Arsip untuk Mei, 2013

Secret Love (part 2)

Posted: 26 Mei 2013 in FF BUMSSO
Tag:

cats



Preview part 1

“dia suamiku.. kenapa aku harus lelah. Bukankah tadi sudah kubilang jika ki bum adalah suamiku jadi ini sudah menjadi kewajibanku. Nanti malam aku tidak pulang, karena aku akan menginap di rumah sakit. Jadi tidak perlu menungguku.” Ucap so eun sambil meninggalkan kim bum.

Kim bum hanya bisa melihat so eun yang mulai pergi menjauh. Apa benar jika so eun tidak lelah dengan ini semua. Apa so eun benar – benar kuat dengan semua cobaan ini. lalu bagaimana dengan so eun yang di cafe waktu itu. So eun yang tampak kesal dengan cobaan yang di berikan pada tuhan untuk seorang manusia yang ada di dalam novel yang di bawa kim bum.

Ini semua hanya kepura – puraan. Kim bum yakin jika sekarang kakak iparnya itu pasti sudah lelah dan teramat lelah. Mungkin juga kakak iparnya itu sudah putus asa dengan kondisi hyungnya yang tidak ada perkembangan.



Part 2

~~~

So eun sudah sampai di rumah sakit tempat ki bum dirawat, so eun segera melangkahkan kakinya menuju kamar suaminya. Langkahnya sedikit tergesa – gesa, dia tidak mau jika ki bum menunggunya. So eun tidak mau jika ki bum menuggu so eun terlalu lama, so eun takut jika ki bum akan kesepian.

“apa kau sudah lama menunggu?” tanya so eun pada suaminya yang kini masih terbaring lemah diatas tempat tidurnya.

So eun menghampiri tubuh ki bum yang saat ini terlelap dengan tenangnya. So eun membuka laci meja yang berada disamping tempat tidurnya. so eun mengambil buku yang ada didalam laci itu dan mengeluarkannya.

So eun berbaring di samping tempat tidur ki bum dengan penuh perhatian dia usap rambut ki bum yang nampak menutupi wajah tampan sang suami. So eun membuka buku yang tadi diambilnya, dia bacakan isi cerita yang ada di buku itu.

STORY IN THE BOOK

Seorang wanita dengan lincahnya berjalan dengan sedikit tergesa – gesa. Wanita itu nampak sangat senang, terlihat jelas di gurat wajahnya yang sedari tadi terus memamerkan senyumnya. Wanita itu sepertinya sedang ingin bertemu seseorang.

Saking senangnya wanita itu, hingga tidak menyadari jika sedari tadi suaminya tengah mengikutinya, suami dari wanita itu heran, sangat heran melihat tingkah istrinya. Apa yang akan dilakukan wanitanya, kenapa sepertinya istrinya sangat senang sekali. Mau kemana istrinya? Apa yang akan dilakukannya? Dan ingin bertemu siapa dia? Berbagai pertanyaan terlintas dipikiran pria itu manakala dirinya tengah mengikuti istrinya.

Pria itu kehilangan jejak sang istri ketika dia melewati perempatan jalan, sial dia kehilangan jejak istrinya. Kemana perginya sang istri.

Dan wanita tadi akhirnya sampai di tempat tujuannya, disebuah taman nampak seorang pria tengah melemparkan sebuah senyuman yang sangat manis padanya. pria itu melambaikan tangannya pada sang wanita. Dan akhirnya wanita itu pun menghampiri sang pria.

Langkah wanita itu terhenti ketika mendengar suara tawa yang sangat khas, dari arah belakang. Wanita itu heran kenapa dia seperti mendengar suara tawa suaminya dari belakang. Bukankah suaminya saat ini sedang berada di depannya dan satu lagi yang membuatnya heran. Saat ini yang dia lihat hanyalah senyum dari sang suami dan bukannya suara tawa, lalu siapa yang tertawa?

Wanita itu heran dan nampak bingung, akhirnya dia putar tubuhnya menghadap kebelakang dan betapa kagetnya dia melihat suaminya ada dibelakangnya, tertawa dengan begitu renyahnya.

Apa ini? ada apa ini? apa maksudnya dari semua ini? kenapa ada dua? Kenapa sama persis, lalu yang mana suaminya? Pikir wanita itu.

END OF STORY IN THE BOOK

So eun beranjak dari tempatnya berbaring di lemparkannya buku cerita atau lebih tepatnya novel yang dibacakannya untuk sang suami. So eun merasa apa yang dilakukannya selama ini percuma saja. ini tidak ada gunanya, semua yang dilakukan so eun saat ini tidak ada gunanya untuk ki bum, semua tetap tidak ada perubahan untuk sang suami.

“oppa… bangunlah. Aku lelah, benar – benar lelah dengan semua ini. oppa.”

“oppa… bangun, ayo bangun oppa.” Teriak so eun sambil mengguncang – ngguncangkan tubuh ki bum.

“oppa, apa kau tidak kasihan padaku. Apa kau akan terus seperti ini oppa? Oppa ayo bangun… bangun.” Teriak so eun lagi, dan kali ini air matanya pun kembali menetes. Ternyata benar bahwa so eun sudah tidak kuat lagi dengan semua ini. dia bahkan benar – benar sangat lelah dengan keadaan ki bum. akankah ki bum kembali seperti dulu lagi, dan menemani so eun kembali.

So eun kembali mengguncang – ngguncangkan tubuh ki bum dan sambil terus menangis. Mungkin dengan seperti ini ki bum akan sadar menurut so eun, tapi tentu saja tidak semudah itu. Hingga saking kerasnya dia mengguncang tubuh ki bum sampai tangannya mengenai gelas yang ada di meja kecll sebelah tempat tidur hingga gelas itu terjatuh kelantai.

Pranggg…

So eun nampak kaget dengan apa yang barusan dia lakukan, kenapa so eun seperti ini. kenapa so eun sampai hilang kendali. Bukankah apa yang dilakukannya barusan malah akan memperburuk keadaan suaminya.

So eun turun dari tempat tidur ki bum dan membereskan pecahan gelas yang saat ini berserakan dilantai. Sambil menghapus air matanya yang makin deras mengalir, so eun dengan teliti mebersihkan pecahan – pecahan gelas tersebut.

“oppa.. cepatlah bangun. Aku benar – benar merindukanmu. Jika nanti kau sudah bangun aku ingin kita pergi berkencan, nonton film berdua makan jajanan di pinggir jalan. Semuanya ingin kulakukan dan itu hanya denganmu oppa, jadi cepatlah bangun.” Gumam so eun dengan nada suara serak dan kembali meneteskan air matanya.



Hari ini so eun mendatangi tempat penerbit yang menerbitkan cerita yang dibuatnya. So eun mengambil honornya dan setelah itu so eun kembali menuju ke rumah sakit. Seperti biasa hari – hari so eun hanya dia lakukan di rumah sakit untuk menunggui ki bum jika memang tidak ada urusan yang menurutnya penting.

~~~

Seorang wanita cantik, dengan postur tubuh yang tinggi dan berkulit putih tengah berlenggang menyusuri koridor rumah sakit. Wanita itu menuju bagian recepsionist untuk menanyakan ruang rawat sesorang. Dan ketika wanita itu telah mengetahuinya, dengan langkah yang santai wanita itu menuju ruang yang dicarinya.

Nafasnya memburu, jantungnya berdetak lebih cepat, dia takut. Apakah harus seperti ini, mengunjungi seseorang tanpa ijin terlebih dahulu. kenapa wanita itu merasa bahwa apa yang dilakukannya ini salah.

Namun wanita itu memantapkan kembali hatinya, hanya sebentar. Dirinya hanya ingin melihat kondisi orang yang spesial dihatinya walaupun wanita itu tau bahwa ini salah.

Wanita itu memberanikan diri membuka ruangan tempat orang yang selama ini dikaguminya tengah dirawat. Dan akhirnya kakinya pun mencoba melangkah kedalam ruangan itu. Tidak ada siapapun diruangan itu yang ada hanyalah sorang pria yang tengah terbaring lemah diatas sebuah tempat tidur.

“bagaimana kabar anda pak kim?” tanya wanita itu ketika dia sudah berada di dekat pasien yang ada dirumah sakit tersebut.

Wanita itu membelai rambut pasien yang sudah bisa kita tau bahwa pasien itu adalah lelaki. Di belainya wajah pria yang saat ini terbaring di ranjang itu. Tubuhnya nampak kurus, wajahnya pun kini nampak pucat benar – benar berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya ketika wanita ini bertemu dengannya.

“selamat atas pernikahanmu pak kim, aku tidak menyangka jika akhirnya kau akan menikah dengan wanita itu. Kau tau betapa patah hatinya aku ketika kau menolakku dan lebih memilih wanita itu menjadi istrimu.” Kata – kata yang keluar dari mulut wanita itupun terhenti, ini salah apa yang dilakukannya ini sangat lah salah. Pikir wanita itu.

“maafkan aku… tapi sampai kapanpun mungkin aku akan tetap mencintaimu pak kim. Walaupun rasa cintamu itu hanya kau tujukan pada istrimu.” Ucap wanita itu lagi.

Wanita itu kembali memandang wajah pria yang dipanggilnya pak kim. Hati wanita itu benar – benar sakit melihat kenyataan yang ada dihadapannya sekarang. Dengan memberanikan dirnya akhirnya dia dekatkan wajahnya pada pria itu dan dikecupnya bibir itu dengan lembut.

~~~

So eun sudah sampai dirumah sakit, dengan langkah santai dia melangkahkan kakinya menuju kamar suaminya. So eun memegang gagang pintu ruang rawat suaminya dan dibukanya kamar sang suami.
Seketika mata so eun melebar ketika dirinya menyaksikan pemandangan yang ada didepan matanya saat ini. hatinya benar – benar sakit melihat adegan itu.

Seorang wanita tengah mencium bibir suaminya, apa – apaan ini siapa wanita itu berani sekali dia melakukan hal menjijikan itu dan kenapa harus so eun yang mengalami kenyataan pahit ini. baru saja so eun ingin melangkahkan kakinya untuk memasuki ruangan itu dan berniat menyeret wanita tadi untuk menjauhi suaminya, tapi dengan sengaja dia urungkan niatnya itu ketika menyadari ada sesuatu yang beda dari suaminya.

Kaki ki bum berkedut.. ya, kaki ki bum bergerak bersamaan dengan gerakan perlahan wanita tadi yang melepaskan tautan bibirnya dengan ki bum.

“apa benar yang aku lihat tadi. Mataku tidak salahkan. Ki bum merespon apa yang dilakukan gadis itu padanya.” batin so eun.
So eun bersembunyi dibaling dinding, ketika melihat wanita tadi telah keluar dari ruangan suaminya. Dan ketika wanita itu sudah pergi barulah so eun masuk keruangan suaminya.

So eun mendekati tubuh suaminya, so eun masih belum sepenuhnya yakin dengan apa yang dilihatnya tadi. Ki bum menggerakkan kakinya ketika wanita tadi mencium ki bum. apa so eun harus melakukan hal yang sama.
So eun nampak berfikir, hingga akhirnya dia mencoba untuk mencium ki bum.

Dengan lembut so eun mencium bibir ki bum, sambil memastikan apakah kaki ki bum akan bergerak kembali. Tapi harapan so eun nampaknya sia – sia jangankan menggerakkan kakinya merespon saja tidak.

“yaa.. kenapa tidak bergerak. Kenapa.” Ucap so eun, kesal.

Kali ini so eun mencoba naik ketempat tidur, dibukanya kemeja yang dikenakan oleh ki bum, diciuminya dada bidang ki bum. tapi tetap saja hasilnya nihil. Berkali – kali so eun mencoba untuk menempelkan tangan ki bum kebagian dadanya, tapi hasilnya sama saja. tidak ada hasilnya, ki bum sama sekali tidak bergerak.

Hingga akhirnya so eun pun lelah, dan menyerah kemudian meletakkan kepalanya diatas dada bidang milik ki bum sambil kembali menangis.

“apa tadi hanya halusinasiku saja, apa ini semua karena aku yang benar – benar ingin melihatmu bergerak dan bangun oppa?” gumam so eun sambil menangis dan masih tetap meletakkan kepalanya pada dada ki bum dan berbaring disamping suaminya itu.

Saking lelahnya so eun pun tertidur di samping tubuh suaminya. Dan sedari tadi ternyata ada sepasang mata yang tengah memperhatikan apa yang so eun lakukan.

Kim bum. pria itu melihatnya, hatinya benar – benar sakit ketika melihat kakak iparnya seperti itu. Kim bum merasa bahwa so eun benar – benar rapuh sekarang. kim bum yakin kalau kakak iparnya membutuhkan sosok orang yang bisa menghibur hatinya.

“aku berjanji akan membuatmu tersenyum kembali. Aku janji akan membuatmu seperti dulu lagi.” gumam kim bum sambil menutup pintu ruang rawat kakaknya, dan melangkahkan kakinya meninggalkan rumah sakit.



Hari ini tidak seperti biasanya so eun hanya berdiam diri dirumah, biasanya so eun tidak sekalipun absen datang kerumah sakit untuk menemani ki bum. tapi berbeda dengan hari ini, so eun lebih suka menghabiskan waktunya untuk berdiam diri dirumah.

So eun kembali memutar DVD pernikahanya dengan ki bum, dia memutar cepat kaset itu dan menekan tombol play di remotenya ketika sebuah adegan yang dia cari telah terputar.
Dia perhatikan adegan itu dengan seksama.

“tuan kim selamat atas pernikanmu. Aku tidak menyangka akhirnya kau telah menikah, selama ini aku sangat mengagumimu tapi sayang perasaanku hanyalah perasaan sepihak saja. aku turut mendoakan kebahagianmu tuan kim, semoga dia bisa memberikanmu kebahagiaan.” Tutur seorang wanita yang ada didalam DVD yang saat ini sedang diputar oleh so eun.

So eun mematikan DVD playernya, sekarang dia tau jika wanita yang tempo hari datang kerumah sakit dan dengan beraninya mencium bibir suaminya itu ternyata mempunyai perasaan pada suaminya.

So eun benar – benar kesal, sedih dan marah. Tapi apa yang bisa dilakukannya. Sepertinya keadaan yang dirasakan oleh wanita tadi seolah – olah menggambarkan bahwa so eun telah mengambil ki bum darinya.

~~~

Kim bum baru saja pergi belanja, dia melihat keadaan rumah yang nampak sepi. Sepertinya kakak iparnya sudah berangkat kerumah sakit kembali. Pikir kim bum

Tapi kenapa rasanya ada yang aneh, kenapa seperti ada perasaan lain yang menyuruh kim bum untuk memastikan keberadaan sang kakak ipar.

“so eun-si…so eun-si, apa kau masih dirumah?” teriak kim bum. namun tidak ada sahutan dari dalam rumah.

Kim bum berjalan perlahan menuju kamar so eun, dan dengan pelan dia coba membuka pintu kamar so eun.

“so eun-si…. so eun-si.” Panggil kim bum lagi, tapi masih sama seperti sebelumnya tidak ada sahutan dari orang yng dipanggil kim bum.

Kim bum masuk kedalam kamar so eun, diperhatikannya kamar sang kakak nampak sunyi dan seperti tidak berpenghuni. Dan samar – samar kim bum mendengar suara gemericik air yang berasal dari kamar mandi yang ada di kamar itu.

“apa dia sedang mandi.” Batin kim bum.
Mungkin saja kakak iparnya itu memang sedang mandi, makanya dari tadi dia tidak menjawab panggilan dari kim bum. kim bum berniat melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu. Tapi ada yang aneh, sepertinya kim bum harus memastikan bahwa kakak iparnya itu sedang dalam keadaan baik.

Kim bum melangkahkan kakinya menuju pintu kamar mandi, dengan ragu – ragu kim bum putar kenop pintu kamar mandi tersebut.

“kenapa tidak dikunci.. aneh.” Gumam kim bum, sambil sedikit mengintip keadaan di dalam kamar mandi tersebut.

Dan kim bum lebih terkejut lagi ketika mengetahui apa yang telah dilakukan kakak iparnya saat ini. so eun bukannya mandi, melainkan so eun sengaja mendudukkan dirinya dibawah guyuran air kran yang berada didalam kamar mandinya dengan menggunakan pakaian yang masih lengkap. Apa yang dilakukan wanita ini. pikir kim bum

“so eun-si…so eun-si.” Panggil kim bum, sambil menepuk – nepuk pipi so eun. namun yang dipanggil tak sekalipun menyahut.

Kim bum panik, benar – benar panik. Dia takut jika terjadi sesuatu dengan so eun. kim bum mematikan kran air yang mengguyur tubuh so eun, dan segera kim bum angkat tubuh so eun yang basah kuyup kemudian dia baringkan tubuh lemah wanita itu diatas tempat tidurnya.

“yaa.. apa yang kau lakukan? Kenapa menyakiti dirimu sendiri.” Tanya kim bum pada so eun, yang sudah tentu tidak akan dijawab oleh so eun. mengingat wanita itu tengah pingsan saat ini.

Kim bum berniat membuka kancing baju so eun, untuk mengganti pakaian so eun yang basah. Tapi diurungkan kembali niatnya. Ketika hati kecilnya menyadari bahwa apa yang akan dia lakukan itu salah. Bagaimana jika nanti tiba – tiba saja so eun bangun, pasti dia akan berpikiran buruk tentangnya.

“apa yang kau lakukan kim bum.. siapa kau hingga berani menyentuhnya, ingat dia itu kakak iparmu.” Batin kim bum.

Kim bum pun mengambil air hangat di dapur, kemudian dia kembali lagi kekamar so eun dan meletakkan sebuah ember yang berisikan air hangat dan handuk kecil. Dimasukkannya handuk kecil tadi kedalam ember yang berisi air, kemudian di perasnya anduk tersebut dan ditempelkannya ke dahi so eun.

“jangan , menyakiti dirimu sendiri seperti ini. aku benar – benar tidak tega melihatmu seperti ini.” gumam kim bum sambil terus membelai pipi so eun dengan tangannya.

Kim bum yang sedari tadi berada di samping tempat tidur so eun, seperti menyadari sesuatu ketika melihat sebuah kaset DVD yang terletak dimeja samping tempat so eun tidur. Selama ini bukannya kim bum belum tau bagaimana dulu upacara pernikahan sang kakak. Diambilnya kaset yang ada diatas meja tadi, dilihatnya cover kaset itu bergambarkan ki bum dan so eun.

Kim bum mencoba menyalakan DVD player yang berada di kamar so eun, kemudian dia masukkan kaset tadi kedalamnya hingga muncul semua adegan – adegan upacara pernikahan sang kakak dan so eun.

“kenapa bisa seperti itu.” Bingung kim bum ketika dia melihat sebuah adegan yang ada didalam kaset yang diputarnya tadi.

“kenapa bisa tidak masuk. Apa mereka tidak mencobanya sebelumnya.” Heran kim bum melihat cincin pernikahannya yang sang kakak yang tidak muat dijari ki bum.

Kim bum mematikan DVD player tersebut dan mencari dimana so eun menyimapan cincin pernikahannya. Karena yang kim bum tau so eun tidak memakainya saat ini begitu pula ki bum. walaupun terkesan lancang tapi kim bum memberanikan dirinya mencari dimana so eun menyimpan cincin tersebut.

Kim bum membuka lemari pakaian so eun dan melihat laci kecil yang ada di dalam lemari pakaian tersebut. Dibukanya laci itu dan terdapat kotak kecil didalam laci dan kim bum pun sudah bisa menebak jika cincin itu pasti berada didalamnya.

Kim bum mengambil kotak kecil tersebut dan membukanya dan ternyata benar saja bahwa didalamnya memang ada sepasang cincin yang kim bum yakini sebagia cincin pernikahan sang kakak.
Kim bum mendudukkan tubuhnya di kursi yang tidak jauh dari tempat tidur so eun. diambilnya cincin milik ki bum yang ada di kotak kecil tadi dan kim bum pun mencoba memakainya.

“apa maksudnya ini?” tanya kim bum dalam hati.

Bagaimana kim bum tidak heran jika sekali coba saja cincin itu langsung lolos masuk kedalam jarinya dengan begitu mudahnya. Jika di jari kim bum saja muat kenapa dijari ki bum tidak muat bukankah bentuk tubuh mereka sama.

~~~

So eun sedikit membuka matanya, dia merasakan kepalanya yang sedikit berat. Dilihatnya cahaya lampu yang tampak samar – samar menerangi ruangannya. Dia juga bisa melihat bahwa saat ini kim bum sedang duduk di kursi yang tak jauh dari tempatnya berbaring. Apa yang dilakukan pria itu? Pikir so eun.

Ingatan so eun berputar – putar, sebuah bayangan masa lalu kembali muncul di ingatanya. So eun kembali teringat akan kejadian dimana saat itu dirinya tengah pingsan di sebuah jembatan. Karena takut akan ketinggian. Bayangan dirinya yang berada di punggung seorang pria. Ki bum.

So eun melihat kearah kim bum sesaat kemudian memejamkan matanya kembali, so eun tidak mengetahui apa yang saat ini dilakukan kim bum dikamarnya tapi so eun yakin bahwa yang telah memindahkan tubuh so eun ke tempat tidur tadi adalah kim bum. siapa lagi kalau bukan adik iparnya itu, mengingat di rumah ini tidak ada siapa pun kecuali kim bum dan so eun.

“ki bum oppa.” Gumam so eun, ketika melihat bayangan kim bum yang saat ini tengah duduk jauh darinya.

Kim bum mendengar gumaman so eun barusan hingga kim bum pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri tubuh so eun yang saat ini tengah berbaring.

“tidurlah.” Ucap kim bum sambil menyelimuti tubuh so eun dan mengusap pelan kepala so eun. dan hanya bisa dibalas senyuman oleh so eun.

Hingga akhirnya mata so eun terlelap, kim bum pun beranjak pergi meninggalkan kamar so eun dan terlebih dahulu menyimpan cincin pernikahan sang kakak.

~~~

Saat ini kim bum tengah berbaring di atas tempat tidur di dalam kamarnya. Hatinya gelisah, sudah hampir larut malam dan matanya masih saja enggan untuk terpejam. Kim bum masih bingung dengan perasaannya. Kenapa perasaan ini masih saja ada setelah sekian lama berlalu, sudah hampir lima tahun tapi kenapa perasaan ini masih saja ada. Apa tidak ada cara lain untuk menghilangkannya. Pikir kim bum.

“apa yang harus aku lakukan tuhan. Kenapa kau menyiksanya dengan cara seperti ini, dan kenapa kau masih saja membiarkan perasaan ini menghantuiku.” Gumam kim bum.

~~~TBC~~~

NB: ini ff memang terinspirasi dari sebuah movie korea yang judulnya pun juga sama dengan judul dari ff ini. disini terserah para reader ingin menggambar wajah ki bum itu sebagai kim bum atau tidak, tapi intinya disini wajah kim bum dan ki bum itu kemabar identik yaa. dan untuk cerita ini akan ada perubahan dari cerita aslinya. dan kemungkinan untuk part selanjutnya akan aku pasword karena ada unsur NC’nya. untuk komentnya sangat di tunggu. terimakasih. 🙂

Iklan

Will The Dream Come True (Part 9)

Will The Dream Come True (Part 9)

Cast: Kim Sang Bum, Kim So Eun, Moon Joo Won, Lee Yeon Hee
Genre: Romantic, Sad, Drama
Type: Sequel

~
~
~

Aku benar – benar tidak tau apakah aku bisa mendapatkannya atau tidak, tapi aku benar – benar berharap aku bisa memiliki dia sepenuhnya dan sampai akhir hayatku. Aku yakin, aku belum terlambat untuk memilikinya, aku yakin dia memang ditakdirkan untukku. (KIM BUM)

Dengan langkah gontai kim bum berjalan menuju apartementnya, dia benar – benar tidak menyangka jika so eun lebih memilih joo won daripada dirinya. Kenapa so eun harus membohongi dirinya sendiri, kenapa so eun tidak mau mempartahankan cintanya pada kim bum dan malah menyetujui perjodohan konyol yang dilakukan oleh orang tua so eun dan orang tua joo won.

Rasanya malam ini kim bum akan sulit untuk memejamkan matanya, jika dia mengingat bagaiamana tadi so eun mengatakan padanya agar kim bum melupakan gadis itu. Mana mungkin kim bum bisa dengan mudahnya melupakan so eun, menngingat bagaimana upaya kim bum mendapatkan so eun selama ini.

“bisa kita bicara sebentar.” Ucap seseorang, yang tengah bersandar di depan pintu apartement kim bum.

Kim bum melihat kearah suara itu, kim bum hafal betul suara siapa yang tengah berbicara padanya saat ini. kim bum sedikit kaget melihat orang itu, ternyata sahabatnya ini masih mau datang menemuinya, setelah kejadian itu. Kim bum kira joo won sudah tidak akan pernah mau lagi menemui kim bum.

“apa dari tadi kau menungguku? Kenapa berdiam diri diluar, kenapa tidak menungguku di dalam.” Jawab kim bum sambil melemparkan senyumanya pada sang sahabat.

Kim bum berjalan mendekati joo won, kim bum yakin bahwa saat ini pasti joo won akan berbicara hal yang penting dengan kim bum, melihat joo won sudah menurunkan egonya untuk menemui kim bum.

“ini bukan apartementku, mana bisa aku masuk dengan mudahnya seperti yang kau ucapkan. Tentu saja aku tidak mau jika orang – orang menganggapku sebagai “pencuri”.” Tutur joo won sambil menekankanpada kata pencuri, dan sambil menatap tajam pada kim bum.

Kim bum menundukkan kepalanya, dia tidak sanggup melihat mata joo won ataupun menjawab apa yang barusan diucapkan oleh joo won.

“aku kesini untuk memberi taumu bahwa pernikahanku dengan so eun akan dipercepat. Aku kesini hanya untuk memperingatkanmu saja,bahwa mulai detik ini aku melarangmu menemui calon istriku, sampai dengan upacara pernikahanku nanti dilaksanakan.” Joo won berjalan beranjak dari tempatnya berdiri dan menghampiri kim bum yang masih diam mematung di tempatnya.

“aku harap kau bisa mengerti.. aku tidak ingin kau mengambil apa yang telah menjadi milikku. Apalagi jika kau mencurinya dariku, aku ingin kau bersikap seperti layaknya pria dewasa.” Tutur joo won sambil menepuk pundak kim bum dan pergi meninggalkan kim bum.

Seketika tubuh kim bum menjadi lemas setelah kepergian joo won, kenapa semuanya harus berakhir seperti ini. apa sudah tidak ada bantuankah untuk kim bum agar bisa mempertahankan cintanya. Apakah tidak ada cara yang bisa membantunya untuk menmbawa so eun padanya.

“ini belum berakhir… aku akan berusaha sebisaku, aku yakin so eun itu takidrku.” Gumam kim bum meyakinkan dirinya.

~
~
~

Jika disuruh memilih, mungkin lebih baik aku tidak bertemu lagi denganmu jika pada akhirnya aku akan mencintaimu dan tidak bisa memilikimu. Tapi aku yakin jika ini semua sudah takdir, aku yakin akan ada hal yang indah untuk kita berdua. (so eun)

Saat ini so eun tengah berbaring di tempat tidurnya, rasanya matanya benar – benar enggan untuk dipejamkan padahal sang raga benar –benar lelah, dan ingin sekali terlelap. Tapi hatinya masih betah memikirkan kenangan – kenanganya bersama dengan kim bum.

“maafkan aku kim bum… maafkan aku.” Gumam so eun.

Saat ini so eun benar – benar membuat otaknya berfikir keras, apakah pilihannya ini sudah benar. Apakah dia benar – benar sudah bisa untuk melepaskan kim bum dan memilih untuk memenuhi permintaan kedua orang tuanya.

“apa yang aku ucapkan benar – benar berbeda dengan apa yang ada didalam hati dan pikiranku. Aku berharap tuhan masih memberikanku petunjuk untuk semua yang menimpaku beberapa bulan terakhir ini.” pinta so eun dalam hatinya, so eun berharap tuhan bisa menentukan jalan yang terbaik untuknya dan kim bum.

So eun melirik jam kecil yang ada di meja sebelah tempat tidurnya. jarum jam sudah menunjuk ke angka 11, itu berarti sudah waktunya so eun untuk tidur. Dan ketika so eun ingin memejamkan matanya, dering ponsel so eun pun menggagalkan niat so eun untuk memejamkan matanya.

“kau sudah tidur?” tanya suara diseberang sana ketika so eun mengangkat panggilan yang masuk kedalam ponselnya.

“aku baru saja ingin memejamkan mataku.” Jawab so eun lembut.

“kau pasti sedang memikirkan sesuatu, hingan malam sudah hampir larut dan kau masih akan memejamkan matamu.” Terka orang yang menghubungi so eun.

“apa ada sesuatu yang penting, hingga kau menghubungiku malam – malam begini?” tanya so eun.

“aku hanya ingin memastikan saja, bahwa calon istriku sedang baik – baik saja dan tidak sedang memikirkan pria lain kecuali aku.” Ucap suara diseberang sana, namun suaranya terdengar sendu.

So eun diam tidak menanggapi apa yang baru saja di ucapakan oleh joo won. Joo won benar, harusnya so eun tidak memikirkan kim bum sekarang, harusnya so eun sudah yakin bahwa joo won lah masa depannya.

Hening… tidak ada suara yang keluar dari mulut so eun ataupun dari joo won sang penelpon.

“kau masih disana so eun?”

“hemzz… aku masih disini joo won.”

“aku tidak bermaksud untuk memaksamu memikirkanku.hanya saja aku berharap kau memikirkanku, walaupun aku tau bahwa saat ini ada pria lain yang sudah memenuhi pikiranmu.” Joo won menghentikan kalimatnya. Dan ada hembusan nafas dari seberang sana yang bisa so eun dengarkan saat ini.

“aku ingin kita besok bertemu di cafe biasa. Aku ingin berbicara denganmu. Sebenarnya hanya itu saja yang ingin aku katakan. Baiklah lebih baik kau tidur, karena aku tidak mau jika kau jatuh sakit hanya karena kurang tidur. Selamat malam so eun.” sambung joo won dan langsung memutuskan sambungan teleponnya tanpa mendapat jawaban dari so eun.

“sekali lagi aku menyakitimu joo won. Tapi terimakasih sudah masuk dalam kehidupanku.” Gumam so eun dan mulai memejamkan matanya.

~
~
~

Pagi ini benar – benar sangat cerah, harusnya di pagi yang sangat cerah seperti ini bisa membuat semua perasaan orang – orang yang sedang dilanda keresahan bisa lebih sedikit bersemangat. Tapi tidak untuk dengan perasaan kim bum saat ini.

Dari semalam kim bum tak juga bisa memejamkan matanya, pikirannya masih dipenuhi dengan bayang – bayang pernikahan so eun dan joo won. Tinggal menghitung hari saja untuk menuju ke hari pernikahan mereka,dan kim bum masih tidak bisa berbuat apa – apa.

“kau benar – benar pecundang kim bum, bahkan untuk mempertahankan wanita yang kau cintai saja kau tidak bisa. Kau benar – benar menyedihkan.” Batin kim bum, menyalahkan dirinya sendiri.

Kim bum benar – benar tidak tau dengan apa yang harus dia lakukan, saat ini dia hanya bisa berdiam diri di dalam apartementnya tanpa melakukan suatu apapun. Apalagi yang harus dilakukannya saat ini. menemui so eun, bagaimana caranya? Joo won pasti akan membunuh kim bum jika mengetahui kim bum secara diam – diam menemui so eun.

“maaf tidak menjemputmu, ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan hingga membiarkanmu datang kesini sendirian.” Ucap joo won, ketika so eun sudah berada di tempat yang joo won janjikan.

“yaa, kau kira aku anak kecil yang harus selalu diantar kemanapun aku akan pergi.” Goda so eun, sambil duduk di berhadapan dengan joo won.

“kau benar – benar mempesona so eun, disaat seperti inipun kau masih bisa untuk tersenyum. Aku benar – benar kagum denganmu.” Batin joo won sambil menatap lekat wajah so eun.
So eun heran melihat, joo won terus memperhatikannya.

“apa ada yang aneh dengan wajahku? Kenapa melihatku seperti itu?” tanya so eun yang mulai bingung dengan joo won.

“aneh… iya, ini benar – benar aneh.” Jawab joo won sambil tersenyum dan menundukkan wajahnya.
So eun semakin heran dengan joo won, apa maksud dan tujuan joo won menyuruh so eun untuk bertemu di tempat ini. sebenarnya apa yang akan di bicarakan joo won dengan so eun.

“apa yang mau kau katakan padaku?” selidik so eun. so eun berusaha hati – hati untuk bertanya pada joo won agar joo won tidak merasa terbebani dengan pertanyaan so eun.

Joo won menghela nafas berkali – kali, rasanya benar – benar sangat berat untuk joo won menyampaikan ini namun joo won harus bisa mengatakannya. Dia juga tidak mau semuannya jadi berantakan hanya karena ke egoisannya. Dia benar – benar ingin tau langsung bagaimana perasaan so eun padanya sebelum semuannya terlambat, dan membuat joo won menyesal seumur hidupnya.

“jika saat itu akulah yang bertemu denganmu lebih dahulu dan bukannya kim bum, apakah perasaanmu pada kim bum masih tetap ada, so eun?” tanya joo won dengan suara berat dan tertahan.

So eun membelalakkan matanya, so eun kaget dengan pertanyaan yang diajukan oleh joo won barusan. kemana arah tujuan pembicaraan ini sebenarnya.

“apa kau akan langsung menerima kim bum menjadi kekasihmu jika saat itu kim bum tidak mempunyai kekasih?” tanya joo won lagi, sebelum mendapat jawaban dari so eun untuk pertanyaan pertamanya.

“ap.. apa maksud dari pembicaraan ini, joo won. Aku bahkan tidak suka kau mengungkit masalah itu lagi. sebentar lagi kita akan menikah, kenapa harus membahas hal – hal yang tidak penting seperti ini.” jawab so eun sedikit kesal.

“aku hanya ingin mengetahui kejelasan atas persaanmu terhadapku, benarkah hatimu menerimaku dan bukannya karena terpaksa.” Sindir joo won, sambil menatap tajam kedua bola mata so eun, mencoba mencari kejujuran di dalam mata so eun atas jawaban yang diberikan oleh wanita yang sedang duduk dihadapan joo won saat ini.

“aku benar – benar tidak mengerti denganmu joo won, sebenarnya apa yang kau inginkan lagi. bukankah aku sudah menyetujui pernikahan kita. Kenapa kau masih tidak percaya padaku.”

“aku benar – benar berharap apa yang kau ucapkan ini benar – benar murni dari hatimu so eun. tapi sayangnya aku tidak melihat kejujuran itu dari kedua matamu. Aku tidak memaksamu untuk berbicara jujur tentang perasaanmu padaku, hanya saja aku ingin tau bagaimana persaanmu ketika kau lebih dulu bertemu denganku dan bukannya kim bum, apakah kau akan menyukaiku?” tanya joo won lagi dan kali ini dengan nada suara yang serius.

So eun benar – benar bingung harus menjawab apa, dia bungung bukan karena dia takut pada joo won, hanya saja dia tidak ingin menyakiti hati joo won. Joo won adalah pria yang baik, selama ini joo won selalu membantu so eun bahkan selalu ada disaat so eun butuh. Tapi sayang hati so eun sudah untuk kim bum dan tidak ada lagi sisa di hatinya.

“jika aku disuruh memilih, aku bahkan berharap tidak pernah bertemu lagi dengan kalian berdua. Kau tahu kehidupanku bahkan semakin rumit dengan kedatangan kalian. Aku bahkan tidak pernah berfikir jika kalian para pria terpopuler disekolah bisa masuk kembali kedalam hidupku setelah sekian lama.” Jawab so eun dengan nada tegas.

Semuanya keluar, memang selama ini kehidupan so eun baik – baik saja bahkan berjalan normal layaknya manusia biasa sebelum bertemu kembali dengan kim bum dan joo won yang merupakan dua manusia dari masa lalunya.

“jika aku disuruh memilih bahkan aku tidak ingin bertemu dengan satupun diantara kalian, namun sayang takdir berbicara lain, tuhan mempertemukanku kembali dengan kim bum dan kau. Hingga saat ini aku berada disini bersamamu.” Sambung so eun, dan menghentikan kalimatnya sambil menatap tajam joo won.

“AKU SUDAH BERBICARA DENGAN ORANG TUAMU, KAU HANYA PERLU MEMANTAPKAN HATIMU KEMBALI.” Ucap joo won, kemudian pergi meninggalkan so eun, yang masih terlihat bingung dengan ucapannya barusan.

Aku tetap mengagumimu, walaupun aku tau bahwa sudah ada orang lain yang memiliki hatimu. Aku berharap dikehidupan mendatang kau bisa mengetahui bahwa aku benar – benar sangat mengagumimu. ( joo won)

So eun benar – benar dibuat bingung dengan sikap joo won hari ini, apa yang sudah dibicarakan joo won dengan orang tuanya. apa yang dimaksud joo won dengan memantapkan hati. kenapa joo won seperti ini, apa joo won tidak puas dengan beban pikiran so eun saat ini. kenapa joo won harus membebani pikiran so eun lagi.

Nada dering dari ponsel so eun membuyarkan so eun dari pertanyaan – pertanyaan yang kini tengah berputar – putar di otaknya. So eun melihat ponselnya dan melihat siapa yang saat ini tengah menghubunginya, dan ternyata ibunya yang saat ini telah menghubunginya.

“iya ibu..”

“………..”
Bisu mendadak , semuanya menjadi hening. Hingga so eun sendiri tidak menyangka bagaimana bisa orang itu melakukan hal – hal yang makin membuat so eun bingung.

“jadi, kenapa mendadak seperti ini. apa ini tidak salah, kenapa joo won tidak membicarakannya dulu denganku.” Jawab so eun yang nampak kaget dengan apa yang dibicarakan oleh ibunya saat ini.

“…………”

So eun tidak percaya dengan apa yang ibunya barusan katakan, joo won melakukannya benar dia melakukannya. Lalu apa maksudnya dengan pertemuannya tadi jika semua ini sudah diputuskan oleh pria itu, kenapa tidak dari tadi saja joo won mengatakannya pada so eun.

So eun menghela nafasnya, so eun yakin dan benar – benar yakin bahwa joo won melakukan ini juga untuk kebaikan semua. So eun beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan cafe tersebut. Dan hari ini ada satu orang yang benar – benar harus so eun temui.

~~~

Kembali ke kehidupan kim bum, dan masih sama sepeti sebelumnya pria ini masih betah berdiam diri didalam apartementnya. Dia masih terus berfikir haruskah dia menemui so eun saat ini untuk menyampaikan ucapan selamat dan perpisahan pada gadis itu atau dia lupakan saja kenangan – kenangannya bersama gadis bernama so eun itu.

Kim bum beranjak dari tempatnya dan menyambar jaket dan kunci motornya, serta tidak lupa dia mengetikkan beberapa kalimat pada ponselnya dan mengirimkannya kepada seseorang, setuju atau tidak orang itu suka atau tidak suka joo won pada kim bum, tapi inilah yang ingin kim bum lakukan sekarang yaitu menemui so eun.

Kim bum keluar dari apartementnya dan melihat ponselnya yang sedang bergetar, menandakan ada pesan yang masuk kedalam ponselnya.

Kim bum membuka ponselnya dan mendapati dua pesan yang masuk kedalam ponselnya.
From: joo won
“Lakukan apa yang ingin kau lakukan. Aku berharap kau bisa menerima semuanya.”
Apapun maksud dan tujuanmu aku bahkan tidak peduli joo won, aku bahkan sudah tidak bisa berbuat apa – apa sekarang. Pikir kim bum ketika membaca pesan dari joo won.

From: so eun
“Datanglah ke taman, tempat kita biasa bertemu. Akku menunggumu disana.”
Kim bum tersenyum membaca pesan kedua yang masuk dalam ponselnya, kim bum tau bahwa saat ini so eun pasti sedang membutuhkannya. Walaupun ini adalah masa – masa tersulit buat kim bum, tapi so eun lebih merasa sulit dari pada dirinya.

Kim bum segera melajukan motornya, menuju ketempat yang telah ditentukan oleh so eun. senyum manis terus mengembang di bibirnya. Namun sayang hatinya masih saja dipenuhi dengan rasa takut dan penasaran.

Kim bum bingung, kenapa joo won tidak melarangnya ketika kim bum mengatakan ingin menemui so eun. dan yang lebih membuatnya bingung adalah kenapa tiba – tiba saja so eun ingin mengajaknya bertemu. Bukankah tempo hari so eun yang mengatakan sendiri bahwa seharusnya mereka tidak usah bertemu lagi. semuanya semakin membuat kim bum semakin bingung,
Kini kim bum begitu melajukan motornya dengan keceppatan yang benar – benar tinggi, dia bahkan tidak peduli pada keselamatannya, yang penting saat ini dia bisa bertemu dengan so eun itu saja.
~~~

Kim bum sudah sampai di tempat yang dijanjikan oleh so eun, tapi sayangnya kim bum bahkan tidak menemukan so eun ditempat ini.

“dimana so eun, apa dia masih belum sampai. “ batin kim bum, sambil mengedarkan pandangannya keseluruh tempat yang ada di taman ini.

“sekarang aku yang harus menunggumu. Kenapa kau terlambat?” tanya sebuah suara yang ada dibelakang kim bum. dan kim bum pun pasti tau kalau suara itu milik so eun.

“kau sudah datang? Aku bahkan tidak terlambat, aku berusaha tepat waktu sampai sini.” Ucap kim bum heran, melihat so eun sudah sampai lebih dulu dari pada dirinya. Apa jangan – jangan so eun sudah berada disini ketika kim bum menerima pesa dari so eun tadi. Pikir kim bum

“aku memang sudah sudah dari tadi sampai disini, bahkan sebelum aku mengirimu pesan.” Ucap so eun, seakan tau dengan apa yang dipikirkan kim bum.

“kau pasti bingung, kenapa aku bisa memintamu bertemu disini. Apalagi keadaan sekarang seperti menjadi kebalikan dengan hari – hari sebelumnya ketika kita bertemu ditempat ini. sebenarnya aku tidak ingin berbicara panjang lebar sekarang. Aku hanya ingin bilang bahwa pernikahanku dengan joo won….” so eun menggantungkan kalimatnya, rasanya dia tidak bisa melanjutkan kalimatnya.

“aku tau apa yang akan kau katakan so eun.” potong kim bum, dan sukses mendapat tatapan tajam dari so eun. kim bum tau, bagaimana bisa.

“kau bingung kenapa aku bisa tau? Joo won yang mengatakannya padaku, dan bukankah ini juga yang kau inginkan, bukankah kau mengatakan padaku kalau…” kini giliran kim bum yang menghentikan kalimatnya, dia bingung harus melanjutkan kata – kata ini atau tidak.

Kim bum benar – benar tidak sanggup kalau harus mengatakan bahwa pernikahan joo won dan so eun dipercepat, dan mungkin tinggal dua hari lagi mereka akan menikah.

“aku tidak menyangka jika joo won mengatakannya padamu, joo won bahkan tidak mengatakan padaku sebelumnya. Jadi bagaimana menurutmu?” tanya so eun dengan nada bicara seserius mungkin.

So eun tidak menyangka jika joo won sudah mengatakannya pada kim bum. lalu kenapa joo won tidak mengatakannya langsung pada so eun. tapi ini semua tidak penting, yang terpenting saat ini adalah pendapat kim bum tentah hal ini.

“aku bahagia, jika kau bahagia mungkin inilah takdir kita. Semoga kau berbahagia dengan joo won aku yakin joo won adalah orang yang tepat untukmu.”ucap kim bum sambil menundukkan kepalanya, dia tidak bisa memandang wajah so eun saat ini. kim bum yakin bahwa saat ini so eun pasti sedih mendengar perkataan kim bum yang tidak bertanggung jawab seperti ini.

“kim bum apa maksudmu?” heran so eun, dengan jawaban yang baru saja keluar dari mulut kim bum.

“semoga kau berbahagia dengan joo won so eun.” ucap kim bum lagi sambil berlalu meninggalkan so eun. dia benar – benar tak kuasa menerima semua kenyataan ini. namun harus bagaimana lagi, bukankah ini yang di inginkan so eun waktu itu, lagipula joo won lebih baik dari pada kim bum.

Kim bum berjalan pergi meninggalkan so eun yang masih berdiri mematung ditempatnya, kenapa kim bum berbicara sepeti tadi apa mungin kim bum sudah tidak menginginkan kembali hubungan mereka bersatu. So eun menghela nafasnya, yaa mungkin inilah jalan yang terbaik untuk kim bum dan so eun sekarang.

—TBC—

Terimakasih buat para readers yang mau menunggu kelanjutan ff ku ini, dan selamat datang juga buat para readers – readers baru. Maaf jika kelanjutan dari ff ini sedikit lama mengingat kesibukanku yang benar – benar tidak bisa diajak kompromi. Namun aku pasti akan melanjutkan part – part selanjutnya dari semua ff yang udah aku post di sini. Dan masih berharap komen – komen dari semua reader disini yaa.. terimakasih 🙂

My First Love (Part 2)

Cast : kyuhyun, seohyun, changmin
Support cast : sehun, sooyoung, Luna
Genre : sad, romance, friendship
~
~
~

sampai kapan kyuhyun akan menganggap seohyun sebagai musuhnya. Apa kyuhyun benar – benar sangat membenci seohyun. Apa seohyun sudah tidak artinya lagi dalam hidup kyuhyun selain sebagai musuh. Bagaimana dengan masa lalu mereka dulu. Bukankah dulu mereka saling mencintai.

Seohyun nampak berpikir di dalam kamarnya. Pasti kyuhyun akan semakin marah pada dirinya atas kejadian tempo hari. Seharusnya sehun tidak gegabah dan melakukan hal – hal yang seharusnya tidak dilakukannya. Sejenak seohyun menemukan sebuah ide. Seohyun segera keluar dari kamarnya dan menuju kamar sehun. Dan tepat sekali ternyata sehun pun ada di kamarnya. Tanpa basa – basi lagi seohyun menarik tangan sehun dan mengajaknya pergi.

“hei… kau ini apa yang kau lakukan?” bingung sehun dengan sikap seohyun yang menariknya tiba – tiba.

Seohyun tidak menanggapi pertanyaan sehun. Jika seohyun mengatakannya sekarang pasti sehun akan berontak dan tidak mau mengikutinya.
Sepertinya sehun menyadari akan dibawa kemana dirinya oleh seohyun. Ketika sekarang sehun dan seohyun sudah berada di tempat yang sudah tidak asing lagi bagi keduanya.



“kenapa kita kesini. kenapa kau membawaku ketempat ini. apa yang mau kau lakukan?” teriak sehun, sambil mencoba melepaskan cengkraman erat tangannya dari tangan seohyun.
“kau harus minta maaf padanya. Bagaimana bisa kau memukul orang lalu dengan seenaknya meninggalkan orang tersebut.”
“aku tidak mau minta maaf padanya. Dia pantas mendapatkan pukulan dariku, bahkan jika perlu aku akan membunuhnya.”
“berhenti bicara yang tidak – tidak, mau tidak mau kau harus minta maaf padanya.” Paksa seohyun.

“`

Sehun dan seohyun sudah sampai di depan pintu sebuah rumah. Rumah ini, sungguh jauh berbeda dari yang dulu. Rumah ini terkesan kumuh dan seperti tak berpenghuni. Apa pemilik rumah ini tidak pernah membersihkannya. Seohyun menarik nafasnya dalam, dan memberanikan dirinya untuk mengetuk pintu rumah tersebut. Semoga dia di dalam.

“sudahlah lebih baik kita pulang saja.” Gerutu sehun.

“diam kau.” Bentak seohyun

Bunyi suara kunci diputar dari dalam, itu tandanya si penghuni rumah ada. Jantung seohyun berdegup kencang, seohyun takut jika dia akan semakin marah melihat kedatangan seohyun dan sehun disini. Berbeda dengan sang kakak yang kelihatan sekali tampak gugup, sehun malah terkesan acuh.

Pintu pun terbuka dan seohyun dengan sangat jelas melihat kyuhyun berdiri di depannya. Wajah dingin kyuhyun terpancar lagi, sepertinya kyuhyun memang tidak suka melihat seohyun dan sehun disini sekarang. Kyuhyun, membukakan pintu untuk seohyun dan sehun. Tapi kyuhyun tidak menyuruh mereka berdua masuk, malahan kyuhyun masuk lagi ke dalam.

Seohyun menarik tangan sehun, dan kali ini sehun menurut saja. Seohyun dan sehun mengikuti langkah kyuhyun masuk ke dalam rumah kyuhyun. Seohyun ingin menyelesaikan masalah ini, setidaknya membuat masalahnya dengan kyuhyun tidak bertambah panjang.

“sehun…. ingin minta maaf padamu, kuharap kau mau memaafkannya.” Mohon seohyun, memulai pembicaraannya.

“aku tau kesalahanku terhadapmu sangatlah besar, tapi cukup aku dan dirimu saja dan jangan pedulikan sehun atau siapapun itu. Aku ingin kita seperti dulu lagi, saling berteman.” Lanjut seohyun lagi.

Kyuhyun tak menghiraukan perkataan seohyun. Yang di lakukan kyuhyun saat ini adalah berdiri membelakangi seohyun dan sehun sambil menghadap sebuah foto berukuran cukup besar. Air mata kyuhyun menetes, ketika mengingat kenangan – kenangannya bersama orang tuanya. Ketika kyuhyun mengingat orang tuanya seperti ini, pasti kemarahannya pada seohyun akan muncul lagi. Kyuhyun melemparkan botol minuman yang sedari tadi dipegannya kearah foto yang ada di depannya.

“kyuhyun….” gumam seohyun, yang kaget dengan apa yang dilakukan kyuhyun saat ini.

“aish, dasar bocah setan. Sudah aku bilang sebelumnya, bahwa dia sudah tidak peduli lagi padamu kenapa kau masih memikirkannya.” Bentak sehun pada seohyun, yang sangat kesal dengan sikap kyuhyun yang seperti ini.

seohyun tetap tidak mau beranjak dari tempatnya, dia tidak ingin pergi meninggalkan kyuhyun dengan keadaan seperti ini. ini semua salah seohyun, seohyun memang pantas mendapat perlakuan seperti ini dari kyuhyun.

“apa kau gila, untuk apa kau masih diam disini. Ayo pergi.” Paksa sehun dengan menarik tangan seohyun. Dan disaat yang bersamaan datanglah changmin.

“apa kalian saling kenal?” ucap changmin yang merasa heran karena ada seohyun dan sehun di rumah kyuhyun.

“aku bisa jelaskan semuanya.” Jawab seohyun sambil menyentuh tangan changmin. Tapi dengan kasar changmin menghindarinya.

“ada apa sebenarnya. Kau.. jelaskan semuanya padaku?” geram changmin sambil menunjuk kearah kyuhyun. Changmin kesal karena merasa dibohongi oleh kyuhyun dan seohyun. Bukankah selama ini kyuhyun sudah seperti saudara baginya, tapi kenapa kyuhyun menyembunyikan sesuatu pada dirinya.

“kumohon jangan marah pada kyuhyun, aku yang akan menjelaskan semuanya.” Ucap seohyun, yang tidak mau melihat changmin marah pada kyuhyun

“kenapa kau membohongiku.” Bentak changmin pada seohyun.

“kenapa kau diam saja, cepat ceritakan semuanya. Apa kau mau aku yang menceritakannya.” Teriak sehun pada seohyun, yang benar – benar sudah tidak tahan dengan keadaan yang seperti sekarang ini.

“kyuhyun itu sahabat kakakku. Kyuhyun adalah cinta pertama kakakku. Tapi dua tahun terakhir kyuhyun menjauhi kakakku, bahkan dia menyuruh teman – temannya untuk mencelakai kakakku. Dia adalah pria setan yang selalu membuat kakakku menangis.” Jelas sehun, dan langsung pergi meninggalkan orang – orang yang ada di rumah kyuhyun saat ini.

Seohyun, menjatuhkan dirinya ke lantai. Semua sudah terungkap di depan changmin dan semua ini gara – gara sehun. Kyuhyun pasti akan tambah marah pada dirinya.

Changmin sangat kaget mendengar penjelasan dari sehun barusan, jadi kyuhyun dan seohyun pernah menjalin sebuah hubungan. Apa benar kalau kyuhyun adalah cinta pertama seohyun, lalu kenapa kyuhyun bisa begitu tega menyuruh teman – temannya untuk menyakiti seohyun. Sebenarnya ada masalah apa lagi yang disembunyikan oleh dua orang ini.

Changmin melihat kerah kyuhyun, yang masih tetap tidak bergeming dari tempatnya semula. Changmin kagum pada kyuhyun, bagaimana bisa sikap dinginnya ini mampu menutupi semua masalah yang terjadi pada dirinya.

Seohyun, gadis ini pasti sangat sedih sekarang. Changmin harus membawa seohyuh pergi dari tempat kyuhyun. Changmin harus menenangkan seohyun sekarang.



Changmin mengajak seohyun pergi ke pantai. Saat ini keduanya sedang duduk di sebuah bangku panjang dan melihat laut. Changmin ingin tau yang sebenarnya, changmin ingin tau apa yang sebenarnya terjadi antara kyuhyun dan seohyun. Tidak mungkin kyuhyun setega itu menyakiti seorang gadis tanpa ada alasan yang jelas, apalagi seohyun adalah mantan kekasihnya. Ralat, seohyun cinta pertama kyuhyun begitu pula sebaliknya.

“ jadi hanya kyuhyun yang bisa membuatmu menangis?” tanya changmin, melepas kesunyian yang sedari tadi mencekam keadaan.

“ maafkan aku changmin.”

“untuk apa kau minta maaf, kau tidak memukulku. Kenapa harus minta maaf.” Ucap changmin, mencoba menghibur seohyun.

Sepertinya sekarang changmin harus melindungi gadis ini. changmin tau kalau seohyun mungkin masih menyukai kyuhyun, tapi changmin tidak mau jika seohyun terus – terusan terluka dengan sikap kyuhyun. Sebenarnya changmin juga tidak mau merebut seohyun dari kyuhyun, tapi apa boleh buat changmin sudah terlanjur jatuh cinta pada gadis ini dan kyuhyun sudah menyia – nyiakan gadis sebaik seohyun. Jadi tidak ada salahnya jika changmin mengungkapkan isi hatinya pada seohyun, walaupun menurut changmin waktunya tidak pas.

“biarkan aku melindungimu seohyun, biarkan aku menjagamu agar kyuhyun tidak menyakitimu lagi. Aku akan selalu berada di dekatmu, karena aku menyukaimu seohyun.”

Seohyun kaget dengan ucapan changmin barusan. apa yang dikatakan oleh changmin ini. mana mungkin changmin bisa berkata seperti itu. Ini pasti salah.

“ biarkan aku menjadi kekasihmu dan melindungimu seohyun.” Mohon changmin.

Apa yang harus dijawab oleh seohyun sekarang. Kenapa changmin tiba – tiba mengungkapkan hatinya. Apa yang harus dilakukan oleh seohyun sekarang, menerima changmin atau menolaknya.

“aku…” seohyun menggantungkan kalimatnya, rasanya lidahnya kelu untuk mengeluarkan suara yang ada di dalam dirinya.

“kau masih mencintai kyuhyun dan kau tidak mau membuatnya marah lagi. itukan yang mau kau ucapkan.” Changmin bahkan mampu menebak isi hati seohyun sekarang.

“apapun yang terjadi aku akan melindungimu dan aku tidak akan membiarkan kyuhyun membuatmu menangis. Kau tau itu.” Ucap changmin kepada seohyun dan langsung pergi meninggalkan seohyun yang masih tidak bisa mencerna kata – kata changmin.

“changmin tunggu.” Sentak seohyun dan sukses membuat changmin menghentikan langkahnya dan memutar badannya menghadap seohyun.

Seohyun pun beranjak dari tempat duduknya tadi dan berjalan menghampiri changmin. Seohyun menatap wajah changmin, dan seohyun bisa melihat ada ketulusan dari pancaran mata changmin.

“ini semua memang salahku. Aku telah membuat kyuhyun menderita. Aku telah membuat ayah kyuhyun di penjara. Dan mengakibatkan ibunya masuk rumah sakit.” Seohyun memulai ceritanya.

“dia benar – benar terpukul saat itu, dan dia benar – benar sangat sedih. Aku tau pasti saat ini dia lelah sekali. Aku ingin kau tetap menjadi sahabatnya, jangan pernah marah padanya. Dan mulai sekarang aku tidak akan mengganggu persahabatan kalian. Jaga kyuhyun untukku changmin. Terimakasih.” Sambung seohyun dan langsung pergi meninggalkan changmin.



kyuhyun duduk bersandar di tembok, dia matikan seluruh lampu yang ada di ruangannya. Dia kembali mengingat kenangannya bersama dengan orang tuanya dan juga seohyun.
Air matanya kembali keluar, selama ini kyuhyun memang benar – benar telah berbuat jahat pada seohyun. Tapi apa yang dikatakan sehun tadi tentang dirinya itu tidak benar. Selama ini kyuhyun tidak pernah menyuruh teman – temannya menyakiti seohyun. Tapi teman – teman kyuhyun sendiri yang melakukannya. Padahal sudah berulang kali kyuhyun juga memperingatkan pada mereka agar tidak mencampuri urusannya dengan seohyun.

“maafkan aku… maafkan aku.” Gumam kyuhyun.

Kyuhyun benar – benar menyesal telah melukai hati seohyun selama ini, padahal jika dipikir – pikir ini semua memang bukan salah seohyun. Kenapa kyuhyun harus membuat seohyun menderita selama ini.

“tok…tok…tok…”

suara ketukan pintu terdengar jelas dari luar, kyuhyun menutup telinganya agar tidak mendengar suara itu. Tapi sepertinya tamu yang ada diluar menuntut kyuhyun untuk membuka pintunya. Karena suara ketukan itu tidak berhenti – henti dan malah semakin keras.

“`

Changmin benar – benar tidak sabar menunggu kyuhyun membukakan pintu untuknya. dia benar – benar ingin menyadarkan hati sahabatnya itu bahwa selama ini apa yang telah dilakukan oleh kyuhyun pada seohyun itu salah.

Berulang kali changmin mengetuk pintu rumah kyuhyun, namun sedari tadi kyuhyun tidak membukakan pintu untuknya. walau cukup lama changmin menunggu, akhirnya kyuhyun pun membuka pintu rumahnya.

“apa lagi yang akan kau lakukan disini?” tanya kyuhyun dingin.

“kenapa kau jadi seperti ini? kenapa sifatmu sekarang berbeda dengan dirimu yang biasanya. Kenapa kau bisa setega ini?” tanya changmin balik, seakan – akan menuntut perubahan sikap kyuhyun.

“apa yang kau tau? Kau bahkan tidak tau apapun dan kenapa sekarang kau menghakimiku?” tanya kyuhyun lagi dengan nada suara tinggi.

“kyuhyun.. ada apa denganmu. Aku hanya ingin membantumu.”

“apa yang bisa kau bantu, kau bahkan tidak tau apa – apa. lebih baik kau pergi karena aku tidak mau melihatmu lagi.” bentak kyuhyun pada changmin.

Changmin benar – benar tidak menyangka jika kyuhyun akan seperti ini. selama ini, selama changmin mengenal kyuhyun tidak sekalipun kyuhyun membentak changmin tapi sekarang kyuhyun benar – benar berbeda.

“yaa.. aku bicara baik – baik padamu, tapi kenapa kau membentakku. Aku kesini untuk membantumu menyelesaikan semuanya. Tapi sepertinya kau memang keras kepala.” Changmin berbalik dan hendak melangkahkan kakinya. Namun langkahnya terhenti.

Changmin kembali mengarahkan pandangannya ke kyuhyun yang masih berdiri di depan pintu rumahnya. Dan tanpa aba – aba, tiba – tiba saja changmin mengarahkan pukulannya kearah kyuhyun dan membuat kyuhyun sedikit terhuyung.

“apa yang kau lakukan?” heran kyuhyun yang tidak terima mendapat pukulan tiba – tiba dari sahabatnya itu.

“itu untuk seohyun.” Jawab changmin dan melangkah pergi meninggalkan kyuhyun.

Kyuhyun pun kaget dengan jawaban changmin barusan. untuk seohyun.. apa benar dugaan kyuhyun beberapa hari ini, apa benar jika changmin menyukai seohyun. Apa benar semua itu.
Kyuhyunpun berjalan mengejar changmin.

“apa maksudmu?” tanya kyuhyun dan sukses membuat changmin berhenti kembali.

Changmin kembali menatap kyuhyun dan kali ini changmin memukul kyuhyun lagi bahkan sampai membuat kyuhyun terjungkal ke tanah. Kyuhyun yang tidak terima atas pukulan dari changmin pun segera bangkit dan membalas pukulan changmin dan kali ini changmin yang terjatuh.

Kini keduanya terlibat pertikaian yang sangat sengit, keduanya bahkan tidak memberi kesemapatan untuk sang lawan selamat dari pukulan yang diberikan dari masing – masing pihak.

Kyuhyun tak henti – hentinya memukul changmin, begitupula changmin yang tidak ada ampunnya dan terus memukuli kyuhyun. Akhirnya kedua orang inipun tergeletak di tanah karena kelelahan dengan sekujur tubuh yang nampak lebam dan luka – luka di berbagai wajahnya. Nampak darah segar yang keluar dari hidung kyuhyun dan dari mulut changmin. Keduanya benar – benar nampak lelah sekarang.

“selama ini aku, benar – benar kagum padamu. Selama ini aku benar – benar berharap bisa menjadi seperti dirimu.” gumam changmin di sela – sela erangan kesakitan atas luka – lukanya.

“jangan lagi kau sakiti dia, dia juga tidak bermaksud membuatmu seperti ini. ini semua takdir. Biarkan aku melindunginya, biarkan dia menjadi milikku.” Mohon changmin.

Kyuhyun terdiam sesaat dan sepertinya saat ini dia sedang menelaah apa yang dimaksud oleh changmin barusan, dan tentu saja kyuhyun semakin yakin bahwa “dia” yang dimaksud changmin tadi adalah seohyun.

“aku akan memperbaiki semuanya. Dan aku memulainya dari awal.” Gumam kyuhyun dan langsung mendapat tatapan tajam dari changmin.

Changmin nampak heran dengan kalimat yang barusan keluar dari mulut kyuhyun. Apa maksudnya ini.

“biarkan aku minta maaf padanya. Dan biarkan dia sendiri yang menentukannya. Akupun juga lelah jika seperti ini terus aku bahkan tidak mampu lagi untuk membohongi diriku sendiri sekarang.” Sambung kyuhyun lagi.

“`

Seohyun melangkahkan kakinya dengan gontai, dia benar – benar sudah lelah. Mungkin memang ini saatnya untuk seohyun melupkan semuanya tentang kyuhyun dan mulai menjauh dari kehidupan kyuhyun.

Seohyun juga tidak ingin melihat kyuhyun terluka lagi, seohyun tau pasti saat ini kyuhyun benar – benar sangat membencinya.

Ucapan changmin yang mengatakan ingin melindungi dan menjadikan seohyun sebagai kekasih kembali lagi terngiang – ngiang di memori otaknya. Beberapa hari ini changmin mampu membuat seohyun kembali tertawa walaupun pertemuan pertama keduanya membuat seohyun sedikit kesal pada changmin. Tapi changmin ternyata adalah orang yang baik.

“aku kira saat ini kau ada didalam rumah”

Seohyun mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk sambil berjalan. Seohyun tau suara itu milik changmin tapi yang seohyun tidak tau kenapa changmin duduk di depan pagar rumah seohyun malam – malam begini.

“astaga… ada apa dengan wajahmu?” khawatir seohyun sambil mendekati changmin.

“bisa kau bantu aku, aku sedikit kesulitan untuk berdiri!” ucap changmin sambil mengulurkan tangannya pada seohyun. Dan seohyun pun menyambut uluran tangan changmin dan membantu changmin untuk berdiri.

“ada apa.. kenapa wajahmu bisa seperti ini?” tanya seohyun lagi.

Seohyun benar – benar khawatir melihat wajah changmin yang penuh dengan luka. Belum juga kekhawatiran seohyun terjawab tiba – tiba saja changmin memeluk tubuh seohyun.

“aku sudah bicara pada kyuhyun dan dia bilang ingin bertemu denganmu untuk minta maaf.” Ucap changmin sambil tetap memeluk seohyun.

“selama ini aku bermain gitar dan bernyanyi bersama kyuhyun. Walaupun pada suatu saat nanti akhirnya aku tidak akan bernyanyi dan bermain gitar bersamanya lagi tapi aku pasti tetap bisa bermain gitar. Karena sebelum bertemu dengan kyuhyun pun aku sudah bermain gitar.” Ucap changmin lagi, dan kali ini dia lepaskan pelukannya dari seohyun.

“tapi aku tidak yakin apa aku bisa bermain gitar dan bernyanyi lagi jika tanpamu. Bahkan aku juga tidak yakin apa aku masih bisa bertahan hidup jika kau pergi dari kehidupanku.”

“jadi apapun yang akan terjadi besok, di saat kau bertemu kyuhyun aku mohon jangan pernah pergi dari kehidupanku seohyun. Aku tidak pernah jatuh cinta pada seorang wanita sebelumnya dan kaulah yang pertama untukku.” Sambung changmin lagi, dan mengakhiri pembicaraannya dengan seohyun malam ini.

Dan sekarang changmin pergi meninggalkan seohyun yang masih mematung di depan rumahnya melihat kepergian changmin. Jadi bagaimana lagi ini. apa benar apa yang baru saja dikatakan oleh changmin bahwa kyuhyun ingin bertemu bahkan minta maaf padanya, apa seohyun tidak salah dengar atau jangan – jangan changmin yang salah bicara.

“apa yang harus kulakukan?” tanya seohyun dalam hati.

_____TBC_____