Posts Tagged ‘Real Love’

Real Love

Posted: 13 November 2013 in FF BUMSSO
Tag:

real love

Cast: Kim sang bum, Kim so eun
Support cast: Moon geun young, Go ahra

Genre: Sad, Romantic

Type: OS

Ini benar – benar cinta, bukan hanya sekedar kekaguman atau perasaan sesaat atau apalah itu namanya. Sampai kapan kau akan menutup matamu. Apa masih belum cukup semua yang aku lakukan ini, apa kau masih tidak percaya bahwa aku ini benar – benar menyukaimu. Harus bagaimana lagi aku membuktikannya padamu, agar kau tau bahwa perasaanku ini benar adanya.



Air mata itu seakan – akan tidak mau berhenti mengalir dari kedua mata indah milik seorang gadis cantik yang saat ini tengah terbaring di tempat tidur nyamanya. Hatinya sakit, sangat sakit. Pasti memang sakit sekali. Bagaimana tidak akan sakit jika pria yang selama ini dia sukai ternyata telah mendeklarasikan status hubungannya pada semua orang.

“ini hanya mimpi kan? Ini semua tidak nyata kan?” gumaman yang diselingi dengan isak tangis itu terdengar sangat menyedihkan untuk setiap orang yang mendengarnya.
Untung saja hari ini ayah, ibu dan adiknya tidak berada di rumah, jadi gadis itu bisa dengan puas menumpahkan semua kesedihannya, tanpa ada satu orangpun yang akan bertanya tentang penyebab gadis itu menangis hingga terlihat menyedihkan seperti sekarang.

~~~

“ini sudah larut malam dan kau masih belum istirahat, apa ada sesuatu yang kau pikirkan sekarang?”

Seorang pria yang saat ini tengah berdiri termenung di dalam sebuah kamar hotel sambil menikmati indahnya malam dari balik jendela kaca kamar hotelnya itu menolehkan kepalanya ketika seseorang tengah menegurnya. Pria itu tau siapa pemilik suara yang mengganggu lamunannya.
Dialihkannya pandangannya yang tadi setia memandangi langit malam yang nampak suram walaupun sebenarnya terlihat cerah karena di tambahi dengan sorotan lampu – lampu gedung yang sangat terang. Pria itu tersenyum ketika menatap seseorang yang saat ini sudah berada di sampingnya.

“kau sedang memikirkan sesuatu?” tanya suara itu lagi, suara itu adalah suara gadis yang saat ini sudah menemani pria itu hampir satu bulan. Menemaninya untuk berlibur ke eropa.
Belum mendapatkan jawaban dari sang pria, gadis tersebut pun memasang wajah kecewa. Melihat sang gadis terlihat kecewa, sang pria pun menarik tangan sang gadis itu dan memeluk tubuh sang gadis dengan menghadapkan gadis itu ke depan agar sang gadis juga bisa melihat apa yang sebelumnya pria tadi lihat.

“pemandangan disini indah kan noona.” Ucap pria tersebut sambil mengeratkan pelukannya pada sang wanita yang saat ini ada didepannya. Senyum pria itu masih terpasang jelas di wajahnya.

“iya.. indah. sangat indah. aku senang bisa pergi kesini bersamamu.” Jawab sang wanita, di ikuti senyum bahagia dari bibir manisnya.

“kenapa kau memilihku noona? Bukankah masih banyak pria lain yang lebih baik dari pada aku. Kenapa noona memilihkku?”

Sang gadis terdiam sejenak, senyuman yang tadi terpancar dari wajahnya kini sedikit memudar. Kenapa pria yang ada di belakangnya ini menanyakan hal yang tidak masuk akal seperti itu. Tidak ingin melepaskan pelukan dari sang pria, tapi sang wanita ingin melihat bagaimana raut wajah pria itu ketika mengatakan pertanyaan yang baru saja di keluarkannya.

“aku hanya ingin tau saja, tidak masalah jika noona tidak mau menjawabnya. Lagipula ini semua tidak penting kan, yang terpenting sekarang, saat ini kita sedang bersama.”

tidak tahan dengan sikap pria yang selama sebulan ini tengah menjadi kekasihnya ini, akhirnya gadis itu pun melepas pelukan kekasihnya dan menatap mata kekasihnya tersebut. Mencoba mencari tau apa maksud dari semua kalimat – kalimat yang baru saja keluar dari mulut sang kekasih.

“jagiya, sebenarnya ada apa? apa ada masalah, kenapa nada bicaramu terdengar aneh?” terdengar penasaran dari nada bicaranya, gadis itu sangat penasaran dengan sikap kekasihnya.

“hubungan kita yang bermasalah.” Batin pria itu, tapi anehnya pria tersebut tidak bisa mengatakannya secara langsung. Entahlah, apa alasan pria itu hingga tidak bisa mengeluarkan kalimat tersebut. Tentu saja salah satunya untuk menjaga perasaan kekasihnya. Tapi tidak taukah bahwa ada lagi seseorang yang jauh lebih sakit hati sekarang. Dan apakah pria itu tau bahwa keadaan orang itu sangat memprihatinkan bahkan sangat menyedihkan.



Hujan mengalir dengan derasnya, tidak biasanya hujan turun sangat lebat seperti ini tapi hari ini seoul benar – benar diguyur hujan dengan lebat.
Beruntung saat ini ahra sudah berada di rumah so eun, jika terlambat sedikit saja gadis itu sampai di rumah sahabatnya ini, mungkin saja saat ini ahra sudah terjebak hujan.

“kau benar – benar sangat menyusahkan, apa kau tidak tau bahwa aku ini sangat sibuk. Sebenarnya ada apa, kenapa pagi – pagi sekali kau menghubungiku dan menyuruhku datang ke rumahmu. Dan kemana orang tua dan adikmu. Dan lihatlah betapa menyedihkan dirimu saat ini. sebenarnya ada masalah apa?” rentetatan kalimat panjang dari mulut ahra, benar – benar semakin membuat so eun semakin terlihat menyedihkan.

Bagaimana tidak, selama ini so eun tidak pernah menyulitkan siapapun, apalagi pada sahabatnya ini. tapi hari ini so eun benar – benar sangat keterlaluan pagi – pagi sekali, so eun sudah menghubungi ahra yang pasti masih tertidur lelap hanya untuk datang ke rumahnya dengan alasan yang tidak masuk akal.

“yaa… kim so eun, tidak mungkin kau takut berada di rumah sendirian kan. Memangnya kau ini anak kecil yang harus membutuhkan teman jika keluargamu sedang pergi dan kau berada di rumah sendirian. Kau ini ben….” kalimat panjang ahra langsung terhenti ketika melihat sahabatnya itu kini tengah terisak.

“hiks… hiks… hiks… ahra-ya. Hiks…” isakan tangis itu benar – benar keluar dari mulut so eun, sahabat ahra yang selalu terbiasa tersenyum ceria itu sekarang menangis. Itu berarti saat ini so eun benar – benar mempunyai masalah yang sangat besar.

Selama ini so eun terlihat sebagai seorang sahabat dan juga aktris yang terkenal memiliki sikap periang, tapi kenapa sekarang so eun nampak murung dan apa ini bahkan gadis itu menangis.

“so eun-ah, sebenarnya ada apa? astaga… bahkan matamu sembab dan merah. Apa semalaman kau menangis dan tidak tidur?” ahra benar – benar kaget ketika melihat kondisi so eun dengan jelas, sahabatnya ini sangat rapuh sekarang.

Bukannya, ahra tidak perhatian dengan sahabatnya ini. tapi ahra memang benar – benar tidak tau apa penyebab sahabatnya menjadi seperti sekarang. Saat ini ahra memang tengah di sibukkan dengan drama barunya jadi sudah lama ahra dan so eun tidak pernah bertemu dan hari ini akhirnya ahra bisa menyempatkan dirinya menemui so eun setelah sebelumnya so eun memohon minta di temani ahra.

“ayo ceritakan apa yang terjadi padamu, hingga kau seperti ini?” pinta ahra pada so eun, sambil memeluk tubuh so eun untuk sedikit menenangkan perasaan sahabatnya itu.

“hikss..hiksss. ini menyakitkan, ini benar sangat melukaiku. Apa aku bisa bertahan setelah ini, apa aku masih bisa tersenyum setelah semua ini terjadi. Apa yang harus aku lakukan ahra-ya?”

Ahra tidak mengerti dengan perkataan so eun barusan, sebenarnya apa yang sedang dikatakan oleh sahabatnya itu. Ini benar – benar membingungkan untuk ahra. Demi apapun ahra tidak suka dengan teka – teki jadi kenapa so eun tidak langsung saja pada pokok permasalahan.

“ayolah so eun, jangan membuatku penasaran hingga hampir gila seperti ini. aku sudah cukup takut dengan kondisimu sekarang, jangan membuatku terlihat seperti orang bodoh seperti ini.” Kesal ahra

“dia, tidak menyukaiku. Dia benar – benar tidak menyukaiku, lalu apa maksudnya perlakuan dia selama ini padaku. Apa dia benar – benar tidak tau bahwa aku menyukainya.” Jawaban so eun ini sudah lebih dari cukup untuk menggerakan otak ahra sekarang. Tentu saja ahra tau siapa dia yang dimaksud oleh so eun. tapi ini masih belum sepenuhnya jelas.

Sebelum ahra melemparkan pertanyaan selanjutnya, kim so eun sudah terlebih dahulu memberikan ponselnya pada sahabatnya itu.

“kenapa kau memberikan ponselmu, aku butuh penjelasan bukan pon…” kalimat ahra terhenti matanya melebar, kepalanya menggeleng. Itu menandakan bahwa memang ada sesuatu yang tidak beres dengan ponsel so eun. lebih tepatnya apa yang telah ditampilkan ponsel so eun sekarang.

“mereka menjalin hubungan, dia tidak mencintaiku ahra-ya.” Gumaman lirih itu benar – benar terdengar menyedihkan untuk didengar oleh ahra, apalagi jika yang mengatakan adalah sahabatnya, so eun. benar – benar terdengar memilukan.



“gedung itu sangat bagus kan, tempat ini benar – benar sangat indah. Aku bahkan tidak ingin meninggalkan tempat ini.”

“aku juga menyukainya.” Kim bum berjalan beriringan dengan wanita yang saat ini telah menjadi kekasihnya itu. di genggamnya tangan kekasihnya itu. Terlihat sangat menyenangkan sepertinya, hingga kim bum dan kekasihnya tidak tau bahwa ternyata banyak sekali paparazi yang mengambil gambarnya secara diam – diam.

Mungkin kim bum masih tidak menyadari bahwa dirinya dan juga kekasihnya itu adalah seorang aktor dan aktris yang namanya cukup melambung tinggi di negaranya bahkan di luar negri sekalipun. Jadi walaupun saat ini kim bum dan kekasihnya tengah berlibur di eropa tetap saja banyak sekali paparazi yang mengikutinya dan selalu memantau apapun yang dilakukan olehnya.

Tentu saja perkembangan hubungan kim bum dan kekasihnya sangat menarik untuk dijadikan konsumsi publik mengingat beberapa saat lalu hubungan kim bum dan kekasihnya ini telah beredar di dunia maya. Jadi tentu saja ini sangat menguntungkan bagi para pencari berita.

“aku sangat menyukai senyumanmu itu jagiya… selalu tersenyumlah untukku, jagiyaa.”

Kim bum menganggukan kepalanya sambil mengusap pelan rambut kekasihnya itu, kim bum bahkan tidak menyadari bahwa kemesraannya dengan kekasihnya tersebut terus di intai oleh para pencari berita. Entah kim bum yang tidak menyadarinya, atau memang kim bum yang masa bodoh dengan hal itu. Tapi ini tidak seperti sikap kim bum yang seperti biasanya yang selalu tertutup dengan masalah pribadinya. Benar – benar sangat aneh, ada apa dengan kim bum.

“aku harap lain waktu kita bisa kembali kesini bersama lagi jagiya..”

“nde… aku senang jika noona senang.” Jawab kim bum, hanya respon seperti itu yang selalu dilontarkan kim bum setiap pernyataan dari mulut kekasihnya keluar. Benar – benar terkesan di paksakan.
Kim bum memang berbeda, sangat berbeda. Berbeda dari beberapa tahun yang lalu dengan kim bum yang sekarang.

“maafkan aku, aku benar – benar tidak tau kenapa ini semua bisa terjadi. Ternyata perasaan ini hanya sesaat. Berbeda dengan perasaanku padanya.” Batin kim bum, dan kembali mengeratkan genggamannya pada tangan kekasihnya yang sebelumnya telah terlepas. Untuk sedikit meyakinkan hatinya bahwa saat ini dirinya telah menjadi kekasih seseorang.



Hari ini ahra terpaksa meminta cuti pada manager dan juga agensinya, tentu saja tidak mudah untuk ahra meminta cuti mengingat jadwal syuting ahra yang padat. Tapi tetap saja ahra bisa memaksa mangernya untuk memberikan cuti padanya.
Ahra ingin menemani so eun saat ini, karena mungkin memang hanya ahra yang bisa menemani so eun saat ini. karena memang selama ini hanya ahra lah sahabat terdekat so eun. tidak. bukan hanya ahra, tapi masih ada satu orang lagi yaitu DIA. Tapi tentu saja ahra tidak mungkin menghubungi orang itu untuk mengatakan keadaan so eun sekarang, karena penyebab so eun menjadi seperti ini adalah DIA.

“kau tidak seharusnya mempercayai berita itu kan. Kau bahkan masih belum mendengar sendiri dari mulutnya jadi untuk apa kau memikirkan hal ini. bisa saja ini semua rekayasa.”
Perkataan ahra tadi mungkin bisa memberi sedikit kekuatan untuk so eun, agar tidak terlalu percaya dengan berita yang saat ini telah menjadi berita heboh di dunia maya.

“memangnya siapa aku, yang harus mendapatkan penjelasan darinya. Aku bukanlah siapa – siapa untuknya. baginya aku hanyalah teman dan bukan orang yang perlu di beri penjelasan.” Jawab so eun, meyakinkan hatinya bahwa so eun benar – benar harus melupakan orang yang selama ini telah disukainya itu.

“ayolah so eun, kim bum masih belum memberikan komentar apapun untuk hubungannya itu. Lagi pula bisa saja mereka hanya berteman karena mereka sering menghabiskan waktu bersama di lokasi syuting.”

“jangan membelanya, hanya untuk maksud menghiburku ahra-ya. Aku bukanlah anak kecil, tidak mungkin agensi eonni geun young membenarkan hubungan mereka jika mereka memang tidak ada hubungan. Dan jika mereka tidak ada hubungan apapun harusnya agensi kim bum membantahnya atau bahkan kim bum sendiri yang melakukannya, seperti dia dan aku ketika terlibat dalam….” so eun membungkam bibirnya, dirinya tidak bisa kembali ke masa itu. Masa itu dan sekarang berbeda, dan hasilnya pun sudah jelas berbeda. Kim bum mengakuinya dan tidak membantahnya itu berarti kim bum memang menyukai wanita itu.

“tidak bisakah kau menguatkan dirimu so eun… kemana so eun yang ceria. Lebih baik kau tanyakan saja pada kim bum bukankah kalian masih sering berkomunikasi dan bertemu.” Ucap ahra sambil mengambil ponsel so eun dan menyerahkan ponsel tersebut pada so eun.

“untuk apa aku menghubunginya ahra-ya, aku tidak mau mengganggu acara liburannya dengan kekasihnya. Aku tidak ingin menghubunginya lagi, aku membencinya ahra-ya.” So eun benar – benar tidak bisa menahannya lagi, semua kekesalannya benar – benar dia tumpahkan pada ahra, karena memang hanya pada ahra so eun bisa berbicara semuanya.

“so eun apa lagi maksud dari ucapanmu ini.. ya tuhan,, kenapa aku bisa ketinggalan banyak berita seperti ini.” gerutu ahra sambil mengambil ponselnya dan membuka situs resmi untuk melihat perkembangan berita para artis korea dan melihat salah satu dari berita tersebut yang mengatakan bahwa saat ini kim bum sahabatnya tengah menjalin hubungan dengan lawan mainnya di drama terbarunya bahkan saat ini keduanya tengah berlibur di eropa selama beberapa bulan.

“kim bum bahkan tidak pernah menghubungiku semenjak drama itu, dia bahkan tidak pernah hanya sekedar menanyakan bagaimana kabarku saat ini seperti biasanya. Hingga muncul kabar itu, lalu apa yang harus aku lakukan sekarang ahra-ya.”

Ahra bingung harus memberikan jawaban apa pada sahabatnya itu, tidak mungkin menyuruh so eun melupakan perasaannya pada kim bum yang selama ini telah ada selama hampir dua tahun itu. Tapi lebih tidak mungkin lagi memakasa kim bum untuk membalas perasaan so eun, apalagi jika kenyataanya kim bum tidak menyukai so eun. kisah cinta sahabatnya ini benar – benar rumit. Bahkan jauh lebih rumit dibandingkan dengan soal hitung – hitungan matematika ataupun semacamnya.

“tenangkan dirimu, tunggu saja berita selanjutnya dan siapa tau saat ini kim bum masih belum sempat menjelaskannya padamu. Tidak mungkin kim bum seperti ini, ini bukan sikap kim bum.”

So eun kembali meringkuk di tempat tidurnya, air matanya kembali mengalir ketika ingatanya kembali ke masa – masa dimana dirinya dan kim bum tengah bermain dalam drama yang sama dan menjadi sebuah pasangan. Itu benar – benar sangat menyenangkan, walaupun saat itu mereka masih terlihat malu – malu.

“hiks…hiks,,,, aku harus melupakannya kah ahra-ya?” pertanyaan bimbang dari mulut so eun yang diajukannya pada ahra seperti menjadi bomerang untuk dirinya sendiri. Apakah benar jika ahra menjawab IYA dan so eun akan dengan mudah melupakannya.

“aku akan menghubunginya dan meminta penjelasan darinya.”



Kim bum sudah berada di kamar hotelnya, liburannya sudah selesai dan dia harus kembali lagi ke negara asalnya. Sudah banyak yang menunggu kedatangannya, ya tentu saja keluarga dan juga fansnya. Kim bum ini aktor terkenal kan. Aktingnya juga sangat bagus. dan kali ini harusnya dia mendapatkan daesang untuk akting yang dia perankan sekarang. Kim bum telah menipu semua orang termasuk fansnya.

“kau sudah bersiap – siap kim bum-ah?” tanya sebuah suara dari balik pintu kamar hotel tempat kim bum menginap. Pria itu menatap malas ke arah pintu. Sepertinya kim bum benar – benar enggan untuk hanya sekedar menjawab. Hingga matanya dialihkannya pada sosok managernya yang saat ini juga tengah membantu kim bum membereskan pakaiannya.

“kau tidak ingin menemuinya?” tanya manager kim bum, ketika melihat wajah kim bum yang terlihat lelah.

“sebenarnya ada apa, bukankah kau sendiri yang bilang ingin pergi berlibur. Harusnya kau senang tapi kenapa kau malah terlihat sebaliknya.” Pertanyaan dari manager kim bum itu, memang benar. Ini semua pilihan kim bum kan, kenapa kim bum terlihat menyesal.

“bum-ah, apa kau sudah tertidur. Tidak bisakah kau membuka pintunya sebentar.” Suara dari luar itu benar – benar mengganggu kim bum. tidak bisakah kekasihnya itu membiarkannya istirahat. Bukankah hari ini mereka berdua sudah seharian pergi jalan – jalan, saat ini kim bum benar – benar lelah. Kim bum ingin hanya sekedar menenangkan otaknya yang terlalu melampaui batas hanya untuk memikirkan satu orang sangat jauh disana.

“geun young… kim bum sudah terlelap dari tadi, apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan dengannya? Apa kau mau aku membangunkannya?” manager kim bum membukakan pintu untuk kekasih kim bum itu. Tentu saja itu atas permintaan dari kim bum yang menyuruh managernya untuk berbohong agara kekasihnya bisa meninggalkan kamarnya.

“maafkan aku, ini memang sudah malam seharusnya aku membiarkannya istirahat. Sebenarnya aku hanya khawatir saja padanya karena aku lihat seharian ini dia bersikap aneh. Baiklah selamat malam.” Ujar geun young sambil meninggalkan kamar kim bum dan juga manager kim bum itu untuk kembali ke kamarnya.

Gadis itu sedikit penasaran dengan sikap kim bum, kenapa kim bum bersikap aneh beberapa hari ini. kim bum terlihat tidak seperti sebelumnya, biasanya kekasihnya itu terlihat ceria dan penuh semangat. apa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh kim bum yang geun young tidak ketahui. Mungkinkah ini ada hubungannya dengan…….?



“yaa.. aku sudah baik – baik saja, hari ini aku sedang berjalan – jelan ke pusat perbelanjaan. Jika kau sudah selesai syuting bisakah kau menyusulku?” pinta so eun pada sahabatnya itu, ada sedikit permohonan pada permintaannya itu.

“nde… aku akan mengusahakannya, berhati – hatilah so eun-ah.” Kalimat itu mengakhiri obrolan singkat keduanya melalui ponsel.

So eun berjalan – jelan di tengah keramaian pusat perbelanjaan itu, kaca mata hitam yang dia kenakan saat ini setidaknya bisa menutupi matanya yang masih sedikit membengkak akibat kegiatan menangisnya semalaman. Tapi hari ini mungkin dia bisa sedikit lupa dengan masalahnya.

So eun melihat – lihat, ke sekeliling tempat itu. dirinya rindu ketika biasanya dirinya megunjungi tempat ini dengan kim bum, tapi mungkin tidak dengan sekarang. So eun dan kim bum sudah tidak mungkin pergi bersama lagi mengingat status hubungan kim bum yang saat ini tengah menjadi kekasih orang.

“ingat so eun, kau kesini untuk menghilangkan semuanya tentang dia dan bukannya malah mengingatnya lagi.” ucap so eun meyakinkan dirinya sendiri.

So eun melangkahkan kakinya menuju tempat perhiasan, diliriknya cincin yang saat ini tengah dijadikan liontin kalungnya. So eun teringat kembali dengan kenanangannya di masa lalu kala kim bum memberikannya sebagai hadiah ulang tahunnya. Dan kim bum juga memiliki satu lagi, apakah kim bum juga masih memakainya pikir so eun.

Ketika sedang asyik pada lamunannya, so eun mendengar suara pria yang sudah sangat dikenalnya. Suara itu, benarkah itu miliknya. Tunggu dulu bukankah saat ini dia dan kekasihnya sedang berlibur ke eropa, mungkinkah itu hanya halusinasi so eun saja.

~~~

“jagiyaa, coba lihat tempat itu. sepertinya disana lebih banyak yang bagus.” ucap geun young sambil menggandeng tangan kim bum dan membawa kekasihnya itu ke tempat penjual perhiasan.

“bisakah aku melihat cincin itu?” pinta geun young pada pelayan toko sambil menunjuk cincin couple yang terpasang di dalam lemari kaca toko tersebut.
Si pelayan toko pun mengambilkan cincin yang di pinta oleh geun young dan menyodorkannya pada geun young dan kim bum.

“cincin itu cocok untuk kalian, bukankah kalian ini pasangan selebriti yang menjadi tren topik di internet. Selamat atas hubungan kalian. Aku salah satu penganggumu kim bum-ssi.” Ucap pelayan wanita toko tersebut yang mengetahui kim bum.
Kim bum pun hanya tersenyum mendengar pujian dari pelayan tersebut.

“cincin ini indah bukan, apakah terlihat indah ketika aku memakainya bum-ah?” tanya geun young pada kekasihnya itu, mencoba mencari tau penilaian kim bum akan pilihannya.

“kau terlihat cantik saat mengenakannya noona.” Jawab kim bum, sambil mengusap pelan rambut geun young. Dan tanpa di duga mata kim bum menatap pada seorang wanita yang saat ini tengah berdiri menatap kearahnya.

Astaga… kenapa ini bisa terjadi, kenapa kim bum harus melihat wanita itu disini. Setidaknya kenapa harus dalam kondisi dirinya bersama geun young. Hari ini adalah hari kedua kim bum sampai di seoul setelah perjalanannya dari eropa. Dan satu orang yang untuk saat ini tidak ingin di temuinya adalah wanita yang saat ini tengah berdiri tak jauh darinya dan tengah menatapnya.

~~~

“kau terlihat cantik saat mengenakannya noona.”

So eun memutar tubuhnya mencoba mencari suara yang sangat di kenalnya, tentu saja memastikan pada dirinya bahwa itu bukanlah halusinasi saja, melainkan kenyataan. Dan ternyata benar bahwa suara itu milik kim bum, dan ternyata pria itu sedang berada tidak jauh dari so eun.

“apa kau bahagia sekarang?” tanya so eun dalam hati, pada kim bum ketika tanpa disadari kim bum pun juga tengah menatap kearahnya. So eun tau saat ini kim bum tidak bisa mendengarnya tapi memang hanya ini yang bisa dilakukan so eun sekarang.

“bagaimana kabarmu, apa kau baik – baik saja sekarang?” tanya kim bum dalam hati, ketika dia sudah meyakinkan matanya bahwa yang dilihatnya itu benar – benar kim so eun. wanita yang benar – benar ingin dihindarinya, untuk beberapa saat ini.

Kim bum ingin sekali bertanya langsung pada wanita itu bagaimana keadaanya dan apakah wanita itu sakit ketika melihat apa yang saat ini terjadi pada kim bum. tapi tentu saja kim bum tidak mempunyai keberanian, kim bum tidak mungkin secara terang – terangan menghampiri so eun karena saat ini dirinya sedang bersama dengan kekasihnya.

“kau terlihat sangat bahagia, mungkin dengan melihat sendiri seperti ini aku bisa dengan cepat melupakanmu kim bum-ah” batin so eun, sambil membungkukkan badannya pada kim bum dan langsung pergi meninggalkan kim bum yang terlihat bahagia di mata so eun.

Untung saja saat ini so eun tengah mengenakan kaca mata hitam, jadi kim bum tidak bisa melahat bahwa saat ini matanya tengah memerah karena menahan hantaman air mata yang siap membanjiri wajahnya. Dan pilihannya sangat tepat untuk meninggalkan tempat itu sebelum air matanya benar – benar mengalir keluar.

“maafkan aku kim so eun, untuk kesekian kalinya aku membuatmu terluka kembali dengan sikapku.” Batin kim bum ketika melihat kepergian so eun, kim bum tau bahwa saat ini so eun pasti sangat terluka sekali. Ingin rasanya kim bum mengejar wanita itu menariknya dalam pelukannya hanya sekedar untuk mengucapkan kata maaf dan juga terimakasih atas semua yang pernah terjadi pada dirinya dan juga so eun.

“bum-ah ayo kita pulang, aku sudah lelah.” Ajak geun young, yang sedari tadi tidak menyadari apa yang telah di rasakan oleh kim bum. tapi itu sedikit anugerah untuk kim bum karena kim bum tidak perlu menjelaskan apapun pada geun young jika wanita itu bertanya – tanya tentang so eun. kim bum terlalu lelah untuk memberikan penjelasan untuk geun young jika wanita itu bertanya. Tujuannya saat ini hanya satu yaitu penjelasannya pada so eun, wanita itu pasti sudah menunggu terlalu lama. Mungkin ini adalah waktunya untuk kim bum bertemu dengan so eun.



Ahra memakirkan mobilnya di depan rumah so eun, matanya melihat sebuah mobil yang juga terparkir di depannya. Sebelum ahra keluar dari mobilnya, ahra nampak berfikir bukankah saat ini kim bum tengah liburan di eropa kenapa mobilnya bisa terpakir di depan rumah so eun. tidak… atau jangan – jangan saat ini sahabatnya itu sudah kembali ke seoul, lalu kenapa kim bum tidak pernah membalas pesan darinya dan juga menjawab panggilannya. Mungkinkah kim bum juga berniat menghindari ahra.

“kalian berdua benar – benar membuatku terlihat bodoh sekarang.. haaahhhh.” Teriak ahra sambil keluar dari mobilnya dan mengacak rambutnya dengan frustasi, melihat keadaan kedua sahabatnya itu.

Ahra melangkahkan kakinya menuju halaman rumah so eun, dan melihat kim bum tengah berdiri mematung di depan pintu rumah so eun. kenapa kim bum hanya berdiri di luar dan tidak masuk saja pikir ahra, bukankah selama ini kim bum dan ahra sudah biasa keluar masuk rumah so eun mengingat kedekatan mereka dengan keluarga so eun.

“yaa.. bodoh, kemana saja kau. Beberapa hari ini aku terus menghubungimu kenapa kau selalu mengabaikan panggilanku.” Teriak ahra ketika melihat kim bum berdiri seperti orang linglung di depan pintu rumah so eun.

“bagaimana kabarmu ahra-ya? Sepertinya kau semakin sibuk saja sekarang, lama tidak bertemu.” Ucap kim bum sambil melambaikan tangannya untuk menyapa sahabatnya yang sudah lama tidak dijumpainya.

“berhenti berbasa – basi bum-ah, kau masih harus menjelaskan semua kekacauan ini padaku. Ahhh… tidak lupakan saja pejelasanmu padaku, karena so eun lebih membutuhkan penjelasanmu sekarang dari pada aku.”

“itu sebabnya aku datang kemari ahra-ya… aku ingin memberikan pengertian pada so eun sekarang. Tapi aku benar – benar tidak punya keberanian untuk bertemu dengannya, jangankan untuk bertemu menatap wajahnya saja aku tidak berani.” Ucap kim bum, dan terhenti dengan helaan nafas yang sangat panjang dan terlihat berat.

“aku tidak bisa melihatnya setelah apa yang aku lakukan hari ini.” sambung kim bum melanjutkan kalimatnya.

“apa maksudmu, memangnya apa yang kau lakukan hari ini?” tanya ahra penasaran dengan maksud ucapan kim bum baru saja.

“so eun melihatku berdua dengan geun young noona, dia melihatku ahra-ya.” Sesal kim bum pada kejadian siang tadi. Pria itu menundukkan kepalanya, kim bum juga tidak sanggup menatap ahra.

“astaga… kim bum, kau bisa melukai hatinya lagi sekarang. Kenapa ini bisa sampai terjadi pada kalian berdua.” Ahra benar – benar sangat frustasi sekarang, tidak… ini bukan saatnya ahra mengeluh. Ahra harus memastikan bahwa saat ini kondisi so eun benar – benar baik.

Bodohnya ahra, kenapa tadi dirinya tidak menemani so eun pergi ke pusat perbelanjaan itu dan membiarkan sahabatnya itu pergi sendiri.

“yaa.. aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk menimpa pada so eun, dia sudah terlihat menyedihkan ketika membaca berita tentangmu di internet dan sekarang dia melihatnya secara langsung.” Ucap ahra panik sambil setengah berteriak pada kim bum.
Ahra benar – benar takut sekarang.

“yaa… tidak bisakah kau tidak berpikiran yang macam – macam, lebih baik bunyikan bel’nya dan kita lihat bahwa so eun tidak apa – apa.” ucap kim bum mencoba menenangkan ahra, sebenarnya kim bum berusaha menenangkan dirinya juga.

Ahra membunyikan bel rumah so eun, berharap so eun cepat – cepa membukanya. Tapi ahra dan kim bum harus menunggu lama untuk mendapatkan sambutan dari so eun, karena sedari tadi so eun tidak juga membuka pintunya.

“kemana anak itu, yaa… tuhan jangan biarkan anak itu berpikiran melakukan hal – hal yang bodoh atau sampai hal buruk terjadi padanya.” mohon ahra, sambil menunggu so eun membukakan pintu untuknya.

“kenapa sedari tadi kau berpikir yang aneh – aneh tentang so eun. tidak mungkin so eun melakukan hal bodoh seperti yang kau pikirkan. Bukankah ada orang tuanya mana mungkin mereka membiarkan hal itu terjadi pada so eun.” kesal kim bum dengan pemikiran ahra yang dinilainya terlalu kekanak –kanakan.

“semua keluarganya sedang pergi ke luar kota, jadi so eun saat ini hanya dirumah sendirian. Jika terjadi pada so eun, aku benar – benar akan marah padamu kim bum. aku benar – benar tidak akan menganggapmu sebagai sahabat lagi.” teriak ahra di depan kim bum, wanita itu benar – benar kesal dengan ulah kim bum yang menyebabkan so eun menjadi sangat menyedihkan.

Kim bum lebih tidak percaya lagi dengan apa yang diucapkan ahra barusan, jika memang benar sebelumnya so eun terlihat tidak baik, bagaimana sekarang gadis itu akan baik – baik saja setelah melihat langsung apa yang dilakukan kim bum tadi. Ditambah lagi saat ini so eun benar – benar sendirian. Yaa,,, tuhan kim bum benar – benar patut disalahkan jika memang terjadi sesuatu pada so eun.

“kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi ahra-ya.” Teriak kim bum, dengan kesalnya.

Kim bum menggedor pintu rumah so eun tapi tetap saja tidak ada sahutan dari dalam, ini sudah malam mungkinkah so eun sudah tidur tapi kenapa sepertinya sangat aneh, tidak ini benar – benar tidak bisa di diamkan. Kim bum tidak mungkin tinggal diam.

Di dobraknya pintu rumah so eun, persetan jika orang – orang di sekitar meneriakinya pencuri atau apalah yang terpenting saat ini adalah keadaan so eun. kim bum harus memastikan keadaan wanita itu.

“so eun-ah… kim so eun, dimana kau?” teriak ahra begitu panik kala mendapati rumah so eun nampak gelap tanpa penerangan. Cepat – cepat ahra menyalakan lampu rumah so eun dan melihat kesekeliling. Sepi dan lengang dimana so eun pikir ahra.

“apa yang terjadi, kenapa tidak ada so eun disini. Jangan – jangan…” kalimat kim bum terhenti dan langkahnya diarahkannya ke kamar so eun yang ada dilantai dua rumah itu. Kim bum yakin sekarang so eun ada dikamarnya.

Kim bum mempercepat langkahnya ketika sudah berada dilantai dua, begitu juga ahra yang mengikuti langkah kaki kim bum. ketika keduanya sudah berada tepat didepan kamar so eun. kim bum, pria itu menghela nafasnya sebelum membuka pintu kamar tersebut.
Tidak dikunci, kim bum hendak melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar. Tapi diurungkannya niatnya itu. Dan menyuruh ahra masuk lebih dulu.

“masuklah, pastikan dulu bahwa tidak terjadi apa – apa padanya.” perintah kim bum dan di balas anggukan oleh ahra.

Baru beberapa langkah ahra memasuki kamar so eun, ahra sudah berteriak memanggil kim bum yang masih ada diluar kamar.

“bum-ah, cepat masuklah. So eun pingsan.” Teriak ahra dari dalam kamar so eun.

Dan tanpa pikir panjang kim bum yang mendengar teriakan sahabatnya itu langsung bergegas memasuki kamar so eun dan mendapati tubuh so eun tergeletak di lantai dengan kondisi yang bisa dibilang tidak baik.
Dengan cepat kim bum menghampiri tubuh so eun, mengangkatnya dan membaringkan tubuh wanita tersebut diatas tempat tidurnya. kim bum menyentuh dahi so eun dan dapat dirasakan oleh kim bum bahwa saat ini tubuh so eun benar – benar panas. Sepertinya sedang demam.

“ahra cepat ambilkan air hangat untuk mengompresnya dan untuk membasuh badannya.” Perintah kim bum dan ahra pun segera melakukan apa yang telah diperintahkan sahabatnya itu.



Matahari pagi sudah menampakkan sinarnya, pantulan sinarnya pun mampu menembus kaca kamar so eun yang masih tertutup rapat oleh tirai yang sedikit tebal.
So eun mengerjapkan matanya, kepalanya terasa pusing dan berat. Matanya terkesan susah untuk di bukanya. Tunggu dulu kenapa so eun merasa ada yang sedang memegangi tangannya dan juga kenapa sepertinya tempat tidurnya terasa sedikit sempit seperti ada seseorang yang sedang tidur di sebelahnya.

“kau sudah bangun?” ucap sebuah suara yang sangat so eun kenal, dan sebenarnya so eun sangat enggan untuk mendengar suara itu.

“kenapa kau bisa ada disini, dan apa yang kau lakukan di tempat tidurku?” tanya so eun penasaran dengan adanya kim bum dirumahnya, seingatnya kemarin sepulang dari dia berjalan – jalan dia langsung pulang kerumah tanpa di ikuti kim bum. lalu kenapa pria ini sekarang ada dirumahnya, bahkan berada di tempat tidurnya.

“apa kau sudah baikkan? Kau mau sesuatu yang bisa aku ambilkan?” tanya kim bum masih dengan posisi tidurnya menghadap ke so eun, dan tanpa sedikitpun membuka matanya hanya untuk sekedar melihat bagaimana wajah terkejut so eun saat ini. menurut kim bum ini akan terasa lebih baik, sebelum nanti akhirnya so eun akan mengusirnya.

“pergilah… aku sudah tidak apa – apa. lagipula kau tidak seharusnya datang kesini. aku bisa memanggil ahra, untuk menemaniku, aku tidak membutuhkanmu. Jadi pergilah.” Ucapan ketus yang ditujukan so eun pada kim bum benar – benar sudah ditebak kim bum sebelumnya. Pasti jadinya akan seperti ini memang.
Akan terlalu mudah untuk kim bum jika so eun masih mengijinkan dirinya menemani wanita itu.

“untuk beberapa hari ini ahra tidak bisa menemanimu, apa kau lupa bahwa saat ini ahra sedang ada drama baru dan bukankah kau sudah menyita waktunya beberapa hari ini. jadi kenapa kau tidak membiarkan dia untuk menyelesaikan pekerjaanya terlebih dahulu.” ucap kim bum dengan nada bicara sesantai mungkin, ini adalah salah satu cara agar kim bum bisa berbicara dengan wanita yang ada disampingnya ini.

“pergilah.. aku mohon pergilah dari rumahku. Akan lebih baik jika kau juga pergi dari kehidupanku.” Mohon so eun sambil mencoba melepas genggaman tangan kim bum dari tangannya, dan berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya.

“benarkah kau menginginku pergi, dan tidak ingin mendengar penjelasanku. Benarkah apa yang kau katakan barusan tadi ?.” Tanya kim bum lagi, mencoba meyakinkan so eun akan perasaan yang ada dihatinya untuk kim bum.

So eun diam sejenak, sebenarnya dalam hatinya so eun benar- benar ingin memeluk kim bum dan menangis di dada kim bum. so eun tidak peduli kim bum memberikan penjelasan padanya atau tidak asalkan saat ini kim bum sudah berada disampingnya itu adalah penjelasan yang cukup untuk so eun. tapi tetap saja so eun tidak boleh egois, kim bum bukan lagi seperti dulu yang masih bebas bisa dimiliki siapapun. Saat ini kim bum sudah memiliki kekasih dan itu adalah pilihan kim bum, jadi tidak ada harapan lagi untuk so eun.

“maafkan aku sudah membuatmu menangis lagi, aku tidak tau kenapa aku mengambil keputusan untuk memilihnya. Aku benar – benar menyesal telah membuatmu menjadi seperti ini. maafkan aku.” Ucap kim bum sambil bangun dari tidurnya dan memeluk tubuh so eun dari belakang. Ini benar – benar yang di inginkan so eun kan.

“hiks… hiks..hiks, apa ini semua benar – benar yang kau inginkan. Apa ini semua membuatmu bahagia?” tanya so eun pada kim bum dengan nada suara bergetar.

“setiap aku mengambil peran dalam drama terbaruku, disaat itu juga aku pasti selalu membuatmu menangis. Dan aku berharap ini adalah terakhir kalinya aku membuatmu menangis so eun-ah.” Ucap kim bum masih dalam posisi memeluk so eun.

“aku ingin menjalani wajib militer secepatnya, dan aku tidak ingin terus – terusan menyakitimu. Untuk saat ini jangan tanyakan apapun tentang hubunganku dengan geun young noona, yang aku inginkan sekarang hanyalah kau masih selalu ada disampingku dan tetaplah ada untukku.” Pinta kim bum. terkesan memaksa memang tapi itulah yang saat ini di inginkan oleh hati kecil kim bum.

So eun tidak kuasa mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulut kim bum ini, apa maksud dari ucapan kim bum sekarang. So eun benar – benar tidak tau harus berbuat apa.

“mungkin aku yang tidak pernah peka dengan perasaanmu selama ini, aku masih menganggapmu tidak menyukaiku dan selalu berfikir bahwa kau hanya menganggapku sebagai sahabat. Tapi ternyata aku salah…” kim bum menghentikan kalimatnya dan makin mengeratkan pelukannya pada so eun. kim bum benar – benar merasakan getaran tubuh so eun. kim bum tau bahwa saat ini so eun sedang menahan tangisnya agar tidak pecah.

“masih kurangkah apa yang aku lakukan selama ini, aku bahkan bilang pada media bahwa aku masih sering berkomunikasi denganmu, selalu menghadiri undangan pada semua premier filmmu. Lalu apa yang kau lakukan, kau bahkan memberikan hadiah menyakitkan untukku dengan mengumumkan hubunganmu dengan kekasihmu.”

“terimakasih untuk semua ini so eun, aku senang karena kau masih setia dengan perasaanmu padaku selama kurang lebih 3 tahun ini. aku juga memiliki perasaan yang sama terhadapmu. jangan menganggapku sebagai orang jahat so eun-ah.”

So eun memutar tubuhnya dan langsung memeluk tubuh kim bum dengan erat, air matanya tumpah seketika. Dia tidak peduli jika baju kim bum akan basah dengan air matanya, yang terpenting hanyalah merasakan kehangatan dari pelukan orang yang dicintainya itu.

“bisakah kita selalu bersama, bisakah suatu saat nanti kita menjadi sepasang kekasih bum-ah. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Aku tidak peduli dengan pemberitaan itu dan aku juga tidak peduli apa penjelasanmu tentang hubunganmu dengan kekasihmu. Aku hanya ingin mendengar sendiri dari mulutmu bagaimana perasaanmu padaku saat ini kim bum.”

Kim bum membalas pelukan so eun, air matanya juga mengalir sama derasnya dengan milik so eun. tentu saja so eun tau apa jawaban yang akan diberikan kim bum atas pertanyaannya. Karena memang selama ini perasaan kim bum memang tidak akan berubah untuk so eun.

“tetaplah seperti ini so eun, jangan membenciku apapun yang terjadi. Perasaanku padamu masih tetap seperti dulu. Apapun yang terjadi dan bagaimanapun kondisinya.” Jelas kim bum sambil mengecup lembut bibir so eun.

So eun pun hanya bisa menikmati ciuman dari kim bum tanpa membalasnya, air matanya masih ingin terus membanjiri pipinya. Ya, itulah keputusan yang kim bum ambil dan so eun pasti bisa menerimanya sekarang. Karena so eun dan kim bum sendiri yakin bahwa suatu saat hubungan mereka ini akan menjadi lebih besar. So eun milik kim bum kan, begitu juga sebaliknya kan. Tentu saja dari dulu sampai sekarang seperti itu. Tidak ada yang bisa merubahnya kan.
Hubungan mereka nyata dan bukan hanya khayalan atau impian sematakan. Tentu saja.

~~~~~~~~~~~~~ THE END ~~~~~~~~~~~~~~~~