Will The Dream Come True ( part 6 )

Posted: 1 Februari 2013 in FF BUMSSO
Tag:

will the dream come true (part 4)

adakah yang masih nunggu fanfic’ku yang gak jelas ini…???? berharap masih ada yang mau nunggu dan ninggalin jejak di setiap postinganku. aku bawa kelanjutan fanfic ini untuk reader yang setia mengunjungi wp ini. buat eonni, saeng dan chingu – chingu yang udah kenal aku terimakasih sudah mau mampir.

Part 6

Cast : Kim sang bum, Kim so eun, Moon joo won, Lee yeon hee

Semua ini berasa seperti mimpi, mimpi yang benar – benar membingungkan. Bermula dari sebuah pengakuan dan menjadi kenyataan yang terduga – duga.

seorang gadis tengah duduk didepan meja riasnya, memperhatikan pantulan dirinya didalam cermin. Gadis itu berpikir, apa yang menarik didalam dirinya. Tidak cantik, tidak pintar dan tidak menarik. Lalu kenapa dua orang pria dari masa lalunya harus menyatakan perasaan mereka pada dirinya.

Joo won kenapa kau menyukaiku, tidak taukah ungkapan perasaanmu padaku tempo hari membuatku bingung dan bingung. Dan bagaimana bisa orang yang dijodohkan denganku itu adalah dirimu. Mungkin jika kau mengungkapkan perasaanmu terlebih dahulu atau aku mengetahui kalau orang yang dijodohkan dengan diriku itu adalah dirimu, aku pasti akan menerimanya dengan senang hati. Tapi saat ini kenyataanya berbeda, saat ini diriku sudah menyukai seseorang. Walaupun aku sendiri tak tau apakah orang itu benar – benar menyukaiku atau hanya mempermainkanku. Pikir so eun.

***

Bukan hanya so eun saja yang sedang dilanda kegelisahan, kim bum pun juga merasakan hal yang sama seperti so eun.

Saat ini kim bum baru saja terbangun dari tidurnya, keringat membasahi seluruh tubuhnya. Nafasnya terasa sesak, dan kepalanya terasa berat. Sebuah mimpi membuatnya seperti orang yang tak berdaya sekarang.

^Didalam mimpi kim bum^

kim bum melihat so eun yang sedang tersenyum kearahnya. Senyum yang benar – benar sangat cantik bagi kim bum. ketika kim bum ingin mendekati so eun, so eun malah menjauh darinya dan berlari menghindari kim bum. kim bum pun mengejar so eun tetapi langkah kim bum terhenti ketika melihat so eun berada didalam pelukan seorang laki – laki, dan laki – laki itu adalah joo won sahabatnya kim bum.

kim bum hendak bangkit dari tempat tidurnya, tapi badannya benar – benar tak bertenaga sekarang. Tenggorokannya benar – benar kering dia butuh minum sekarang. Jangankan untuk mengambil minum didapur, untuk bangun dari tempat tidurnya saja kepalanya terasa berat.

“kenapa bisa sampai seperti ini, hanya gara – gara mimpi tersebut. Ayolah kim bum, so eun tidak mungkin membohongimu. Bukankah dia sudah bilang kalau dia menyukaimu dan bukannya joo won” gumam kim bum.

Hari ini benar – benar hari yang buruk untuk kim bum, sepertinya hari ini dia tidak akan bisa melakukan apapun kecuali berbaring ditempat tidur. Apalagi saat ini joo won sedang pergi kerumah kakaknya dan entah kapan anak itu akan pulang.

Kim bum mengambil ponsel miliknya dan mencoba menghubungi seseorang.

“apa kau bisa datang keapartementku sekarang” pinta kim bum langsung pada orang yang saat ini dihubunginya.

“ada apa denganmu, kenapa tiba – tiba memintaku datang ketempatmu?

“kurasa badanku sedang tidak sehat sekarang, aku benar – benar tidak bisa berbuat apa – apa saat ini”

“astaga, bagaimana bisa. Baiklah aku akan kesana. Sabarlah dan tunggu aku kim bum”

Kim bum mematikan ponselnya dan meletakkan ponselnya disamping tubuhnya, dan kembali memejamkan matanya.

Kurasa hanya kau yang bisa membantuku saat ini, aku benar – benar ingin menceritakan kegundahanku padamu. Ayolah kumohon cepat datang, aku sangat merindukanmu bahkan aku sangat membutuhkan nasehat atau saranmu saat ini. Pikir kim bum

***

So eun masih betah melamun didepan meja riasnya. So eun memikirkan kejadian tempo hari dimana joo won mengungkapkan perasaan pada so eun, mengumumkan hubungannya dengan so eun pada kim bum dan yeon hee.

Dan kembali mengingat dimana kim bum memberikan sebuah kalung pada so eun. bahkan kim bum bilang pada so eun kalau kim bum akan membantunya keluar dari masalah yang mendera so eun saat ini.

So eun menghela nafasnya panjang dan dalam, dia menggengam kalung pemberian kim bum yang tergantung dilehernya saat ini.

“apa yang harus kulakukan sekarang?” Tanya so eun pada dirinya sendiri.

Ponsel so eun berbunyi, dan dengan berat hati so eun menerima panggilan tersebut. Sebenarnya so eun malas mengangkat telepon ketika mengetahui siapa sipemanggil tersebut, tapi mau tidak mau so eun harus menerimanya.

“hallo ibu”

“…..”

“kabarku baik ibu”

“…..”

“ibu, kenapa aku harus sering – sering ketempat joo won. Baru beberapa hari yang lalu aku kesana”

“….”

“ibu kenapa kau selalu memaksaku”

“….”

“baiklah, aku akan ketempat joo won sekarang”

Kenapa ibu so eun tidak memahami keadaan so eun saat ini. Kenapa ibu so eun harus menyuruh so eun selalu datang ketempat joo won. Tidak taukah kalau so eun malas pergi ketempat joo won, mengingat ada kim bum ditempat itu. So eun tidak ingin bertemu dengan kim bum untuk saat ini, setidaknya sebelum so eun bisa memutuskan mana jalan yang terbaik untuk masa depannya.

So eun merapikan dirinya dan bersiap untuk pergi keapartement joo won. Mau tidak mau so eun memang harus pergi kalau tidak ibunya pasti akan mengomelinya jika menghubungi so eun lagi nanti.

***

So eun sudah sampai didepan pintu apartement joo won, so eun berharap semoga saja kim bum pergi dengan yeon hee dan tidak ada diapartement sekarang. Rasanya so eun belum siap jika harus bertemu dengan kim bum untuk beberapa hari ini. Walaupun akan canggung jika hanya berdua dengan joo won saja.

Berkali – kali so eun menekan bel apartement joo won, tapi tak ada seorangpun yang membukakan pintu untuknya.

“apa tidak ada orang, kenapa dari tadi tak ada yang membukakan pintu” gumam so eun

So eun masih diam didepan pintu, mencoba menunggu seseorang membukakan pintu untuknya. dan usahanya pun tak sia – sia pintu pun terbuka, walaupun kaki so eun rasanya sudah pegal karena terlalu lama menunggu pintu itu terbuka.

“kenapa lama sekali, aku sudah lama berdiri disini joo won” omel so eun yang mengira joo won lah yang membukakan pintu untuknya.

“joo won, sedang tidak ada” ucap kim bum lemah

Astaga, malunya so eun saat ini. Kenapa dia begitu bodoh dan tidak memperhatikan terlebih dahulu siapa yang membuka pintu itu.

“maafkan aku” sesal so eun dan memperhatikan kim bum.

Kim bum menganggukan kepalanya, tanda dia tidak marah dengan apa yang dilakukan so eun barusan.

Kim bum merasakan kepalanya pusing lagi dan seperti berputar, rasanya tubuhnya tak kuat jika harus berdiri lama – lama. Saking lemasnya kim bum pun ambruk, so eun yang sedang berdiri didepan kim bum pun dengan sigap menahan tubuh kim bum dan memapah tubuh kim bum kemudian membaringkannya disofa.

“apa yang terjadi padamu? Apa kau sakit? Apa kau sudah minum obat? Dimana joo won, kenapa dia membiarkanmu sendirian dengan keadaan seperti ini. Apa perlu aku hubungi yeon hee, atau….

“berhenti bicara so eun, aku pusing mendengarnya?” Potong kim bum yang kesal mendengar ocehan so eun padanya.

“apa yang harus kulakukan untukmu, kenapa kau bisa sampai seperti ini?” Tanya so eun penuh kekhawatiran.

“bisa kau bawa aku kekamar, dan tolong ambilkan aku minum”pinta kim bum

So eun segera memapah kim bum dan membawanya kekamar. So eun membaringkan tubuh kim bum dan menyelimutinya kemudian berlari kedapur untuk mengambil minuman.

so eun masuk kedalam kamar kim bum, dan duduk disamping kim bum.
“ini minumlah” ucap so eun sambil menyodorkan minuman itu untuk kim bum, dan membantu kim bum bangun dari tidurnya.

Setelah selesai minum, kim bum pun kembali membaringkan tubuhnya, dan memejamkan matanya.

“apa perlu aku hubungi yeon hee, untuk merawatmu?” Tanya so eun ragu – ragu.

Kim bum tak menyahuti pertanyaan so eun, kim bum membuka matanya dan memandangi so eun yang saat ini sedang duduk disampingnya. Kim bum mencoba duduk walaupun harus bersusah payah.

“kau mau apa biar aku ambilkan? Apa kau sudah makan? Kau harus makan biar bisa minum obat dan cepat sembuh. Kalau kau tidak minum obat bagaimana kau bisa sembuh. Astaga badanmu panas sekali, apa yang harus kulakukan? Aku tak pernah merawat orang sakit sebelumnya” oceh so eun dengan paniknya.

“kenapa kau ini cerewet sekali sich” ucap kim bum sambil tersenyum melihat tingkah so eun saat ini.

“tunggu dulu, biar aku ambilkan sesuatu” ucap so eun sambil beranjak dari tempat duduknya. Namun dengan sigap kim bum memeluk pinggang so eun sehingga membuat so eun terkejut dengan sikap kim bum yang tiba – tiba itu.

“disini saja, jangan kemana – mana. Aku hanya butuh dirimu saat ini”ucap kim bum

Kim bum mengeratkan pelukannya, rasanya benar – benar nyaman. Memang inilah yang bisa menyembuhkan penyakit kim bum. kedatangan so eun dan perhatian dari gadis inilah yang paling penting untuk kim bum saat ini.

So eun membiarkan kim bum memeluk dirinya, rasanya so eun ingin menangis saat ini. Kenapa kim bum bisa selemah ini, apa ini gara – gara so eun. pikir so eun

“jangan pergi dari sisiku, kumohon tetaplah menyukaiku. Aku tidak bisa jika melihatmu bersama joo won ataupun pria lain”mohon kim bum.

So eun terdiam, dia melepaskan pelukan kim bum dan kembali duduk disamping kim bum. so eun memandang kim bum dan menghela nafasnya panjang. So eun bingung harus berkata apa saat ini.

“aku tidak ingin menyakiti perasaan siapapun, aku tidak ingin menjadi orang yang egois jika aku terus menyukaimu” ucap so eun sambil meneteskan air matanya.

Hanya menangis yang bisa dilakukan so eun sekarang, kebimbangan hatinya benar – benar membuatnya tak kuasa menahan tangis. Apalagi melihat orang yang disukainya terbaring sakit gara – gara dirinya.

“jangan menangis so eun. kumohon jangan menangis” pinta kim bum yang tak tega melihat gadis yang disayanginya itu menangis.

Kim bum memegang bahu so eun, mendekatkan wajahnya kewajah so eun dan menyatukan bibirnya pada bibir gadis itu. Kim bum mencium so eun dengan lembut.

So eun benar – benar menikmati ciuman dari kim bum, ini adalah ciuman kedua yang dilakukan kim bum dan so eun. dan kali ini bukan hanya yeon hee yang merasa terhianati, tetapi mereka juga telah menghianati joo won.

So eun mendorong tubuh kim bum, sehingga membuat ciuman mereka terlepas. Kim bum heran dengan sikap so eun yang secara tiba – tiba mendorongnya. Ini salah, ini tidak benar. Jangan lagi.

“apa kau tak menyukaiku lagi so eun?”

Ting.. tong… bel apartement kim bum berbunyi, ketika so eun akan menjawab pertanyaan kim bum. so eun berjalan keluar kamar kim bum dan membukakan pintu untuk orang diluar, karena tak mungkin so eun membiarkan kim bum yang membuka pintu.

So eun membukakan pintu, dan heran melihat seorang wanita tengah berdiri dihadapannya sekarang.

“maaf kakak ini siapa? Dan ingin bertemu siapa? Tanya so eun sopan pada wanita yang dirasa so eun, usianya lebih tua dari dirinya.

“ah, aku kim byul. Aku kesini ingin bertemu dengan adikku. Setauku ini adalah apartement adikku, kim bum” jawab kim byul yang juga heran ketika melihat ada seorang gadis diapartement kim bum, dan yang membuat kim byul heran gadis itu bukanlah yeon hee kekasih dari kim bum, siapa gadis ini.

“oh, anda ingin bertemu dengan kim bum. iya ini apartement kim bum, maaf silahkan masuk dulu kakak” ucap so eun sambil mempersilahkan wanita yang bernama kim byul itu.

Kim byul masuk kedalam apartement di ikuti dengan so eun dibelakangnya.

“maaf perkenalkan namaku kim so eun, aku temannya joo won dan juga kim bum semasa SMA. Hari ini aku kebetulan kesini dan….

So eun menggantungkan kalimatnya ketika kim byul tengah memperhatikan dirinya dan tangannya mengeluarkan kalung yang tersembunyi dibalik baju so eun. kim byul memperhatikan so eun dengan tatapan heran. Begitu pula dengan so eun yang juga merasa heran ketika kim byul seperti mengenali kalung itu.

“so eun, dimana kim bum sekarang?” Tanya kim byul pada so eun, dan kim byul pun tersenyum ketika melihat ekspresi so eun seperti orang yang ketakutan.

Bagaimana so eun tidak takut, kalau kim byul seperti mengenali kalung yang saat ini dipakainya. Siapa kim byul, kenapa dia langsung melihat kalung yang dipakai so eun saat ini, padahal so eun sudah menyembunyikan kalung itu dibalik baju yang dipakainya.

“kim.. kim bum ada dikamar” jawab so eun gugup.

Kim byul langsung menuju kamar kim bum, dan melihat adiknya tengah terbaring ditempat tidur.

“apa kau sudah baikan?” Tanya kim byul ketika sudah berada didekat kim bum dan melihat kalau, sepertinya penyakit kim bum tidak separah yang dibayangkannya.

“ah, kau sudah datang, Kenapa cepat sekali?”

“kau yang menyuruhku untuk datang cepat – cepat, kenapa sekarang kau seperti tidak senang aku datang cepat” ketus kim byul pada kim bum.

“kenapa datang – datang memarahiku, aku ini sedang sakit”

“kau tidak seperti orang yang sakit sekarang”

Kim bum hanya terkekeh melihat kim byul yang sedang marah – marah padanya. Kim byul pun juga tersenyum lega ketika melihat keadaan kim bum baik – baik saja.

Lain halnya dengan so eun yang masih tidak tau apa hubungan kim bum dengan gadis yang bernama kim byul ini, so eun benar – benar heran melihat keakraban kim bum dengan kim byul. Apa kim bum selalu seakarb ini dengan semua wanita.

“kim bum, apa temanmu itu yang sudah merawatmu ketika aku belum datang” tanya kim byul pada kim bum

Kim bum pun langsung teringat kalau so eun sekarang ada disini dan tengah berdiri dipintu kamarnya.

“so eun kemarilah” pinta kim bum pada gadis yang sesaat dilupakannya itu. So eun berjalan mendekati kim bum dan kim byul.

“so eun kenalkan ini kim byul, kakakku” ucap kim bum memperkenalkan sang kakak.

So eun memandang kearah kim bum dan kim byul bergantian. Astaga, jadi kim byul ini kakak kim bum. pantas saja kim bum begitu akrab dengan wanita yang bernama kim byul ini.

“pasti temanmu ini benar – benar baik, sehingga dia mau merawat pria jelek sepertimu kim bum” goda kim bum pada adiknya

“berhenti menggodaku” kesal kim bum

“oh iya, kenapa aku tidak melihat joo won. Dimana anak itu?” Tanya kim byul

“dia pergi kerumah kakaknya, kurasa nanti malam dia baru pulang” jelas kim bum

“so eun, apa kau sudah memiliki kekasih?” Tanya kim byul pada so eun, tiba – tiba.

Dan pertanyaan itu sontak membuat kim bum dan so eun membelalakan mata. Kenapa kim byul tiba – tiba bertanya seperti itu. Dan apa yang seharusnya dijawab oleh so eun sekarang.

“dia kekasih joo won” jawab kim bum sambil melihat kearah so eun. mencoba melihat reaksi so eun.

Kim byul diam, mencoba memahami sesuatu. Kurasa ini yang menyebabkan kim bum sakit sekarang. Ada konflik hati diantara kim bum dan so eun, dan pasti melibatkan joo won dan yeon hee yang setau kim byul merupakan kekasih dari sang adik.

“kurasa aku harus pulang sekarang, kim bum cepatlah sembuh. Kakak aku pamit dulu, maaf tidak bisa ngobrol lama denganmu. Permisi” ucap so eun dan cepat – cepat pergi meninggalkan kim bum dan kim byul.

“so eun tunggu” cegah kim byul
So eun menghentikan langkahnya dan melihat kearah kim byul. Kim byul berjalan mendekati so eun dan mendudukan so eun disamping tempat tidur kim bum.

So eun benar – benar tidak nyaman dengan situasi yang seperti ini. Apalagi sikap kim bum yang tiba – tiba dingin seperti ini, apalagi kim bum mengenalkan so eun sebagai pacar joo won pada kakaknya.

“tolong kau jaga kim bum dulu, aku ingin kedapur membuat makanan untuk dia” ucap kim byul sambil meninggalkan so eun dan kim bum.

Kim byul sengaja melakukan ini, agar kim byul tau ada hubungan apa so eun dengan adiknya itu. Kim byul tidak mengerti, kenapa kalung pemberian ayahnya bisa ada di so eun dan bukannya yeon hee. bukankah kekasih kim bum itu yeon hee. setau kim byul, yeon hee dan kim bum belum putus bahkan beberapa minggu yang lalu kim bum mengajak yeon hee kerumahnya. Pikir kim byul.

“kenapa kau ingin pulang? Apa kau sadar kalau sekarang tidak ada joo won makanya kau berniat meninggalkanku” ucap kim bum tiba – tiba dengan nada dingin.

“aku kesini memang ingin bertemu dengan joo won” jawab so eun kesal mendengar nada suara kim bum yang dingin seperti tadi.

“jadi setelah kau tak bertemu dengannya kau ingin pergi meninggalkanku, dengan kondisi seperti ini. Apa kau tidak tau, aku seperti ini itu gara – gara dirimu” ucap kim bum dengan nada suara yang keras.

“apa maksudmu, kenapa kau menyalahkanku. Aku bahkan tidak tau jika kau sakit kenapa kau bisa menyalahkanku”

“kenapa kau lebih memilih joo won dari pada aku, padahal aku sudah memintamu menjadi kekasihku jauh sebelum joo won bertemu denganmu” bentak kim bum.

So eun tersentak dengan ucapan – ucapan kim bum, kim bum salah jika mengira so eun memilih joo won. Hati so eun hanya untuk kim bum, tapi so eun tidak mungkin menjadi kekasih kim bum. bukankah kim bum tau kalau so eun dan joo won sudah dijodohkan, dan apa kim bum lupa kalau status kim bum saat ini masih kekasih yeon hee.

“kenapa kau diam, apa kau merasa bersalah padaku sekarang so eun? kenapa kau bilang menyukaiku kalau pada akhirnya kau harus bersama dengan joo won dan meninggalkanku, kenapa kau setega ini padaku”

“berhenti menyalahkanku kim bum. haruskah aku menjadi kekasihmu sementara dirimu masih menjadi kekasih yeon hee. bagaimana perasaanmu ketika seseorang meninggalkanmu disuatu tempat tanpa memberitaumu? Dan bagaimana perasaanmu ketika melihat orang yang kau sukai bermesraan dengan kekasihnya didepan matamu? Aku sakit saat aku mengalaminya, bahkan aku lebih sakit darimu” jawab so eun sambil menangis.

Kim bum tak bisa membayangkan sejauh itu, ternyata so eun benar – benar tersakiti atas perlakuan dirinya. Kim bum menyesal telah mengatakan hal – hal yang membuat so eun semakin terluka.

“aku sudah bilang padamu kalau hidupku baik – baik saja sebelum kau datang, bahkan jauh lebih baik. Aku juga sudah menyuruhmu untuk menjauhiku, tapi kau tak pernah mendengarnya” ucap so eun sambil beranjak dari tempat duduknya. Hatinya hancur sekarang, kenapa kim bum bisa mengucapkan kata – kata seperti itu, apa kim bum merasa kalau so eun lah penyebat konflik ini terjadi. So eun melangkahkan kakinya keluar, tapi dia berbalik dan melihat kim bum.

“setidaknya joo won tidak mempunyai kekasih ketika dia mengungkapkan perasaannya padaku. Maaf jika menurutmu akulah yang menyebabkanmu terluka seperti ini”

So eun pun melangkahkan kakinya meninggalkan kim bum dan berlari keluar apartement sambil menangis tersedu. So eun benar – benar tak bisa menahan tangisnya sekarang.

“so eun kau mau kemana?” Panggil kim byul ketika melihat so eun pergi dari kamar adiknya dengan menangis.

Kim byul memasuki kamar adiknya, dan melihat kim bum juga tengah menangis ditempat tidurnya. Kim byul memeluk kim bum dan mencoba menenangkan adiknya yang sedang sedih.

“ceritakan padaku, apa yang terjadi sebenarnya” pinta kim byul.

“aku menyukainya, dan aku mulai mencintainya” jawab kim bum masih menangis didalam pelukan kim byul

“kenapa kau menyukainya, bukankah kau sudah pacaran dengan yeon hee selama dua tahun lebih. Atau kamu sudah memutuskan yeon hee?”

Kim bum melepaskan dirinya dari pelukan sang kakak, dan menceritakan semuanya tentang so eun. gadis yang saat ini benar – benar dicintainya.

“aku merasa nyaman berada didedakatnya, dia berbeda dengan yeon hee. sebenarnya aku sudah menyukainya sejak aku dan dia masih duduk dibangku SMP kak” cerita kim bum.

“lalu kenapa kamu tidak mengatakan padanya? Dan kenapa kamu malah pacaran dengan yeon hee, kim bum?”

Kim bum menghela nafasnya dan menyesali kebodohannya terdahulu. Harusnya kim bum memang mengatakan perasaannya pada so eun sejak dulu.

“aku dan dia tidak terlalu dekat, bahkan kami sangat jauh. Dia sangat pendiam dan tertutup, aku takut jika aku mendekatinya dia akan menjauh. Apalagi kakak tau bagaimana sifatku kan, waktu SMA aku lebih menyukai gadis – gadis cantik dan populer. Sedangkan dia lugu dan polos”

“lalu apa maksud perkataanmu tadi, kenapa kamu bilang kalau dia pacar joo won?”

“joo won juga menyukai so eun, dan ternyata orang tua joo won dan so eun sudah menjodohkan mereka” ucap kim bum berat

“astaga, kenapa semuanya bisa seperti ini kim bum. kalau seperti ini kamu sudah menyakiti hati beberapa orang. Apalagi yeon hee, kamu sudah menyakiti hatinya”

“tapi aku mencintai so eun, dan so eun juga mencintaiku”

“lalu bagaimana dengan yeon hee, kalau kamu memang mencintai so eun kau harus memutuskan hubunganmu dengannya. Kalau kamu masih menjadi kekasih yeon hee, so eun pun juga tidak akan mau menjadi kekasihmu”

Kim bum tak menyahuti perkataan kakaknya, seharusnya kim bum memang memutuskan yeon hee jika ingin menjadikan so eun kekasihnya. Tentu saja selama ini so eun tidak mau menjadi kekasihnya, karena so eun pasti memikirkan perasaan yeon hee. bodohnya kim bum ini, kenapa tidak dari awal kim bum memutuskan yeon hee. tapi yeon hee pasti akan sedih jika kim bum memutuskannya. Kim bum benar – benar bingung sekarang.

“kakak tidak bisa berbuat apa – apa kim bum, ini semua hanya kamu yang bisa memutuskan. Kakak hanya bisa mendukungmu saja”

Kim byul tau kalau kim bum pasti lebih memilih so eun dari pada yeon hee, buktinya kim bum memberikan kalung itu pada so eun dan bukannya yeon hee. padahal kim bum dan yeon hee sudah pacaran selama dua tahun. Pikir kim byul

“lalu apa yang harus kulakukan sekarang?” Tanya kim bum, pada kim byul berharap kim byul bisa memberinya solusi.

“bicaralah pada so eun, apakah dia ingin bersamamu atau dia lebih memilih perjodohannya dengan joo won. Kalau memang dia bersedia, putuskan yeon hee secara baik – baik. Kurasa itulah jalan satu – satunya yang terbaik, untuk joo won terserah bagaimana kamu memberi pengertian padanya, yang terpenting jangan sampai persahabatan kalian hancur” jelas kim byul, memang hanya inilah yang bisa dilakukan kim byul untuk adiknya.

Kim bum senang karena kakaknya sudah mendukung apapun yang akan dilakukannya. Dan kim bum rasa memang saran dari kakaknya lah yang harus dilakukannya, agar masalah ini bisa cepat selesai.

***

Ternyata ketika kim bum sedang menceritakan masalahnya pada kim byul ada seseorang yang telah mendengar pembicaraan mereka sedari tadi. Entahlah bagaimana dan sejak kapan orang itu ada diluar kamar kim bum dan mendengarkan pembicaraan mereka, tapi yang pasti orang itu benar – benar kecewa dan marah pada kim bum.

“kau sudah menghianatiku kim bum, bagaimana bisa kau melakukan ini padaku. Kita sudah pacaran selama dua tahun dan kau menghianatiku hanya gara – gara so eun” batin yeon hee sambil menahan amarahnya, dan pergi meninggalkan apartement kim bum dengan emosi yang masih terkontrol.

***

So eun terus berjalan, saat ini hatinya benar – benar sakit. Bagaimana bisa orang yang disukainya menuduh so eun seperti itu. Jangankan membuat kim bum sakit, masuk dalam hidup kim bum saja so eun tak berani. Jika bukan kim bum duluan yang memulainya, semua ini tidak akan mungkin terjadi.

Air mata so eun seakan – akan tak ingin berhenti mengalir dari kedua matanya.

“andai saja kamu tak datang lagi dalam hidupku, mungkin semua ini tidak akan seperti ini. Maafkan aku kim bum”batin so eun

Saat itu joo won baru pulang dari tempat kakaknya, dan melihat so eun tengah berjalan didekat apartementnya. Joo won pun melajukan motornya untuk mendekati so eun.

“so eun” panggil joo won ketika sudah berada didekat so eun. dan betapa kagetnya joo won ketika melihat so eun sedang menangis. Joo won pun turun dari motornya.

“apa yang terjadi, kenapa kau ada disini dan kenapa kau menangis so eun?” tanya joo won bingung.

Kejadian ini terulang lagi, joo won berada didepan so eun saat ini. Melihat so eun yang sedang menangis karena seseorang dan seseorang itu pasti kim bum.

Tangis so eun semakin kencang ketika melihat joo won didepannya. So eun memandang joo won dan melihat raut kebingungan diwajah kekasihnya itu.

“bolehkah aku memelukmu joo won?” Pinta so eun. dan dibalas anggukan oleh joo won

“maafkan aku, maafkan aku” ucap so eun berkali – kali

“kenapa kau minta maaf, kau tidak punya salah padaku so eun”

“aku sudah melakukan banyak kesalahan padamu joo won, aku sudah menghianatimu, padahal kamu sudah baik padaku” batin so eun

“jangan menangis sayang, aku tak kan membiarkan siapapun menyakitimu. Aku pasti melindungimu karena aku mencintaimu”

“maafkan aku, karena aku tak bisa mencintaimu juga joo won. Karena saat ini hatiku hanya untuk kim bum” batin so eun dengan tangis yang seakan – akan tak akan pernah berhenti.

Hati ini harus diyakinkan, agar tidak terlalu berharap untuk suatu hal yang tidak pasti. Kenapa harus menunggu jika yang saat ini di depan mata saja sudah ada. Apa lagi yang harus di tunggu, kebahagiaan itu bukan untuk ditunggu tapi diraih. Mantapkan saja hatimu, dan lihat mana yang lebih baik.

***

Semua ini harus kulakukan, aku tidak mau menyakitinya terlalu lama. Aku tidak mau menyakiti siapa pun lagi, sudah banyak orang yang terluka atas sikapku yang seperti ini. jadi hari ini aku harus mengambil keputusan, mengambil keputusan yang menurutku benar sebelum semuanya terlambat dan bertambah rumit. Pikir kim bum

Saat ini, kim bum sedang berada di cafe tempat dimana biasa dirinya dan yeon hee makan bersama. Jantung kim bum berpacu dengan cepat, dia sudah memantapkan hatinya. Dia harus mengambil keputusan untuk hubungannya dengan yeon hee.
Kim bum melihat yeon hee sudah datang, dan berjalan menghampirinya.
“tumben kau mengajakku makan disini, tanpa menjemputku. Ada apa?” tanya yeon hee ketika sudah duduk di hadapan kim bum. harusnya yeon hee tidak perlu bertanya, karena yeon hee pasti tau apa yang saat ini di pikiran kim bum.

“apa kau baik – baik saja. Bagaimana dengan kuliah dan kegiatanmu lainnya?” pertanyaan apa ini, pertanyaan apa yang diajukan kim bum ini. mau lari lagi.

“aku baik.” Jawaban yeon hee sangat singkat. Yeon hee ingin melihat apa yang akan di lakukan kim bum selanjutnya. Yeon hee yakin kalau saat ini kim bum akan mengatakan hal yang sangat besar, yang berhubungan dengan so eun pastinya. jika apa yang dikatakan kim bum akan membuat yeon hee sakit hati tentu saja yeon hee tidak bisa tinggal diam.

“maafkan aku…. aku sudah tidak bisa melanjutkan hubungan kita.” Akhirnya kalimat itu sukses meluncur dari mulut kim bum.

*** TBC ***

maaf jika ada penulisan kata – kata yang kurang pas. mohon pengertian para reader untuk meninggalkan komentar di setiap partnya ya, agar aku bisa cepat post next partnya.

Iklan
Komentar
  1. shazia egi r berkata:

    wah gmn y nnt prasaan bumsso

  2. shefty rhieya berkata:

    yeahhh akhirnya bumppa usah ambil keputusan jg walaupun gk tau jg udah terlambat atau masih ada kesempatan buat bumppa..

  3. Akhirnya kimbum ngomong gitu ke yonhee.. tp yonhee gak bakal nerima gotu aja pasti..
    Atu2 bum.. jaga sso selalu..
    Next..

  4. Wellyanti berkata:

    Waawww….kra2 ap yah yg akn d lkukan pcrx kimbum hbies dptusi,,,,

  5. onedheone berkata:

    pnsaran sm reaksi yeon hae…

  6. ainami berkata:

    omo.. trnyata bum udh suka ama sso sejak smp.. ckckk

    dasar cowo yg dipacarinnya malah yg cantik dan populer haha.. tp hati kecil ga bisa boong ya bum, tp jd kesian ma yoon hee..

  7. nafiez.elf11 berkata:

    Uwah pasti saki sekli hati soeun

  8. Chachicha berkata:

    Wuh semakin rumit..
    Kim bum putusin yeon hee..
    Apa yeon bsa mnerima kputusan kim bum.?

  9. seska18 berkata:

    Putuskan pilhan mu kimbum,,,jangan sakiti soeun terussss T_T

  10. Tasya kamilaaa berkata:

    yaampun rumit banget jalan ceritanya :/
    masa kimbum cuma nyalahin sso, padahal dia sendiri penyebab itu 😦
    next thor

  11. tiya berkata:

    makin seru aja konfliknya, km bum udh mutusin yeon hae tpi apa dia mau? sdngkan so eun kyaknya mau ngalah utk mencntai kim bum? rumit

  12. RANI berkata:

    akhirnya kim bum dan so eun mengetahui perasaannya masing-masing dan kim bum juga udah mutusin yoon he.
    Terus apakah kim bum akan ngungkapin perasaannya ke so eun???

  13. iin.beomsso berkata:

    Yeeee akhir nya kim bum mau memutuskan yeon hee,, tapi kenapa tidak dari dulu sih… coba kalo dari dulu kim bum mutusin yeon hee, pasti semua nya tidak akan serumit ini…
    Lanjut baca part 7…

  14. Tetta Andira berkata:

    Omoo !! Trnyatta , smua jd makin sulit 😦

    konflik’x udh makin berasa ..
    Bum-ppa , ky’x ini gak bakal semudah ituh ..
    JooWon oppa jg , mana mau ngelepasin Sso-eonn ?
    Haaahh ,, lanjut dehh ahh ke part-7 .. 🙂

  15. nenkfa berkata:

    Yess,,,akhir’y kimbum mutusin yeon hee,,, kkk 😛
    Tpi gmna ma joo woon??? Apa joo wOon akan mlepaskan bgtu ja???
    Huaa,,lanjuut 😀

  16. […] Will The Dream Come True Part 6 […]

  17. Kim Ra rA berkata:

    Huaaaa Itu Waktu Bum-ah nya Sakit momentnya sweet bannget
    dan ternyata kakak nya Bum-ah kayanya Setuju setuju aja tuh sama Sso.

    Keren keren,,,,,,,,,

  18. lily berkata:

    hmm makin seru aja nih….

  19. Niniet berkata:

    so eun membuat keputusan yang terburu buru , coba kalo dia tidak langsung mengtakan dia dan joo woo pacaran ga kan serumit ini toh tinggal kim bum yang harus mutui pacarnya… 😛

  20. yulie_bumsso berkata:

    Yaa snagg bggett akhrr Bum bsaa ju2rr..
    Hduhhh..eoonie daebakk..daebakk..daebakk..daebak..

  21. Amie loveYoonwon berkata:

    bener2 bikin gregetan ma ni ff

  22. Adila Zahra berkata:

    huuhuu.. kasian so eun eonni
    betul tuh oppa, oppa harus plh 1 di antara mereka
    atau gak pilih aku aja ^^ #plaak yg laen pd marah 😀
    XD
    tambah seru nih thor cerita.a

  23. airini berkata:

    huaaa bener2 gakuatt bacanya kalo sampe bumsso ganyatu udah rumit banget thoorrrr bisa banget ngoyak2 hati readernya sihhh :”””

  24. sityy berkata:

    konfliknya sepertinya akan sangat panjang.. Joo won gmna ya.,apa bs menerima kenyataannya, sebenernya aku lebih suka kalau so eun sm kimbum tp melihat sikap kimbum yg tidak bs tegas aku jd berpikir lebih baik so eun ma joo won aja, klw sj tidak terpaksa kimbum tidak akan memutuskan yeon hee, itu artinya suatu saat kimbum akan bimbang lg dan menyakiti so eun.

  25. tanti no kawai berkata:

    Huaaaa….. Akhirnya bumm-ah ϐïśª tegas dengan sikap ηγά̲̣̥…..
    Tp apakah semudah itu_memutuskan pacara ηγά̲̣̥????
    Lalu bagaemn dengan hubungan Sso dan joowon??

    Semakin seruuuu…. Lanjutttt baca next part… .͡▹​

  26. Anna berkata:

    Akhr-ny2 KB ga pengecut lg asyiikk,,tggl gmn skp yoo hee ma joo woon nie,,smg mrk bs nrima dgn lapang da2 dan smg bumsso blm trlmbt utk brstu

  27. pipip berkata:

    Waaa sedih bnget critnya
    Pnsran bnget sso wkirnya dgn syp
    Smoga bumsso brstu deh hehe

  28. lita rahayu berkata:

    ffnya kreeen.aq tunggu lnjutannya thor…

  29. Elryeleekim_kim berkata:

    Huaaaaaa…. Kasihan so eun eonni … Knp cinta’y kyk gtu.. And knp oppa bum g nyata’in j prsa’an’y dr dulu.. Jdi’y kn kyk gni…
    Trus p yg bkn dlkukn yeon hee slh tau klu bum oppa sk ma so eun eonni ?????. Next part

  30. Justgalon berkata:

    Heh kim bum liat akibatnya tuh…so eun di embat orang kan ekekeeek..ya kim bum na jeongmal jjajeunghandago…aiis jinja..ahahaha
    So eun, kim bum udah mutusin pcarnya itu..hahahah demi so eun ni yee ekekeekkeke

  31. Puji Zulfia berkata:

    wah ini ff dari awal udah konflik aja , sekarang malah tambh kompleks konfliknya
    cinta bujur sangkar . Jangan* pcrnya bum gak mau lagi di ptus .

  32. ria berkata:

    thor khusus part ni trmsk bgs cause gk brtele, kt2~y jg jelas ,pk y gmpng ngerti deh

    oh y yeon hee ky bkalan skit hati d tngal bumpa. oh y next part y gmana yah ? so eonni mau pilih siapa nie? next part y d tngu bgt y 😀

  33. sugarsoya berkata:

    Waw…huh!!
    Ya ampun author, makin kesini ceritanya makin seruu,
    Galau ama rumitnya hubungan bumsso-joowon-yoonhee, aku baru tau kalo kim bum sebenernya udah suka ama soeun dari dulu, coba dari dulu oppa nembak soeun, oppa sih liatnya cewek2 cantik doang,
    Tapi aku akan tetep dukung bumsso, hidup bumsso!! Hehehe
    Ditunggu next partnya ya…

  34. sugarsoya berkata:

    Waw…huh!!
    Ya ampun author, makin kesini ceritanya makin seruu,
    Galau ama rumitnya hubungan bumsso-joowon-yoonhee,
    Tapi aku akan tetep dukung bumsso, hidup bumsso!! Hehehe
    Ditunggu next partnya ya…

  35. tari berkata:

    OMG… yeah akhirnya bumppa udah mau putur nh sama yeon..
    “MERDEKA2”
    *yaelah lebay bnget sih nih orang*

  36. kikie rizky berkata:

    ahh,
    ayo Bumppa putus,putus………!!!!!!
    ah,coba dr dlu mutusinnya sblum ribet kaya gini,
    ah,next…………..

  37. keren banget kak keren aku ampe nangis loh hehe pdhal udh malem banget aku bacanyaa demi ff hehe =D
    ahh keren kak kasian Bumsso disinia mereka tersiksa karena mereka ga mau nyakitin 2 org lainnya ahhh kasian bumsso , kak buat bumsso bersatu yaaa keren keren lanjutkan ditunggu lnjutannya =)

  38. zusan_luvbumsso berkata:

    akhrx kt2 i2 trl0ntarkan jg dr bum lw dr awl bum lbh tgas pzt g akn mungkn nyakitin byk org kyk gni ka. . . Tp seru jg lw lht bum n sso slng cmburu ma pasngn masing2,lucu ja lht bumsso cmburu,,keren. . .keren. . .keren. . . Hwaiting

    • Lila Tyas berkata:

      iyaa cba ajaw kim bum lbih cepat ngomong putus ke yeon hee pasti semu’nya gk akan jdi rumit kan.. author’ny nich bkin cerita bertele-tele ahaw… hahaha

      mksih chingu udah mau coment.. stay ajaw yaa.. soal’nya hbis ini mo post ff baru.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s