Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Shadow (part 2)

Posted: 16 Januari 2016 in FF BUMSSO, Uncategorized
Tag:

SHADOW

Segala yang ditakdirkan bersama, maka apapun yang mencegahnya, dia akan menemukan jalan untuk menyatu. Begitu pula sebaliknya, sesuatu yang tidak ditakdirkan bersama, maka apapun yang kita lakukan, dia tidak akan pernah menyatu. ~Tere Liye~

~~~

Hujan deras mengguyur tubuh kecil So eun. Bibir mungilnya menggigil. Dia kedinginan, dan tak ada satu orangpun yang bisa dia temui di jalanan yang sepi ini. Dia tidak tau lagi harus pergi kemana, tidak mungkin dia kembali ke panti asuhan yang mengerikan itu. So eun tidak akan pernah mau terus-terusan mendapatkan siksaan dari orang-orang disana. Semua orang di tempat itu memperlakukan So eun dengan tidak baik, mereka semua monster penindas yang memperlakukan anak-anak seperti So eun sebagai robot, yang harus bisa melakukan semua pekerjaan berat.

Demi Tuhan.. So eun masih kecil dan tentu saja dia tidak akan sanggup melakukan pekerjaan-pekerjaan berat orang dewasa. Sungguh dia tidak pernah minta dilahirkan ke dunia ini jika akan jadi seperti ini kehidupannya. Bagaimana mungkin hingga di usianya yang ke enam tahun So eun, dia tidak mengetahui siapa wanita yang telah melahirkannya ke dunia yang kejam ini dan yang begitu tega meletakannya di pantai asuhan layaknya neraka tersebut.

So eun menangis. Kakinya pun sudah lelah karena berlari. Dia tidak tau harus kemana lagi akan pergi. Dia tidak mengenal siapapun di dunia ini, selain orang-orang di panti asuhan mengerikan itu. So eun kelelahan sampai akhirnya tubuhnya limbung dan duduk bersimpuh di atas aspal jalanan. Dia sudah tidak kuat berjalan.

Hujan deras sudah mereda dan So eun masih betah duduk di tempatnya. Dia memeluk tubuhnya yang kedinginan. Mata sayunya menangkap cahaya lampu dari sepeda yang dikendarai seseorang. Dia tidak bisa melihat wajah si pengendara tersebut, tapi So eun tau seseorang itu turun dari sepedanya, meletakkan sepedanya begitu saja ke aspal dan berlari menyongsong tubuh menggigil So eun.

“Kau tidak apa? Apa yang kau lakukan malam-malam begini? Tubuhmu basah, kau pasti kedinginan? Dimana rumahmu?”

So eun menyipitkan matanya, dia memandang wajah si pengendara tersebut. Pengendara ini seorang pria dan dari postur tubuhnya yang lebih besar dan tinggi dari So eun, pasti pria ini berusia lebih tua dari So eun. Sekitar sepuluh tahun atau kurang dari itu, entahlah yang pasti dia lebih tua dari So eun.

“Siapa namamu? Dimana rumahmu? Biar kuantarkan kau pulang!” Pria itu terlihat panik. Walau gelap tapi So eun bisa melihat pancaran matanya yang menyiratkan ketulusan saat menawarkan diri untuk mengantarkannya pulang.

So eun menggeleng. “Aku tak punya rumah.” Jawab So eun, semakin erat memeluk tubuhnya sendiri, karena menahan dingin.

“Siapa namamu?”

“So eun.”

“So eun… sekarang katakan padaku, dimana kau tinggal? Biar aku bisa mengantarkan kau pulang. Orang tuamu pasti sedang mencarimu sekarang.”

“Aku tidak punya orang tua ataupun tempat tinggal. Aku dibuang, mereka tidak menginginkanku. Mereka menyiksaku. Aku tidak mau kembali ke panti asuhan itu. Aku takut mereka memukulku lagi.” So eun menangis. Dia takut pria ini akan membawanya kembali ke panti asuhan itu, sedangkan dia sudah susah payah melarikan diri dari tempat mengerikan tersebut.

Pria itu merangkum wajah So eun, menghapus air mata yang mengalir deras di wajah mungil gadis kecil tersebut. “Diamlah.. kau tak perlu menangis.” Ucapnya menenangkan.

“Jangan bawa aku kembali ke tempat menyeramkan itu… kumohon!”

Pria itu menggeleng. Melepaskan tangannya dari pipi gembul So eun dan melepaskan lilitan syal di lehernya. “Pakailah ini, agar kau tidak kedinginan.” Dengan hati-hati, pria itu memakaikan syal miliknya pada leher kecil So eun. “Jangan menangis lagi.. kau tidak perlu takut, aku tidak akan membawamu ke tempat menyeramkan itu.”

So eun memandang syal yang sekarang sudah melilit lehernya. “Merah.” Gumamnya lirih.

“Ya… merah adalah lambang keberanian. Seperti warna merah, kau juga harus menjadi seorang anak yang pemberani!” Pria itu tersenyum pada So eun. Senyum yang lembut dan menyenangkan. Dia mengulurkan tangannya pada So eun. “Ayo… ikutlah denganku!” Pintanya.

Tanpa banyak berkata ataupun sedikit penolakan dan rasa takut kepada pria yang baru saja ditemuinya ini, So eun pun langsung menyambut uluran tangan pria tersebut. Hanya mengandalkan keyakinan kanak-kanaknya dia memutuskan untuk mempercayai pria ini. Tidak peduli apakah pria ini akan menolongnya atau malah berbuat jahat padanya, tapi satu hal yang ada di pikiran So eun kecil saat ini. Pria berpakaian hitam ini bukanlah orang jahat ataupun iblis, dia yakin betul bahwa pria ini adalah malaikat yang sengaja dikirmkan Tuhan untuk menolongnya.

Pelukan itu menghangatkan, sampai kapanpun. Bagi So eun tidak ada kehangatan lainpun yang mampu menandingi hangatnya pelukan Kim bum.

Dering ponsel Kim bum membuatnya melepskan pelukannya dari tubuh sang adik. Diambilnya ponsel yang berada di dalam kantong mantelnya dan segera di terimanya panggilan yang masuk.

“Ya… dimana kau sekarang?” Tanya Kim bum pada orang di seberang sana.

So eun memandang Kim bum yang sedang menerima panggilan. Dia masih tersenyum tidak terlalu peduli dengan pembicaraan yang dilakukan kakaknya melalui ponsel. Dia lebih memilih meninggalkan kakaknya dan menuju meja kasir untuk membayar dua syal yang sudah dipilihnya.

“Berapa semuanya?” Tanya So eun pada pegawai toko. Kasir toko itu menotal belanjaan So eun dan menyebutkan nominal yang harus dibayarkannya untuk dua syal yang sudah diambilnya.

“Terimakasih atas kunjungannya!” Kasir itu membungkuk pada So eun, setelah mengucapkannya. So eun tersenyum dan membalas ucapan kasir tersebut dengan riang.

So eun membalik tubuhnya dan dia sedikit terkejut saat mendapati sahabatnya Go Ara berdiri di belakangnya. “Apa yang kau lakukan di sini? Mengagetkanku saja!” Gerutu So eun.

Ara terkikik melihat wajah So eun yang cemberut saat melihatnya. Dia tidak tau jika So eun akan berada di tempat ini, padahal yang dia pikir saat ini, So eun masih ada di tempat paman dan bibinya. “Bukankah kau di Busan?” Ara tidak menjawab pertanyaan So eun sebelumnya tapi dia melemparkan pertanyaan lagi untuk sahabatnya.

“Aku sudah kembali sejak kemarin.”

“Lalu apa yang kau lakukan di tempat ini? Sendirian? Tanpa aku? Astaga, kau menyebalkan!” (lebih…)

Library

Posted: 17 November 2013 in Uncategorized

library (lebih…)

*Author/Pasword*

Posted: 20 Desember 2012 in Uncategorized

14760_1130885206781_1666793409_315095_7130379_n

hai – hai buat siapa saja yang sudah mau mampir di blogku aku ucapkan terimakasih..

aku sangat berharap ada orang yang mau mampir diblogku dan membaca postingan – postinganku.

disini aku ingin berbagai tulisan tentang khayalanku. aku senang sekali menulis cerita.

walaupun mungkin postinganku ini tidak terlalu bagus, tapi aku berharap ada yang menyukainya 🙂

bumsso 1

aku suka banget dengan couple diatas… apa ada yang kenal dengan mereka??? kurasa semua sudah kenal dengan mereka.. mereka adalah pasangan faforitku, dan aku sangat suka dengan muka imut mereka BUMSSO COUPLE.

seokyu 1

ada lagi pasangan yang aku suka selain kim bum dan kim soeun yaitu seokyu couple. aku suka banget sama grup mereka.

nah.. buat siapapun yang mengunjungi blogku, semoga suka dengan hasil karyaku yang aku post di blog ini yaa…

dan buat para reader yang mau berteman denganku atau pengen mengenalku, DAN JUGA YANG INGIN MINTA PASSWORD UNTUK POSTINGAN YANG AKU PROTECT,  kalian bisa add facebook atau follow twitterku.

ini alamat FB ku : http://www.facebook.com/lila.tyas1
ini twitter ku : lila_ayu99

terimakasih… 🙂 🙂 🙂