Archive for the ‘FF SEOKYU’ Category

My First Love (Part 2)

Cast : kyuhyun, seohyun, changmin
Support cast : sehun, sooyoung, Luna
Genre : sad, romance, friendship
~
~
~

sampai kapan kyuhyun akan menganggap seohyun sebagai musuhnya. Apa kyuhyun benar – benar sangat membenci seohyun. Apa seohyun sudah tidak artinya lagi dalam hidup kyuhyun selain sebagai musuh. Bagaimana dengan masa lalu mereka dulu. Bukankah dulu mereka saling mencintai.

Seohyun nampak berpikir di dalam kamarnya. Pasti kyuhyun akan semakin marah pada dirinya atas kejadian tempo hari. Seharusnya sehun tidak gegabah dan melakukan hal – hal yang seharusnya tidak dilakukannya. Sejenak seohyun menemukan sebuah ide. Seohyun segera keluar dari kamarnya dan menuju kamar sehun. Dan tepat sekali ternyata sehun pun ada di kamarnya. Tanpa basa – basi lagi seohyun menarik tangan sehun dan mengajaknya pergi.

“hei… kau ini apa yang kau lakukan?” bingung sehun dengan sikap seohyun yang menariknya tiba – tiba.

Seohyun tidak menanggapi pertanyaan sehun. Jika seohyun mengatakannya sekarang pasti sehun akan berontak dan tidak mau mengikutinya.
Sepertinya sehun menyadari akan dibawa kemana dirinya oleh seohyun. Ketika sekarang sehun dan seohyun sudah berada di tempat yang sudah tidak asing lagi bagi keduanya.



“kenapa kita kesini. kenapa kau membawaku ketempat ini. apa yang mau kau lakukan?” teriak sehun, sambil mencoba melepaskan cengkraman erat tangannya dari tangan seohyun.
“kau harus minta maaf padanya. Bagaimana bisa kau memukul orang lalu dengan seenaknya meninggalkan orang tersebut.”
“aku tidak mau minta maaf padanya. Dia pantas mendapatkan pukulan dariku, bahkan jika perlu aku akan membunuhnya.”
“berhenti bicara yang tidak – tidak, mau tidak mau kau harus minta maaf padanya.” Paksa seohyun.

“`

Sehun dan seohyun sudah sampai di depan pintu sebuah rumah. Rumah ini, sungguh jauh berbeda dari yang dulu. Rumah ini terkesan kumuh dan seperti tak berpenghuni. Apa pemilik rumah ini tidak pernah membersihkannya. Seohyun menarik nafasnya dalam, dan memberanikan dirinya untuk mengetuk pintu rumah tersebut. Semoga dia di dalam.

“sudahlah lebih baik kita pulang saja.” Gerutu sehun.

“diam kau.” Bentak seohyun

Bunyi suara kunci diputar dari dalam, itu tandanya si penghuni rumah ada. Jantung seohyun berdegup kencang, seohyun takut jika dia akan semakin marah melihat kedatangan seohyun dan sehun disini. Berbeda dengan sang kakak yang kelihatan sekali tampak gugup, sehun malah terkesan acuh.

Pintu pun terbuka dan seohyun dengan sangat jelas melihat kyuhyun berdiri di depannya. Wajah dingin kyuhyun terpancar lagi, sepertinya kyuhyun memang tidak suka melihat seohyun dan sehun disini sekarang. Kyuhyun, membukakan pintu untuk seohyun dan sehun. Tapi kyuhyun tidak menyuruh mereka berdua masuk, malahan kyuhyun masuk lagi ke dalam.

Seohyun menarik tangan sehun, dan kali ini sehun menurut saja. Seohyun dan sehun mengikuti langkah kyuhyun masuk ke dalam rumah kyuhyun. Seohyun ingin menyelesaikan masalah ini, setidaknya membuat masalahnya dengan kyuhyun tidak bertambah panjang.

“sehun…. ingin minta maaf padamu, kuharap kau mau memaafkannya.” Mohon seohyun, memulai pembicaraannya.

“aku tau kesalahanku terhadapmu sangatlah besar, tapi cukup aku dan dirimu saja dan jangan pedulikan sehun atau siapapun itu. Aku ingin kita seperti dulu lagi, saling berteman.” Lanjut seohyun lagi.

Kyuhyun tak menghiraukan perkataan seohyun. Yang di lakukan kyuhyun saat ini adalah berdiri membelakangi seohyun dan sehun sambil menghadap sebuah foto berukuran cukup besar. Air mata kyuhyun menetes, ketika mengingat kenangan – kenangannya bersama orang tuanya. Ketika kyuhyun mengingat orang tuanya seperti ini, pasti kemarahannya pada seohyun akan muncul lagi. Kyuhyun melemparkan botol minuman yang sedari tadi dipegannya kearah foto yang ada di depannya.

“kyuhyun….” gumam seohyun, yang kaget dengan apa yang dilakukan kyuhyun saat ini.

“aish, dasar bocah setan. Sudah aku bilang sebelumnya, bahwa dia sudah tidak peduli lagi padamu kenapa kau masih memikirkannya.” Bentak sehun pada seohyun, yang sangat kesal dengan sikap kyuhyun yang seperti ini.

seohyun tetap tidak mau beranjak dari tempatnya, dia tidak ingin pergi meninggalkan kyuhyun dengan keadaan seperti ini. ini semua salah seohyun, seohyun memang pantas mendapat perlakuan seperti ini dari kyuhyun.

“apa kau gila, untuk apa kau masih diam disini. Ayo pergi.” Paksa sehun dengan menarik tangan seohyun. Dan disaat yang bersamaan datanglah changmin.

“apa kalian saling kenal?” ucap changmin yang merasa heran karena ada seohyun dan sehun di rumah kyuhyun.

“aku bisa jelaskan semuanya.” Jawab seohyun sambil menyentuh tangan changmin. Tapi dengan kasar changmin menghindarinya.

“ada apa sebenarnya. Kau.. jelaskan semuanya padaku?” geram changmin sambil menunjuk kearah kyuhyun. Changmin kesal karena merasa dibohongi oleh kyuhyun dan seohyun. Bukankah selama ini kyuhyun sudah seperti saudara baginya, tapi kenapa kyuhyun menyembunyikan sesuatu pada dirinya.

“kumohon jangan marah pada kyuhyun, aku yang akan menjelaskan semuanya.” Ucap seohyun, yang tidak mau melihat changmin marah pada kyuhyun

“kenapa kau membohongiku.” Bentak changmin pada seohyun.

“kenapa kau diam saja, cepat ceritakan semuanya. Apa kau mau aku yang menceritakannya.” Teriak sehun pada seohyun, yang benar – benar sudah tidak tahan dengan keadaan yang seperti sekarang ini.

“kyuhyun itu sahabat kakakku. Kyuhyun adalah cinta pertama kakakku. Tapi dua tahun terakhir kyuhyun menjauhi kakakku, bahkan dia menyuruh teman – temannya untuk mencelakai kakakku. Dia adalah pria setan yang selalu membuat kakakku menangis.” Jelas sehun, dan langsung pergi meninggalkan orang – orang yang ada di rumah kyuhyun saat ini.

Seohyun, menjatuhkan dirinya ke lantai. Semua sudah terungkap di depan changmin dan semua ini gara – gara sehun. Kyuhyun pasti akan tambah marah pada dirinya.

Changmin sangat kaget mendengar penjelasan dari sehun barusan, jadi kyuhyun dan seohyun pernah menjalin sebuah hubungan. Apa benar kalau kyuhyun adalah cinta pertama seohyun, lalu kenapa kyuhyun bisa begitu tega menyuruh teman – temannya untuk menyakiti seohyun. Sebenarnya ada masalah apa lagi yang disembunyikan oleh dua orang ini.

Changmin melihat kerah kyuhyun, yang masih tetap tidak bergeming dari tempatnya semula. Changmin kagum pada kyuhyun, bagaimana bisa sikap dinginnya ini mampu menutupi semua masalah yang terjadi pada dirinya.

Seohyun, gadis ini pasti sangat sedih sekarang. Changmin harus membawa seohyuh pergi dari tempat kyuhyun. Changmin harus menenangkan seohyun sekarang.



Changmin mengajak seohyun pergi ke pantai. Saat ini keduanya sedang duduk di sebuah bangku panjang dan melihat laut. Changmin ingin tau yang sebenarnya, changmin ingin tau apa yang sebenarnya terjadi antara kyuhyun dan seohyun. Tidak mungkin kyuhyun setega itu menyakiti seorang gadis tanpa ada alasan yang jelas, apalagi seohyun adalah mantan kekasihnya. Ralat, seohyun cinta pertama kyuhyun begitu pula sebaliknya.

“ jadi hanya kyuhyun yang bisa membuatmu menangis?” tanya changmin, melepas kesunyian yang sedari tadi mencekam keadaan.

“ maafkan aku changmin.”

“untuk apa kau minta maaf, kau tidak memukulku. Kenapa harus minta maaf.” Ucap changmin, mencoba menghibur seohyun.

Sepertinya sekarang changmin harus melindungi gadis ini. changmin tau kalau seohyun mungkin masih menyukai kyuhyun, tapi changmin tidak mau jika seohyun terus – terusan terluka dengan sikap kyuhyun. Sebenarnya changmin juga tidak mau merebut seohyun dari kyuhyun, tapi apa boleh buat changmin sudah terlanjur jatuh cinta pada gadis ini dan kyuhyun sudah menyia – nyiakan gadis sebaik seohyun. Jadi tidak ada salahnya jika changmin mengungkapkan isi hatinya pada seohyun, walaupun menurut changmin waktunya tidak pas.

“biarkan aku melindungimu seohyun, biarkan aku menjagamu agar kyuhyun tidak menyakitimu lagi. Aku akan selalu berada di dekatmu, karena aku menyukaimu seohyun.”

Seohyun kaget dengan ucapan changmin barusan. apa yang dikatakan oleh changmin ini. mana mungkin changmin bisa berkata seperti itu. Ini pasti salah.

“ biarkan aku menjadi kekasihmu dan melindungimu seohyun.” Mohon changmin.

Apa yang harus dijawab oleh seohyun sekarang. Kenapa changmin tiba – tiba mengungkapkan hatinya. Apa yang harus dilakukan oleh seohyun sekarang, menerima changmin atau menolaknya.

“aku…” seohyun menggantungkan kalimatnya, rasanya lidahnya kelu untuk mengeluarkan suara yang ada di dalam dirinya.

“kau masih mencintai kyuhyun dan kau tidak mau membuatnya marah lagi. itukan yang mau kau ucapkan.” Changmin bahkan mampu menebak isi hati seohyun sekarang.

“apapun yang terjadi aku akan melindungimu dan aku tidak akan membiarkan kyuhyun membuatmu menangis. Kau tau itu.” Ucap changmin kepada seohyun dan langsung pergi meninggalkan seohyun yang masih tidak bisa mencerna kata – kata changmin.

“changmin tunggu.” Sentak seohyun dan sukses membuat changmin menghentikan langkahnya dan memutar badannya menghadap seohyun.

Seohyun pun beranjak dari tempat duduknya tadi dan berjalan menghampiri changmin. Seohyun menatap wajah changmin, dan seohyun bisa melihat ada ketulusan dari pancaran mata changmin.

“ini semua memang salahku. Aku telah membuat kyuhyun menderita. Aku telah membuat ayah kyuhyun di penjara. Dan mengakibatkan ibunya masuk rumah sakit.” Seohyun memulai ceritanya.

“dia benar – benar terpukul saat itu, dan dia benar – benar sangat sedih. Aku tau pasti saat ini dia lelah sekali. Aku ingin kau tetap menjadi sahabatnya, jangan pernah marah padanya. Dan mulai sekarang aku tidak akan mengganggu persahabatan kalian. Jaga kyuhyun untukku changmin. Terimakasih.” Sambung seohyun dan langsung pergi meninggalkan changmin.



kyuhyun duduk bersandar di tembok, dia matikan seluruh lampu yang ada di ruangannya. Dia kembali mengingat kenangannya bersama dengan orang tuanya dan juga seohyun.
Air matanya kembali keluar, selama ini kyuhyun memang benar – benar telah berbuat jahat pada seohyun. Tapi apa yang dikatakan sehun tadi tentang dirinya itu tidak benar. Selama ini kyuhyun tidak pernah menyuruh teman – temannya menyakiti seohyun. Tapi teman – teman kyuhyun sendiri yang melakukannya. Padahal sudah berulang kali kyuhyun juga memperingatkan pada mereka agar tidak mencampuri urusannya dengan seohyun.

“maafkan aku… maafkan aku.” Gumam kyuhyun.

Kyuhyun benar – benar menyesal telah melukai hati seohyun selama ini, padahal jika dipikir – pikir ini semua memang bukan salah seohyun. Kenapa kyuhyun harus membuat seohyun menderita selama ini.

“tok…tok…tok…”

suara ketukan pintu terdengar jelas dari luar, kyuhyun menutup telinganya agar tidak mendengar suara itu. Tapi sepertinya tamu yang ada diluar menuntut kyuhyun untuk membuka pintunya. Karena suara ketukan itu tidak berhenti – henti dan malah semakin keras.

“`

Changmin benar – benar tidak sabar menunggu kyuhyun membukakan pintu untuknya. dia benar – benar ingin menyadarkan hati sahabatnya itu bahwa selama ini apa yang telah dilakukan oleh kyuhyun pada seohyun itu salah.

Berulang kali changmin mengetuk pintu rumah kyuhyun, namun sedari tadi kyuhyun tidak membukakan pintu untuknya. walau cukup lama changmin menunggu, akhirnya kyuhyun pun membuka pintu rumahnya.

“apa lagi yang akan kau lakukan disini?” tanya kyuhyun dingin.

“kenapa kau jadi seperti ini? kenapa sifatmu sekarang berbeda dengan dirimu yang biasanya. Kenapa kau bisa setega ini?” tanya changmin balik, seakan – akan menuntut perubahan sikap kyuhyun.

“apa yang kau tau? Kau bahkan tidak tau apapun dan kenapa sekarang kau menghakimiku?” tanya kyuhyun lagi dengan nada suara tinggi.

“kyuhyun.. ada apa denganmu. Aku hanya ingin membantumu.”

“apa yang bisa kau bantu, kau bahkan tidak tau apa – apa. lebih baik kau pergi karena aku tidak mau melihatmu lagi.” bentak kyuhyun pada changmin.

Changmin benar – benar tidak menyangka jika kyuhyun akan seperti ini. selama ini, selama changmin mengenal kyuhyun tidak sekalipun kyuhyun membentak changmin tapi sekarang kyuhyun benar – benar berbeda.

“yaa.. aku bicara baik – baik padamu, tapi kenapa kau membentakku. Aku kesini untuk membantumu menyelesaikan semuanya. Tapi sepertinya kau memang keras kepala.” Changmin berbalik dan hendak melangkahkan kakinya. Namun langkahnya terhenti.

Changmin kembali mengarahkan pandangannya ke kyuhyun yang masih berdiri di depan pintu rumahnya. Dan tanpa aba – aba, tiba – tiba saja changmin mengarahkan pukulannya kearah kyuhyun dan membuat kyuhyun sedikit terhuyung.

“apa yang kau lakukan?” heran kyuhyun yang tidak terima mendapat pukulan tiba – tiba dari sahabatnya itu.

“itu untuk seohyun.” Jawab changmin dan melangkah pergi meninggalkan kyuhyun.

Kyuhyun pun kaget dengan jawaban changmin barusan. untuk seohyun.. apa benar dugaan kyuhyun beberapa hari ini, apa benar jika changmin menyukai seohyun. Apa benar semua itu.
Kyuhyunpun berjalan mengejar changmin.

“apa maksudmu?” tanya kyuhyun dan sukses membuat changmin berhenti kembali.

Changmin kembali menatap kyuhyun dan kali ini changmin memukul kyuhyun lagi bahkan sampai membuat kyuhyun terjungkal ke tanah. Kyuhyun yang tidak terima atas pukulan dari changmin pun segera bangkit dan membalas pukulan changmin dan kali ini changmin yang terjatuh.

Kini keduanya terlibat pertikaian yang sangat sengit, keduanya bahkan tidak memberi kesemapatan untuk sang lawan selamat dari pukulan yang diberikan dari masing – masing pihak.

Kyuhyun tak henti – hentinya memukul changmin, begitupula changmin yang tidak ada ampunnya dan terus memukuli kyuhyun. Akhirnya kedua orang inipun tergeletak di tanah karena kelelahan dengan sekujur tubuh yang nampak lebam dan luka – luka di berbagai wajahnya. Nampak darah segar yang keluar dari hidung kyuhyun dan dari mulut changmin. Keduanya benar – benar nampak lelah sekarang.

“selama ini aku, benar – benar kagum padamu. Selama ini aku benar – benar berharap bisa menjadi seperti dirimu.” gumam changmin di sela – sela erangan kesakitan atas luka – lukanya.

“jangan lagi kau sakiti dia, dia juga tidak bermaksud membuatmu seperti ini. ini semua takdir. Biarkan aku melindunginya, biarkan dia menjadi milikku.” Mohon changmin.

Kyuhyun terdiam sesaat dan sepertinya saat ini dia sedang menelaah apa yang dimaksud oleh changmin barusan, dan tentu saja kyuhyun semakin yakin bahwa “dia” yang dimaksud changmin tadi adalah seohyun.

“aku akan memperbaiki semuanya. Dan aku memulainya dari awal.” Gumam kyuhyun dan langsung mendapat tatapan tajam dari changmin.

Changmin nampak heran dengan kalimat yang barusan keluar dari mulut kyuhyun. Apa maksudnya ini.

“biarkan aku minta maaf padanya. Dan biarkan dia sendiri yang menentukannya. Akupun juga lelah jika seperti ini terus aku bahkan tidak mampu lagi untuk membohongi diriku sendiri sekarang.” Sambung kyuhyun lagi.

“`

Seohyun melangkahkan kakinya dengan gontai, dia benar – benar sudah lelah. Mungkin memang ini saatnya untuk seohyun melupkan semuanya tentang kyuhyun dan mulai menjauh dari kehidupan kyuhyun.

Seohyun juga tidak ingin melihat kyuhyun terluka lagi, seohyun tau pasti saat ini kyuhyun benar – benar sangat membencinya.

Ucapan changmin yang mengatakan ingin melindungi dan menjadikan seohyun sebagai kekasih kembali lagi terngiang – ngiang di memori otaknya. Beberapa hari ini changmin mampu membuat seohyun kembali tertawa walaupun pertemuan pertama keduanya membuat seohyun sedikit kesal pada changmin. Tapi changmin ternyata adalah orang yang baik.

“aku kira saat ini kau ada didalam rumah”

Seohyun mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk sambil berjalan. Seohyun tau suara itu milik changmin tapi yang seohyun tidak tau kenapa changmin duduk di depan pagar rumah seohyun malam – malam begini.

“astaga… ada apa dengan wajahmu?” khawatir seohyun sambil mendekati changmin.

“bisa kau bantu aku, aku sedikit kesulitan untuk berdiri!” ucap changmin sambil mengulurkan tangannya pada seohyun. Dan seohyun pun menyambut uluran tangan changmin dan membantu changmin untuk berdiri.

“ada apa.. kenapa wajahmu bisa seperti ini?” tanya seohyun lagi.

Seohyun benar – benar khawatir melihat wajah changmin yang penuh dengan luka. Belum juga kekhawatiran seohyun terjawab tiba – tiba saja changmin memeluk tubuh seohyun.

“aku sudah bicara pada kyuhyun dan dia bilang ingin bertemu denganmu untuk minta maaf.” Ucap changmin sambil tetap memeluk seohyun.

“selama ini aku bermain gitar dan bernyanyi bersama kyuhyun. Walaupun pada suatu saat nanti akhirnya aku tidak akan bernyanyi dan bermain gitar bersamanya lagi tapi aku pasti tetap bisa bermain gitar. Karena sebelum bertemu dengan kyuhyun pun aku sudah bermain gitar.” Ucap changmin lagi, dan kali ini dia lepaskan pelukannya dari seohyun.

“tapi aku tidak yakin apa aku bisa bermain gitar dan bernyanyi lagi jika tanpamu. Bahkan aku juga tidak yakin apa aku masih bisa bertahan hidup jika kau pergi dari kehidupanku.”

“jadi apapun yang akan terjadi besok, di saat kau bertemu kyuhyun aku mohon jangan pernah pergi dari kehidupanku seohyun. Aku tidak pernah jatuh cinta pada seorang wanita sebelumnya dan kaulah yang pertama untukku.” Sambung changmin lagi, dan mengakhiri pembicaraannya dengan seohyun malam ini.

Dan sekarang changmin pergi meninggalkan seohyun yang masih mematung di depan rumahnya melihat kepergian changmin. Jadi bagaimana lagi ini. apa benar apa yang baru saja dikatakan oleh changmin bahwa kyuhyun ingin bertemu bahkan minta maaf padanya, apa seohyun tidak salah dengar atau jangan – jangan changmin yang salah bicara.

“apa yang harus kulakukan?” tanya seohyun dalam hati.

_____TBC_____

My First Love

Posted: 1 Februari 2013 in FF SEOKYU
Tag:

Cover

karena ujian kuliah udah kelar dan belum ada kerjaan lain apalagi ditambah inspirasi yang datang secara berlebihan jadinya bikin fanfic baru. maaf jika fanfic yang ini cast’nya bukan BUMSSO, melainkan SEOKYU. karena selain shiper dari BUMSSO COUPLE aku juga shiper dari SEOKYU COUPLE. tapi tetap saja Couple utamaku adalah BUMSSO. Jadi buat yang tidak suka dengan SEOKYU COUPLE, NO BASH yaa… mohon pengertiannya untuk semua reader. fanfic ini juga terinspirasi dari movie korea, tapi ada banyak perubahan di dalam ceritanya. sekali lagi NO BASH Terimakasih. 🙂

Cast : kyuhyun, seohyun, changmin
Support cast : sehun, sooyoung, Luna
Genre : sad, romance, friendship

Seorang gadis berseragam SMA tengah berjalan santai sendirian, sambil memegangi tali dari tas bahunya. Tapi tiba – tiba ada sekelompok pria dari belakang yang tengah berlari, menuju arah gadis itu. Dan salah satu dari mereka menabrak bahu gadis itu hingga sang gadis jatuh tersungkur.

Bukannya membantu, sekelompok pria itu malah mentertawakannya, dan meninggalkan sang gadis. Gadis itu segera berlari dan mengejar pria yang telah menabraknya tadi.

“hei, apa kau tidak punya sopan santun?” teriak gadis itu, sambil mendorong tubuh pria yang menabraknya tadi. Dan teman – teman pria itu hanya mentertawakan.

“lain kali, bersikap sopanlah pada wanita. Dasar bocah bodoh” umpat gadis itu lagi, sambil berjalan pergi meninggalkan sekelompok pria tadi.

***

Seohyun menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur, dia sangat kesal pada kelakuan pria – pria tadi. Kenapa seohyun harus bertemu dengan orang – orang yang menyebalkan seperti mereka.

“kakak, kenapa tidak makan. Ibu sudah menunggumu dari tadi” ucap sehun, adik laki – laki dari seohyun yang tiba – tiba masuk ke kamar sang kakak.

“baiklah, aku akan makan” seohyun pun mengikuti adiknya keluar dari kamar dan makan bersama dengan adik dan ibunya.

“ibu, bolehkah aku minta uang lagi? Uang yang kau berikan tempo hari telah habis” rengek sehun pada ibunya. Ibu sehun tidak mendengarkan permintaannya dan malah asyik melanjutkan makan.

“ibu, ayolah.”

“kenapa kau selalu minta uang, memangnya uang itu jatuh dari langit. Apa kau tidak bisa berhemat seperti kakakmu”

“kenapa ibu selalu membandingkanku dengan kakak. Ibu sungguh tidak adil”kesal sehun, sambil berlari menuju ke atap rumahnya. Ibu hanya menghela nafas ketika melihat tingkah putra keduannya itu.

“biar aku yang bicara pada sehun bu, ibu tidak usah mencemaskannya.” Ucap seohyun, dan menyusul adiknya.

***

Seohyun telah sampai di atap rumahnya, dan melihat sehun sedang asyik merokok. Dengan sigap seohyun menampik tangan sehun yang sedang memegang batang rokok, dan rokok itu pun terjatuh.

“kakak apa yang kau lakukan?”

“harusnya aku yang bertanya seperti itu, kau itu masih kelas 1 SMA kenapa sudah merokok” bentak seohyun pada adiknya, sambil memukul kepala sang adik.

“kakak, kenapa memukulku?”

“kau memang pantas untuk dipukul” ucap seohyun dan masih terus memukuli sehun. Tanpa disadari oleh keduannya, ada beberapa orang yang telah melihat pertengkaran mereka berdua. Dari atap rumah sebelah.

“oh, maaf sudah membuat anda terganggu” ucap seohyun ketika melihat seorang wanita yang berusia sama seperti ibunya tengah tersenyum melihat tingkah seohyun dan sehun tadi.

Wanita itu hanya tersenyum, sambil menganggukan kepalanya. Tanda dia tidak terganggu dengan apa yang dilakukan oleh seohyun dan sehun.

“kurasa aku baru melihat anda?”

“iya, aku dan anak – anakku baru pindah kemari dua hari yang lalu” ucap wanita itu sambil menoleh kearah anaknya – anaknya. Satu wanita dan satu pria.

Seohyun mengikuti arah pandang wanita itu dan melihat pria yang ada di belakangnya. Dan betapa kesalnya seohyun ketika mengetahui bahwa salah satu anak wanita itu adalah pria yang telah menabraknya tadi, setelah pulang sekolah.

Berbeda dengan seohyun, sehun malah terpana ketika melihat anak gadis dari bibi itu, hingga membuat sehun senyum – senyum tak jelas. Seohyun yang melihat tingkah sang adik langsung menarik sang adik untuk pergi, sebelumnya seohyun membungkukkan badannya pada bibi sebelah rumahnya itu.

***

Seohyun melihat jam di dindingnya telah menunjukkan angka 6 sore, itu berarti dia harus cepat – cepat keluar dari rumah dan pergi ke toko untuk kerja. Dengan mengendap – endap seohyun berjalan menuju atap rumahnya dan hendak menuruni tangga untuk turun. seohyun memang tak keluar dari pintu depan, karena jika orang tuannya tau seohyun kerja part time, maka ayahnya pasti akan menghajarnya.

ketika seohyun hendak menuruni tangga untuk turun, seseorang malah berteriak dan itu membuat seohyun terpaksa menghentikan aksinya dan melihat siapa orang tersebut.

“paman… paman…paman..”

“hei, kenapa kau berteriak? Kau bisa membuat ayahku kemari” ucap seohyun kesal bercampur takut.

Orang yang berteriak itu adalah tetangga baru seohyun, pria yang telah menabrak seohyun tadi siang. pria itu tersenyum ketika melihat seohyun yang kesal padanya. Seohyun kembali melangkahkan kakinya untuk menuruni tangga, tapi lagi – lagi pria itu berteriak.

“paman…” dengan cepat seohyun memotong teriakan orang itu dan menghentikan aksinya lagi

“sebenarnya apa yang kau inginkan?”

“aku tidak ingin apa – apa, aku hanya ingin memberi tau ayahmu jika anaknya mencoba untuk kabur dari rumah” ucap pria itu sambil tersenyum menggoda seohyun

“tadi siang kau menabraku, sekarang kau mengganggu urusanku. Apa kau senang mengganggu hidup orang lain” bentak seohyun

“kenapa kau berteriak, kau tidak takut jika ayahmu keluar dan mengetahui apa yang akan kau lakukan” ucap pria itu menggoda seohyun.

Seohyun benar – benar dibuat kesal oleh pria itu. Rasanya seohyun ingin memukul pria itu dengan jurus karatenya hingga membuat pria itu diam dan tak mengganggu seohyun lagi. Seohyun melihat jam tangannya, jika seohyun terus bertengkar dengan pria ini, seohyun bisa terlambat bekerja.

“baiklah, apa yang kau inginkan sekarang? Cepat katakan agar aku bisa cepat – cepat pergi, aku sudah hampir terlambat”

“harusnya kau ucapkan pertanyaan itu dari tadi. Kalau begitu besok tunggu aku di tempat tadi siang kita bertemu, dan kau harus melakukan apa yang aku perintahkan” ucap pria itu tersenyum penuh arti dan masuk kerumahnya meninggalkan seohyun yang masih kesal dengannya.

***

Seohyun berdiri di tempat yang telah ditentukan oleh pria kemarin. Sebenarnya seohyun tidak ingin datang, tapi seohyun takut jika pria itu mengadu pada orang tuanya tentang kejadian semalam. Tidak terlalu lama seohyun menunggu pria itu pun datang juga.

“aku kira kau tidak akan datang”

“aku datang, karena aku ini tidak pernah ingkar janji. Dasar pria bodoh”

“hei, aku punya nama. Namaku changmin, bukan pria bodoh. Dasar gadis aneh”

“seohyun, namaku seohyun bukan gadis aneh. Aish lebih baik aku pergi saja” ucap seohyun sambil berjalan meninggalkan changmin.

“hei, kau harus mengikuti semua perintahku” ucap changmin sambil menarik tangan seohyun dan memberikan gitarnya pada gadis itu.

“bawa gitarku, dan ikut aku ke tempat latihanku. Kau harus mengikuti semua perintahku, atau aku akan melaporkanmu pada orang tuamu. Mengerti” ucap changmin lagi sambil berjalan mendahului seohyun. Seohyun pun mendengus kesal dengan tingkah changmin dan mengikuti langkah changmin dari belakang.

***

Changmin dan seohyun sudah sampai di depan tempat latihan changmin. Seohyun dan changmin menghentikan langkahnya.

“sini, biar aku saja yang bawa” ucap changmin mengambil gitarnya yang telah dibawa oleh seohyun tadi. Changmin menarik tangan seohyun untuk mengikutinya masuk kedalam tempat latihannya.

“hei semua, aku datang” teriak changmin ketika membuka pintu dan masuk ke dalam tempat latihannya.

Seohyun menarik tangannya dari pegangan changmin dan membungkukkan badanya pada dua orang wanita yang ada di ruangan itu. Tak lupa seohyun melemparkan senyumnya pada teman – teman changmin.

“siapa dia?” tanya kedua wanita teman changmin itu bersamaan.

“owh, dia teman baruku. Namanya seohyun. Seohyun kenalkan mereka teman – temanku. Yang berdiri di belakang piano itu namanya sooyoung, sedangkan yang duduk di belakang drum itu namanya yuri” ucap changmin memperkenalkan seohyun pada teman – temannya.

“senang bertemu denganmu seohyun” ucap yuri, dan di balas senyuman oleh seohyun.”

“hei kau, kenapa diam di situ. Ayo kita mulai latihannya” ucap changmin pada seorang pria yang sedari tadi tengah duduk di sudut ruangan itu. Seohyun pun mengikuti arah pandang changmin dan melihat orang yang diajak bicara changmin kini.

Seohyun tidak bisa melihat wajah teman changmin, karena pria itu membelakanginya. Pria itu berdiri dan menghadap kearah seohyun dan juga changmin sekarang.

Seohyun membelalakan matanya ketika melihat pria tersebut. Seohyun segera berlari keluar, meninggalkan tempat latihan changmin tanpa berpamitan pada changmin atau teman – temannya.

“kenapa dengan bocah itu” ucap changmin yang bingung melihat seohyun pergi

“entahlah, ayo kita mulai saja latihannya” ucap teman pria changmin itu dingin, sambil berjalan menuju tempat yuri dan sooyoung. Dan mereka berempat pun memulai latihannya.

***

seohyun baru saja sampai di rumah dan selesai mengganti seragamnya dengan baju santainya, setibanya dia dari sekolah. Hari ini seohyun ingin istirahat, supaya nanti badannya bisa segar ketika bekerja.

“seo, bisa kau tolong ibu untuk mengantarkan piring ini pada tetangga baru kita.” Ucap ibu seohyun, yang dengan tiba – tiba masuk ke dalam kamar seohyun.

“ibu kenapa harus aku, kenapa bukan sehun saja”

“seo, sehun sedang pergi. lagi pula apa salahnya jika kau yang mengantarnya. Sudah sana cepat antarkan” ucap ibu seohyun dan langsung pergi meninggalkan seohyun.

Dengan langkah yang malas dan dipaksakan seohyun pun menuruti perintah sang ibu untuk mengantarkan piring itu ke rumah tetangga barunya, yaitu keluarga changmin.

Seohyun mengetuk pintu rumah changmin berkali – kali, tapi tidak ada seorang pun yang membukakan pintu untuknya. seohyun mencoba untuk membuka pintu rumah itu, dan ternyata pintunya tidak terkunci. Seohyun pun masuk kedalam rumah keluarga changmin.

“permisi. Bibi aku ingin mengembalikan piring” ucap seohyun, namun tidak ada sahutan dari sang pemilik rumah. Seohyun meletakkan piring itu di meja, dan berniat untuk pulang.

“sepertinya tidak ada orang” langkah seohyun pun terhenti ketika dia mendengar bunyi petikan gitar, dari lantai dua rumah itu. Karena penasaran seohyun pun menaiki tangga dan mencari sumber suara itu.

Seohyun melihat sebuah pintu kamar yang terbuka, dan mencoba untuk mendekati pintu itu dan melihat siapa yang sedang memainkan gitar. Dan ternyata changmin lah yang sedang bermain gitar, seohyun melihat changmin begitu asyik bermain dengan gitarnya.

“apa yang kau lakukan di rumahku?” ucap changmin, ketika menyadari bahwa sedari tadi seohyun telah memperhatikannya.

“aku hanya mengembalikan piring. Lagi pula permainan gitarmu itu benar – benar tidak bagus” ucap seohyun sambil beranjak dari tempatnya berdiri.

“kenapa kemarin kau pergi begitu saja, apa ada masalah?”

“owh yang kemarin itu… aku.. aku… ada urusan, maaf sudah pergi tanpa pamit padamu” ucap seohyun dengan gugupnya,

“jadi begitu, kemarilah” perintah changmin. Seohyun pun masuk ke dalam kamar changmin, dan melihat – lihat isi kamar changmin. Di dalam kamar changmin banyak sekali kumpulan kaset – kaset lagu.

“apa ini semua milikmu?”

“tentu saja, gadis – gadis di sekolahku yang membelikannya”

“kau pasti sangat populer”

“tentu saja” ketika keduanya tengah asyik ngobrol, ponsel seohyun pun berbunyi. Seohyun melihat ponselnya dan membaca sebuah pesan singkat yang masuk dalam ponselnya.

“changmin, aku harus pergi ada seseorang yang ingin bertemu denganku” ucap seohyun sambil berjalan meninggalkan changmin.

“besok kau harus ikut aku ke tempat latihan lagi” teriak changmin pada seohyun yang sudah keluar dari kamarnya. Changmin tersenyum memandang kepergian seohyun.

***

Seohyun telah sampai di suatu warung pinggir jalan, yang terkesan kumuh. Seohyun masuk ke dalam warung itu dan melihat seorang pria tengah duduk di salah satu bangku di dalam warung itu. Seohyun mendekati pria, yang sedang duduk di depannya.

“kenapa kau menyuruhku datang ke tempat ini?” tanya seohyun pada pria yang saat ini sedang duduk dengan angkuhnya

“jangan pedulikan changmin dan jauhi dia. Aku tidak mau kau menghancurkannya” ucap pria itu dengan nada bicaranya yang dingin

“memangnya apa yang akan kulakukan padanya? Kenapa pikiranmu picik sekali kyuhyun” bentak seohyun pada pria yang dipanggilnya kyuhyun.

“kau tau, dia adalah sahabatku. Sahabat yang selalu ada disaat aku terpuruk menghadapi masalah yang menimpaku beberapa tahun yang lalu. Masalah yang membuatku hampir gila.”

Seohyun hanya diam mendengar perkataan kyuhyun itu.
“kuperingatkan sekali lagi, jauhi changmin atau aku tidak akan membuat hidupmu bahagia” ucap kyuhyun lagi sambil beranjak dari tempat duduknya.

Kyuhyun melangkahkan kakinya untuk pergi dan menabrak bahu seohyun. Seohyun hanya bisa diam dengan sifat dingin kyuhyun. Ternyata kyuhyun masih sangat membenci seohyun. Entah sampai kapan kyuhyun akan membenci gadis ini, padahal kyuhyun adalah cinta pertama seohyun, dan sampai saat ini seohyun masih menganggap kyuhyun sebagai sahabatnya.

***

Hari ini seohyun kembali mengikuti changmin ke tempat latihannya. Sebenarnya seohyun enggan untuk ikut, tapi changmin tetap memaksanya, jadi seohyun terpaksa mengikuti keinginan pria itu. Apalagi changmin selalu mengancam seohyun, dengan melaporkan pada orang tua seohyun kalau putrinya selalu keluar di malam hari tanpa sepengetahuan mereka.

Seohyun dan changmin sudah sampai di tempat latihan band. Dan disaat yang bersamaan datanglah kyuhyun yang merupakan sahabat dekat changmin dan cinta pertama seohyun yang sekarang menganggap seohyun musuh.

“kyuhyun, kau baru datang juga?” tanya changmin yang melihat kyuhyun juga baru datang. Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya, dan tersenyum pada changmin.

“bocah ini masih saja dingin seperti dulu” batin seohyun yang melihat kyuhyun.

“kyuhyun kenalkan ini seohyun, bukankah kemarin kalian tidak sempat berkenalan”

“sudahlah changmin aku pulang saja, ini gitarmu” ketus seohyun memberikan gitar changmin pada pemiliknya dan ingin pergi tapi seohyun mengurungkan niatnya ketika mendengar suara kyuhyun.

“senang bertemu denganmu seohyun. Changmin aku masuk dulu ya” ucap kyuhyun sambil masuk ke ruangan latihan.

“lain kali jangan mengancamku dan menyuruhku untuk mengikuti semua perintahmu. Aku tidak suka denganmu, pria bodoh” teriak seohyun dan pergi meninggalkan changmin.

“dasar gadis aneh” gumam changmin, dan hendak masuk ke ruang latihannya.

“kau mau kemana kyuhyun” ucap changmin yang melihat kyuhyun keluar dari ruang latihan.

“aku ada urusan sebentar, mulailah dulu aku akan segera kembali.”

“mau kutemani?”

“tidak perlu”

Kyuhyun berlari untuk mengejar seohyun, namun dirinya telah kehilangan jejak seohyun karena kyuhyun sudah tidak melihat seohyun lagi. Kyuhyun pun kembali ketempat latihannya dengan kesal karena tidak berhasil mengejar gadis itu.

***

Di lain tempat ketika seohyun berjalan pulang menuju rumahnya, tiba – tiba saja ada sekelompok pria yang usianya sebaya dengannya tengah menghadang seohyun. Seohyun tidak merasa takut dengan sekelompok pria itu dan masih tetap berjalan melewati mereka.

Ketika seohyun sedang berjalan, salah seorang dari pria itu menjegal kaki seohyun hingga seohyun terjatuh dan membuat bibir seohyun berdarah.

“rasakan itu. Itu balasan karena kau telah membuat teman kita marah” ucap salah satu diantara mereka. Dan di ikuti tawa teman – temannya.

Seohyun pun bangkit dan kembali berjalan sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya. Seohyun tidak marah atau pun membalas perbuatan mereka karena seohyun tau siapa yang menyuruh mereka melakukan hal itu padanya.

***

Seohyun sampai di rumahnya, seperti biasa dia langsung menuju kamarnya dan dengan segera mengobati luka yang ada di sudut bibirnya akibat perbuatan orang – orang tadi.

“sampai kapan kau akan diam dengan perbuatan bocah itu?” ucap sehun yang tiba – tiba masuk ke dalam kamar seohyun.

Seohyun hanya diam saja, mendengar perkataan sang adik. Tidak ada jawaban yang keluar dari mulutnya. Seohyun tidak ingin jika sehun ikut campur dengan urusannya, apalagi urusan yang menyangkut masa lalunya dengan cinta pertamanya.

“kak, apa kau mau terus – terusan disiksa oleh bocah setan itu? Dia sudah keterlaluan. Bisa – bisa kau mati di siksa olehnya. Apa kau mau aku yang membunuhnya, agar dia berhenti menyiksamu”

“cukup sehun. Kau tidak usah mengurusi masalahku, ini semua tidak ada hubungannya dengan bocah itu”

“terserah saja, yang pasti aku tidak akan tinggal diam melihat bocah setan itu membuatmu hampir mati lagi” bentak sehun pada sang kakak, dan berjalan keluar dari kamar seohyun dengan menahan amarahnya.

Seohyun hanya bisa menangis dengan perkataan sehun barusan. Memang benar apa yang dikatakan sehun. Perlakuan teman – teman kyuhyun pada diri seohyun memang sudah sangat keterlaluan. Sebegitu bencinya kah kyuhyun pada seohyun sehingga pria itu tega menyakitinya.

“apa kau tidak bisa memaafkannku kyuhyun?” tanya seohyun pada dirinya sendiri.

Seohyun menghapus airmata yang sedikit mengembang di pelupuk matanya. Seohyun berjalan keluar dari kamarnya menuju ruang tv tempat dimana sang adik biasa santai sepulang sekolah. Seohyun harus minta maaf pada sehun. Tidak seharusnya seohyun marah pada sehun.
Seohyun melihat ruang tv itu kosong, tidak ada siapapun disitu.
Seohyun menuju kamar sehun dan ternyata kosong juga, di atap rumah pun seohyun juga tidak menemui sang adik. Seohyun berpikir apa sehun benar – benar marah padanya sehingga sehun menghindarinya.
Seohyun menuju dapur dan menemui sang ibu yang sedang asyik memasak.

“ibu, dimana sehun? Kenapa aku tidak melihatnya.”

“tadi dia keluar, katanya ingin menyelesaikan masalahmu. Memangnya kamu ada masalah apa seo?” tanya ibu seohyun penasaran.

“ibu aku harus menyusul sehun” ucap seohyun sambil berlari keluar rumah dan menyusul sehun. Seohyun tidak mempedulikan teriakan ibunya yang meminta penjelasan atas masalahnya.

Yang terpenting saat ini adalah, seohyun harus segera menyusul sehun dan mencegah sehun melakukan perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan. Seohyun berpikir, pasti sehun akan menghajar kyuhyun karena perbuatan teman – teman kyuhyun yang telah melukai seohyun.

Seharusnya seohyun tidak usah khawatir pada sehun, karena sehun jago berkelahi. Tapi kali ini sehun berniat menghajar kyuhyun. Sehun bisa mati dihajar kyuhyun, jika sehun membuat kyuhyun marah karena keahlian bela diri kyuhyun jauh diatas sehun.

***

Seohyun telah sampai di atap gedung tempat dimana dulu seohyun dan kyuhyun sering menghabiskan waktu untuk bermain bersama. Entahlah kenapa seohyun berpikir bahwa sehun dan kyuhyun ada disana, tapi seohyun yakin kalau mereka berdua pasti ada disitu.

Dan ternyata benar, sehun dan kyuhyun ada disitu sekarang. Tapi apa yang dipikirkan seohyun ternyata salah. Yang dilihat seohyun saat ini ternyata berbeda dengan apa yang dipikirkannya. Bukan sehun yang babak belur, melainkan kyuhyun. Sehun tidak henti – hentinya memukuli kyuhyun.

Wajah kyuhyun dipenuhi dengan luka – luka atas pukulan dari sehun, darah segar mengalir dari hidung dan mulut pria itu. Sehun mencengkram kerah baju kyuhyun dan hendak memukul kyuhyun yang sudah tidak berdaya itu.

“sehun, hentikan” teriak seohyun yang melihat sehun hendak memukul kyuhyun lagi.

Sehun dan kyuhyun menoleh kearah seohyun, yang sedang berdiri tidak jauh dari tempat sehun dan kyuhyun berkelahi.

“kenapa kau masih membelanya, pria setan ini pantas untuk dihajar” bentak sehun, dan kembali melayangkan sebuah pukulan kewajah
kyuhyun, dan menyebabkan kyuhyun jatuh tersungkur. Kyuhyun benar – benar tidak membalas perlakuan sehun padanya.

“sehun hentikan, aku bilang hentikan” teriak seohyun sambil mendorong tubuh sang adik, agar berhenti memukul kyuhyun.

“biarkan aku menghajarnya sampai mati, dia pantas mendapatkan pukulan itu. Bukankah dia sudah melukaimu, jadi untuk apa kau membelanya.” Teriak sehun

“cukup, aku bilang cukup sehun. Kau tidak perlu menghajarnya, aku yang menghajar pria ini karena memang masalah dia ada padaku. Kau tidak berhak ikut campur”

“kau benar – benar bodoh, karena selalu membiarkan pria setan ini melukaimu” teriak sehun lagi sambil menendang perut kyuhyun dan pergi meninggalkan seohyun dan kyuhyun.

Seohyun benar – benar tidak tega melihat keadaan kyuhyun yang tengah terkapar tak berdaya. Kenapa kyuhyun tidak membalas perlakuan sehun, kenapa kyuhyun hanya diam saja menerima pukulan – pukulan sehun tadi. Apa kekuatan bela diri kyuhyun sudah hilang, atau kyuhyun sengaja mengalah pada sehun.

Seohyun melihat kyuhyun kesulitan untuk mencoba berdiri. Dengan cepat – cepat seohyun membantu kyuhyun untuk berdiri, tapi tangan seohyun di tepis oleh kyuhyun.

“tidak perlu bersikap baik padaku. Ini semua gara – gara dirimu” ucap kyuhyun sambil berusaha berdiri walaupun dengan susah payah.

“kenapa kau masih membenciku kyuhyun. Tidak bisakah kau melupakan semuanya.” Mohon seohyun sambil menangis di belakang kyuhyun

“bagaimana aku bisa melupakannya. Bagaimana aku bisa melupakan kejadian itu, kau telah membuat ayahku masuk penjara dan menyebabkan ibuku masuk rumah sakit gara – gara memikirkan ayahku. Bagaimana bisa kau menyuruhku melupakannya. Apa kau tidak tau bagaimana menderitanya aku?” teriak kyuhyun dengan geramnya. Kyuhyun benar – benar marah sekarang.

“menabrak orang lalu kabur. Jika kau jadi aku apa kau akan tinggal diam melihat kejadian seperti itu. Lagi pula aku benar – benar tidak tau jika orang itu adalah ayahmu.” Teriak seohyun tak kalah kerasnya.

“menyangkal lagi. Sampai kapan kau akan terus menyangkal kesalahanmu. Aku benar – benar membencimu. Dan aku peringatkan sekali lagi jauhi changmin dan jangan pernah mengganggu kehidupanku.” Ucap kyuhyun dan meninggalkan seohyun yang saat ini benar – benar sedih atas ucapannya.

Kyuhyun sendiri pasti tau jika saat ini seohyun benar – benar sedih atas ucapanya, kyuhyun sendiri sebenarnya tidak tega jika harus menyakiti seohyun terus – menerus. Tapi rasa sakit hati kyuhyun pada seohyun lebih besar saat ini.

Seohyun hanya bisa memandangi punggung kyuhyun yang mulai menjauh dari pandangan matanya. Ternyata kyuhyun benar – benar membencinya dan rasanya sangat sulit untuk pria itu memaafkannya.

Bayangan – bayangan kejadian masa lalu yang menyebabkan kyuhyun membenci dirinya kembali berputar – putar di otak seohyun.

Flashback

Saat itu seohyun sedang jalan – jalan bersama dengan teman – temannya. Ketika seohyun dan teman – teman hendak menunggu bus untuk pulang, seohyun melihat sebuah mobil menabrak seorang anak kecil yang sedang menyebrang jalan.
Seohyun buru – buru menghentikan mobil orang itu dan berhasil. Seohyun buru – buru melaporkan orang itu ke kantor polisi terdekat.
Seohyun dimintai keterangan oleh polisi itu dan menjadi saksi atas kecelakaan tersebut. Dan betapa terkejutnya seohyun ketika mengetahui bahwa orang yang menabrak tadi adalah ayah dari kyuhyun.
Kyuhyun adalah sahabat seohyun di SMP. Bahkan kyuhyun adalah cinta pertamanya. Saat itu seohyun benar – benar tidak mengetahui kalau orang yang menabrak tersebut adalah ayah kyuhyun.
Seohyun melihat ibu kyuhyun menangis dipelukan kyuhyun ketika mengetahui kalau ayah kyuhyun akan dimasukkan ke dalam penjara. Dan saat itulah kyuhyun mulai membenci seohyun.

End of flashback.

“maafkan aku kyuhyun” gumam seohyun.

Dengan langkah semoyongan kyuhyun menuruni tangga atap gedung itu. Dan dari arah depan teman – teman kyuhyun menghampirinya dan menanyakan keadaan kyuhyun.

“astaga apa kita sudah terlambat. Kenapa kau tidak segera menghubungi kita?” tanya salah seorang teman kyuhyun sambil membantu kyuhyun untuk berjalan.

“apa kau tidak membalas perbuatan bocah itu? Apa kau mau kita memberi pelajaran pada gadis itu lagi?” tanya teman kyuhyun yang satunya lagi.

“berhenti mengganggu gadis itu atau kalian yang akan kubunuh. Bukankah aku tidak pernah menyuruh kalian melakukan itu padanya” bentak kyuhyun pada teman – temanya itu.

“tapi kita ingin membalaskan dendammu kyu”

“aku bisa menyelesaikannya sendiri. Jadi berhenti mengganggunya jika kalian tidak ingin kubunuh satu persatu.” Ucap kyuhyun dan pergi meninggalkan teman – temannya yang mulai bingung dengan sikap kyuhyun.

Kenapa kyuhyun jadi peduli pada seohyun. Bukankah sebelumnya kyuhyun tidak peduli jika teman- temannya melukai seohyun. Sebenarnya ada apa dengan kyuhyun saat ini.

***

Dengan langkah gontai seohyun berjalan menuju rumahnya, hari ini hatinya benar – benar sakit. Orang yang selama ini dicintainya benar – benar membencinya dan menganggap seohyun sebagai musuh. Tubuh seohyun terguyur air hujan, walaupun saat ini badan seohyun basah kuyup, tapi rasa dingin itu masih kalah dengan rasa sakit hatinya.
Seohyun melihat seseorang menghadang jalannya sambil membawa payung. Seohyun tidak bisa melihat wajah orang itu karena tertutup oleh payung.

Seohyun menyingkirkan payung yang dipegang oleh orang itu dan melihat changmin tengah tersenyum pada seohyun.

“kenapa hujan – hujanan apa tidak takut sakit?” tanya changmin

“aku tidak akan sakit, karena aku adalah gadis yang kuat. Kau tau saat aku sakit pun aku tidak pernah menangis.”

“benarkah?” tanya changmin tidak percaya pada ucapan seohyun.

“tentu saja, karena dia selalu menghiburku disaat aku sedih ataupun sakit” jawab seohyun dengan bangganya.

“siapa dia?” tanya changmin penasaran dengan cerita seohyun.
Seohyun tidak bisa menjawab pertanyaan changmin. Seohyun tidak bisa mengatakan pada changmin dia yang dimaksud seohyun itu adalah kyuhyun sahabat changmin sekaligus cinta pertama seohyun yang sekarang sangat membenci seohyun.

“bagaimana kalau aku bisa membuatmu menangis?”tanya changmin lagi, karena melihat seohyun bengong dan tidak menjawab pertanyaanya.

“kau tidak akan bisa membuatku menangis”

“tentu saja aku bisa. Hanya membuat seorang gadis aneh sepertimu menangis apa susahnya. Ini pakailah” ucap changmin sambil menyerahkan payungnya pada seohyun dan berjalan pergi meninggalkan seohyun. Changmin berlari dan hampir saja dia terpleset, tapi untungnya tidak jadi. Seohyun hanya bisa tertawa melihat tingkah konyol changmin.

“dasar pria bodoh, kenapa kau selalu bisa membuatku tertawa akhir – akhir ini” gumam seohyun sambil berjalan menuju rumahnya.

*** TBC ***