My First Love

Posted: 1 Februari 2013 in FF SEOKYU
Tag:

Cover

karena ujian kuliah udah kelar dan belum ada kerjaan lain apalagi ditambah inspirasi yang datang secara berlebihan jadinya bikin fanfic baru. maaf jika fanfic yang ini cast’nya bukan BUMSSO, melainkan SEOKYU. karena selain shiper dari BUMSSO COUPLE aku juga shiper dari SEOKYU COUPLE. tapi tetap saja Couple utamaku adalah BUMSSO. Jadi buat yang tidak suka dengan SEOKYU COUPLE, NO BASH yaa… mohon pengertiannya untuk semua reader. fanfic ini juga terinspirasi dari movie korea, tapi ada banyak perubahan di dalam ceritanya. sekali lagi NO BASH Terimakasih. 🙂

Cast : kyuhyun, seohyun, changmin
Support cast : sehun, sooyoung, Luna
Genre : sad, romance, friendship

Seorang gadis berseragam SMA tengah berjalan santai sendirian, sambil memegangi tali dari tas bahunya. Tapi tiba – tiba ada sekelompok pria dari belakang yang tengah berlari, menuju arah gadis itu. Dan salah satu dari mereka menabrak bahu gadis itu hingga sang gadis jatuh tersungkur.

Bukannya membantu, sekelompok pria itu malah mentertawakannya, dan meninggalkan sang gadis. Gadis itu segera berlari dan mengejar pria yang telah menabraknya tadi.

“hei, apa kau tidak punya sopan santun?” teriak gadis itu, sambil mendorong tubuh pria yang menabraknya tadi. Dan teman – teman pria itu hanya mentertawakan.

“lain kali, bersikap sopanlah pada wanita. Dasar bocah bodoh” umpat gadis itu lagi, sambil berjalan pergi meninggalkan sekelompok pria tadi.

***

Seohyun menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur, dia sangat kesal pada kelakuan pria – pria tadi. Kenapa seohyun harus bertemu dengan orang – orang yang menyebalkan seperti mereka.

“kakak, kenapa tidak makan. Ibu sudah menunggumu dari tadi” ucap sehun, adik laki – laki dari seohyun yang tiba – tiba masuk ke kamar sang kakak.

“baiklah, aku akan makan” seohyun pun mengikuti adiknya keluar dari kamar dan makan bersama dengan adik dan ibunya.

“ibu, bolehkah aku minta uang lagi? Uang yang kau berikan tempo hari telah habis” rengek sehun pada ibunya. Ibu sehun tidak mendengarkan permintaannya dan malah asyik melanjutkan makan.

“ibu, ayolah.”

“kenapa kau selalu minta uang, memangnya uang itu jatuh dari langit. Apa kau tidak bisa berhemat seperti kakakmu”

“kenapa ibu selalu membandingkanku dengan kakak. Ibu sungguh tidak adil”kesal sehun, sambil berlari menuju ke atap rumahnya. Ibu hanya menghela nafas ketika melihat tingkah putra keduannya itu.

“biar aku yang bicara pada sehun bu, ibu tidak usah mencemaskannya.” Ucap seohyun, dan menyusul adiknya.

***

Seohyun telah sampai di atap rumahnya, dan melihat sehun sedang asyik merokok. Dengan sigap seohyun menampik tangan sehun yang sedang memegang batang rokok, dan rokok itu pun terjatuh.

“kakak apa yang kau lakukan?”

“harusnya aku yang bertanya seperti itu, kau itu masih kelas 1 SMA kenapa sudah merokok” bentak seohyun pada adiknya, sambil memukul kepala sang adik.

“kakak, kenapa memukulku?”

“kau memang pantas untuk dipukul” ucap seohyun dan masih terus memukuli sehun. Tanpa disadari oleh keduannya, ada beberapa orang yang telah melihat pertengkaran mereka berdua. Dari atap rumah sebelah.

“oh, maaf sudah membuat anda terganggu” ucap seohyun ketika melihat seorang wanita yang berusia sama seperti ibunya tengah tersenyum melihat tingkah seohyun dan sehun tadi.

Wanita itu hanya tersenyum, sambil menganggukan kepalanya. Tanda dia tidak terganggu dengan apa yang dilakukan oleh seohyun dan sehun.

“kurasa aku baru melihat anda?”

“iya, aku dan anak – anakku baru pindah kemari dua hari yang lalu” ucap wanita itu sambil menoleh kearah anaknya – anaknya. Satu wanita dan satu pria.

Seohyun mengikuti arah pandang wanita itu dan melihat pria yang ada di belakangnya. Dan betapa kesalnya seohyun ketika mengetahui bahwa salah satu anak wanita itu adalah pria yang telah menabraknya tadi, setelah pulang sekolah.

Berbeda dengan seohyun, sehun malah terpana ketika melihat anak gadis dari bibi itu, hingga membuat sehun senyum – senyum tak jelas. Seohyun yang melihat tingkah sang adik langsung menarik sang adik untuk pergi, sebelumnya seohyun membungkukkan badannya pada bibi sebelah rumahnya itu.

***

Seohyun melihat jam di dindingnya telah menunjukkan angka 6 sore, itu berarti dia harus cepat – cepat keluar dari rumah dan pergi ke toko untuk kerja. Dengan mengendap – endap seohyun berjalan menuju atap rumahnya dan hendak menuruni tangga untuk turun. seohyun memang tak keluar dari pintu depan, karena jika orang tuannya tau seohyun kerja part time, maka ayahnya pasti akan menghajarnya.

ketika seohyun hendak menuruni tangga untuk turun, seseorang malah berteriak dan itu membuat seohyun terpaksa menghentikan aksinya dan melihat siapa orang tersebut.

“paman… paman…paman..”

“hei, kenapa kau berteriak? Kau bisa membuat ayahku kemari” ucap seohyun kesal bercampur takut.

Orang yang berteriak itu adalah tetangga baru seohyun, pria yang telah menabrak seohyun tadi siang. pria itu tersenyum ketika melihat seohyun yang kesal padanya. Seohyun kembali melangkahkan kakinya untuk menuruni tangga, tapi lagi – lagi pria itu berteriak.

“paman…” dengan cepat seohyun memotong teriakan orang itu dan menghentikan aksinya lagi

“sebenarnya apa yang kau inginkan?”

“aku tidak ingin apa – apa, aku hanya ingin memberi tau ayahmu jika anaknya mencoba untuk kabur dari rumah” ucap pria itu sambil tersenyum menggoda seohyun

“tadi siang kau menabraku, sekarang kau mengganggu urusanku. Apa kau senang mengganggu hidup orang lain” bentak seohyun

“kenapa kau berteriak, kau tidak takut jika ayahmu keluar dan mengetahui apa yang akan kau lakukan” ucap pria itu menggoda seohyun.

Seohyun benar – benar dibuat kesal oleh pria itu. Rasanya seohyun ingin memukul pria itu dengan jurus karatenya hingga membuat pria itu diam dan tak mengganggu seohyun lagi. Seohyun melihat jam tangannya, jika seohyun terus bertengkar dengan pria ini, seohyun bisa terlambat bekerja.

“baiklah, apa yang kau inginkan sekarang? Cepat katakan agar aku bisa cepat – cepat pergi, aku sudah hampir terlambat”

“harusnya kau ucapkan pertanyaan itu dari tadi. Kalau begitu besok tunggu aku di tempat tadi siang kita bertemu, dan kau harus melakukan apa yang aku perintahkan” ucap pria itu tersenyum penuh arti dan masuk kerumahnya meninggalkan seohyun yang masih kesal dengannya.

***

Seohyun berdiri di tempat yang telah ditentukan oleh pria kemarin. Sebenarnya seohyun tidak ingin datang, tapi seohyun takut jika pria itu mengadu pada orang tuanya tentang kejadian semalam. Tidak terlalu lama seohyun menunggu pria itu pun datang juga.

“aku kira kau tidak akan datang”

“aku datang, karena aku ini tidak pernah ingkar janji. Dasar pria bodoh”

“hei, aku punya nama. Namaku changmin, bukan pria bodoh. Dasar gadis aneh”

“seohyun, namaku seohyun bukan gadis aneh. Aish lebih baik aku pergi saja” ucap seohyun sambil berjalan meninggalkan changmin.

“hei, kau harus mengikuti semua perintahku” ucap changmin sambil menarik tangan seohyun dan memberikan gitarnya pada gadis itu.

“bawa gitarku, dan ikut aku ke tempat latihanku. Kau harus mengikuti semua perintahku, atau aku akan melaporkanmu pada orang tuamu. Mengerti” ucap changmin lagi sambil berjalan mendahului seohyun. Seohyun pun mendengus kesal dengan tingkah changmin dan mengikuti langkah changmin dari belakang.

***

Changmin dan seohyun sudah sampai di depan tempat latihan changmin. Seohyun dan changmin menghentikan langkahnya.

“sini, biar aku saja yang bawa” ucap changmin mengambil gitarnya yang telah dibawa oleh seohyun tadi. Changmin menarik tangan seohyun untuk mengikutinya masuk kedalam tempat latihannya.

“hei semua, aku datang” teriak changmin ketika membuka pintu dan masuk ke dalam tempat latihannya.

Seohyun menarik tangannya dari pegangan changmin dan membungkukkan badanya pada dua orang wanita yang ada di ruangan itu. Tak lupa seohyun melemparkan senyumnya pada teman – teman changmin.

“siapa dia?” tanya kedua wanita teman changmin itu bersamaan.

“owh, dia teman baruku. Namanya seohyun. Seohyun kenalkan mereka teman – temanku. Yang berdiri di belakang piano itu namanya sooyoung, sedangkan yang duduk di belakang drum itu namanya yuri” ucap changmin memperkenalkan seohyun pada teman – temannya.

“senang bertemu denganmu seohyun” ucap yuri, dan di balas senyuman oleh seohyun.”

“hei kau, kenapa diam di situ. Ayo kita mulai latihannya” ucap changmin pada seorang pria yang sedari tadi tengah duduk di sudut ruangan itu. Seohyun pun mengikuti arah pandang changmin dan melihat orang yang diajak bicara changmin kini.

Seohyun tidak bisa melihat wajah teman changmin, karena pria itu membelakanginya. Pria itu berdiri dan menghadap kearah seohyun dan juga changmin sekarang.

Seohyun membelalakan matanya ketika melihat pria tersebut. Seohyun segera berlari keluar, meninggalkan tempat latihan changmin tanpa berpamitan pada changmin atau teman – temannya.

“kenapa dengan bocah itu” ucap changmin yang bingung melihat seohyun pergi

“entahlah, ayo kita mulai saja latihannya” ucap teman pria changmin itu dingin, sambil berjalan menuju tempat yuri dan sooyoung. Dan mereka berempat pun memulai latihannya.

***

seohyun baru saja sampai di rumah dan selesai mengganti seragamnya dengan baju santainya, setibanya dia dari sekolah. Hari ini seohyun ingin istirahat, supaya nanti badannya bisa segar ketika bekerja.

“seo, bisa kau tolong ibu untuk mengantarkan piring ini pada tetangga baru kita.” Ucap ibu seohyun, yang dengan tiba – tiba masuk ke dalam kamar seohyun.

“ibu kenapa harus aku, kenapa bukan sehun saja”

“seo, sehun sedang pergi. lagi pula apa salahnya jika kau yang mengantarnya. Sudah sana cepat antarkan” ucap ibu seohyun dan langsung pergi meninggalkan seohyun.

Dengan langkah yang malas dan dipaksakan seohyun pun menuruti perintah sang ibu untuk mengantarkan piring itu ke rumah tetangga barunya, yaitu keluarga changmin.

Seohyun mengetuk pintu rumah changmin berkali – kali, tapi tidak ada seorang pun yang membukakan pintu untuknya. seohyun mencoba untuk membuka pintu rumah itu, dan ternyata pintunya tidak terkunci. Seohyun pun masuk kedalam rumah keluarga changmin.

“permisi. Bibi aku ingin mengembalikan piring” ucap seohyun, namun tidak ada sahutan dari sang pemilik rumah. Seohyun meletakkan piring itu di meja, dan berniat untuk pulang.

“sepertinya tidak ada orang” langkah seohyun pun terhenti ketika dia mendengar bunyi petikan gitar, dari lantai dua rumah itu. Karena penasaran seohyun pun menaiki tangga dan mencari sumber suara itu.

Seohyun melihat sebuah pintu kamar yang terbuka, dan mencoba untuk mendekati pintu itu dan melihat siapa yang sedang memainkan gitar. Dan ternyata changmin lah yang sedang bermain gitar, seohyun melihat changmin begitu asyik bermain dengan gitarnya.

“apa yang kau lakukan di rumahku?” ucap changmin, ketika menyadari bahwa sedari tadi seohyun telah memperhatikannya.

“aku hanya mengembalikan piring. Lagi pula permainan gitarmu itu benar – benar tidak bagus” ucap seohyun sambil beranjak dari tempatnya berdiri.

“kenapa kemarin kau pergi begitu saja, apa ada masalah?”

“owh yang kemarin itu… aku.. aku… ada urusan, maaf sudah pergi tanpa pamit padamu” ucap seohyun dengan gugupnya,

“jadi begitu, kemarilah” perintah changmin. Seohyun pun masuk ke dalam kamar changmin, dan melihat – lihat isi kamar changmin. Di dalam kamar changmin banyak sekali kumpulan kaset – kaset lagu.

“apa ini semua milikmu?”

“tentu saja, gadis – gadis di sekolahku yang membelikannya”

“kau pasti sangat populer”

“tentu saja” ketika keduanya tengah asyik ngobrol, ponsel seohyun pun berbunyi. Seohyun melihat ponselnya dan membaca sebuah pesan singkat yang masuk dalam ponselnya.

“changmin, aku harus pergi ada seseorang yang ingin bertemu denganku” ucap seohyun sambil berjalan meninggalkan changmin.

“besok kau harus ikut aku ke tempat latihan lagi” teriak changmin pada seohyun yang sudah keluar dari kamarnya. Changmin tersenyum memandang kepergian seohyun.

***

Seohyun telah sampai di suatu warung pinggir jalan, yang terkesan kumuh. Seohyun masuk ke dalam warung itu dan melihat seorang pria tengah duduk di salah satu bangku di dalam warung itu. Seohyun mendekati pria, yang sedang duduk di depannya.

“kenapa kau menyuruhku datang ke tempat ini?” tanya seohyun pada pria yang saat ini sedang duduk dengan angkuhnya

“jangan pedulikan changmin dan jauhi dia. Aku tidak mau kau menghancurkannya” ucap pria itu dengan nada bicaranya yang dingin

“memangnya apa yang akan kulakukan padanya? Kenapa pikiranmu picik sekali kyuhyun” bentak seohyun pada pria yang dipanggilnya kyuhyun.

“kau tau, dia adalah sahabatku. Sahabat yang selalu ada disaat aku terpuruk menghadapi masalah yang menimpaku beberapa tahun yang lalu. Masalah yang membuatku hampir gila.”

Seohyun hanya diam mendengar perkataan kyuhyun itu.
“kuperingatkan sekali lagi, jauhi changmin atau aku tidak akan membuat hidupmu bahagia” ucap kyuhyun lagi sambil beranjak dari tempat duduknya.

Kyuhyun melangkahkan kakinya untuk pergi dan menabrak bahu seohyun. Seohyun hanya bisa diam dengan sifat dingin kyuhyun. Ternyata kyuhyun masih sangat membenci seohyun. Entah sampai kapan kyuhyun akan membenci gadis ini, padahal kyuhyun adalah cinta pertama seohyun, dan sampai saat ini seohyun masih menganggap kyuhyun sebagai sahabatnya.

***

Hari ini seohyun kembali mengikuti changmin ke tempat latihannya. Sebenarnya seohyun enggan untuk ikut, tapi changmin tetap memaksanya, jadi seohyun terpaksa mengikuti keinginan pria itu. Apalagi changmin selalu mengancam seohyun, dengan melaporkan pada orang tua seohyun kalau putrinya selalu keluar di malam hari tanpa sepengetahuan mereka.

Seohyun dan changmin sudah sampai di tempat latihan band. Dan disaat yang bersamaan datanglah kyuhyun yang merupakan sahabat dekat changmin dan cinta pertama seohyun yang sekarang menganggap seohyun musuh.

“kyuhyun, kau baru datang juga?” tanya changmin yang melihat kyuhyun juga baru datang. Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya, dan tersenyum pada changmin.

“bocah ini masih saja dingin seperti dulu” batin seohyun yang melihat kyuhyun.

“kyuhyun kenalkan ini seohyun, bukankah kemarin kalian tidak sempat berkenalan”

“sudahlah changmin aku pulang saja, ini gitarmu” ketus seohyun memberikan gitar changmin pada pemiliknya dan ingin pergi tapi seohyun mengurungkan niatnya ketika mendengar suara kyuhyun.

“senang bertemu denganmu seohyun. Changmin aku masuk dulu ya” ucap kyuhyun sambil masuk ke ruangan latihan.

“lain kali jangan mengancamku dan menyuruhku untuk mengikuti semua perintahmu. Aku tidak suka denganmu, pria bodoh” teriak seohyun dan pergi meninggalkan changmin.

“dasar gadis aneh” gumam changmin, dan hendak masuk ke ruang latihannya.

“kau mau kemana kyuhyun” ucap changmin yang melihat kyuhyun keluar dari ruang latihan.

“aku ada urusan sebentar, mulailah dulu aku akan segera kembali.”

“mau kutemani?”

“tidak perlu”

Kyuhyun berlari untuk mengejar seohyun, namun dirinya telah kehilangan jejak seohyun karena kyuhyun sudah tidak melihat seohyun lagi. Kyuhyun pun kembali ketempat latihannya dengan kesal karena tidak berhasil mengejar gadis itu.

***

Di lain tempat ketika seohyun berjalan pulang menuju rumahnya, tiba – tiba saja ada sekelompok pria yang usianya sebaya dengannya tengah menghadang seohyun. Seohyun tidak merasa takut dengan sekelompok pria itu dan masih tetap berjalan melewati mereka.

Ketika seohyun sedang berjalan, salah seorang dari pria itu menjegal kaki seohyun hingga seohyun terjatuh dan membuat bibir seohyun berdarah.

“rasakan itu. Itu balasan karena kau telah membuat teman kita marah” ucap salah satu diantara mereka. Dan di ikuti tawa teman – temannya.

Seohyun pun bangkit dan kembali berjalan sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya. Seohyun tidak marah atau pun membalas perbuatan mereka karena seohyun tau siapa yang menyuruh mereka melakukan hal itu padanya.

***

Seohyun sampai di rumahnya, seperti biasa dia langsung menuju kamarnya dan dengan segera mengobati luka yang ada di sudut bibirnya akibat perbuatan orang – orang tadi.

“sampai kapan kau akan diam dengan perbuatan bocah itu?” ucap sehun yang tiba – tiba masuk ke dalam kamar seohyun.

Seohyun hanya diam saja, mendengar perkataan sang adik. Tidak ada jawaban yang keluar dari mulutnya. Seohyun tidak ingin jika sehun ikut campur dengan urusannya, apalagi urusan yang menyangkut masa lalunya dengan cinta pertamanya.

“kak, apa kau mau terus – terusan disiksa oleh bocah setan itu? Dia sudah keterlaluan. Bisa – bisa kau mati di siksa olehnya. Apa kau mau aku yang membunuhnya, agar dia berhenti menyiksamu”

“cukup sehun. Kau tidak usah mengurusi masalahku, ini semua tidak ada hubungannya dengan bocah itu”

“terserah saja, yang pasti aku tidak akan tinggal diam melihat bocah setan itu membuatmu hampir mati lagi” bentak sehun pada sang kakak, dan berjalan keluar dari kamar seohyun dengan menahan amarahnya.

Seohyun hanya bisa menangis dengan perkataan sehun barusan. Memang benar apa yang dikatakan sehun. Perlakuan teman – teman kyuhyun pada diri seohyun memang sudah sangat keterlaluan. Sebegitu bencinya kah kyuhyun pada seohyun sehingga pria itu tega menyakitinya.

“apa kau tidak bisa memaafkannku kyuhyun?” tanya seohyun pada dirinya sendiri.

Seohyun menghapus airmata yang sedikit mengembang di pelupuk matanya. Seohyun berjalan keluar dari kamarnya menuju ruang tv tempat dimana sang adik biasa santai sepulang sekolah. Seohyun harus minta maaf pada sehun. Tidak seharusnya seohyun marah pada sehun.
Seohyun melihat ruang tv itu kosong, tidak ada siapapun disitu.
Seohyun menuju kamar sehun dan ternyata kosong juga, di atap rumah pun seohyun juga tidak menemui sang adik. Seohyun berpikir apa sehun benar – benar marah padanya sehingga sehun menghindarinya.
Seohyun menuju dapur dan menemui sang ibu yang sedang asyik memasak.

“ibu, dimana sehun? Kenapa aku tidak melihatnya.”

“tadi dia keluar, katanya ingin menyelesaikan masalahmu. Memangnya kamu ada masalah apa seo?” tanya ibu seohyun penasaran.

“ibu aku harus menyusul sehun” ucap seohyun sambil berlari keluar rumah dan menyusul sehun. Seohyun tidak mempedulikan teriakan ibunya yang meminta penjelasan atas masalahnya.

Yang terpenting saat ini adalah, seohyun harus segera menyusul sehun dan mencegah sehun melakukan perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan. Seohyun berpikir, pasti sehun akan menghajar kyuhyun karena perbuatan teman – teman kyuhyun yang telah melukai seohyun.

Seharusnya seohyun tidak usah khawatir pada sehun, karena sehun jago berkelahi. Tapi kali ini sehun berniat menghajar kyuhyun. Sehun bisa mati dihajar kyuhyun, jika sehun membuat kyuhyun marah karena keahlian bela diri kyuhyun jauh diatas sehun.

***

Seohyun telah sampai di atap gedung tempat dimana dulu seohyun dan kyuhyun sering menghabiskan waktu untuk bermain bersama. Entahlah kenapa seohyun berpikir bahwa sehun dan kyuhyun ada disana, tapi seohyun yakin kalau mereka berdua pasti ada disitu.

Dan ternyata benar, sehun dan kyuhyun ada disitu sekarang. Tapi apa yang dipikirkan seohyun ternyata salah. Yang dilihat seohyun saat ini ternyata berbeda dengan apa yang dipikirkannya. Bukan sehun yang babak belur, melainkan kyuhyun. Sehun tidak henti – hentinya memukuli kyuhyun.

Wajah kyuhyun dipenuhi dengan luka – luka atas pukulan dari sehun, darah segar mengalir dari hidung dan mulut pria itu. Sehun mencengkram kerah baju kyuhyun dan hendak memukul kyuhyun yang sudah tidak berdaya itu.

“sehun, hentikan” teriak seohyun yang melihat sehun hendak memukul kyuhyun lagi.

Sehun dan kyuhyun menoleh kearah seohyun, yang sedang berdiri tidak jauh dari tempat sehun dan kyuhyun berkelahi.

“kenapa kau masih membelanya, pria setan ini pantas untuk dihajar” bentak sehun, dan kembali melayangkan sebuah pukulan kewajah
kyuhyun, dan menyebabkan kyuhyun jatuh tersungkur. Kyuhyun benar – benar tidak membalas perlakuan sehun padanya.

“sehun hentikan, aku bilang hentikan” teriak seohyun sambil mendorong tubuh sang adik, agar berhenti memukul kyuhyun.

“biarkan aku menghajarnya sampai mati, dia pantas mendapatkan pukulan itu. Bukankah dia sudah melukaimu, jadi untuk apa kau membelanya.” Teriak sehun

“cukup, aku bilang cukup sehun. Kau tidak perlu menghajarnya, aku yang menghajar pria ini karena memang masalah dia ada padaku. Kau tidak berhak ikut campur”

“kau benar – benar bodoh, karena selalu membiarkan pria setan ini melukaimu” teriak sehun lagi sambil menendang perut kyuhyun dan pergi meninggalkan seohyun dan kyuhyun.

Seohyun benar – benar tidak tega melihat keadaan kyuhyun yang tengah terkapar tak berdaya. Kenapa kyuhyun tidak membalas perlakuan sehun, kenapa kyuhyun hanya diam saja menerima pukulan – pukulan sehun tadi. Apa kekuatan bela diri kyuhyun sudah hilang, atau kyuhyun sengaja mengalah pada sehun.

Seohyun melihat kyuhyun kesulitan untuk mencoba berdiri. Dengan cepat – cepat seohyun membantu kyuhyun untuk berdiri, tapi tangan seohyun di tepis oleh kyuhyun.

“tidak perlu bersikap baik padaku. Ini semua gara – gara dirimu” ucap kyuhyun sambil berusaha berdiri walaupun dengan susah payah.

“kenapa kau masih membenciku kyuhyun. Tidak bisakah kau melupakan semuanya.” Mohon seohyun sambil menangis di belakang kyuhyun

“bagaimana aku bisa melupakannya. Bagaimana aku bisa melupakan kejadian itu, kau telah membuat ayahku masuk penjara dan menyebabkan ibuku masuk rumah sakit gara – gara memikirkan ayahku. Bagaimana bisa kau menyuruhku melupakannya. Apa kau tidak tau bagaimana menderitanya aku?” teriak kyuhyun dengan geramnya. Kyuhyun benar – benar marah sekarang.

“menabrak orang lalu kabur. Jika kau jadi aku apa kau akan tinggal diam melihat kejadian seperti itu. Lagi pula aku benar – benar tidak tau jika orang itu adalah ayahmu.” Teriak seohyun tak kalah kerasnya.

“menyangkal lagi. Sampai kapan kau akan terus menyangkal kesalahanmu. Aku benar – benar membencimu. Dan aku peringatkan sekali lagi jauhi changmin dan jangan pernah mengganggu kehidupanku.” Ucap kyuhyun dan meninggalkan seohyun yang saat ini benar – benar sedih atas ucapannya.

Kyuhyun sendiri pasti tau jika saat ini seohyun benar – benar sedih atas ucapanya, kyuhyun sendiri sebenarnya tidak tega jika harus menyakiti seohyun terus – menerus. Tapi rasa sakit hati kyuhyun pada seohyun lebih besar saat ini.

Seohyun hanya bisa memandangi punggung kyuhyun yang mulai menjauh dari pandangan matanya. Ternyata kyuhyun benar – benar membencinya dan rasanya sangat sulit untuk pria itu memaafkannya.

Bayangan – bayangan kejadian masa lalu yang menyebabkan kyuhyun membenci dirinya kembali berputar – putar di otak seohyun.

Flashback

Saat itu seohyun sedang jalan – jalan bersama dengan teman – temannya. Ketika seohyun dan teman – teman hendak menunggu bus untuk pulang, seohyun melihat sebuah mobil menabrak seorang anak kecil yang sedang menyebrang jalan.
Seohyun buru – buru menghentikan mobil orang itu dan berhasil. Seohyun buru – buru melaporkan orang itu ke kantor polisi terdekat.
Seohyun dimintai keterangan oleh polisi itu dan menjadi saksi atas kecelakaan tersebut. Dan betapa terkejutnya seohyun ketika mengetahui bahwa orang yang menabrak tadi adalah ayah dari kyuhyun.
Kyuhyun adalah sahabat seohyun di SMP. Bahkan kyuhyun adalah cinta pertamanya. Saat itu seohyun benar – benar tidak mengetahui kalau orang yang menabrak tersebut adalah ayah kyuhyun.
Seohyun melihat ibu kyuhyun menangis dipelukan kyuhyun ketika mengetahui kalau ayah kyuhyun akan dimasukkan ke dalam penjara. Dan saat itulah kyuhyun mulai membenci seohyun.

End of flashback.

“maafkan aku kyuhyun” gumam seohyun.

Dengan langkah semoyongan kyuhyun menuruni tangga atap gedung itu. Dan dari arah depan teman – teman kyuhyun menghampirinya dan menanyakan keadaan kyuhyun.

“astaga apa kita sudah terlambat. Kenapa kau tidak segera menghubungi kita?” tanya salah seorang teman kyuhyun sambil membantu kyuhyun untuk berjalan.

“apa kau tidak membalas perbuatan bocah itu? Apa kau mau kita memberi pelajaran pada gadis itu lagi?” tanya teman kyuhyun yang satunya lagi.

“berhenti mengganggu gadis itu atau kalian yang akan kubunuh. Bukankah aku tidak pernah menyuruh kalian melakukan itu padanya” bentak kyuhyun pada teman – temanya itu.

“tapi kita ingin membalaskan dendammu kyu”

“aku bisa menyelesaikannya sendiri. Jadi berhenti mengganggunya jika kalian tidak ingin kubunuh satu persatu.” Ucap kyuhyun dan pergi meninggalkan teman – temannya yang mulai bingung dengan sikap kyuhyun.

Kenapa kyuhyun jadi peduli pada seohyun. Bukankah sebelumnya kyuhyun tidak peduli jika teman- temannya melukai seohyun. Sebenarnya ada apa dengan kyuhyun saat ini.

***

Dengan langkah gontai seohyun berjalan menuju rumahnya, hari ini hatinya benar – benar sakit. Orang yang selama ini dicintainya benar – benar membencinya dan menganggap seohyun sebagai musuh. Tubuh seohyun terguyur air hujan, walaupun saat ini badan seohyun basah kuyup, tapi rasa dingin itu masih kalah dengan rasa sakit hatinya.
Seohyun melihat seseorang menghadang jalannya sambil membawa payung. Seohyun tidak bisa melihat wajah orang itu karena tertutup oleh payung.

Seohyun menyingkirkan payung yang dipegang oleh orang itu dan melihat changmin tengah tersenyum pada seohyun.

“kenapa hujan – hujanan apa tidak takut sakit?” tanya changmin

“aku tidak akan sakit, karena aku adalah gadis yang kuat. Kau tau saat aku sakit pun aku tidak pernah menangis.”

“benarkah?” tanya changmin tidak percaya pada ucapan seohyun.

“tentu saja, karena dia selalu menghiburku disaat aku sedih ataupun sakit” jawab seohyun dengan bangganya.

“siapa dia?” tanya changmin penasaran dengan cerita seohyun.
Seohyun tidak bisa menjawab pertanyaan changmin. Seohyun tidak bisa mengatakan pada changmin dia yang dimaksud seohyun itu adalah kyuhyun sahabat changmin sekaligus cinta pertama seohyun yang sekarang sangat membenci seohyun.

“bagaimana kalau aku bisa membuatmu menangis?”tanya changmin lagi, karena melihat seohyun bengong dan tidak menjawab pertanyaanya.

“kau tidak akan bisa membuatku menangis”

“tentu saja aku bisa. Hanya membuat seorang gadis aneh sepertimu menangis apa susahnya. Ini pakailah” ucap changmin sambil menyerahkan payungnya pada seohyun dan berjalan pergi meninggalkan seohyun. Changmin berlari dan hampir saja dia terpleset, tapi untungnya tidak jadi. Seohyun hanya bisa tertawa melihat tingkah konyol changmin.

“dasar pria bodoh, kenapa kau selalu bisa membuatku tertawa akhir – akhir ini” gumam seohyun sambil berjalan menuju rumahnya.

*** TBC ***

Iklan
Komentar
  1. […] My First Love Part 1 […]

  2. Amie loveYoonwon berkata:

    Haii, , , aku readers baru disini. Aku suka bumsso dan seokyu, mrka adlah couple pavorit ke-2 ku stlah YoonWon. . . Salam kenal. . .

    Ff.a bgus dan mnarik. . . Tolong dilanjut ya, chingu. . .:-D

  3. airini berkata:

    annyeoonnnnnnggg chinguuuu :3 aku new reader nih hehehe semangat ya chingu lanjutin ff nya. yang ini seru!!! hehehe walaupun aku suka nya sama bumsso couple tp ini ceritanya menarik heheh semangat ya chinguuuu jgn lama2 lanjutinnya

  4. dara berkata:

    bumsso dan seokyu???
    yey!yey!! ada yang sehati ma aku. hihi 😀
    iya ni adaptasi dari film ya?? dikasih bumbu lain lagi ala author yaa biar gak plek amat ma pilm nya. semangat!

  5. Puji Zulfia berkata:

    kalo ini sih aku pernah liat filmnya . Tapi difilm pemeran utmanya changmin . Bkalan gak sama ma doremifasolasido kan chingu next nya ?
    Aku reader bru . Salam kenal

    • Lila Tyas berkata:

      salam kenal uga chingu… trimaksih udah mo mmpir ke blog’qu dan nyempetin bwt coment…

      ini mmg ter’inspirasi sma movie doremifasolasido. utk awal crta mmg sma.. tpi untuk klanjutannya psti akn bnyk perbedaan…!!!! 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s