WILL THE DREAM COME TRUE ( part 5 )

Posted: 21 Januari 2013 in FF BUMSSO
Tag:

will the dream come true (part 4)

Cast : kim sang bum, Kim so eun, Moon joo won, Lee yeon hee
Genre : Romantic

Terimakasih buat reader yang udah baca part – part sebelumnya, apalagi yang udah mau berbesar hati dan menyempatkan untuk coment. coment – coment dari chingu semua membuatku semangat untuk melanjutkan ke part ini. masukan – masukan dari kalian semua juga sudah aku pahami. semoga part ini tidak mengecewakan.

***

Didalam apartement so eun. so eun masih melepaskan kerinduannya pada pria yang telah lama tak ditemuinya tersebut.

“kau terlihat semakin tampan saja seung hoo” ucap so eun

“tentu saja, aku ini sudah besar kakak” ucap pria yang bernama seung hoo tersebut, yang ternyata adalah adik kandung so eun dari busan.
So eun benar – benar kagum melihat perubahan penampilan adiknya yang sekarang. Hampir satu tahun so eun dan seung hoo tidak bertemu rasanya so eun benar – benar rindu pada adik laki – lakinya itu.

***

“kenapa kau harus pulang secepat ini sih, baru kemarin kau datang kemari dan sekarang kau harus pergi lagi meninggalkan kakakmu ini” ucap so eun pada seung hoo yang tengah asyik makan nasi goreng buatan so eun.

“kenapa kakak ini masih saja cerewet, kapan kakak bisa menjadi orang yang lebih pendiam”

“aku masih merindukanmu, apa kamu tidak tau kalau kakakmu ini benar – benar kesepian disini”

“kakak ini benar – benar lucu, kakak sendiri yang menginginkan untuk kuliah di seoul”

“itu karena saat itu ayah dan ibu di seoul juga”

“apa kakak tidak memikirkanku, bagaimana denganku kalau ayah dan ibu terus di seoul. Apa aku harus menjadi yatim piatu karena tak pernah mendapatkan kasih sayang dari mereka” ucap seung hoo yang membuat so eun ingin menangis

“maafkan aku telah menyusahkanmu seung hoo” ucap so eun dengan nada yang bergetar karena menahan tangisnya.

“kakak, apa kakak sudah mempertimbangkan semuanya? Apa kakak benar – benar ingin menerima perjodohan ini” tanya seung hoo.

Perjodohan, perjodohan apa yang dimaksud seung hoo. Perjodohan siapa, kenapa so eun harus memikirkannya.

“aku tau kakak tidak pernah menolak semua perintah ayah dan ibu, kakak selalu berusaha memenuhi keinginan mereka walaupun yang kakak lakukan tidak sesuai dengan keinginan hatimu. Tapi tidak bisakah untuk saat ini kau memberitau mereka apa yang kau inginkan” nasehat seung hoo pada kakaknya itu.

So eun tidak menjawab ataupun membantah perkataan seung hoo, so eun hanya bisa menangis mendengar nasehat dari sang adik.
Seung hoo benar – benar tumbuh dewasa sekarang, bahkan pemikirannya kini lebih dewasa dibandingkan dengan so eun. so eun benar – benar tak bisa menahan tangisnya saat ini.

“carilah orang yang benar – benar bisa membuatmu bahagia, dan bisa membebaskanmu dari kekangan orang tua kita. Apa kau mau menjadi seperti ini terus, kau harus bisa melepas bayang – bayang ayah dan ibu jika kau ingin lepas dari mereka. Aku tidak ingin melihatmu bersedih kak”

“aku tidak bersedih, aku senang dengan ini semua. Jika memang ayah dan ibu menjodohkanku dengan pria pilihan mereka itu berarti memang itu yang terbaik untukku”

“berhenti membohongi dirimu sendiri kak, aku tau kau tidak menginginkan hal ini”

“seung hoo berhenti menggurui kakakmu, kau bahkan tidak cukup besar untuk menasehatiku”

“aku memang tidak lebih besar dari kakak, tapi aku lebih mengerti apa yang ada dalam hatimu dibanding dirimu sendiri”

So eun benar – benar kagum dengan sikap dewasa yang adiknya miliki, sekarang seung hoo memang mulai tumbuh menjadi pria dewasa. Perbedaan usia 5 tahun dibawah so eun, tak membuat seung hoo terlihat seperti adik bagi so eun. melainkan sahabat untuk so eun berbagi.

“maafkan aku kak, aku tak berniat membuatmu semakin sedih. Aku hanya ingin membuat kakak sadar akan kelemahan kakak, itu saja”

“kakak mengerti, terimakasih karena telah peduli pada kakakmu ini seung hoo”

Seung hoo beranjak dari tempat duduknya dan bersiap – siap untuk kembali ke busan.

“carilah orang yang benar – benar tulus mencintai dan menyayangimu, jangan seperti jang woo hyuk. Aku tidak suka lelaki brengsek seperti dia menjadi pilihanmu”

So eun menganggukan kepalanya, berdiri dari tempat duduknya dan memeluk seung hoo sambil menangis. Seung hoo pun membalas pelukan sang kakak.

“temui orang itu, dan lihat dulu bagaimana sifatnya. Dan jika dia cocok dengan hatimu maka terimalah perjodohan ini, tapi jika tidak kau harus menolaknya. Aku akan membantu semua keputusan yang terbaik darimu” ucap seung hoo sambil melepaskan pelukannya dari so eun.

“terimakasih seung hoo, kau memang yang terbaik. Maaf tidak bisa mengantarmu ke stasiun, karena hari ini aku harus mengurus beberapa urusan tentang skripsiku dikampus. Sesal so eun

“kakak tak lihat jika adikmu ini sudah dewasa, aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku akan berkunjung lagi kesini jika ujian nasionalku sudah selesai. Aku kan juga ingin kuliah di seoul sepertimu” goda seung hoo pada so eun.

***

So eun sudah sampai dikampus dan menyelesaikan semua urusannya, tak perlu banyak waktu memang.

Kini so eun sedang berjalan menuju halte bus. So eun duduk dihalte bus untuk menunggu bus yang membawanya pulang.
So eun kembali mengingat akan nasehat – nasehat yang diberikan adiknya pagi tadi. Apakah so eun punya kekuatan untuk menolak perjodohan yang dilakukan orang tuanya ini.

So eun menghela nafasnya panjang, rasanya berat sekali untuk beranjak dari tempat duduknya sekarang. Bahkan sudah berapa banyak bus yang lewat dan so eun tak menghiraukannya. Hari sudah mulai sore dan sepi apalagi sepertinya hujan akan turun, mengingat memang sekarang sedang musim hujan.

Hujan benar – benar turun sekarang dan menyadarkan so eun akan kebodohannya saat ini, bagaimana bisa dia melamun hingga lupa waktu seperti ini. Pasti akan jarang bus lewat, apalagi saat ini dihalte tempat so eun berada sedang sepi.

So eun menundukkan kepalanya, dan memainkan ponselnya berharap ada seseorang yang menghubunginya dan mengusir kesepiannya saat ini.

Seseorang meletakkan motornya didepan halte tempat so eun berteduh dan ikut berteduh bersama so eun.

“maaf nona, apa aku boleh duduk disebelahmu” ucap orang itu pada so eun sopan. So eun menganggukkan kepalanya tanpa melihat orang disebelahnya dan masih sibuk dengan ponselnya.

Kenapa hujan tak kunjung reda, dan kenapa bus juga tak kunjung lewat. hari ini benar – benar membuat suasana hati so eun jadi tambah buruk. Andai saja saat ini kim bum ada disamping so eun dan menenangkan hatinya seperti tempo hari saat so eun sedang sakit pasti akan lebih baik. Pikir so eun

“kenapa aku memikirkannya, aish benar – benar membuatku semakin pusing saja” gumam so eun. sambil mengangkat wajahnya dan memandang seseorang yang saat ini sedang berada disampingnya.

Tuhan inikah anugrah yang kau berikan padaku, baru saja aku memikirkannya dan menginginkan dia untuk ada disisiku saat ini. Dan secepat itukah kau mengirim dia untukku. Pikir so eun

Sadar diperhatikan oleh gadis disebelahnya, kim bum pun memperhatikan gadis tersebut. Betapa terkejutnya kim bum melihat so eun lah gadis yang berada disebelahnya dari tadi.

“so eun, apa yang kau lakukan ditempat ini?” Tanya kim bum

“tentu saja berteduh, kampusku kan dekat dari sini apa kau lupa?”

Benar juga, bukankah halte bus ini dekat dengan kampus so eun. kenapa kim bum tak menyadarinya sejak tadi.
Betapa senangnya kim bum saat ini, terjebak hujan dengan so eun dan hanya berdua saja.
Kim bum memandang kearah so eun yang terlihat sibuk dengan ponselnya.

“apa kau menunggu telepon dari pacarmu?”

So eun tak menjawab pertanyaan kim bum, dan kembali menundukkan kepalanya lalu menghentikan aktivitas dari ponselnya tersebut.

Kim bum. taukah kamu jika saat ini, hanya dirimulah yang ada dihati dan pikiranku. Tidak ada yang lain, tapi akankah aku mengatakannya padamu. Mengatakan perasaanku yang benar – benar terpenuhi olehmu. Pikir so eun, Tak terasa butir – butir bening dari mata so eun mengaliri pipinya.

“apa ada yang salah dengan ucapanku, so eun?” tanya kim bum yang melihat so eun menangis.

Bukannya menjawab pertanyaan kim bum, so eun malah memeluk kim bum dan kembali menangis.

Kim bum membalas pelukan so eun, bahkan mengeratkan pelukannya. Benarkah ini, untuk pertama kalinya so eun memeluk kim bum terlebih dahulu. Ada apa dengan so eun, kenapa so eun seperti orang yang sedang menanggung beban yang sangat berat.

“ada apa, apa yang terjadi? Ceritakanlah padaku” ucap kim bum, yang merasa ada yang aneh dengan sikap so eun.

“aku takut jika aku benar – benar mencintainya” ucap so eun yang masih betah berada dipelukan kim bum.

Tak ada harapankah untukku. Siapa orang yang kau maksud saat ini, apakah kau sangat mencintainya. Apa orang yang kau maksud itu, adalah orang yang aku lihat di apartementmu. Pikir kim bum

“apa kau mau berbagi cerita padaku, aku siap mendengarkannya”
So eun mengangguk dan melepaskan pelukannya pada kim bum.

“kau tau saat aku pulang duluan ketika sedang ditaman, saat itu adikku datang dari busan. Aku sangat senang ketika dia datang, bahkan sangat senang” ucap so eun memulai ceritanya.

Adik, jadi laki – laki yang dicium so eun itu adalah adik so eun. berarti ada kesalah pahaman yang terjadi pada kim bum.
Kim bum tampak mengembangkan senyumnya, ketika mengetahui kalau laki – laki yang dilihatnya itu adalah adik so eun.

“lalu apa masalahnya?”

“adikku datang untuk mengingatkanku”

“mengingatkanmu, untuk apa” heran kim bum

“orang tuaku menyuruhku untuk menemui anak temannya yang juga sedang kuliah diseoul. Tapi sampai saat ini aku tidak juga menemui orang itu, hingga orang tuaku menyuruh adikku datang kesini dan mengingatkanku untuk melakukan hal tersebut” kim bum semakin bingung dengan kalimat – kalimat yang diucapkan oleh so eun. kim bum benar – benar tak mengerti apa maksud cerita so eun saat ini.

“aku tidak mengerti maksudmu so eun, memangnya kenapa kau tak menemuinya?”

“aku tidak ingin dijodohkan dengan orang yang tidak aku kenal” ucap so eun dan kembali menangis.

Astaga, jadi ini alasan so eun. so eun dijodohkan dengan anak dari teman orang tua so eun. kenapa harus seperti ini, bagaimana kim bum bisa menolong so eun. kim bum benar – benar tak bisa berfikir jernih sekarang

“kenapa kau tak menolaknya, apa kau harus menerima keinginan mereka, jika kau memang tak menyukainya”

“tidak semudah itu kim bum, aku tidak mungkin bisa menolak keinginan mereka. Sebenarnya aku ingin meminta kepastian pada seseorang yang membuatku tersiksa akhir – akhir ini. Ucap so eun sambil menghela nafasnya dan kembali melanjutkan perkataanya.

“aku mulai menyadari kalau saat ini aku menyukainya, walaupun aku tak tau apa hebatnya aku, sehingga aku berniat untuk menjadi kekasihnya. Aku selalu membuang pikiran itu jauh – jauh, ketika aku menyadari bahwa, aku tak mungkin menjadi kekasihnya. Dia sudah memiliki kekasih dan tak mungkin aku memisahkan mereka”

Kim bum mulai berpikir siapa yang so eun maksud saat ini. Jang woo hyuk kah mantan kekasih so eun, tapi kim bum rasa bukan karena yang kim bum tau woo hyuk tidak memiliki kekasih dan woo hyuk berniat kembali pada so eun. pikir kim bum

Moon joo won, ya kim bum rasa orang yang begitu dekat dangan so eun akhir – akhir ini adalah joo won. Pasti so eun menyukai joo won. Tapi joo won tidak memiliki kekasih saat ini, dan pria yang diceritakan so eun berstatus kekasih orang. Pikir kim bum lagi.

“aku menyukainya, aku menyukai KIM SANG BUM bahkan sangat menyukainya” ucap so eun tiba – tiba dan langsung memeluk kim bum lagi.

Betapa kagetnya kim bum ketika tau siapa orang yang dimaksud so eun saat ini. Dirinyalah orang yang disukai so eun, ternyata so eun menyukainya. Kim bum benar – benar senang ketika tau kalau so eun menyukainya, walaupun kim bum juga tau kalau saat ini so eun mengalami konflik yang sangat besar dengan hati dan pikirannya.

Akhirnya perasaan telah terungkap, tinggal mengetahui bagaimana kebenaran yang harus dihadapi. Mempertahankannya atau melepaskannya.

Seulas senyuman terukuir jelas diwajah kim bum sekarang. So eun mengatakan isi hatinya, jadi selama ini so eun menyukai kim bum.

“berhentilah menangis so eun, dan tatap mataku sekarang” perintah kim bum pada so eun, sambil melepaskan pelukannya dari gadis itu.

So eun memperhatikan mata kim bum dengan lekat, so eun benar – benar merasakan keteduhan ketika memandang mata itu.

“aku senang ketika, kau mengakui perasaanmu. Ini benar – benar diluar dugaanku so eun” ucap kim bum sambil melepas kalung yang selalu dipakainya, dan langsung memakaikannya pada so eun.

“aku ingin kau memakainya selalu, kalung ini pemberian kakakku. Kata kakak kalung ini milik ayah, ayah menitipkan kalung ini pada kakak sebelum beliau meninggal. Ayah berpesan pada kakak, kalau aku sudah besar aku harus memberikan kalung ini pada seorang wanita. wanita yang harus aku jaga selama hidupku selain ibu dan kakakku” ucap kim bum pada so eun setelah selesai memakaikan kalung itu pada so eun.

so eun memperhatikan kalung yang sekarang tergantung dilehernya. Sebuah kalung sederhana dengan liontin berbentuk perempuan didalam lingkaran. Setau so eun, kim bum memang selalu memakai kalung ini. Tapi kenapa sekarang kim bum memberikan kalung itu pada dirinya. Pikir so eun.

“kenapa kau memberikan kalung ini padaku, dan bukannya yeon hee?” tanya so eun, memang seharusnya kim bum memberikan kalung itu pada kekasihnya kan. Mengingat amanat ayah kim bum tentang kalung tersebut.

Kim bum tak menjawab pertanyaan so eun tersebut, dan membiarkan so eun tetap dalam kebingungannya. Kim bum tersenyum sesaat dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah so eun.

Semakin dekat, sampai tak ada jarak lagi diantara mereka. Hingga akhirnya kim bum menempelkan bibirnya pada bibir so eun, mengecupnya dengan lembut dan penuh kasih.

So eun tersentak mendapatkan perlakuan seperti ini dari kim bum, tapi so eun juga tak menolak ciuman dari kim bum. so eun memejamkan matanya dan mencoba merasakan ciuman yang diberikan oleh kim bum saat ini. So eun benar – benar merasakan ketulusan dari ciuman kim bum sekarang.

Keduanya tersenyum, ketika melepas kontak bibir mereka. Malu dan senang mungkin itulah yang mereka rasakan saat ini. Bahkan so eun pun seperti tak mengingat masalah yang menimpanya. Begitu pula dengan kim bum, dia bahkan tak ingat jika saat ini secara tidak langsung dia telah menghianati lee yeon hee, kekasihnya.

“ayo kita pulang, sepertinyaa hujan sudah reda” ucap kim bum dan dibalas anggukan oleh so eun.

***

Kim bum sudah sampai diapartementnya, dan langsung merebahkan dirinya diatas kasur. Dan kembali mengingat kejadian dimana dirinya telah mencium so eun. senyumpun terus tersungging diwajah tampannya.

“kim bum, apa yang terjadi padamu. Apa kau sudah gila, datang – datang senyum – senyum tak jelas” ucap joo won pada kim bum. sambil ikut berbaring bersama kim bum.

“aku sedang senang sekarang”

“pasti kau baru saja dapat hadiah dari yeon hee” tebak joo won.

“kau benar – benar pintar joo won, bagaimana kau bisa tau kalau aku baru saja mendapat hadiah? Tapi kau salah orang, yang memberiku hadiah tadi bukan yeon hee, melainkan orang lain” jawab kim bum

“memangnya siapa lagi selain yeon hee, yang sering memberimu hadiah?”

“kau tak perlu tau” goda kim bum pada sahabatnya itu, dan langsung memejamkan matanya untuk tidur. Walaupun rasanya sulit untuk tidur, jika mengingat kejadian tadi.

“aish, dasar bodoh” ucap joo won yang kesal melihat tingkah sahabatnya saat ini.

“Kenapa aku tak seberuntung kim bum yang bisa bebas memilih wanita yang disukainya. Begitu enaknya jadi kim bum, memiliki keluarga yang tidak terlalu mengatur kehidupannya. Apalagi kim bum memiliki yeon hee, gadis yang benar – benar mencintai kim bum apa adanya.” pikir joo won

Kenapa disaat joo won mulai suka pada seseorang, orang tuanya malah menyuruhnya untuk menerima perjodohan yang diatur oleh orang tuanya tersebut. joo won mengacak – acak rambutnya dan menyusul kim bum kealam mimpi.

***

Dilain tempat so eun benar – benar tak bisa memejamkan matanya saat ini. So eun terus membayangkan kejadian yang dialaminya dengan kim bum ketika dihalte bus tadi.
So eun terus mengembangkan senyumnya, rasanya didalam hati so eun benar – benar dipenuhi oleh nama kim bum dan kim bum.

***

Pagi – pagi sekali kim bum sudah bangun dan berpakaian dengan rapi.

“bukankah hari ini kau tidak kuliah, kenapa rapi sekali. Mau pergi kemana?” Tanya joo won yang baru bangun dari tidurnya dan melihat kim bum sudah rapi.

“yeon hee memintaku menjemputnya, dia ingin main kesini” jawab kim bum santai, dan masih asyik didepan kaca untuk merapikan penampilannya.

“cih, manja sekali dia. Bukankah biasanya dia kesini sendiri tanpa kau jemput”

“entahlah”

“kurasa dia memanfaatkanmu saat ini”

“kau ini bicara apa, sudahlah cepat mandi. Sekalian aku juga ingin belanja untuk kebutuhan makan kita. Kau tidak lihat kulkas kosong”

“kemarin aku lupa membelinya, yasudah minta saja yeon hee menemanimu belanja. Bukankah itu gunanya punya pacar”

“dasar aneh, makanya cepat cari pacar. Kulihat semenjak putus dari pacarmu dulu kau tidak pernah dekat lagi dengan gadis lain”

“sebenarnya aku punya masalah sekarang”

Kim bum menghentikan aktifitasnya dan berjalan mendekati sahabatnya itu.

“ada apa ceritakan padaku”

“ibuku ingin menjodohkanku dengan wanita pilihannya, padahal saat ini aku sedang menyukai seseorang” jelas joo won

“hahahahaha, kau ingin dijodohkan. Kurasa ibumu benar – benar baik sehingga dia memilihkan wanita yang cocok untukmu?” Goda kim bum sambil terus tertawa.

“berhenti mentertawakanku” bentak joo won yang kesal dengan tingkah sahabatnya itu.

“baiklah, lalu siapa gadis yang saat ini kau sukai?” Tanya kim bum masih asyik tertawa

“gadis yang aku sukai saat ini adalah KIM SO EUN, teman SMA kita” ucap joo won

Jawaban joo won saat ini, benar – benar bisa membuat kim bum menghentikan tawanya. Bahkan saat ini dadanya pun terasa sulit untuk bernafas. Joo won menyukai so eun, sejak kapan?

“aku menyukainya, bahkan sangat menyukainya kim bum. apa yang harus kulakukan saat ini? Apalagi ibuku bilang gadis yang akan dijodohkan denganku nanti akan datang kemari”

“aku tidak tau” ucap kim bum sambil berjalan pergi meninggalkan joo won.

“kim bum cepatlah kembali dengan yeon hee, aku tidak mau berdua saja dengan gadis itu nanti” teriak joo won pada kim bum yang sudah keluar dari kamar bahkan sudah keluar dari apartementnya.

Satu lagi sebuah perasaan akan terungkap. Perasaan yang tulus dan tidak ada penghalang. Kurasa perasaan itu akan berakir dengan tulus juga. Tapi kita tidak tau, tulus yang bagaimana. Karena semua itu hanya takdir yang akan menentukan.

***

So eun sudah rapi dan bersiap untuk berangkat. Berkali – kali so eun menghela nafasnya, dan meyakinkan hatinya untuk pergi menemui orang itu sekarang. So eun tidak yakin jika dia akan menyukai orang tersebut, tapi so eun harus menemuinya mau tidak mau so eun harus menemuinya saat ini juga.

So eun menaiki bus dan pergi ke alamat yang telah diberikan adiknya tempo hari. Hari ini so eun harus bisa menentukan hidupnya dimasa depan.

Kim bum dan seung hoo sudah memberinya kekuatan, dan mereka pasti akan membantu so eun jika so eun mengalami kesulitan. Walaupun so eun tau, bahwa tidak mungkin dia mendapatkan cinta dari kim bum. tapi yang pasti, kim bum sudah tau perasaannya saat ini, tidak penting jika kim bum mempunyai kekasih sekarang. Pikir so eun.

So eun menghela nafasnya ketika dirinya sudah berada didepan pintu apartement milik orang yang akan dijodohkan dengannya. So eun meyakinkan hatinya, dengan ragu – ragu membunyikan bel apartement tersebut. So eun menundukkan kepalanya dan dengan cemas menunggu sang pemilik membukakan pintu untuknya.

Pintu pun sudah terbuka, dan keluarlah seorang pria seumuran dengan so eun yang mengenakan pakaian santai. So eun menundukkan kepalanya, tak berani melihat orang yang ada dihadapannya sekarang.

“so eun” ucap orang tersebut, dan mau tidak mau so eun harus melihat orang yang ada dihadapannya kini.

“so eun, benarkah ini kau?” Ucap orang itu lagi dan membuat so eun terkejut ketika menyadari siapa orang itu.

“moon joo won, sedang apa kau disini?” Tanya so eun penasaran

“tidak sopan sekali kau, aku ini pemilik apartement ini. Seharusnya aku yang bertanya padamu. Sedang apa kau disini?”

Kini keduanya sama – sama saling pandang dan tampak sedang berfikir. Hingga salah satu dari mereka menyadari sesuatu.

“apa kau putra dari bibi moon geun yeong? Tanya so eun yang mulai menyadari sesuatu.

“astaga, jadi kau putri bibi kim tae hee” ucap joo won

Keduanya sama – sama tertawa ketika mengetahui kenyataan yang benar – benar tak terpikirkan oleh otak mereka.
Jadi orang yang akan dijodohkan dengan so eun itu adalah joo woon. Sahabatnya dari SMA dan orang yang selalu menolangnya.

“aku tak menyangka kalau kau adalah putri dari bibi kim tae hee” ucap joo won pada so eun ketika so eun sudah masuk kedalam apartementnya dan duduk disofa ruang tamu.

“aku lebih tidak menyangka kalau ibumu dan ibuku bersahabat” balas so eun

“aku pikir kau bukanlah anak kandung dari bibi tae hee, so eun?

“kenapa kau berpikiran begitu? Tentu saja aku ini anak kandungnya”

“tapi kau tak mirip, bahkan kau sangat jelek jika dibandingkan dengan ibumu” goda joo won, dan langsung menerima pukulan ringan dari so eun.

“hei, berhenti memukulku so eun, tenagamu itu seperti lelaki saja”

“kenapa kau selalu menggodaku joo won, tidak bisakah kau serius jika berbicara denganku” ucap so eun dan pura – pura marah pada joo won.
Joo won memandang so eun yang saat ini sedang duduk disebelahnya dengan tatapan penuh arti. So eun ingin joo won bicara serius jika berhadapan dengannya, bagaimana joo won bisa melakukannya kalau setiap bertemu dengan so eun pasti joo won akan merasa gugup.

Candaan yang diberikan joo won pada so eun itu merupakan penghilanng rasa gugup joo won pada so eun.

“joo won… moon joo won” panggil so eun pada joo won yang terlihat melamun sambil memandangi dirinya.

“ahh iya, biar aku ambilkan minum. Kau mau minum apa so eun?” tanya joo won dan langsung pergi meninggalkan so eun kedapur.

“terserah kau saja” jawab so eun.

Ada apa dengan joo won, kenapa dia tadi seperti orang yang sedang memikirkan sesuatu. Apa joo won memikirkan tentang perjodohanku dengannya. Astaga apa joo won merasa keberatan atas perjodohan ini. Kurasa joo won memang keberatan jika harus dijodohkan denganku, bagaimana seorang joo won mau dijodohkan dengan gadis seperti so eun. pikir so eun

“hai jelek, apa yang sedang kau pikirkan ini minum” goda joo won sambil menyerahkan sebotol minuman kaleng pada so eun.

“berhenti menggodaku moon joo won” kesal so eun. sambil menerima minuman dari joo won.

“baik – baik, aku tidak akan menggodamu lagi”

“joo won” panggil so eun, dengan nada ragu

“apa?”

“apa kau…. so eun menggantungkan pertanyaannya dan menghela nafas panjang, sampai akhirnya dia melanjutkan kalimatnya.

“apa kau berniat menerima perjodohan ini joo won?”

Uhuk…uhuk….uhuk, joo won yang sedang menikmati minumannya langsung tersedak ketika mendengar pertanyaan so eun.

“joo won, kenapa kau tidak hati – hati minumnya. Apa kau tidak apa – apa?” tanya so eun khawatir dan menepuk – nepuk dada joo won.

Joo won mennggenggam tangan so eun yang saat ini berada didadanya, dan memandang so eun tepat dikedua mata gadis itu.

“apa kau tidak suka dengan perjodohan kita so eun?” tanya joo won serius.

“bu… bukan begitu maksudku tapi…” so eun benar gugup saat ini, kenapa joo won tiba – tiba jadi seserius ini. So eun mencoba melepas tangannya dari genggaman joo won, tapi tangan joo won terlalu kuat menahannya.

“apa kau tidak ingin menikah denganku so eun?”
So eun benar – benar tidak bisa berbicara apapun saat ini. Kenapa tiba – tiba joo won seperti ini, perlakuan joo won yang seperti ini benar – benar membuat so eun jadi takut. Joo won yang biasanya sering bercanda tiba – tiba menjadi seserius ini.

“kenapa kau diam saja so eun?” ucap joo won sambil mendekatkan wajahnya kewajah so eun. saat ini joo won benar – benar ingin mengungkapkan persaannya pada so eun.

Jarak antara wajah joo won dan so eun kini semakin dekat dan dekat, joo won hendak mencium so eun. tapi niatnya terhenti ketika tangan so eun yang tidak digenggamnya mendorong tubuhnya.

“apa yang mau kau lakukan joo won?” Tanya so eun dengan nada sedikit bergetar.

Astaga, apa yang dilakukan joo won barusan. Apa joo won berniat mencium so eun. kenapa harus secepat ini, tidak taukah joo won perbuatannya itu membuat so eun takut dan bisa saja so eun membenci joo won, gara – gara sikap lancangnya ini. Pikir joo won.

“maafkan aku so eun, aku tak bermaksud membuatmu tidak nyaman ataupun takut. Tadi itu benar – benar diluar kendaliku” sesal joo won yang menyadari kesalahannya.

Soeun menganggukkan kepalanya tanda dia tidak mempermaslahkan hal yang dilakukan joo won barusan.

“taukah so eun bahwa saat ini aku sedang menyukai seseorang” ucap joo won.

Tentu saja so eun kaget mendengar ucapan joo won barusan, itu berarti so eun menjadi penghalang terbesar buat joo won dan gadis yang disukai joo won tersebut. Pikir so eun

“kau tau, entah sejak kapan aku menyukai gadis itu. Aku benar – benar tak menyangka kenapa aku bisa menyukainya. Aku berniat mengungkapkan perasaaku padanya, hingga ibuku menelponku dan memberitauku kalau beliau dan ayah sudah memilihkan seorang gadis untuk dijodohkan denganku”

So eun masih tak memberikan komentar apapun, so eun masih ingin mendengar kelanjutan cerita dari joo won saat ini, walaupun hatinya benar – benar dipenuhi rasa bersalah.

“kau tau, saat itu pikiranku benar – benar kacau. Aku bingung apa yang harus kulakukan, haruskah kuterima permintaan orang tuaku atau kupertahankan gadis itu. Tapi kurasa aku tidak bisa mempertahankan gadis itu karena…

“maafkan aku joo won, gara – gara perjdohan ini kau tidak bisa bersama dengan gadis pilihanmu. Aku akan mengatakan pada orang tuaku agar membatalkan perjodohan kita” potong so eun cepat.
joo won tersenyum ketika so eun memotong ucapannya dengan tiba – tiba.

“bolehkah aku memelukmu so eun?” pinta joo won
So eun menganggukan kepalanya. Dan joo won langsung memeluknya, so eun pun membalas pelukan joo won.

“maafkan aku joo won, aku benar – benar merasa bersalah padamu sekarang”

“berhentilah menyalahkan dirimu so eun, karena aku tidak menyesal dengan perjodohan ini. Aku menerima perjodohan ini bahkan aku sangat berharap perjodohan ini berlangsung”

So eun heran dengan ucapan joo won barusan, bahkan so eun tak mengerti apa joo won sadar dengan apa yang diucapkannya saat ini. So eun benar – benar bingung.

“aku menyukaimu, bahkan aku sangat mencintaimu kim so eun. kaulah gadis yang saat ini sedang aku sukai”

So eun benar – benar kaget mendengar pengakuan joo won saat ini. Jadi gadis yang dimaksud joo won tersebut adalah dirinya. Astaga kenapa ini bisa terjadi dan bagaimana joo won bisa menyukai dirinya. Apa yang dilihat joo won dari diri so eun, so eun adalah gadis biasa yang tak memiliki kelebihan apapun. Pikir so eun.

Dan saat ini bukan hanya so eun yang kaget mendengar pengakuan joo won, tapi juga kim bum, yang saat ini sudah ada didalam apartement. Kim bum sudah mengetahui semuanya, kim bum bahkan mengetahui kalau pria yang akan dijodohkan dengan so eun itu adalah joo won sahabatnya yang juga menyukai so eun.

Kim bum benar – benar lemah sekarang, rasanya untuk berdiripun dia tak sanggup ketika mengetahui kenyataan ini. Bagaimana bisa gadis yang disukainya itu akan dijodohkan dengan sahabatnya. Hingga tak sengaja kim bum menjatuhkan dua buah kantong plastik yang berisi makanan yang dari tadi dibawanya.

So eun dan joo won melepaskan pelukan mereka ketika menyadari ada suara yang masuk kependengaran mereka.

“kim bum sejak kapan kau datang?” Tanya joo won ketika menyadari sahabatnya itu telah berada dibelakangnya.

So eun menundukkan kepalanya ketika mengetahui bahwa saat ini kim bum tengah memperhatikannya. So eun benar – benar takut dengan tatapan kim bum itu.

“hei kenapa kau diam saja disitu cepat duduk, aku akan memberitaumu kabar baik” ucap joo won sambil berdiri dari duduknya dan mengambil belanjaan kim bum kemudian membawanya kedapur.

Kim bum masih berdiri ditempatnya semula, rasanya seluruh badannya kaku dan tidak bisa digerakkan saat ini. Pandangan matanya masih tertuju pada gadis yang saat ini dihadapannya.

“sayang apa kau sudah membereskan belanjaanya?” tanya yeon hee yang tiba – tiba muncul.

“so eun, kau ada disini juga rupanya. Apa joo won yang mengundangmu?” Tanya yeon hee lagi dan ikut duduk disebelah so eun.

“aku datang kesini, karena kemauanku sendiri” jawab so eun seadanya

“dimana joo won?” Tanya yeon hee lagi, yang tak melihat keberadaan joo won.

“aku disini yeon hee, kenapa setiap kau datang. apartement ini selalu berisik” jawab joo won yang tiba – tiba muncul dari dapur.

“bukankah kau yang biasanya berisik joo won”

“aish, aku sedang tidak ingin berdebat denganmu saat ini. Kim bum kenapa kau masih berdiri disitu ayo duduklah, apa kau tidak ingin
mendengar ceritaku?”

“bagaimana kalau kita ngobrolnya sambil makan saja” usul yeon hee yang sudah lebih dulu melangkahkan kakinya kedapur.

“ide yang bagus, aku sudah menyiapkan semuanya dimeja. Untung saja kau beli makanan cepat saji juga, yeon hee” ucap joo won.

“kurasa aku harus pulang sekarang joo won” ucap so eun tiba – tiba

“makanlah dulu, baru nanti kuantar kau pulang” bujuk joo won.

Kim bum berjalan meyusul yeon hee kedapur, rasanya dia tidak tahan kalau harus melihat so eun dan joo won berdua seperti tadi.

“joo won, so eun cepat kemari. Nanti makanannya keburu dingin”teriak yeon hee dari dapur.

Mau tidak mau so eun pun ikut makan bersama dengan joo won, yeon hee dan juga kim bum. walaupun saat ini so eun benar – benar canggung dengan adanya kim bum. mereka semua pun makan bersama.

***

“kim bum, ternyata ucapanmu tadi ada benarnya juga, ibuku memang baik sudah menjodohkanku dengan gadis pilihannya”ucap joo won membuka pembicaraan.

Kim bum tidak merespon apa yang dikatakan oleh joo won saat ini, yang dia lakukan hanyalah menundukkan kepala dan diam.

“kau tau gadis yang dijodohkan denganku itu adalah so eun, dan sekarang kami resmi pacaran” ucap joo won dengan semangat.

Kim bum langsung memandang kearah joo won begitu pula dengan so eun dan yeon hee. mereka semua kaget memangnya sejak kapan mereka pacaran, bahkan so eun pun belum mengatakan kalau dirinya menerima joo won menjadi pacarnya.

“hei, kenapa kalian semua menatapku seperti itu”

“benarkah kalian pacaran, sejak kapan?” tanya yeon hee

“sejak hari ini” jawab so eun tiba – tiba. Yang langsung mendapat tatapan tajam dari kim bum, bagaimana bisa so eun mengatakan hal tersebut. Apakah so eun sudah lupa kalau semalam dirinya sudah menyatakan perasaannya pada kim bum.

Mata kim bum benar – benar tak lepas dari so eun yang saat ini ada dihadapannya.

Joo won benar – benar senang mendengar ucapan so eun barusan. Itu berarti so eun juga menyukai dirinya dan sekarang so eun resmi menjadi pacarnya. Pikir joo won.

“benarkah, kalau begitu ini bagus. Jadi kau tidak akan iri lagi melihat kemesraanku dengan kim bum”ucap yeon hee sambil memeluk kim bum yang ada disampingnya.

“kim bum dimana kalungmu, kenapa kau tak memakainya? Heran yeon hee melihat kim bum tak memakai kalung kesayangannya.

“iya, dimana kalung yang biasanya mencekik lehermu itu kim bum. biasanya kau tak pernah melepasnya” goda joo won

Kim bum dan so eun kaget ketika tiba – tiba yeon hee membicarakan soal kalung. So eun buru – buru meraba lehernya, dan dia bisa bernafas lega saat ini karena kalung itu tertutupi oleh bajunya.

“aku memberikan kalung itu pada kakakku” dusta kim bum masih memperhatikan so eun yang terlihat ketakutan atas pertanyaan yeon hee barusan.

Bagaimana so eun tak takut. Bagaimana kalau yeon hae tau bahwa kalung itu saat ini sedang berada dileher so eun. apa yang akan dilakukan yeon hee padanya jika mengetahui kalau kim bum memberikan kalung itu pada dirinya. Belum lagi dengan joo won.

^^^ TBC ^^^

mungkin part ini tidak begitu panjang. tapi aku sudah berusaha untuk membuat ceritanya lebih panjang dari part – part sebelumnya. terimakasih buat yang sudah baca. jangan lupa tinggalkan coment kalian.

Iklan
Komentar
  1. shazia egi r berkata:

    bnr” kejutan yg tak terduga

  2. madi berkata:

    Semoga bumsso cpt bersama dan hidup bahagia,, part ini yg plng q suka

  3. madi berkata:

    Makin seru aja eoni, penasaran gmn kisah cnta bumsso slanjutnya,, next

  4. shefty rhieya berkata:

    makin seru n makin rumit aja..

  5. Yah.. gimana nih bum.. sso di dojohin sama jowoon.. sabar ya.. kalo jodoh gak kemana kok.. hehe
    Next..

  6. Wellyanti berkata:

    Kren,,kren2,,, stdakx kimbum akn cmbru truss krna cnta sgi 4 in,, bkn hya,,sso,,

  7. onedheone berkata:

    knp jdi serumit ini?

  8. elsyahadu berkata:

    cinta segi 4,, bnr2 ribet.. Bagaimana perasaan msing2 jika tau yg sbnr’a..

  9. ainami berkata:

    bergetar baca part yg ini…
    hiks

  10. nafiez.elf11 berkata:

    Huu bagus bnget …

  11. Chachicha berkata:

    Semakin rumit..
    Ih bikin penasaran aja nih author..

  12. seska18 berkata:

    Mulai muncul konflik nya,,antara cinta dan sahabat,,hhe

  13. tiya berkata:

    ahh ternyata itu seung ho, kenpa makin ruwet gini kisah mreka… kim bum lelet sih..

  14. Tasya kamilaaa berkata:

    pas baca part ini jadi keingetan drakor endless love, cinta segiempat :’) smoga jalan ceritanya gak sedih kyk endless love :’)
    yah kimbum sih kelamaan putusin pacarnya trs pacaran sama sso, eh skrng sso ud punya pacar dia nyesel 😐 penyesalan emg terjadi terakhir yaa 😐

  15. Makin seru dan bikin penasaran
    Kasihan juga sama soeun tapi sm kimbum juga
    Bumsso benar2 saling suka tapi gak bisa mengakui 😐

  16. iin.beomsso berkata:

    Jadi pria itu adik nya so eun,, huh syukurlah kirain siapa…
    Omooo so eun sama joo won ternyata udah dijodohin sama ortu mereka,, heh makin rumit aja kisah cinta bumsso…..
    Dan kenapa so eun mau menerima perjodohan itu..??
    Gak rela sih sebenar nya…
    Aigooo kim bum sebenar nya kamu cinta sama siapa?? So eun atau yeon hee?? Kalo kamu cinta sama so eun kenapa kamu gak jujur sama dia dan segera putusin yeon hee?? Tapi kalo kamu gak cinta sama so eun kenapa kamu kayak ngasih harapan ke so eun..dan ngasih kalung kamu ke so eun??? Bener” dibuat bingung sama sikap kim bum….

  17. Tetta Andira berkata:

    Huuuwwwaaaaa !! *knapahobiteriaksih?!*
    aduhh ,, author-nim ! Gak tau mau komen apa lg ..
    Ini bener” jd rumit ky’ rumus matematika -_-
    Aku mau lgsg lanjut ajah ne .. 🙂

  18. nenkfa berkata:

    Huaa,,,tambah rumit ja ni kisah bumsso,,,
    Soeun jd pcaran ma jo woon,,, gk rela sebener’y,,,tpi mw gimana lg,,
    Abz bum juga gk mw putus sih dr yeon hee,,
    Ahh bkin greget ja,,, 😦
    Y ampun untung kalung’y ktutup baju soeun,,jd gk kliatan,,coba klo nggak,,B̲̣̣̣̥Ȋ̝̊̅̄S̶̲̥̅̊A̶̲̥̅̊ perang k 3 nih,,wkwkwk 😛
    Lnjuuut,,, 😀

  19. […] Will The Dream Come True Part 5 […]

  20. Kim Ra rA berkata:

    Aigooo gimana Bisa kalau Namja yang mau di Jodohin sama Sso itu joo won!!! Haduh Haduh makin Panas aja nich di tambah Joo won beneran Suka sama Sso iiiih bawaannya pengen cepet cepet, Asli Tegang Abis

  21. Niniet berkata:

    Kenpa so eun besrsikap sprt itu…. ???

  22. yulie_bumsso berkata:

    Eonn cpattannn bkinn Bum psah sma Yonhee..
    Lhatt kan tmbahh rbett..gakk rlaa jkaa Bumsso gak jdi brstu

  23. luthfiangelsso berkata:

    tuh kan cowo itu adik’a sso yg ternyata seung ho 🙂
    ahh setiap.baca nama seung ho jadi inget oppa bogoshipo 🙂
    ahh so eun babo knapa mau aja sih nerima kimbum, udah ma joo woon aja oke (.)

  24. Amie loveYoonwon berkata:

    aigo. .
    Knpa jdi ribet gini. . .

  25. Adila Zahra berkata:

    duuh makin ribet nih
    mau pilih yg manaso eun unnie-ah?
    hehe 😀

  26. airini berkata:

    aw complicated banget ya so eun udah ngasih tau ke kim bum kalo dia suka kim bum dan sekarang yang di jodohin sama so eun sahabatnya kim bum sendiri rumit……dan bikin penasaran sama kelanjutannya~

  27. sityy berkata:

    oh ternyata adiknya so eun, wah bgus klw gtu joo won ma sso biar kimbum ngerasain gmna jd so eun….

    Lanjuuuuuuutttt……

  28. tanti no kawai berkata:

    Huaàa….. Semakin rumitttt….
    Tp semakin seruuuu….

    Apa Ϋά̲̣̥ηġ akan mereka lakukan_dalam lingkaran cinta segi.4 Ĭηĭ ???

    Lanjutttt baca next part… .͡▹​

  29. qyqy_hottest berkata:

    hua………. kim bum kapan nie mau mutusin Yoon hee ???
    kok ceritanya makin ruwet*kok kaya benang? aja sih ?? jadi penasaran nie ma lanjutannya??

  30. Anna berkata:

    Wuuaahh bnr2 ni part bkin deg2 sheerr,,cnt segiempat yg menguncang hti,jiwa&raga,,salut dgn keju2ran soeun,,KB skt hti kn mknny jd cwo yg tegas&jgn semau gue kekeke

  31. Justgalon berkata:

    Kim bum tulalit..so eun iya sama ekeekekkeek XD bawaan kesel thor…heh aku tahu kok rasanya jadi so eun.. sakit yaa..semakin mreka brdua nahan perasaannya semakin cinta satu sama lain…hope this happy end thor…but if this sad.. hmm..no problem eheheehe

  32. Adyani berkata:

    Makin keren n bkin pnasaran,,,,,,lanjut,,,,,

  33. AngelsShe~ berkata:

    kya. . . udah ada kelanjutanx makin seru ! ! !
    ditun99u part selanjutx *o*

  34. kai kurasin berkata:

    keren thor, jg lama2 ljutannya……….

  35. ssolee berkata:

    wauuuuw… keren thor…
    semakin penasaran sama endingnya..

  36. pipip berkata:

    waaa ceritanya mkin seruuu gk sbar nunggu next partnya sso jdi gk yg dgn jo won pensraan
    Ayo thor bruan d post next partnya heheh

  37. dedekartika berkata:

    daebakk…alurceritanya makin seruu..
    Jdi makin penasaraan..

    #lanjutt next partnya d’tunggu.

  38. sugarsoya berkata:

    Ya ampunn makin kesini ceritanya makin sedihh, galau bangett, konfliknya antara hatinya dapett banget author,
    Sso udah ngungkapin perasaannya ama kim bum, kim bum sebenernya perasaannya gmna sih ama soeun, kenapa dia ngasih kalung ke sso dan cium sso, kalo emang dia mau jagain sso ya putusin aja yoon hee, ya ampun masalah satu belom selesai udah muncul masalah perjodohan sso ama joo won, dan joo won seneng banget karna dia suka ama soeun, aduhh gmna ya akhir hubungan cinta mereka berempat, ditunggu next partnya ya author…

  39. ria berkata:

    seru bgt thor, ih ngak da byangan sm skali ni next part ky gman

    rumit bgt hbngan oppa sm so eonni. . tp so eonni bkal milih siapa kalau oppa pts sm pcr y

    ok d tngu bgt klnjt y thor

  40. cucancie berkata:

    Makin seru nih ceritanya…ternyata yg so eun temui di apartemennya itu seungho adik so eun,kirain siapa,wuahhh…gmn ini so eun mau dijodohin dan org yg mau dijodohinma soeun itu joo won,sementara so eun udh mulai suka ma kim bum,kim bum nya jg sih knp masih pacaran ma yeon he,dan skrg so eun nerima perjodohan ma joo won,hadeuhh..cinta segiempat nih,bakal rumit kyknya…next part jgn lm2 ya thor…

  41. sintiaroom berkata:

    Ahhh sedih nih kak ceritanyaahuhuhu 😥 awalnya bahagia Bumsso bersama ehh malah ada pengahalang aissh aku jd kesel sama si Joo Won Peace –V
    aihhh kasian Sso tp kasian Bum , uh kok Sso bilang gitu masa bilang pacaran sama joo won? Aisshh sebel dah sama Joo Won , ehh sbel sama Yeon Hee sebel sama pengganggu Bumsso hahaha #mulaiegois –”
    penasaran tp hanya author yg tau certinya heheh , lanjutkan kak tp buat bnyk adegan Bumssonya ya please please please *bungkuk90drajat 🙂

  42. kikie rizky berkata:

    yey,akhirnya d post jg..
    ahh,mkin keren ni critany, ud mau nyampe klimaks nya..
    pkokny bgus bgt thor,next d tunggu.

  43. zusan_luvbumsso berkata:

    keren. . .keren. . . .tp mzh kurng sich mzh pngn bc part bumssox. . . . .seru nyh cinta segiemptx,kira2 gmn hub mrk kdpnx nyh,smux pnuh sndiwara,hbsx bum g tgas nyatain cintax sich,sbnrx bum skx sm cph sich kok bum plin plan bget,dua2 d prthnkan kykx bum bhg st brsma sso atw y0on hae jd bngung nyh ma bum,dtunggu next partx m9 cpt d post ya.hwaiting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s