Secret Love (part 3)

Posted: 19 Juli 2013 in FF BUMSSO
Tag:

cats

Part 3



Kim bum berbaring di tempat tidurnya, di letakkannya tangannya itu di atas kepalanya. Sepertinya pikirannya saat ini tengah terpenuhi dengan hal – hal yang menurut kita tidak masuk akal.

Perasaan apa yang menimpa kim bum saat ini. kenapa kim bum tidak bisa menghilangkan bayangan itu. Kenapa kim bum tidak bisa melupakan wanita itu, sebenarnya apa yang di inginkan oleh hati kecil kim bum saat ini. kenapa rasanya ini semua menyiksa raganya. Akankah dia menuruti keinginan hatinya, yang dia anggap tidak benar ini.

~~~

-seorang wanita nampak kelelahan dan bersandar di sebuah tali di ujung jembatan gantung. Nafasnya tersengal – sengal sekan – akan paru – parunya terasa mengecil dan susah sekali untuk menghirup maupun mengeluarkan udara. Keringat dingin membasahi tubuhnya. Tubuhnya benar – benar lemas, dia bahkan sudah tidak sanggup lagi untuk membangunkan badannya.

Dia takut akan ketinggian, seharusnya memang dari awal dia tidak usah ikut mendaki dengan teman – temannya kalau pada akhirnya dia tidak bisa menjaga dirinya sendiri. Bahkan bagaimana bisa dia tertinggal oleh rombongan teman – temannya, dan malah tersesat di ujung jembatan gantung yang di bawahnya adalah jurang yang sangat dalam, hingga dia sendiri pun tidak tau seberapa dalam jurang itu.

“ya tuhan.. selamatkan aku.” Gumam wanita itu, sambil menutup matanya. pertanda bahwa dia benar – benar lelah dan pasrah.

“agashi.. agashi, apa yang anda lakukan disini?” tanya seorang pria yang menghampiri wanita tersebut sambil menepuk – nepuk pelan pipi wanita tersebut.

Wanita itu membuka matanya, walau pusing di kepalanya benar – benar melandanya saat ini. di lihatnya bayangan pria yang saat ini tengah ada di depannya. Apakah mungkin dia adalah penolongnya. Harap wanita itu. Sambil kembali memejamkan matanya.

“agashi.. cepat buka matamu, apa kau baik – baik saja.” tanya pria itu lagi, dia benar – benar terlihat khawair dengan kondisi wanita yang saat ini ada di depannya.

Pria itu sedikit memberanikan dirinya, menyentuh dahi wanita tersebut dan dia tambah terkejut ketika menyadaari kalau badan wanita itu benar – benar dingin.
Tanpa banyak pikir lagi, pria itu segera membimbing wanita itu untuk naik ke punggungnya. Dan dengan langkah cepat pria itu membawa wanita tersebut ke pemukiman terdekat.

Wanita tadi membuka matanya, ketika menyadari bahwa saat ini tubuhnya berada di punggung seorang pria. Wanita tadi benar – benar tidak tau siapa pria tersebut, yang dia rasakan adalah perasaan takutnya perlahan – lahan menghilang padahal saat ini dia sedang melintasi jembatan gantung yang menurut dia sebelumnya, dia tidak akan berani melintasinya.

“bertahanlah.. sebentar lagi kita akan sampai. Bertahanlah nona.” Gumam pria itu, dan wanita tersebut pun mampu mendengarkan gumaman pria yang kini tengah menyelamatkan dirinya.

“terimakasih, siapapun dirimu aku telah berhutang budi padamu.” Batin wanita tersebut sambil memejamkan matanya kembali dan menempelkan kepalanya pada bahu sang pria sambil menghirup aroma yang menyegarkan dari tubuh pria yang menolongnya kini.

^^^

Wanita tadi membuka matanya, dan mulai menyadari bahwa dirinya saat ini mungkin sudah berada di sebuah penginapan. Dia mencoba untuk bangun dari pembaringannya.
Mencoba mencari sosok pria yang tengah menyelamatkan dirinya tadi. Tapi sayang ketika dia mencoba mencari – cari keluar kamar tersebut sosok pria yang menolongnya tidak dapat ditemuinya.

“bagaimana caranya, aku mengucapkan terimakasih.” Gumam wanita tadi, seolah – olah menyesal akan kebodohannya.

Wanita tersebut mengedarkan pandangannya, mencari – cari sesuatu yang ditinggalkan oleh pria tadi agar bisa menjadi petunjuk untuknya menemukan penolongnya. Tapi sayang sepertinya wanita tersebut tidak akan bisa bertemu dengan pria tadi lagi, untuk mengucapkan terimakasih atas bantuannya.

*Dan sebuah keberuntungan sepertinya akan berpihak padanya, walaupun pada akhirnya dia sendiri malah akan kebingungan untuk menentukan apakah itu keberuntungan atau malah sesuatu yang benar – benar membingungkan. *

Wanita tersebut mengambil selembar foto yang nampak kusam yang saat ini tergeletak di lantai, foto seorang pria kecil yang memiringkan kepalnya kekanan.-

( dan di masa ini foto itu berada di di dalam liontin sebuah kalung yang tergantung di dalam mobil so eun. yang pernah di tanyakan oleh kim bum ketika kim bum baru saja sampai di korea. )



So eun membuka matanya kepalanya terasa berat sekali. Dia mengingat kembali kejadian semalam. Dicarinya sosok kim bum tapi ternyata tidak ada sosok adik iparnya itu di kamarnya.
So eun melihat jam kecil yang terletak disamping ranjangnya. Sudah hampir siang dan so eun harus bersiap menuju rumah sakit.

So eun sudah membersihkan dan merapikan dirinya, kini so eun keluar dari kamarnya dan melihat kim bum tengah duduk di ruang tengah sambil menundukkan kepalanya. Sepertinya pria itu sedang memikirkan sesuatu. Pikir so eun.

“hari ini aku akan kerumah sakit, apa kau juga mau kesana?’ tanya so eun pada kim bum.

Kim bum menolehkan kepalanya, dan melihat saat ini so eun sudah berdiri di belakangnya. Kim bum melihat wajah so eun yang nampak sangat pucat. Kim bum beranjak mendekati tubuh so eun.

“bukankah lebih baik kau beristirahat, biarkan aku yang menjaga ki bum hyung.” Saran kim bum. ada perasaan khawatir yang sangat besar di dalam hati kim bum pada kakak iparnya ini.

“tidak, aku harus menjaga ki bum hari ini. karena kemarin aku bahkan tidak menemuinya sama sekali. Aku tidak mau dia kesepian, aku harus menemaninya. Jika kau tidak mau kesana aku bisa kesana sendiri.” Jawab so eun sambil berlalu meninggalkan kim bum.
Dan mau tidak mau kim bum pun harus mengikuti so eun, karena dia tidak mau hal – hal yang buruk sampai menimpa so eun seperti semalam.

~~~

Kini so eun dan kim bum sudah sampai di rumah sakit, dan berjalan menuju kamar ki bum. sedari tadi kim bum hanya berjalan di belakang so eun sambil mengamati kondisi so eun.

Ketika kim bum dan so eun sudah sampai di ruang rawat ki bum keduanya nampak heran ketika melihat dokter dan para perawat nampak mengelilingi tubuh ki bum.

“apa yang terjadi padanya dokter?” tanya so eun penuh kekhawatiran.
Dokter yang melihat kedatangan so eun dan kim bum pun langsung menghampiri keduanya, dan memberitahukan bahwa kondisi ki bum semakin memburuk dan tidak ada tanda – tanda perkembangan yang baik.

So eun segera menghampiri tubuh suaminya, yang benar – benar nampak pucat dan seperti mayat. So eun benar – benar sakit melihat kondisi ki bum yang benar – benar tidak ada perkembangan seperti ini.

“apa kita bisa bicara sebentar dokter?” tanya kim bum sambil mengajak dokter yang merawat ki bum keluar dari ruangan perawatan ki bum.

“kebetulan sekali, aku juga ingin menyampaikan sesuatu padamu tentang kondisi ki bum.” jelas sang dokter. Dan langsug mengajak kim bum ke ruangan dokter tersebut.

“apa benar – benar tidak ada harapan lagi untuk ki bum hyung, kembali sadar seperti dulu dokter?” tanya kim bum ketika sudah sampai di ruangan dokter.

“sebenarnya ini memang susah untuk di jelaskan. Tapi sepertinya harapan untuk ki bum kembali sadar sangat kecil. Kecelakaan yang menimpanya benar – benar melumpuhkan semua saraf – saraf yang ada di dalam tubuhnya. Jadi kemungkinan untuk sembuh kembali hanya beberapa persen saja.” jelas dokter.

Penjelasan dari dokter tersebut benar – benar membuat kim bum semakin sedih. Apa yang harus dia lakukan, agar kakak yang dia sayangi itu bisa kembali lagi seperti dulu. Pikir kim bum. kim bum benar – benar marah pada dirinya sendiri yang benar – benar tidak bisa melakukan apapun untuk kesembuhan sang kakak. dia benar – benar merasa bahwa dirinya benar – benar tidak ada gunanya lahir di dunia ini.

Sekeluarnya kim bum dari ruangan dokter, di tendangnya sebuah kursi roda yang tergeletak di depan matanya. itu hanya sedikit ungkapan kekesalan yang dilakukan ki bum.

“arrgghhh.” Geram kim bum.

Diarahkannya langkahnya, menuju keruangan ki bum lagi. bagaimana cara kim bum menyampaikan ini semua pada so eun. apa kim bum bisa , apa dirinya mampu membuat so eun kembali bersedih dengan berita yang didapatakannya tadi.

~~~

“kau berbohong oppa, kau bahkan tidak pernah menepati janjimu. Apa ini yang kau katakan bahwa kau mencintaiku. Kau bahkan selalu membuatku menangis oppa. Kumohon bangunlah oppa.” Ricau so eun di sela – sela isak tangisnya.
Melihat kondisi sang suami yang semakin lama, semakin memburuk membuat so eun benar – benar semakin terpuruk. Apa salah so eun hingga tuhan menghukumnya sampai seperti ini.

Kim bum masih berdiri di depan pintu kamar ki bum dan memandangi so eun yang nampak terpukul, dia ingin sekali menghampiri so eun dan merengkuh wanita itu kedalam pelukannya agar membuat so eun lebih tenang. Tapi rasanya berat sekali untuk kim bum melakukan hal itu.

“aku menunggumu oppa. Aku bahkan selalu menunggumu menepati semua janji –janji manis yang pernah kau katakan dulu.” Tangis so eun semakin pecah, dipeluknya tubuh ki bum dengan penuh cinta. Apa masih kurang rasa cinta yang ditunjukkan untuk ki bum sehingga suaminya itu masih enggan terbangun dari tidur panjangnya.

“berhentilah menangis, aku yakin ki bum hyung akan semakin sedih melihatmu seperti ini.” ucap kim bum sambil melangkahkan kakinya mendekati so eun.
Kim bum benar – benar ingin menghibur dan berada disisi so eun saat ini.

“kau tau.. ki bum pernah berjanji mengajakku berlbur ke desa suatu saat nanti. Dia bahkan ingin menunjukkanku pantai yang sangat indah. Dan juga berkunjung ke makam orang tuanya. aku benar – benar menanti saat – saat dia menepati janjinya.” Tutur so eun pada kim bum sambil masih terus terisak.

Kim bum tak menjawab, dia hanya bisa mengamati tingkah laku so eun yang seperti orang kehilangan kesadaran dan akal sehatnya.

“apa suatu saat nanti aku dan ki bum bisa pergi bersama kesana?” tanya so eun lagi.
Kim bum nampak berfikir, mungkin ada bagusnya jika kim bum mengajak so eun pergi berlibur ke desa. Untuk dua hari saja, mungkin itu akan lebih membuat so eun sedikit tenang. Lagipula disini banyak dokter yang akan menjaga ki bum. dan juga masih ada ibu so eun, jadi tidak ada salahnya jika kim bum menyenangkan hati so eun walau hanya sebentar saja kan.

“bagaimana jika aku yang akan menggantikan ki bum hyung, untuk membawamu pergi ketempat yang dijanjikannya padamu.” Tawar kim bum hati – hati, agar tidak menyinggung perasaan so eun akan tawaranya.

So eun mengalihkan pandangannya dari ki bum dan menatap tajam kim bum yang berdiri tak jauh darinya. apa yang baru saja dikatakan oleh adik iparnya ini. apa yang baru saja dia katakan tadi adalah sebuah gurauan saja.

“aku hanya ingin sedikit menghiburmu, atas kondisi yang menimpa ki bum hyung. Apa kau tidak lihat badanmu, kau juga butuh istirahat dan penyegaran. Jika kau mau aku akan mengantarmu ke pantai. Apa kau kira aku tidak tau tempat itu.” Jelas kim bum yang nampak sedikit kesal dengan tatapan tajam yan diberikan oleh so eun padanya.



Hembusan angin yang sejuk menerpa wajah so eun yang saat ini tengah mengadahkan wajahnya di samping jendela mobilnya. Di pejamkannya mata indah milik gadis itu dan mengulurkan tangannya ke jalan. Jalanan pedesan memang nampak sepi dan lenggang. Masih jarang pengemudi mobil yang melintasinya. Paling – paling yang ada hanya pejalan kaki.

“aku tau kau menyukainya. So eun-si” gumam kim bum sambil tersenyum melihat apa yang saat ini dilakukan oleh so eun.

Dengan susah payah kim bum membujuk so eun, akhirnya wanita itu mau juga pergi bersamanya. Kim bum tau bahwa saat ini so eun memang membutuhkan waktu untuk berlibur dan sedikit terlepas dari ki bum. semoga dengan perjalanannya hari ini, so eun akan semakin tegar. Harap kim bum.

“sebentar lagi kita akan sampai di pemakaman orang tuaku. Kau harus bersiap – siap.” Ucap kim bum dan hanya dibalas anggukan oleh so eun.

~~~

“ayah… ibu. Maafkan aku karena jarang sekali mengunjungi kalian. Hari ini aku datang kesini tidak sendirian, melainkan bersama dengan kakak iparku.” kata kim bum di depan makam kedua orang tuanya. dan so eun pun hanya bisa mendengarkan apa yang saat ini kim bum ucapkan, tanpa menyela sedikitpun.

“mungkin ki bum hyung masih belum sempat memperkenalkannya pada kalian, jadi hari ini aku membawanya kesini untuk bertemu kalian. Hari ini aku ingin minta sesuatu pada kalian, dan aku ingin kalian mengabulkan permintaanku.” Kim bum menghentikan kalimatnya, kemudia mengalihkan pandangannya kearah so eun. beberapa detik kemudian kim bum menghembuskan nafas panjangnya.

“aku ingin ki bum hyung segera sadar, agar istri yang dicintai dan mencintainya ini tidak sedih lagi.” sambung kim bum, dan langsung merangkul so eun dari samping, dan itu sontak membuat so eun sedikit terkejut.

“apa kau mau meminta sesuatu juga padanya?” tanya kim bum pada so eun yang tengah memperhatikannya. Dan lagi – lagi hanya dibalas anggukan oleh so eun.

“kalau begitu, ayo ikut aku. Aku ingin menunjukanmu tempat yang sangat aku suka didaerah sini.” Ajak kim bum sambil mengulurkan tangannya, dan tentu saja so eun menyambutnya.
Kim bum tersenyum melihat so eun menerima uluran tangannya, hatinya benar – benar bahagia saat ini melihat wanita yang ada dihadapanya ini sepertinya sudah bisa menganggapnya sebagai manusia.

~~~

Kim bum dan so eun sudah berada disuatu tempat yang di maksud kim bum tadi. Awalnya so eun ingin pergi ketika mengetahui tempat apa yang ditunjukkan oleh kim bum. so eun bahkan tidak menyangka jika dirinya akan kembali ketempat ini. so eun bahkan membenci tempat ini.

“ayo kemarilah.. aku yakin kau bisa melewatinya.” Bujuk kim bum memberi semangat pada so eun.

So eun memejamkan matanya, mencoba melawan ketakutannya. Tempat ini tempat dimana dulu so eun pernah pingsan dan tempat dimana untuk pertama kalinya so eun bertemu dengan pria itu. Pria yang dianggap so eun sebagai dewa penolongnya. Pria yang menurut so eun adalah jodoh yang dikirimkan tuhan untuk menghabiskan sisa hidupnya.

“cepat.. ini bahkan sangat mudah untukmu.” Teriak kim bum lagi.

So eun memperhatikan kebawah, melihat betapa curamnya jurang yang ada dibawah jembatan gantung yang saat ini dipijaknya. Kemudian dialihkannya pandangan matanya kepada kim bum, bahkan pria itu bisa memberikan semangat untuknya. kenapa so eun begitu lemah, harusnya saat ini so eun melangkahkan kakinya dan berjalan menuju pria itu.

“cepatlah bangun oppa.. aku bahkan akan berusaha melawan rasa takutku untukmu. Bukankah kau pernah menolongku waktu itu, jadi aku berharap dengan melawan rasa takutku ini aku juga bisa menolongmu untuk bangun kembali oppa.” Batin so eun sambil memejamkan matanya, dan setapak demi setapak dilangkahkannya kaki itu menuju kearah kim bum.

“aku yakin kau bisa.” Gumam kim bum, ketika melihat so eun berjalan kearahnya. Dan akhirnya so eun pun sampai dihadapan kim bum. dia berhasil.

So eun langsung menghambur ke pelukan kim bum, dan memeluk tubuh pria itu dengan erat seakan – akan tidak ingin melepaskannya. Ini seperti membuang beban yang sangat berat yang selama ini di pendam oleh so eun. dan berkat kim bum, akhirnya so eun bisa melewati jembatan ini dengan kakinya sendiri bahkan tanpa punggung KI BUM seperti waktu lalu.

Kim bum benar – benar merasakan jantungnya berdebar sangat kencang saat ini. rasanya ini seperti mimpi bagi kim bum, bisa memeluk so eun dengan sangat erat seperti sekarang.

“aku bahkan tidak mampu melewatinya, tanpa ki bum. dan sekarang aku bahkan tidak bisa melakukan apapun untuk membuatnya sadar kembali. Aku bahkan tidak bisa membalas apa yang telah dilakukannya padaku. Harusnya aku saja yang menggantikan posisinya saat ini.” teriak so eun didalam pelukan kim bum.

“apa yang kau katakan, kau bahkan sudah dengan baik merawatnya. Kita hanya harus menunggu kembali, kenapa kau selalu menyalahkan dirimu sendiri.” Bentak kim bum yang mulai tak suka dengan perkataan so eun yang selalu menyalahkan dirinya atas kejadian yang menimpa kakaknya.

“harusnya kau tidak mengajakku kesini, aku bahkan tidak mampu menolongnya. Dia bahkan sudah menyelamatkan nyawaku tapi apa yang bisa ku lakukan sekarang.” Teriak so eun lagi, sambil berlari meninggalkan kim bum dan menuruni lereng gunung yang lumyan terjal.

“yaa.. so eun-si, kau mau kemana? Berhentilah, kau bisa terjatuh jika terus berlari seperti itu.” Teriak kim bum sambil berlari mengejar so eun.

Tanpa mengindahkan apa yang baru saja dikatakan kim bum, so eun terus saja berlari untuk meninggalkan tempat ini. bagi so eun tempat ini menyimpan banyak kenangan untuknya bersama dengan ki bum. rasanya so eun benar – benar tidak bisa berlama – lama di tempat ini tanpa adanya ki bum. so eun benar – benar sangat sedih sekarang, harusnya dia menolak ajakan kim bum yang berniat membawanya kesini tadi.

“so eun-si kumhon berhentilah berlari.” Teriak kim bum.
Dan baru saja kim bum menghentikan kalimatnya, dia melihat so eun terjatuh didepannya karena terpleset tumpukan bebatuan. Dan segera mungkin kim bum berlari untuk menghampiri kakak iparnya tersebut. Kim bum melihat so eun kesakitan dan mencoba untuk bangkit, tapi wanita itu bahkan tidak bisa untuk menggerakkan kakinya.

“sepertinya kakimu terkilir.” Ucap kim bum sambil berjongkok dihadapan so eun dan memegang kaki so eun yang terluka.

“lepaskan tanganmu.” Bentak so eun sambil menepis tangan kim bum secara kasar.

“aku hanya ingin membantumu, kau bahkan tidak bisa berdiri bagaimana bisa kau berjalan dengan kondisi kaki yang terluka seperti itu.” Tutur kim bum, dan kembali memegang kaki so eun untuk melihat seberapa besar luka dikaki so eun. namun sayang lagi – lagi so eun menepis tangannya dan itu membuat kim bum geram.

“baiklah.. terserah apa yang mau kau lakukan. Aku tidak akan membantumu.” Teriak kim bum yang kesal dengan sikap so eun yang sangat keras kepala.

So eun tidak menghiraukan perkataan kim bum, dan dia mencoba untuk bangun tapi sayang kakinya benar – benar sakit untuk dipijakkan. Bagaimana kaki yang terkilir itu bisa digunakan so eun untuk menopang badanya. Kenapa so eun sial sekali hari ini. pikir so eun

Kim bum yang melihat so eun kesulitan seperti itu, semakin tidak tega saja jika mendiami kakak iparnya. Dan tanpa pikir panjang lagi kim bum pun langsung berjongkok di hadapan so eun.

“naiklah.. biar kita mencari penginapan terdekat, esok hari jika lukamu sudah sembuh baru kita kembali ke seoul.” Tawar kim bum, dengan lembut supaya so eun menerima tawarannya.

“aku tidak mau naik ke punggungmu, aku bahkan tidak ingin digendong pria lain selain ki bum oppa.” Teriak so eun.

“aku juga tidak menyangka akan menggendongmu lagi, jika kau memang tidak mau naik aku akan tetap disini sampai kau mau naik.” Balas kim bum, kesabarannya sudah habis untuk menghadapi so eun yang dinilainya benar – benar sangat keras kepala ini.

So eun kaget mendengar jawaban kim bum barusan, apa telinga so eun tadi sedang bermasalah. Kim bum bilang dia pernah menggendong so eun. kapan? kenapa so eun tidak mengingatnya. Seingat so eun hanya ki bum yang pernah menggendongnya dan itu pun hanya sekali waktu ki bum menolongnya. Apa kim bum barusan tengah mengiggau.

“yaa.. apa maksudmu?” tanya so eun penasaran.

“naiklah, kita harus mencari penginapan dan sesegera mungkin mengobati kakimu. Ayo cepat naik.” Perintah kim bum dengan lembut, agar so eun mau menurutinya.
Dan tanpa banyak tanya lagi, so eun pun menuruti perkataan kim bum.

Kim bum menggendong so eun di punggungnya, dan berjalan menuruni gunung. Walaupun sedikit kesulitan tapi kim bum bahkan merasa senang karena so eun tidak bertanya macam – macam padanya. betapa bodohnya kim bum tadi, kenapa dia sampai kelepasan mengatakan kalau dia pernah menggendong so eun.

“kenapa berada di punggung kim bum membuatku nyaman seperti saat dimana ki bum menolongku dulu.” Gumam so eun

“aroma ini, bahkan aroma ini benar – benar sama dengan aroma tubuh ki bum saat itu.” Gumam so eun lagi.

So eun menyenderkan kepalanya di pundak kim bum. akhirnya setelah sekian lama so eun bisa merasakan kedamaian ini. so eun bisa merasakan lagi kehangatan seperti waktu itu. So eun bahkan berharap semoga kim bum bisa lebih lama menggendongnya, agar so eun bisa merasakan kedamaian ini.

Jangan biarkan rasa ini masuk lagi, buanglah perasaan ini sejauh – jauhnya. Dia bukan milikku, dan sudah tidak ada kesempatan lagi untukku bisa memiliki hatinya. Aku hanya ingin tuhan mengembalikkan senyumannya, seperti dulu ketika pertama kali aku melihatnya.

~~~TBC~~~

Iklan
Komentar
  1. ternyata benar dugaan q jika pria yg pernah menolong dan menggendong so eun itu adalah kim bum bukan ki bum tapi soeun malah mengira itu ki bum -_-

  2. nitaadjah berkata:

    untung bum punya cara…. Akhirnya bumsso pergi bareng2….dan ketempat masa lalu…. Sso.. Yg gendong kamu tu… Bum bukqn Ki bum….
    Kasian Bum…

  3. nur aini berkata:

    Kereeeen dan makin membuat penasaran

  4. fania putri berkata:

    trxta orang yg d masa lalux sso bumpa bukan ki bum
    tp krn wajahx kembar jadi sso mengira tu ki bum
    makin seru aja

  5. shefty rhieya berkata:

    ow yg nolong sso eon itu bumppa… tp kenpa sso bisa nikah sma kibum oppa??? knpa jg bumppa gk ngaku sma sso eon klau dia yg udah nyelamatin sso eon???

  6. lisye berkata:

    jdi yg nolong sso dulu bum bukan kibum,
    bum keceplosan kasihan bum harus menekan perasaan nya ,seru ffnya lanjut.

  7. elsyahadu berkata:

    jgn2 yg nolong sso waktu itu kimbum, bkn kibum….

  8. ainami berkata:

    omo……!!! yg nolong sso waktu itu adalah bum kan…
    huwaaa dasar kembar identik, sso salah mengenali…??

    ough mirisnya…. π_π

  9. nafiez.elf11 berkata:

    Jdi slah sangka ??
    hah knp bisa gtu ??

  10. Chachicha berkata:

    Oh yg jdi pnolong sso itu kim bum bukan ki bum..

  11. Jd yg nlong so eun itu kim bum bkn ki bum. Jd so eun slah fham dong

  12. nia syahwa berkata:

    pasti yg nolong so eun itu kim bum,berarti so eun salah sangka…

  13. SaRy ajow berkata:

    haaaaiiiii saeng..
    AQ J’IRfana SaRy di fb..wkwkwk
    AQ mampir baca ff mu tp yg secret love dulu ya..nie ntar puter balik ke part 2 dulu deh..
    kerennnn..critanya sso salah anggap penolong nya yow??
    heemmm sso dah jd bini org?
    moga cerai Deh..wkwkwkwk

  14. rere303 berkata:

    yahh.. kalo gitu mending bumsso bersatu aja deh
    lebih baik , daripada soeunnya menderita terus .meski udah jadi istri kibum tapi tak apalah kalo bumsso bersatu .haha

  15. RANI berkata:

    kelihatannya yang nolong so eun dulu itu bukan ki bum deh tapi kim bum, soalnya so eun bilang dia nggak pernah lihat orang yang nyelamatin dia terus aroma tubuhnya itu persis banget sama kim bum
    wah semoga aja so eun jatuh cinta ke kim bum daripada nunggu ki bum yang nggak jelas kapan sadarnya

  16. pratiwidita90 berkata:

    eonni sbnarnya siapa yg bnar, lelaki yg menolong sso eonni wktu pingsan itu ki bum oppa atau kim bum oppa?
    izin bca next partnya ne 🙂

  17. rie lovely c berkata:

    wah semakin yakin merekaa punya kenangan dimasa lalu tapi kenapa sso gak bisa membedakan mana kim bum & ki bum 😦
    kim bum masih cinta tuh ama sso T_T

  18. Riznha berkata:

    ironisx..kmngknan kcil kibum bsa sdar,gmna dgn soeun..?tp g pa2 kn ad kimbum jg..
    N q hrap kimbum bsa mringnkn bbanx soeun,,stlah plng dri desa..next..

  19. iin.beomsso berkata:

    Jadi pria yg nolong sso waktu itu kim bum bukan kibum… brarti sso salah orang donk & cinta ke sso sebenar’a buat kim bum donk bukan buat kibum…
    ya ampun kasian bum dia udah memendam perasaan suka’a sama sso bertahun tahun & orang yg dia suka malah nikah sama kakak’a sendiri… gimana kalo sso tau yg sebenar’a??

  20. […] Secret Love Part 3 […]

  21. yulie_bumsso berkata:

    Wuaa daebak bggett eoonie..
    Sdihh bggett pilu bggett FF n..
    Bca smp brkacaa2..
    Oommoo Bum bnar2 syag bggett sma s eun..
    Kpan so eun sdar jka kimbum dlu yg prnah mnlong n..
    Bkan ki bum..
    Mkin rumit dan mkin krennn..
    Pnsran sma lnjutannya..
    Jiahh ksian bgett sma kimbum yg rela2 in org yg dia cntai dmi kbhgian so eun sma kkak n..
    Lnjuttt..
    Fighting eoonie..

  22. AttySejatinyaMates berkata:

    Uwaaaaa udah lama jarang baca ff..m skrng kembali lagi kkkkkk
    Ff nih ya ampuuunnn jdi pria itu yg menolong Sso wkt tu adalah Kim Bum, bukan Ki Bum

    Aigoooo Sso… Kau salah orang.. Eh tapi Sso udah jadi Istri Ki Bum… Rus gimana donk hubungan BumSso??

    Next part… Mau baca 🙂

  23. kayaknya sad ending :””(
    FF ini penuh mistery

  24. vonnysumali berkata:

    kibum nya tdk usah sadar kali ya,,,, biar kimbum aja yang gantikan… bukannya memang dia yang pertama mendapatkan soeun????? pointnya bumsso happy ending ya. ditunggu segera lanjutannya

  25. bojengajeng berkata:

    akhrnya ada lanjutannya juga
    huaa kyknya ada ss salah orng deh kyknya yg nlong sso itu bummpa bkan ki bum, pkknya makin penasaran sma kelanjutannya pake banget,, Hwaiting buat author buat nglenjutn part nya heheh:D

  26. Agunk Geg Mira berkata:

    Pasti yg nolong sso dlu itu kim bum, tapi sso salah orang dan nyangkanya ki bum.. iya kan?
    pasti smua ini salah sangka ya?? 😐
    Apa karna wajah mreka yg terlalu mirib sampk sso ga bisa bedain??
    Apa seharusnya kim bum yg nikah sma sso?
    Penasarannn!!! 😀
    Ditunggu part slnjtnya..^^

  27. pipip berkata:

    Waah dsni ketauan nih kjadian slah phamnyaa, nmbah seru ceritanya thor
    Sedih bnget deh dtnggu next partnya

  28. Vonny dyah berkata:

    Wah, so sweet, . Jd dulu yg nolong sso bukan ki bum tp kim bum, wah next ne author, semangat.

  29. AnthyBumsso YongseoClouds berkata:

    mnrutku spertinya sso slah paham di sini bukan ki bum yg mnolongnya dlu tpi kim bum… semoga semuanya cepat selesai dan bumsso bisa bersama … Fighting

  30. Puji Zulfia berkata:

    apa mungkin sso salah paham . Sebenarnya yg nolong sso itu kim bum bukan ki bum . Kasian bum ya mesti menekan perasaannya buat sso .

  31. Nhiyha Arzha Kimmieyanibeom berkata:

    Wuah,,
    daebak..!
    Makin penasaran 🙂
    ditunggu part selanjutnya thor

  32. ria berkata:

    uh yg tlngin so eonni bumpa x bkn ki bum
    tp ki bum sk sm so eonni trus pura2 jd bumpa x y. hehe just imagination
    next part y dtngu . . .

  33. tanti no kawai berkata:

    ˚◦°•hмм…(―˛―“)..=-?•°◦˚. Ĵåϑΐ Ϋά̲̣̥ηġ nolong Sso dulu itu kim bum??? Bukan ki bum????

    Huaa…. Kasihan Bumm….
    Gara2 Sso salah kira_dy Ĵåϑΐ Ъќ ϐïśª mengungkapkan cinta ηγά̲̣̥…..

    Dan merelakan Sso untuk kembaran ηγά̲̣̥…. U.U

    Tapi dengan kebersama’an ηγά̲̣̥ kali Ĭηĭ Ŝέ♏Ơ̴̴͡Ğǎ̜̣̍(´⌣`ʃƪ) Sso ϐïśª menyadari kalo selama Ĭηĭ dy udah salah menganggap kalo ki bum Ϋά̲̣̥ηġ menolongnya…. 🙂

    Tapiii masih penasaran ma perasa’an ki bum ma Sso gimn????
    Masihhh banyak Ϋά̲̣̥ηġ bikin penasaran Ĭηĭ mah….

    Lilaaaaa nexttt partnya jangan lama2 yah… Ekkekekke
    Kerennnn nih FF ηγά̲̣̥…. (y)

  34. Elryeleekim_kim berkata:

    Sebenarnya ki bum itu cinta g sih m so eun eonni???

    Trus aku jua masih penasaran banget m yeoja yg kemari mencium ki bum…

    Bagaimana reaksi so eun klu dia tau… Klu orang yng menggendong nya dulu bukan ki bum melainkan kim bum

  35. nurwini aprilia berkata:

    cinta segitiga yang RUMIT !! waduh, kbnya kasian sakit hati terus,
    next d tunggu

  36. sugarsoya berkata:

    Huaaa, lilaaaaa setelah baca ff happy ending, langsung baca ff sad… Salah nih kayanya harusnya baca yg sad dulu baru yg happy ending, #curcol
    Apa yg nolong soeun waktu itu emang kim bum ya? Kenapa sso ga nyadar sihh… Ahhh kesell…
    Sedihnya jadi kim bum, ada tapi kaya ga ada di mata sso, hiks hiks hiks…
    Lilllaaa ditunggu next partnya ya…

  37. sintiaroom berkata:

    Eonnnnn lilaa apa Kim bum yg dulu nolong Sso? Bukan Ki bum-kan? Kayanya So Eun salah paham bener ga eon? Kan Kim Bum sama Ki Bum kembar identik??
    Ahhh sumpah eon penasarannnnnnnn banget hehe…
    Eon eon ini terinspirasi dari film ya eon? Judulnya sama kaya ff eon lila ini? 🙂
    lanjutkaannn 😀

  38. Nitha Chan berkata:

    akhirnya… keluar juga… sedih chingu… seharusnya bumpa yang kawin ma sso… huaaa… penasaran kelanjutan ceritanya chingu… di tunggu next part-nya…. hwaiting^^

  39. Soeun berkata:

    Oh trnyata kim bum lah yg tLah menolong Sso

    tpi knapa Sso menganggap bahwa kibum lah yg menolong nya ???

    Kibum kpn sadar ea ??

    Ditunggu next part

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s