Memories Of The Past

Posted: 16 Februari 2014 in FF BUMSSO
Tag:

cats

 

Cast: Kim sang bum, Kim so eun, Lee jong suk

 

Support cast: Kim jiwon, Kim woo bin

 

Genre: Fantasy, Romantic, Friendship,

 

Type: Oneshoot

1 Desember 2013 (19.00 – Korea Selatan)

~~~

Suara gemericik air, yang jatuh di atas atap sebuah rumah membuat suasana malam yang sunyi ini benar – benar semakin sunyi. Tetes air hujan turun membasahi bumi. ini, tidak seperti malam – malam biasanya. Malam ini bintang – bintang tidak menunjukkan sinarnya, begitu pula dengan sang rembulan. Sang penyinar langit malam yang senantiasa tak pernah lelah menyinari bumi ini dengan sinarnya itu, sepertinya tidak akan menjalankan tugasnya untuk malam ini.

Seorang wanita muda berusia 25 tahun, yang saat ini tengah berada di dalam sebuah kamar dengan penerangan yang tampak redup. Berdiam diri di meja belajarnya sambil menatap turunnya hujan dari balik jendela kaca kamarnya.

Berkali – kali wanita itu menghembuskan nafasnya. Sangat bosan dan menyebalkan. wanita itu benar – benar bosan dengan rutinitas yang dijalaninya selama ini. biasa – biasa saja, tidak ada yang menarik dan tidak ada yang patut dibanggakan. Menyebalkan, Pikirnya. Rutinitasnya hanyalah bekerja pulang ke rumah dan esok hari kerja lagi. selalu seperti itu tidak ada yang menarik. Kesendiriannya saat ini benar – benar membuat hidupnya seperti dipenuhi dengan warna abu – abu. Tidak ada warna lain selain itu. Menyedihkan, padahal usianya sudah dibilang memasuki tahap kematangan.

Di tatapnya semua benda – benda yang ada di atas meja kerjanya, dan apa yang dilihat oleh matanya benar – benar tidak ada yang bisa membuatnya tertarik. wanita itu nampak berfikir sejenak sebelum dia akhirnya memutuskan untuk beranjak dari kursinya dan menuju ke tempat rak buku miliknya. wanita itu terlihat meneliti setiap buku yang tersusun di dalam rak itu. Jari – jemarinya tak henti – hentinya dia gunakan untuk menyingkap buku – buku yang bisa di bilang cukup banyak.

hingga akhirnya wanita itu menemukan buku yang dicarinya, diambilnya buku bersampul biru muda itu dan di bawanya ke meja kerjanya. wanita itu mendudukkan badannya kembali dan meniup – niup buku yang baru saja di temukannya, terlihat usang dan berdebu memang. jika mengingat betapa lama wanita itu menyimpan buku tersebut di rak bukunya.

wanita itu membaca tulisan yang yang terdapat di sampul buku tersebut, senyumnya sedikit merekah kala pikirannya melayang ke dua belas tahun silam. “BUKU TAHUNAN

Shinwha junior high school, Tahun 1998” kenapa harus masa SMP, kenapa tidak masa SMA atau kuliah. Tapi entahlah, yang ada di pikiran wanita itu sekarang adalah masa SMP.

 

“saatnya kembali ke masa lalu.” Gumam wanita itu, sambil membuka lembar demi lembar buku tersebut dan menampilkan kumpulan wajah – wajah alumni murid Shinwa junior high school. Dan bisa kita lihat sekarang jemari cantik wanita itu terhenti ketika matanya tertuju  pada tiga buah foto yang terpasang sejajar di dalamnya.

Selanjutnya wanita itu memejamkan matanya. kemudian, merasakan dinginnya malam yang seperti menusuk sampai ketulangnya. Mendengarkan suara gemericik air hujan yang sampai dengan saat ini masih belum mereda. Di biarkannya buku yang tadi sempat lama dipandanginya itu tetap terbuka.

Hingga perlahan – lahan suara gemericik air itu tidak dapat lagi dia rasakan, tapi ada sesuatu yang aneh dengan pendengarannya. Kenapa terdengar bising sekali. Bukankah di dalam kamarnya tadi hanya ada dirinya sendiri, tapi kenapa sekarang wanita itu merasakan ada orang lain di dalam kamarnya. Dan sepertinya ada banyak orang di dalam kamarnya dan kegaduhan ini semakin terdengar jelas di telinga wanita itu.

“kim so eun…”

Juli 1998 (Flashback)

~~~

“kim so eun… kim so eun…kim so eun.” panggilan itu, terdengar berkali – kali. Hingga si pemanggil benar – benar di buat jenuh dengan panggilan itu. Karena tidak ada satupun dari sekian banyaknya orang yang ada di ruangan itu yang menyahuti panggilannya.

“apa tidak ada yang bernama kim so eun di ruangan ini?”

Sedangkan si pemilik nama yang sedari tadi dipanggil ternyata tengah asyik tertidur di deretan bangku paling belakang. Sebenarnya gadis itu mendengar suara orang yang memanggil namanya. Tapi ada perasaan yang aneh menyelimuti hati gadis itu, siapa yang memanggil namanya kenapa gadis ini seperti asing dengan suara si pemanggil. Suara itu seperti suara wanita, tapi bukan seperti suara ibu ataupun adik perempuannya, lalu siapa yang memanggilnya saat ini.

“yaa… kim so eun, cepat bangun.” Tunggu dulu, suara ini. so eun mengenalinya, suara terakhir yang terdengar dekat di telinganya. Tidak… kenapa pria menjengkelkan ini ada di kamarnya, so eun harus membuka matanya sekarang dan memberi pelajaran pada pria menjengkelkan ini agar tidak sembarangan masuk ke rumah orang kemudian masuk kekamar orang lain tanpa ijin.

“ya.. apa yang kau lakukan di sini?” tanya so eun sedikit berteriak, sambil membuka matanya. dan bisa so eun lihat siapa yang saat ini tengah berada di depannya.

Dan tunggu dulu… ada sesuatu yang aneh ketika so eun membuka matanya, bukan karena kebenaran tebakan so eun akan siapa yang tadi memanggilnya. Tapi keanehan yang saat ini terjadi padanya. ada dimana so eun sekarang?

“kau ini bicara apa, tentu saja aku sedang bersekolah kau pikir apa lagi yang aku lakukan di tempat seperti ini jika bukan untuk bersekolah dan belajar.” Tutur pria yang saat ini berada tepat di depan wajah so eun.

Berkali – kali so eun mengerjapkan matanya, untuk sedikit mengumpulkan kesadarannya. Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa dirinya berada di tempat ini dan bukannya dikamarnya. Bukankah tadi so eun berada di dalam kamarnya. Kenapa sekarang so eun berada di…. tunggu dulu, bukankah tempat ini tempat so eun pernah bersekolah dulu. Ini adalah sekolah menengah pertama tempat so eun pernah menuntut ilmu kan. Kenapa so eun bisa kembali kesini, bukankah so eun sekarang sudah lulus dan juga sudah bekerja lalu kenapa so eun kemabli lagi ketempat ini dan apa – apaan ini kenapa pula so eun memakai seragam ini lagi.

“yaa.. kim so eun, namamu sudah sedari tadi dipanggil oleh guru. Apa kau tidak mau maju, guru sedang melakukan pembagian tempat duduk, apa kau tidak mau segera mengetahui siapa teman sebangkumu.”

“yaa… kim woo bin, kenapa hari ini kita berada disini. Bukankah hari ini kita harus bekerja?”

“kau ini bicara apa, kita ini masih baru masuk SMP bagaimana bisa kita bekerja. Dasar bocah gila.” Ucap pria bernama kim woo bin, yang tak lain adalah sepupu dari kim so eun.

So eun benar – benar di buat bingung dengan apa yang saat ini dialaminya. Bagaimana ini bisa terjadi, kenapa so eun kembali bersekolah dan kenapa woo bin menganggapnya gila. Apa saat ini so eun sedang bermimpi, jika memang benar bisakah saat ini juga so eun terbangun. so eun tidak ingin kembali bersekolah, karena itu akan membuatnya pusing. Dan lagi, tidak ada yang menarik saat masa – masa so eun berada di sekolah ini. tidak menyenangkan sama sekali yang ada malah menyebalkan.

“apa benar – benar tidak ada yang bernama kim so eun di kelas ini, jika tidak. aku akan melewati nama ini dan memanggil murid berikutnya.”

So eun segera mengangkat tangannya, dan berdiri dari tempatnya menuju kedepan kelas. Sekarang so eun mengenali suara siapa yang telah berkali – kali memanggilnya. Ternyata suara itu adalah suara guru Goo hye sun, guru tercantik dan terbaik yang sangat so eun kagumi semasa dia bersekolah dulu.

“kenapa kau lama sekali, apa kau tidak mendengarkan panggilanku?” tanya guru Goo pada so eun ketika gadis itu sudah berada di sebelahnya.

“maafkan aku.” Jawab so eun pelan, kebinguangannya akan hal gila ini masih belum hilang dan terjawab. So eun masih bertanya – tanya kenapa dirinya kembali kemasa ini dan bukannya masa yang lain.

“berikutnya.. Lee jong suk.” Ucap guru goo, terdengar lantang dan dalam hitungan detik so eun langsung menolehkan wajanya ke samping kiri tubuhnya, dan bisa so eun lihat siapa yang saat ini tengah berdiri bersampingan dengannya. Ya.. pria itu – Kim sang bum.

“Kim sang bum, Kim so eun dan Lee jong suk mulai hari ini kalian duduk bersama. Kalian duduk dibangku nomor dua dari depan urutan barisan paling kanan.” Jelas guru goo kala jong suk sudah berdiri di depan bersama so eun dan bersama dengan pria satu lagi yang bernama lengkap kim sang bum yang biasa di panggil kim bum.

So eun sedikit sadar, akhirnya so eun benar – benar menyadari bahwa saat ini dirinya benar – benar kembali ke masa lalu. Dan ini semua terjadi karena buku tahunan itu, dua pria yang ada di samping so eun saat ini adalah pria yang ada didalam foto buku tahunan so eun. yang terakhir kali so eun lihat bersama dengan foto dirinya juga. sebelum akhirnya so eun kembali ke masa ini. masa lalu. Memori masa yang lalu, yang kembali terulang lagi.

~~~

“baiklah, karena hari ini adalah hari pertama kalian masuk ke sekolah ini. jadi tidak ada pelajaran untuk hari ini. kalian semua bisa saling berkenalan dengan teman – teman baru kalian.” Ucap guru goo sambil melenggang keluar dari ruangan kelas yang saat ini menjadi ruangan kelas kim so eun juga.

Sepeninggalnya guru goo semua murid kelas VII ini benar – benar membuat kegaduhan yang luar biasa. Tentu saja mereka semua bergembira karena akhirnya mereka bisa bertemu dengan teman – teman baru sekaligus akan mendapatkan pengalaman dan yang terpenting ilmu baru.

Tapi kesenanangan itu tidak berlaku untuk kim so eun, gadis itu benar – benar terlihat sangat kesal. Bagaimana tidak akan kesal jika seharusnya hari ini dirinya bekerja dan bukannya kembali kesekolah. So eun benar – benar ingin tahu bagaimana bisa buku tahunan itu membawanya ke masa ini.

“lee jong suk… apa yang ingin kau lakukan hari ini?”

Suara barusan terdengar sangat dekat di telinga so eun, suara ini milik teman sebangkunya tentu saja. so eun bisa merasakan kembali suasana seperti ini. tunggu dulu jika so eun mengingat – ingat kembali, kejadian ini sudah pasti sama persis dengan kejadian masa itu.

“bagaimana kalau kita bermain saja.”

Sekarang suara yang berikutnya ini juga terdengar jelas di telinga so eun. walaupun tidak sedekat suara tadi. Tapi so eun bisa mendengar jelas suara tersebut karena so eun tau bahwa suara – suara tadi memang berasal dari dua teman sebangkunya saat ini.

Jika memang benar kejadian ini sama dengan sebelumnya, maka so eun bisa menebak bahwa saat ini wajah so eun dan kim bum saling berhadapan. Dengan posisi yang sama – sama menaruh kepala di atas meja. Walaupun so eun menutup matanya tapi so eun juga tau bahwa saat ini jong suk juga melakukan hal yang sama seperti dirinya dan kim bum. akan tetapi posisi so eun membelakangi wajah jong suk.

Perlahan demi perlahan so eun membuka matanya yang sedari tadi terpejam. Entahlah kenapa so eun suka sekali memejamkan matanya. baik di masa lalu maupun sekarang. masih sama saja. pikir gadis itu.

“benarkan.. semuanya berjalan dengan sewajarnya, lalu kenapa aku harus kembali lagi kemasa ini jika semuanya normal – normal saja.” batin so eun dan hendak beranjak dari tempat duduknya. Tapi so eun tau bahwa pasti sebentar lagi dua pria di sampingnya ini akan menarik kedua tangannya.

Dan ternyata benar saja, baru saja so eun hendak beranjak. Kim bum dan jong suk sudah terlebih dahulu menahan kedua tangannya. So eun akan semakin pusing jika seperti ini. apa so eun harus kembali menangis seperti dulu karena takut.  Oh…tidak lagi, kenapa harus takut, mereka berdua ini hanya seorang preman kecil. Dulu so eun boleh takut, tapi sekarang dia tentu saja tidak takut.

“menyebalkan sekali.. sampai kapan mereka berdua akan memegangi tanganku seperti ini.” batin so eun lagi, sambil menatap dua pria yang saat ini masih dalam posisi yang sama seperti sebelumnya.

“kembalilah pada posisimu seperti tadi.” Perintah jong suk pada so eun. tentu saja so eun sedikit terkejut, ternyata temannya ini bisa juga bicara sopan padanya. bukankah dulu dialog ini diucapkan oleh jong suk dengan suara yang cukup keras dan terkesan memaksa.

“cepat.. turuti saja perintahnya.” Dan ini apa lagi, kim bum pun juga melakukan hal yang sama. Tidak ada paksaan dari nada bicaranya walaupun, nada bicaranya masih terdengar dingin seperti dulu. So eun semakin heran, mungkin akan lebih menarik jika so eun menuruti apa yang mereka berdua inginkan. Dan apakah kejadiannya nanti akan sama juga seperti sebelumnya.

So eun kembali meletakkan kepalanya dan masih dengan posisi yang sama seperti sebelumnya. Wajah kim bum berhadapan dengan so eun, dan dengan posisi kepala yang membelakangi wajah jong suk. so eun tidak sabar untuk menunggu keanehan berikutnya. Hingga sampai saat so eun merasakan betapa eratnya pegangan dua tangan pria yang saat ini tengah memegangi tangannya. Dan lagi… tunggu dulu apa ini akan terjadi lagi, apakah jong suk akan menjambak rambutnya sama seperti dulu. Karena saat ini so eun bisa merasakan tangan jong suk yang satunya tengah menyentuh rambut panjang so eun.

Sedikit merasa takut jika membayangkan hal itu, tapi dugaan so eun ternyata salah. Jong suk tidak menjambak rambutnya melainkan membelainya dengan pelan. Ada perasaan lega dihati so eun saat ini. dan samar – samar so eun bisa mendengarkan suara jong suk walaupun terdengar lirih karena posisi so eun yang membelakangi jong suk saat ini.

“maukah kau berteman dengaku, kim so eun?” terdengar lirih dan lembut, tidak bisa di dengar siapapun kecuali so eun dan jong suk sendiri tentunya. Dan so eun pun yakin bahwa saat ini kim bum pun tidak mendengarnya.

Dan Baru saja so eun di buat tertegun dengan apa yang dilakukan oleh jong suk barusan, saat ini giliran kim bum yang membuat so eun kebingungan. Pria yang ada didepannya ini menatapnya dengan tajam dan dingin walaupun tidak terlihat menakutkan seperti dulu. so eun juga menatap mata pria itu, menunggu apa yang akan dilakukan oleh temannya itu karena seingat so eun saat itu kim bum hanya mencubit pipinya. Apakah kali ini ada perbedaan juga – piikir so eun.

Kim bum mengarahkan tangannya pada wajah so eun, pria itu menyentuh dahi so eun hingga hidung so eun dan terakhir membelai pipi so eun dengan lembut. Benar – benar pelan dan lembut, tidak ada sakit yang so eun rasakan kala kim bum menyentuh pipinya berbeda juga dengan dulu. dan kali ini so eun juga bisa mendengar gumaman kecil kim bum yang sama seperti apa yang dilakukan oleh jong suk tadi.

“jadilah temanku kim so eun.” perintah, ini adalah sebuah perintah berbeda dengan jong suk. kalimat yang keluar dari mulut kim bum adalah perintah yang mengharuskan so eun untuk menurutinya. Sedangkan kalimat yang dilontarkan jong suk adalah permintaan yang menuntut so eun untuk melakukannya.

Jadi so eun sedikit bisa memahami kenapa dirinya bisa kembali ke masa ini. ada beberapa kesalahan yang ada di masa lalu ini. seharusnya so eun memang seperti ini dulu, agar so eun bisa tau bahwa sepertinya dua teman pria sebangkunya ini memang tidak punya niat jahat apapun pada dirinya. Buktinya saat ini kim bum dan jong suk sama sekali tidak menyakiti dirinya. Apa karena dulu so eun terlalu penakut dan selalu menolak permintaan kim bum dan jong suk sehingga mereka berdua selalu marah pada so eun.

So eun benar – benar merasa lelah, rasanya matanya sangat berat untuk dibuka. Sepertinya gadis itu akan tertidur sekarang. so eun berfikir sejenak, bukankah hari ini masih belum ada pelajaran jadi tidak ada salahnya kan jika so eun terlelap sebentar. Setidaknya belaian lembut dari kedua pria yang ada disampingnya saat ini benar – benar bisa mengantarkannya ke alam mimpi.

Oktober 1999 (Flashback)

~~~

Suara berisik kembali mengganggu kenyamanan tidur so eun, kali ini memaksa so eun untuk segera bangun dari tidur lelapnya. Di bukanya kembali mata cantiknya itu secara perlahan dan melihat ke samping kiri dan kanannya. Tidak ada orang, kemana perginya dua pria itu. Bukankah tadi mereka masih duduk bertiga lalu kenapa sekarang so eun duduk sendiri.

“yaa,,, kim so eun, kenapa kau selalu tidur di kelas. Apa kau tidak pernah punya waktu untuk tidur di rumah. Sekolah ini tempat untuk belajar bukannya untuk tidur, dasar anak aneh.”

So eun sedikit melebarkan matanya dan memastikan siapa anak perempuan yang sedang marah – marah padanya saat ini. benarkah dia Kim jiwon, anak perempuan yang dimasa depan akan menjadi sahabatnya sekaligus kekasih dari sepupunya – kim woo bin.

“gadis centil ini.. kenapa hobimu selalu marah – marah, tidak bisakah kau berhenti memarahi semua murid yang ada dikelas ini. kau pikir kau ini siapa?” bentakan itu terdengar dari mulut woo bin, yang saat ini tengah menghampiri bangku tempat so eun duduk.

“aku ini ketua kelas… jadi kau juga harus mendengarkan semua aturanku.”

“hah… aturan. Sudah.. aku malas jika selalu berdebat denganmu.” Ucap woo bin, dan langsung duduk di bangku so eun.

“Yaa.. kim so eun apakah kau membawa tugas yang sudah kita kerjakan semalam. Hari ini aku lupa membawanya biarkan aku menyalin tugasmu.” Pinta woo bin, pada sepupunya itu. Yang diminta bukannya segera menyahut malah terheran – heran.  Sedangkan jiwon gadis itu langsung pergi meninggalkan woo bin dan juga so eun yang masih merasa aneh. dan yang tentunya menyindir woo bin terlebih dahulu sebelum gadis itu akhirnya pergi.

So eun masih tidak mengerti dengan apa yang saat ini terjadi lagi, bukankah hari ini so eun dan teman – temannya baru masuk kelas bahkan baru melakukan pembagian bangku. Guru juga bilang bahwa hari ini tidak ada pelajaran. Lalu kenapa sepupunya ini ingin meminjam tugas padanya, kapan mereka mengerjakan tugas bersama – sama. Dan lagi kenapa jiwon yang menjadi ketua kelas, bukankah seharusnya jong suk lah yang menjadi ketua kelas jika saat ini mereka berada di kelas VII.

“yaa… apa kau juga lupa membawanya so eun, bagaimana ini… bisa mati kita hari ini jika kita tidak mengumpulkannya. Sia – sia saja semalam kita mengerjakan bersama – sama. Apa masih ada waktu untuk kita mengambilnya di rumah.”

“yaa,,, kim woo bin, memangnya kapan kita mengerjakannya. Bukankah kita baru hari pertama memasuki sekolah ini kenapa bisa kau mengatakan sudah ada tugas.” Bantah so eun yang benar – benar merasa gila dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini, semakin rumit dan membingungkan – pikir so eun.

So eun menghentikan kalimatnya,kala dia melihat seorang anak laki – laki memasuki kelas so eun dan duduk di deretan bangku paling belakang. Tunggu dulu, bukankah itu lee jong suk. kenapa pria itu duduk disana, bukankah seharusnya mereka duduk bertiga. Dan lagi, kenapa dia seperti baru datang. Yang lebih aneh lagi, kenapa pria itu mengacuhkan so eun kala so eun sedang menatapnya.

So eun menggeleng – gelengkan kepalanya yang sudah dirasa benar – benar pusing. Ya… tuhan apa yang sebenarnya terjadi pada so eun saat ini. apa so eun sudah benar – benar gila.

“woo bin… kim woo bin.” Panggil so eun dengan suara yang sangat pelan pada sepupunya yang sekarang entah pergi kemana, pandangan mata so eun masih terarah pada lee jong suk yang saat ini menidurkan kepalanya diatas meja.

“dia sudah pergi.”

Kim bum… suara itu, suara kim bum kan? So eun segera melihat pria yang saat ini duduk disampingnya dan menjawab panggilannya. Pria ini sudah duduk disampingnya sekarang. tapi kapan pria ini datang, kenapa so eun tidak melihat kedatangannya. Lalu kemana perginya kim woo bin.

Tunggu dulu, tapi kenapa semua adegan – adegan ini menjadi seperti potongan – potongan puzzle yang berceceran. Sepertinya tuhan sengaja membuat puzzle – puzzle itu berantakan agar so eun bisa menyusunnya. Dan sekarang harusnya so eun sudah mulai bisa menyusunnya.

So eun mulai berfikir, jika tadi saat pertama kali so eun membuka mata dia bertemu dengan jiwon dan gadis itu mengatakan bahwa jiwon adalah ketua kelas, bukankah itu berarti saat ini so eun sudah berada dikelas delapan. Pantas saja so eun sudah tidak duduk sebangku dengan jong suk, tapi so eun masih duduk sebangku dengan kim bum.

“kenapa kita tidak duduk bertiga lagi?” tanya so eun pada dirinya sendiri, so eun berusaha mengingat alasan mengapa so eun tidak duduk dengan jong suk lagi padahal dia masih duduk dengan kim bum.

“itu karena kau yang tidak mau duduk dengannya.”

So eun menolehkan kepalanya, kala kim bum menjawab pertanyaannya. So eun tidak menginginkan jong suk duduk dengannya. Lalu kenapa so eun masih ingin duduk dengan kim bum. ah… so eun ingat, waktu itu saat mereka semua sudah naik ke kelas delapan. So eun memang sempat bertengkar dengan jong suk gara – gara pria itu selalu berbuat nakal padanya. seharusnya dulu so eun tidak bersikap kekanak – kanakan seperti itu.

“aku harus minta maaf padanya.” gumam so eun sambil beranjak dari tempat duduknya, so eun ingin menghampiri jong suk dan minta maaf pada pria itu. Pantas saja waktu itu jong suk tidak pernah menegurnya lagi, itu pasti karena jong suk marah pada so eun.

Tapi ketika hendak melangkahkan kakinya, kim bum sudah menahan tangan so eun terlebih dahulu. “untuk apa minta maaf padanya, bukankah masih ada aku yang duduk denganmu. Kenapa kau mempedulikannya.” Ucapan ini terdengar lirih tapi masih bisa di dengar oleh so eun. pria ini seperti tidak rela jika so eun minta maaf pada jong suk. bukankah mereka dulu berteman. Ah.. tidak lagi, setelah naik ke kelas delapan mereka sudah tidak berteman, entah apa sebabnya yang pasti kedua temannya ini tidak pernah saling bertegur sapa.

So eun menghempaskan tangannya yang saat ini masih dipegang oleh kim bum. “apa maksudmu, kenapa aku tidak boleh minta maaf padanya?” tanya so eun tanpa meminta jawaban dari kim bum atas pertanyaannya. Dan langsung berjalan menuju meja jong suk.

Dan apa yang terjadi selanjutnya, kim bum menghalangi langkahnya dengan menjulurkan kakinya. Dan tentu saja itu akan membuat tubuh so eun terjatuh, jika tangan kim bum tidak langsung menahannya. “yaa… apa yang kau lakukan?” teriak so eun pada kim bum, dan teriakan so eun barusan mampu membuat seisi ruangan kelas langsung menatap mereka berdua. Termasuk jong suk tentunya.

“kubilang jangan minta maaf padanya, aku tidak suka kau melakukan hal itu.” Kim bum terlihat sangat marah pada so eun. mata kim bum menatap tajam so eun dan benar – benar terlihat menakutkan. Tangan pria itu juga masih belum melepaskan cengkraman tangannya.

“aku… aku..” so eun tidak berani menatap mata kim bum, pria kecil dihadapannya ini benar – benar menakutkan. Bahkan sekarang tubuh so eun di buat bergetar dengan bentakan kim bum tadi. Ini benar – benar aneh, bukankah biasanya so eun selalu bersikap berani pada orang – orang dikantor yang selalu membuatnya kesal. Tapi kenapa sekarang so eun tidak berani pada kim bum, apa so eun akan kembali seperti dulu yang selalu merasa takut pada kim bum dan juga…..

“lepaskan dia…” jong suk, pria itu membentak kim bum untuk membelanya. Kenapa situasinya terbalik. Bukankah seharusnya kim bum yang menolongnya dan jong suk yang membuat so eun terjatuh.

“kenapa aku harus melepaskannya? Bagaimana jika aku tidak mau melepaskannya? Apa yang akan kau lakukan?” tantang kim bum, dan semakin mempererat pegangan tangannya pada so eun. dan itu benar – benar membuat jong suk semakin tidak suka. So eun pun semakin takut dengan situasi seperti ini.

“aku tidak mau bertengkar denganmu, jadi lepaskan dia.” Pinta jong suk lagi, kali ini pria itu lebih sabar menghadapi kim bum. tentu saja jong suk tidak ingin bertengkar dengan kim bum yang pernah menjadi sahabatnya sejak mereka bersekolah di sekolah dasar.

“aku tau kau tidak bisa berbuat apa – apa.” ejek kim bum, sambil tersenyum meremehkan ke arah jong suk.

So eun semakin tegang, dengan situasi seperti ini. tidak mungkin kan kim bum dan jong suk bertengkar. Karena yang so eun ingat, tidak ada keributan waktu itu. Tapi apa yang membuat mereka berhenti bersitegang saat ini.

Seseorang menarik tangan so eun yang bebas dari genggaman kim bum dan membuat tubuh so eun terlepas dari cengkraman kim bum hingga membuat semuanya terkejut. Termasuk so eun, kim bum dan juga jong suk. lalu siapa yang melepaskan so eun dari tangan kim bum. karena sedari tadi jong suk, hanya diam menatap tajam kim bum tanpa melakukan apapun.

Seseorang mendorong tubuh jong suk, “kau terlalu lama.. lee jong suk.” dan langsung mengajak so eun pergi. Tapi langkah kaki orang itu terhenti dan pria itu berbalik menghampiri kim bum dan langsung memberikan satu hantaman pada wajah kim bum.

“jangan pernah ganggu saudaraku… kim sang bum.” kesal woo bin dan kembali menarik tangan so eun untuk meninggalkan kim bum dan juga jong suk, yang masih saling bertatapan.

~~~

“kenapa kau diam saja, apa kau selalu sepenakut ini. kita sudah besar, sampai kapan kau selalu terima ditindas oleh orang lain.” Bentak woo bin, ketika saat ini woo bin mengantarkan so eun ke ruang kesehatan sekolah. Setidaknya dengan membawa so eun pergi, dari ruang kelas so eun akan jauh lebih tenang. Woo bin, membawa so eun ke ruangan itu agar saudaranya itu bisa menghindari kim bum ataupun jong suk untuk sementara waktu.

“kau yang selalu menindasku, apa kau tidak sadar. Kenapa hari ini kau baik padaku.” Gerutu so eun.

“hah.. bocah ini, kau mau mati yaa. Aku ini kakak yang baik, bukankah aku melindungimu hari ini. harusnya kau berterima kasih padaku.”

“untuk apa.. aku tidak mau berterimakasih padamu. Tapi hari ini kau benar – benar keren sekali.” Ucap so eun sambil memberikan dua jempolnya pada woo bin dan tersenyum senang pada kakak sepupunya itu.

“aku memang selalu keren…” puji woo bin pada dirinya sendiri sambil mengacak – acak pelan rambut so eun. dan mereka pun tertawa bersama.

Seorang anak perempuan membuka pintu ruang kesehatan tempat so eun dan woo bin berada saat ini. ada sedikit kekesalan di hati anak perempuan itu saat melihat kebersamaan so eun dan woo bin.

“yaa.. kim woo bin, apa kau akan terus disini. Bukankah so eun sudah baik – baik saja. setidaknya kau harus kembali ke kelas.”

“ahhh.. ketua kelas, ternyata kau.” Ucap woo bin kala melihat siapa yang saat ini memasuki ruangan itu. “baiklah, aku kembali ke kelas lagi. Kau tetaplah disini dan nanti kita akan pulang bersama.” Pamit woo bin pada so eun dan berlalu keluar dari ruangan kesehatan tanpa menghiraukan jiwon yang telah dilewatinya.

“kalian seperti sepasang kekasih.. bukankah kita masih terlalu kecil untuk berpacaran. Dasar gadis aneh.” Ucap jiwon ketus sambil berlalu meninggalkan so eun yang nampak heran dengan gerutuan jiwon. Apa gadis itu mengira woo bin dan so eun berpacaran. Yahh… sangat lucu – batin so eun.

Mata so eun terasa berat lagi, matanya mulai mengantuk. Sejenak so eun mulai berfikir apakah ini saatnya so eun kembali kemasanya. So eun tidak ingin mengulang masa  – masa ini. terlalu melelahkan untuk dikenang. Bukan karena tidak menyenangkan tapi karena terlalu rumit untuk dikenang.

“kuharap ketika aku membuka mata.. aku sudah berada di kamarku, dan tidur di tempat tidurku yang sangat nyaman dan hangat.” Pinta so eun dalam hatinya.

Juli 2001 (Flashback)

 

~~~

so eun merasakan angin berhembus sangat kencang dan benar – benar menerpa tubuhnya. Sekarang berada dimana lagi so eun – pikir gadis itu. rasanya so eun benar – benar lelah, so eun ingin kembali ke masanya. Sudah cukup so eun berjalan – jalan  ke masa lalu. Masa depan lebih indah dari pada masa lalu.

“kau selalu tertidur dimana saja…. apa tidurmu nyenyak.”

Suara ini… yaa, so eun harus cepat – cepat membuka matanya agar dia bisa tau kejadian apalagi yang akan terjadi pada so eun. so eun membuka matanya dan sedikit meneliti keadaan disekitar. Memastikan bahwa saat ini matanya tidak salah mengenali tempat. Ini atap sekolah… benar dan saat ini tubuh so eun terbaring diatas sebuah bangku panjang. Tunggu dulu, so eun tadi mendengar suara seseorang yang menyapanya. Lalu pergi kemana orang itu. So eun segera bangun dan memandang lurus kedepan, tidak ada siapaun ditempat ini, kecuali dirinya sendiri. Lalu suara siapa tadi?

“kau mencariku?”

So eun segera menolehkan kepalanya, dan membalikkan badannya kala suara itu terdengar dari belakang tubuhnya. Benarkan dugaan so eun bahwa suara tadi adalah suara pria itu. So eun tidak akan lupa suara itu.

“sepertinya kau benar – benar sangat suka tidur, kelas sudah masuk dari tadi. Sebentar lagi waktunya kita untuk berfoto. Apa kau tidak ingin fotomu terpasang di buku tahunan.”

Ah… sekarang loncat sudah loncat ke tahun yang lain, mengingat ucapan pria tersebut. itu berati so eun sudah berada dikelas IX. Akan segera berakhir. Pikir so eun. jika sekarang so eun berada dikelas IX, dan kalau tidak salah dengar pria yang ada dihadapan so eun saat ini mengatakan bahwa hampir tiba giliran mereka untuk berfoto untuk buku tahunan, maka so eun sudah akan lulus sekarang.

“terima kasih sudah mau datang ke acara ulang tahunku tempo hari. Ku kira kau tidak akan datang. Apa woo bin mengatakan sesuatu padamu?”

So eun memandang lekat mata pria itu, mencari sesuatu jawaban pada mata itu. Apa yang barusan dikatakan pria ini, apa yang harus disampaikan woo bin padanya. kenapa so eun tidak bisa mengingatnya. Apa ada hal penting yang so eun tidak ketahui di masa ini.

Pria itu menghela nafasnya, sedikit ada perasaan sedih dari sorot matanya karena sedari tadi so eun tidak menjawab apapun yang dikatakannya. “aku tau kau masih marah padaku, buktinya sampai sekarang kau selalu mengacuhkanku. Kuharap setelah kau mendengar penjelasan dari woo bin, kau bisa memaafkanku.”

So eun benar – benar dibuat bingung dengan kata – kata yang sama sekali tidak dimengertinya itu. Apa yang dibicarakan oleh pria ini dengan woo bin. Kenapa so eun tidak mengingatnya. Tapi memang seingatnya, woo bin tidak pernah mengatakan apapun pada so eun tentang pria ini. “bisakah kau menjelaskan padaku, aku benar – benar……”

“aku tidak memaksamu…. tapi, bolehkah aku memelukmu?” pria itu meminta persetujuan so eun untuk memeluknya. Tentu saja so eun tidak jadi meneruskan kalimatnya yang tadi terpotong dengan permohonan pria yang saat ini ada depannya. Yang so eun lakukan sekarang adalah menganggukan kepalanya, dan membiarkan pria itu memeluk tubuh so eun.

“terimakasih.. terimakasih, sudah mau memaafkanku.” Ujar pria itu sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh so eun, seakan – akan tidak mau melepaskan ataupun menyerahkan so eun pada orang lain. So eun pun membalas pelukan pria tersebut sambil tersenyum lega, karena akhirnya permusuhannya dengan pria ini bisa berakhir – setidaknya itulah yang dirasakan so eun saat ini. tapi tidakkah so eun memperhatikan pria yang berdiri tidak jauh dari tempatnya saat ini.

Senyum yang tadi terukir jelas diwajah so eun kini menjadi raut wajah kesedihan kala melihat pria yang saat ini tengah menatap tajam ke arahnya yang sedang berpelukan dengan pria lain. Tidak bisa ditebak apa yang ada dipikiran pria itu saat ini, tapi sepertinya pria itu kesal dengan apa yang dilakuakan oleh so eun sekarang.

“kenapa kau ada disini, guru goo sedang mencarimu. Sudah tiba giliranmu untuk berfoto sekarang.” tegur kim jiwon pada pria yang masih menatap so eun, yang tengah berpelukan dengan seorang pria.

Pria yang ditegur jiwon itu tidak menjawab teguran gadis tersebut. Pandangannya masih tertuju pada so eun dan pria yang memeluknya. Dan berapa menit kemudian pria itu membalikkan badannya untuk turun dari atap gedung meninggalkan jiwon dan juga so eun yang masih diam ditempatnya.

“kalian berdua… sampai kapan kalian ada disini. Sebentar lagi giliran kalian berfoto. Apa kalian akan tetap bermesraan disini.” Teriak jiwon pada so eun dan juga pria yang tadi memeluk so eun.

“kukira sahabatmu itu tidak akan pernah berhenti berteriak.” Gurau pria yang tadi memeluk so eun, sambil melepaskan pelukannya pada tubuh so eun dan menggandeng tangan so eun untuk menuruni atap sekolah ,dan pergi ke ruangan tempat mereka akan berfoto untuk buku tahunan. So eun sedikit tersenyum kala mendengar gurauan pria yang ada disampingnya ini. Ternyata pria ini bisa bercanda juga rupanya.

~~~

Semua sudah berkumpul di ruangan foto dan benar – benar tampak berisik sekali. Mata so eun tengah mencari seseorang. Matanya benar – benar melihat kesana kemari, tapi yang dicari tidak juga terlihat oleh matanya. dimana bocah itu pikir so eun. hingga guru goo memanggil nama so eun, karena sudah tiba giliran so eun untuk berfoto.

Dan saat so eun sudah siap untuk berfoto, orang yang tengah di carinya sedang berdiri di depannya dan memandang ke arah so eun. dua pria itu tengah berdiri bersampingan sambil menatap tajam padanya. seperti ada sesuatu yang benar – benar ingin mereka sampaikan pada so eun setelah ini.

Dan sebuah suara jepretan kamera, di iringi dengan kilatan cahaya dari kamera yang ada di depan so eun saat ini, mengantarkan so eun kembali kemasa sekarang. ada sedikit perubahan pada masa lalu so eun itu. Dan masih ada sesuatu yang belum terungkap, apa yang sebenarnya terjadi pada dua orang pria yang pernah menjadi teman so eun itu.

4  desember 2013 (17.00 Korea Selatan)

~~~

Sebuah pancaran sinar yang dirasa sangat menyilaukan membuat seorang wanita yang entah sudah berapa lama dia terlelap dalam tidurnya itu mampu membuka matanya kembali. Wanita itu sedikit menyesuaikan dirinya dengan cahaya yang menyilaukan matanya. pancaran matahari terbenam mampu membuatnya terbangun dari tidurnya yang bisa dibilang cukup lama.

“apa lagi sekarang?” tanya so eun pada dirinya sendiri, ketika dia sudah membuka matanya. wanita itu masih belum menyadari kalau dirinya sudah kembali ke dunianya.

“gadis aneh… sampai kapan kau akan tertidur. Bagaimana bisa kau tertidur dengan posisi seperti itu dan lupa dengan semua pekerjaanmu. Kau kira aku ini asistenmu yang bisa menggantikanmu mengerjakan semua tugas – tugasmu.”

So eun mengenal suara itu. Berisik sekali suara itu dan sudah dipastikan bahwa suara itu adalah milik kim jiwon, sahabatnya sekaligus kekasih dari kakak sepupunya.

So eun bisa merasakan seseorang menepuk bahunya, wanita itu masih enggan untuk beranjak dari meja kerjanya. Kepalanya pun masih menempel di meja kerjanya. Masih bingung dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

“sepertinya dia tidak ingin kita mengganggunya, lebih baik kita biarkan saja dia istirahat. Lagipula sudah tiga hari kita berada disini untuk menemaninya. Mungkin dia ingin sendiri.”

Suara itu… so eun yakin bahwa suara itu milik kakak sepupunya. Kenapa mereka berdua bersama – sama. Dan tunggu dulu, tiga hari apa maksudnya.

“aku ada dimana?” pertanyaan bodoh itu terlontar dari bibir kecil so eun, dan tentu saja pertanyaan itu membuat jiwon dan juga woo bin heran. Ada apa dengan so eun, wanita itu sudah tidur kurang lebih selama 3 hari. Dan sekarang wanita itu bertanya ada dimana. Apa so eun sedang mengerjai kakak sepupu dan juga sahabatnya itu.

“yahh… kau berhutang penjelasan padaku kim woo bin.” Racau so eun sambil menaikkan kepalanya dan memandang woo bin dengan tatapan penuh tanda tanya. Sedangkan yang ditatap pun juga terlihat bingung dengan tingkah adik sepupunya itu.

“kau sakit so eun.. sudah 3 hari kau tertidur, bahkan tidak masuk kerja. Kami berdua menemanimu disini, karena woo bin bilang orang tuamu sedang pergi ke luar kota. Sebenarnya apa yang terjadi padamu.”

 

Tiga hari so eun tertidur, astaga.. bagaimana ini bisa terjadi. Jadi apa yang dialami so eun beberapa hari ini adalah mimpi, tapi kenapa ini seperti nyata. Yaa … tuhan. So eun benar – benar tidak bisa terlalu jauh berfikir sekarang. dan lebih tidak mungkin lagi jika so eun menceritakan apa yang dialaminya ini pada woo bin ataupun jiwon. Bisa ditertawakan nanti, jika so eun menceritakan semuanya pada mereka.

So eun menatap meja kerjanya, dan mendapati buku tahunannya masih terbuka di hadapannya. Dan sudah bisa ditebak oleh so eun bahwa sekarang yang ada di ingatan so eun adalah dua orang pria yang ada di foto itu. Apa yang terjadi pada keduanya sekarang, dan bagaimana keadaan mereka sekarang. apakah mereka juga merasakan memori masa lalu itu.

“kau merindukan mereka, atau salah satunya?”  tanya jiwon sambil mengambil buku tahunan yang sedari tadi dipandangi oleh so eun.

“lee jong suk?” tanya jiwon lagi pada so eun yang terlihat keheranan. Karena jiwon mempertanyakan hal yang tidak dimengerti sama sekali olehnya.

“kim sang bum?” woo bin pun juga ikut bertanya.

Akhirnya so eun menghembuskan nafasnya dengan panjang dan mengeluarkan dengan perlahan. Kedua orang terdekatnya saat ini ternyata sudah tau bahwa saat ini so eun tengah memikirkan dua orang dari masa lalunya. “keduanya.” Jawab so eun pelan.

Tentu saja, bukan hanya salah satu saja yang ada dipikirang so eun saat ini, melainkan keduanya.  Tidak bisa dipungkiri lagi jika memang saat ini so eun tengah merindukan dua pria itu.

“bisakah kau menjelaskan sesuatu padaku kim woo bin?” pinta so eun sambil menatap kedua bola mata woo bin. Ada sedikit permohonan dari tatapan mata so eun yang terarah pada woo bin sekarang.

Woo bin, mendudukkan tubuhnya di tempat tidur so eun, dan sepertinya pria itu sedikit memutar otaknya untuk mengembalikan memori ingatan yang sudah lama sekali dia pendam. Mungkin memang saat inilah waktu yang tepat untuk woo bin mengatakan semuanya pada so eun.

“mereka menyukaimu….” woo bin menggantungkan kalimatnya, sepertinya woo bin sedikit ragu untuk menceritakan semuanya pada so eun. “ini saatnya kau menceritakan semuanya sayang….” sahut jiwon yang sedari tadi berdiri disamping so eun.

“kau juga mengetahuinya?” heran so eun sambil menatap tajam jiwon, so eun benar – benar tidak menyangka jika sahabat dan kakak sepupunya ini menyimpan rahasia yang sangat besar tentangnya. Apa alasan keduanya menutupi ini semua dari so eun.

Ke esokan harinya setelah pulang dari kantor so eun berniat mengunjungi SMP tempat dimana dirinya pernah menimba ilmu disana. So eun ingin kembali mengenang masa – masa yang sempat dia lalui dengan sia – sia itu. Penjelasan yang telah diberikan oleh woo bin dan juga jiwon benar – benar membuat so eun semakin bersalah kepada kim bum ataupun lee jong suk, seharusnya mereka bertiga masih bisa menjadi teman jika so eun tidak salah paham pada keduanya.

~~~

Tidak butuh waktu yang lama untuk so eun sampai ke tempat tujuannya. Hanya dengan menaiki bus umum dan duduk didalamnya kurang lebih dua puluh menit, bus itu pun mampu membawa so eun ke tempat ini. Tempat dimana saat ini so eun tengah memijakkan kakinya.

Sudah hampir delapan tahun so eun tidak berkunjung ke tempat ini dan ternyata tempat ini sudah banyak perubahan. Sudah tidak banyak lagi murid – murid yang berkeliaran yang ada hanya sekelompok murid pria yang sedang berlatih basket dilapangan.

So eun menyusuri lorong demi lorong sekolahan itu, benar – benar nampak sunyi mengingat hari sudah sore. So eun menghentikan langkahnya kala dia melihat sebuah tangga yang bisa membawa so eun sampai ke atap sekolah. Dipandanginya tangga itu, dan sebuah bayangan pria yang sedang berdiri membelakanginya terlihat jelas di hadapan so eun.

“kim sang bum” gumam so eun, dan bayangan pria yang ada di depannya tadi pun memutar tubuhnya untuk menghadap ke arah so eun.

Pria kecil itu pun tersenyum kala melihat so eun dan seperti menyuruhnya untuk segera menaiki tangga itu. Dan setelah itu bayangan laki – laki kecil tadi pun menghilang. Dan tanpa pikir panjang lagi, so eun pun segera melangkahkan kakinya untuk menaiki tangga tersebut dan sampailah so eun di atap sekolah. Tidak banyak berubah – pikir so eun. So eun menjelajahi semua penjuru dengan matanya, masih menenenangkan seperti dulu. Dan kali ini mata so eun menatap sesosok pria dewasa yang tengah berdiri tegap membelakanginya. Bisa so eun ketahui kala pria itu tengah menikmati sejuknya angin yang berhembus saat ini.

So eun penasaran dengan orang yang ada didepannya saat ini. Apakah yang sekarang ini nyata atau hanya ilusi seperti yang sebelumnya. So eun sudah dekat dengan pria tersebut, dan tangan so eun pun sudah tinggal sedikit lagi untuk menyentuh bahu pria itu, tapi so eun langsung menahan tangannya di udara kala pria tadi memutar tubuhnya dan bisa so eun lihat siapa yang saat ini tengah berdiri di depannya.

Pria itu menatap tajam ke arah so eun, keduanya saling bertatapan lama seperti saling mengenali satu sama lain dan menepiskan rasa ketidak percayaan pada diri masing – masing, – benarkah yang ada dihadapan keduanya ini adalah orang yang sangat di tunggu – tunggu untuk kedatangannya.

“kim so eun.” Pria itu mengeluarkan kata pertamannya, untuk memecah keheningan. “senang bisa bertemu lagi.” Sambung pria tersebut.

“aku juga senang bisa bertemu denganmu – kim sang bum.” Jawab so eun singkat.

“ku kira kita tidak akan pernah bertemu denganmu lagi.”

“aku pun juga berpikir demikian.”

So eun tersenyum kala melihat kim bum tersenyum padanya. Akhirnya setelah sekian lama so eun berfikir apakah kim bum tidak pernah tersenyum, dan kali ini wanita ini bisa melihat betapa tampannya senyuman yang dimiliki oleh pria yang saat ini berdiri dihadapannya sekarang.

“apa yang membawamu kembali kesini?” tanya kim bum masih dengan keadaan seperti sebelumnya menatap wanita yang ada didepannya. Tidak ada pergerakan yang mereka lakukan.

“ada sesuatu yang masih belum terungkap dari masa laluku, dan hari ini aku ingin mengungkapnya.”

“benarkah…. apa itu mengenai diriku?”

So eun sedikit terkejut dengan pertanyaan terakhir yang diajukan oleh kim bum saat ini. Bagaimana bisa pria ini dengan percaya diri mengatakan hal itu. Walaupun itu benar, namun tidak seharusnya kan kim bum menanyakan secara langsung. Setidaknya pria itu harus menunggu sampai so eun mengatakannya.

“kukira itu tentang diriku.”

So eun langsung menoleh kebelakang kala mendengar suara seseorang dari belakang tubuhnya. Dan saat ini so eun di buat terkejut lagi seperti sebelumnya. “lee jong suk” gumam so eun kala menyadari siapa yang tengah berjalan mendekatinya.

“sepertinya kau selalu datang disaat yang tidak tepat, lee jong suk.” Ucap kim bum dengan nada kesal.

“seharusnya aku datang lebih cepat, agar aku bisa membawanya pergi dan tidak bisa bertemu denganmu.”

“lupakan saja. Nyatanya akulah yang datang lebih awal dari pada kau.”

So eun bingung dengan perdebatan yang dilakukan oleh dua pria yang ada di sampingnya ini. Bagaimana ini bisa terjadi, apa tuhan benar – benar sengaja melakukan ini pada so eun. Sepertinya begitu jika melihat bagaimana keadaan saat ini.

“setidaknya aku sudah pernah memeluknya, bukankah kau kalah satu langkah dariku – kim sang bum.” Ujar jong suk sambil tersenyum meremehkan.

“tidakkah kau berrfikir bahwa dia menyukaiku dan bukannya dirimu lee jong suk.” Balas kim bum dan kali ini pria itu langsung menarik lengan so eun dan membawa wanita itu ke dalam pelukannya. Kim bum pun tersenyum puas kala melihat ekspresi muka jong suk yang juga tersenyum kepadanya.

“apa yang kau lakukan?” tanya so eun yang benar – benar dibuat terkejut dengan sikap yang diberikan kim bum secara tiba – tiba padanya.

“biarkan aku melakukannya, dan biarkan aku mengungkapkannya padamu kim so eun. Bukankah kau ingin mengungkap sesuatu yang belum kau ketahui selama ini.” Ucap kim bum sambil mengeratkan pelukannya pada so eun.

“aku mencintaimu – kim so eun.” Sambung kim bum, sambil menatap tajam jong suk yang masih berada dihadapannya. Menunggu bagaimana reaksi sahabatnya itu ketika melihat apa yang telah kim bum ucapkan pada so eun.

“setidaknya, aku masih tetap berdiri di tempatku dan bukannya malah pergi seperti dirimu waktu itu kim sang bum. Karena aku juga mencintai kim so eun.” Balas jong suk masih tetap tersenyum dan tentu saja kim bum pun juga membalas senyuman jong suk.

So eun yang masih berada didalam pelukan kim bum pun ikut tersenyum, akhirnya so eun mendengar sendiri dari mulut keduanya bahwa mereka berdua mencintai so eun. Walaupun saat ini tidak mungkin untuk so eun memilih satu diantaranya. Tapi so eun bersyukur karena dua pria keren ini pernah bersaing untuk merebutkan hatinya.

~~~THE END~~~

Maaf jika ceritanya susah dipahami, proses pembuatan fanfic ini juga kilat jadi mungkin ceritanya tidak terlalu menarik. Tapi semoga banyak yang menyukainya. Memang setiap cerita tidak aku jabarkan secara detail, karena di buat mendetail akan terlalu panjang dan jadinya malah bukan fanfic type OS nantinya. Endingnya pun aku buat menggantung, karena aku hanya ingin membuatnya sesuai dengan judulnya. Hanya untuk mengungkapkan masa lalu yang belum terungkap dan tidak ingin mengetahui bagaimana kelanjutan hubungan ketiganya. Terimakasih untuk yang sudah mau membaca dan di tunggu kritik dan sarannya.

Iklan
Komentar
  1. nur bummies berkata:

    wah. suka banget ma cerita ini.
    tapi sayang unnie akhir atau endingnya saya rada kurang ngeh.
    itu yg dimaksudkan sso mencintai keduanya dan jong suk ma bum itu masih suka sso?

  2. isbandiah berkata:

    Aku kurang mengerti ceritanya,habisnya alurnya sulit dipahami tapi ide cerinya bagus banget andai saja alurnya diperjelas pasti cerinya jadi sempurna bahkan famtastic

  3. onedheone_berry berkata:

    ceritanya bagus…
    alurnya menarik…
    cuma kurang greget sam endingnya.. 🙂

  4. nova berkata:

    hwuaaaaa eunnie kok ceritanya gantung? tp aku tetap suka sih eunnie buat special partnya dong. oh iya eunnie aku readers baru slama kenal ya….?

  5. Chachicha berkata:

    Keren banget..
    alur cerita ny keren deh..
    Kayak ikutan berpetualang k masa lalu..
    Hehe..
    So eun direbutin sma 2 namja keren..^^
    Daebak ^^

  6. Tasya kamilaaa berkata:

    pas baca ff ini kebayang gimana adegan”nya._.
    huah squel dong thor pengen tau sso lebih milih kimbum atau jong suk:3

  7. tiya berkata:

    walaupun ngegantung dan buat penasaran siapa yg di suka sama so eun tapi cerita flassbacknya keren thor, ya berharap aja ada sequelnya…

  8. vaaani berkata:

    gantung,, dua2 nya suka #ngareeeep
    wowwww dijaman sblumnya cinta segita mereka elok

  9. […] Memories Of The Past […]

  10. yulie_bumsso berkata:

    jiahhhh..jiahh eoonie krennnn bggett dahh eon..wadduhh bumsso jong sukk bnar2 bkin mutar2 bca n #jujur tpii skaa so eun y kmblii k msa llu..akhr n yuy ngrtii msa llu mrkaa yg blum tuntass yaa..jiahh so eun jdii binggug mau mlih yg mnaaa..hayoo eoonie mrkaa sma2 tampan..yuly ajaa binggung klo d sruh mlih..haghag..#abaikan..wuaaaa seruu pkokk n eoonie..lnjutt kryaa lainnya..fightingg..

  11. Soeun berkata:

    Trnyata kim bum dan jong suk di masa lalu sama2 menyukai Sso
    udh end ~_~ ….siapa yg dipilih Sso

  12. Han Hye Mi berkata:

    Cerita flashback yg kereeennn…. salut sm author.

  13. RANI berkata:

    emang di awal ceritanya itu membingungkan dan nggak tau apa maksud dari cerita ini, tapi akhirnya tau juga dan os-nya ini bagus banget
    Penasaran so eun pilih siapa diantara mereka berdua dilanjutin aja ya os-nya ini soalnya penasaran banget nih

  14. nenkfa berkata:

    Reblogged this on nenkfa.

  15. senrumi berkata:

    Kenapa tidak dilanjut
    pa da next partnya penasaran nii yg dipilih sso siapa

  16. iin.beomsso berkata:

    Waaah kereen lila (y) ceritanya selalu bikin penasaran….
    Pas awal” masih agak bingung sama ceritanya, tapi lama” bisa memahami ceritanya… ternyata itu potongan masa lalu masa lalu so eun supaya so eun tau kalo dulu waktu smp so eun pernah diperebutkan 2 namja keren -kim bum & jong suk- tapi kenapa waktu itu woo bin gak bilang yg sebenarnya sama so eun… dan kenapa juga kim bum sama jong suk gak bilang langsung ke so eun,, apa mereka takut so eun akan marah & membenci mereka.-entahlah hanya author yg tau- 🙂
    Pokoknya suka sama ide cerita nya.. sayang endingnya dibikin gantung, tapi tetep keren kok lila 😀

  17. Tetta Andira berkata:

    Ommo~ sumpah! Keren bener deh nihh ff 🙂
    emng gak smpe ending yg diinginkan sihh -memilih slh1 dr mreka-
    Bt , ckup smpe tau ttg Sso yg diperebutin 2namja keren & tampan ky’ Kim Bum & Jong Suk tuh udh sswtu banget yaa .. 😀
    Cakep deh crta’x . Gmna dy kmbli ke masa lalu’x . Mmperbaiki bbrpa keadaan 🙂
    Paling suka adegan akhir mreka ber-3 di atap . Hha~

    Buatmu keep spirit & hwaiting yaa ..

  18. bojengajeng berkata:

    OS nya kereeen, bener2 buat para reader penasaran sma stiap klanjutan ceritanya,,, dan trnyta sso eon diperebutkan 2 namja keren,,, endingnya gantung tpi ttep keren.. Always hwaithing thor ditunggu next project nya.

  19. ria berkata:

    os y kerenn thor lila 🙂
    bnr2 di ajak pertualang ky pk mesin wkt ckckck
    pokok suka dh ma ide os mu thor . sayang di buat gantung. lanjutin thor
    next os or ff d tngu bgt

  20. nuribumsso berkata:

    huaaa heol daebak.. ceritanya bener gantung ternyata.. wkwkwkwk
    agak susah memahami ceritanya.. kekeke mianhae. tp suka sm ceritanya. ditnggu krya2 berikutmya^^ fighting 🙂

  21. sintiabumsso berkata:

    eonn lilaaa aku bca ini smcam ky inget drama suamiku *nyaripojokan *tarikseungho wkwkwk XD
    hoaaaa disini sso bener2 direbutin sama 2 namja kkkk tp sso ada dipelukkan bum dan itu tandanya ssomilik bum hahaha benerkan eon wkwk abis jong suk milik authornya hehe ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s