) bwt author…. Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡

  29. kiki chan berkata:

    shock.

    authooor.. nyesek bgt ceritanya.. sedih deh soeun dipukuli gitu padahal dia kan perempuan. trus di saat yg sama kimbum malah lg asik sm jiyeon.. huaaaa.. sedih bgt.. TT__TT
    aku kirain soeun bakal selamat trus kimbum sadar n akhirnya bumsso bersatu. ternyata tidak. kimbumnya ketabrak pula. huwaaaaa.. tragis banget banget ini mah. hiks hiks hiks 😦

    tp ceritanya bagus thor. feel nya dapet. sampe aku histeris gitu #lebay. haha
    ditunggu ff berikutnya thor. depannya sad gapapa, tp klo bisa belakangnya happy ending ya.. tp suka2 author aja sih. hhe 😀

  30. Anna berkata:

    Tuuu kn jd sdih deh,,tdk bs brstu dibumi diakherat pun no problem,,greget abis dehh bumbum ikhlaskanlah soeun aja ikhlas,,

  31. Puji Zulfia berkata:

    bum kog gak peka bnget ma perasaan sso
    aih bumsso sma* meninggal , gak berstu di dunia tapi bersatu didunia yg lain

  32. vani berkata:

    salam kenal Lilaa, bagusss 🙂
    meski sad smg bs bersama selamanya bumsso, suka OS nya, smga byk OS OS yg d post lg

  33. Sary aj0w berkata:

    Hadew mf ru buka ff yg nie dulu yg laen ada yg udah ada blum, mnyedihkan skali,dalem bgt..
    Tp bgusnya kim bum emg dibikin dead,biar adil..gak rela dia ma jiye0n hahaha

  34. Alfira berkata:

    annyeong, aku reader baru^^

    huaaa ceritany bnr2 sedihh
    minho sm ilwoo oppa tega bgt mukulin cew
    ckckck jaha bgt

    sso eon kasiaannn T.T

    suka sm cerita nya
    sederhana, tp maknanya dalam

  35. sugarsoya berkata:

    Ahh sedihh bangett author ceritanya, kasian banget soeun…
    Ihh kim bum masa ga peka sih sama perasaan soeun, padahal kan udah deket banget! Ihh kenapa malah nembak jiyeon sih,
    Tuh kan soeunnya meninggal,tapi aku suka karna ceritanya mirip endless love, karena dua2nya meninggal, jadi walaupun ga bersatu di dunia, mereka bisa bersatu di dunia lain… Mengharukan!!

  36. AngelsShe~ berkata:

    slm kenal chin9u . . ! !
    autor berhasil membuat ku menan9is haru , sebenarx aq kuran9 suka y9 ceritax sad endin9 tapi tetep ba9us ko’ jadi ditun99u os lainx y9 happy endin9 *o*

  37. nahda berkata:

    hiks…hiks…
    sad ending….
    kasihan bnget sso eonni…
    bum oppa jg meninggal..
    tpi wlaupun sad ending aku suka ceritanya…

    d tunggu ff selanjutnya:D

  38. sintiaroom berkata:

    Huaaah keren banget kak author OSnya , air mata bercucuran sedihh ahhh kasian Sso huaaahhhh kasian ahhh andai Bum lbh cepet dtang mungkin ga bakal ky gini:'( Cinta Bumsso abadi disana meski di dunia ga bisa :’)
    Fighting kakak terus bekarya yaa hehe 🙂

  39. putzz ran mouri berkata:

    thor ff’a kerennn….
    ini terinspirasi dari cerita mv haru ya kalau ga salah yg nyanyi k-wil. … ceritanya ampir mirip… tpi ga semuannya….
    ff ini bikin aku terharu… persahabatan dan cinta yg tak terungkap….keren….

    • Lila Tyas berkata:

      cerita ini mmg ter’inspirasi dri sebuah MV chingu, jdul MV’nya “HELLO” pnyanyi’nya “HUH GAK”…

      crta’nya, pershabtan 2 pria… yg hrus di’gnggu m cwe… tpi crta’nya qu rubah.

      mksih atas coment’ny chingu..!!!

  40. chentrinkmbatu berkata:

    Siang author salam kenal…
    Sad ending tp gpplh yg pnting udh buat aq sedih sedikit
    Gk satu didunia ketmu dialam sana hehehe
    Semangat author lanjutkan buat ff BumSso
    Kayao

  41. dedekartika berkata:

    kerenn.,bumppa jngn meningal.,.
    Ahk os ini benar2 sdh..

  42. kikie rizky berkata:

    kya,sad ni….
    ahh, bumppa nya jg meninggal ya,ah sedih.knp prasaanny sso eonni cuma sepihak.

  43. keren thor.. ekekeke.. aigooo.. sedih bgt kisahnya. untuk penulisannya sangat bgus sekali.. aku suka ceritanya, tidak masalah sad ataupun happy ending, yang penting ceritanya menarik dan bikin tersentuh..
    author fighting!! ekeke

  44. ria berkata:

    aduh thor . . .
    kasian bgt eonni y . . .
    os y lumayan keren thor . cukup bkn suasana pas bc jd terhenyak kasian gt.
    nanti kpn2 request yg happy ending ja yah thor. . .
    ok2 d tngu bgt krya2 mu thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s