Posts Tagged ‘Will The Dream Come True’

will the dream come true (part 4)

Part 10



So eun memandangi punggung kim bum yang mulai menjauh darinya. Kenapa kim bum seperti ini, kenapa kim bum tidak mempertahankan so eun untuk menjadi miliknya, lalu apa maksudnya semua ini. apa maksud dari sikap kim bum selama ini pada so eun.

“kim bum, berbaliklah… aku mohon berbaliklah.” Gumam so eun lirih, so eun berharap jika kim bum menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya hanya sekedar untuk melihat keadaan so eun.

Namun kenyataannya berbeda dengan apa yang diharapkan so eun, jangankan untuk melihat kebelakang. Menghentikan langkahnya saja tidak. Kim bum bahkan seakan – akan tidak berusaha melihat atau mengetahui bagaimana keadaan so eun saat ini.

“terimakasih untuk semuanya kim bum.” batin so eun, sambil meneteskan air matanya. Yaa, mungkin inilah takdir so eun, kembali ke kehidupannya semula seperti dahulu lagi sebelum kedatangan orang – orang dari masa lalunya.

~~~

Kim bum terus berjalan, menjauhi so eun. pertahanannya runtuh seketika. Akhirnya setelah sekian lama dia tidak menangis kini kim bum kembali meneteskan air matanya. Kim bum teringat terakhir kali dia meneteskan air matanya yaitu ketika ayahnya pergi meninggalkannya dan keluarga untuk selamanya. Dan kini hal ini terjadi lagi, kim bum menangis dan ini semua karena dia harus merelakan orang yang dia cintai menikah dengan sahabatnya.

“maafkan aku so eun, maafkan aku. Mungkin inilah yang terbaik untuk kita, aku berharap kau bahagia bersama dengan joo won.” Batin kim bum. saat ini dirinya benar – benar rapuh.

Rasanya dia ingin menghentikan langkah kakinya dan berbalik menuju tempat so eun berdiri tadi, tapi kim bum tidak sanggup. Kim bum tidak bisa melakukannya karena jika kim bum menoleh ke belakang akan sangat sulit untuk kim bum melepaskan so eun.

“biarkan aku saja yang menderita. Biarkan aku yang menanggung semua kesedihan ini, aku ingin wanita yang aku cintai bahagia walaupun tidak denganku.” Gumam kim bum lagi.

Akhirnya kim bum pun pergi, meniggalkan so eun yang masih tetap berdiri di tempatnya tadi. Kim bum harus pergi, jika tidak, dia akan semakin tersiksa dengan keadaan ini.



Aku kehilangannya, aku benar – benar kehilangannya. Aku tidak menyangka jika aku benar – benar kehilangannya. Ini sangat menyakitkan, terlalu menyakitkan jika ini terjadi sekarang ataupun nanti. Benarkah ini terjadi padaku. Benarkah ini nyata. Benarkah aku kehilangannya. Kehilangan wanita yang aku cintai. (kim bum)

Hari ini terasa begitu cepat dan seperti nyata atau benar – benar nyata, semuanya terjadi, semuanya begitu kelihatan sangat mengagumkan. dari tempat dan orang – orang yang berada didalamnya.

Saat ini disebuah gedung yang nampak indah. Terlihat beberapa orang tengah berkumpul didalamnya. Semuanya menggunakan pakaian resmi, terlihat seperti sedang ada acara didalam gedung itu. Dan salah satu diantara orang – orang itu terdapat sosok kim bum yang juga sedang duduk di salah satu bangku sama seperti yang lainnya.

“kau yakin, tidak akan menyampaikan sesuatu padanya. ini masih belum terlambat, jika kau melakukannya sekarang, sebelum kau menyesal.” Ucap wanita yang duduk tepat disamping kim bum saat ini.

Kim bum tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun untuk merespon kalimat yang baru saja di lontarkan oleh yeon hee, wanita yang saat ini tengah duduk disampingnya. Yang biasa dia lakukan hanyalah menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sendu.

“kim bum kau yakin?” tanya yeon hee lagi memastikan kembali dan berharap kim bum mau merubah pendirianya. Namun usaha yeon hee sia – sia saja, karena kim bum masih kekeh dengan pendiriannya.

Sebenarnya kim bum sendiri juga terpaksa melakukan ini tapi mau bagaimana lagi, kim bum tidak mungkin menggagalkan pernikahan sahabatnya sendiri walaupun jauh dari dalam lubuk hatinya dia tidak rela melihat gadis yang dicintainya menikah dengan orang lain dan bukannya dirinya.

“kau benar – benar membuatku kehilangan kesabaran, kim bum. bagaimana bisa kau dengan mudahnya duduk santai disini dan tidak melakukan apa – apa ketika kau tau bahwa sebentar lagi orang yang kau cintai akan menikah dengan orang lain.” Kesal yeon hee.

“lalu apa yang harus aku lakukan sekarang. Apa aku harus menghampiri so eun, dan membawa so eun pergi dari tempat ini, seperti itu maksudmu. Apa kau gila, apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan joo won nantinya.” Balas kim bum.

Memang benar apa yang dikatakan kim bum barusan, sebagi sahabat yang baik dan manusia yang tau sopan santun, kim bum memang tidak boleh melakukan hal – hal yang diluar kendali sepeti itu. Tapi apa kim bum benar – benar yakin jika dia tidak ingin menemui so eun untuk sekali lagi.

“cepat.. ikut aku.” Ucap yeon hee sambil menarik lengan kim bum dan mengajak kim bum beranjak dari tempatnya.

“kau mau membawaku kemana yeon hee?” bingun kim bum, ketika tiba – tiba saja yeon hee menarikanya dan membawanya pergi dari tempat duduk mereka.

Yeon hee terus menarik tangan kim bum dan mengajaknya mengikuti langkahnya. Yeon hee sendiri tidak tau bagaimana caranya membantu kim bum agar bisa menyatukannya dengan so eun. tapi walaupun dicoba hasilnya pun mungkin akan sia – sia karena semuanya sudah berjalan jauh. Dan tinggal hitungan menit saja so eun dan joo won akan resmi menikah.

Yeon hee dan kim bum sudah berada disalah satu ruangan yang pintunya tertutup. Yeon hee menarik nafasnya kemudian memandang kearah kim bum, seakan – akan bertanya apa kau sudah siap.

Dan bersamaan dengan tangan yeon hee yang hendak membuka pintu ruangan itu, ternyata sudah terlebih dahulu seorang wanita membuka pintunya dari dalam. Seorang wanita dengan pakaian serba putih dengan riasan yang membuat wajahnya semakin cantik dan nampak elegan.

“kalian…?” heran wanita yang baru saja membuka pintu yang juga akan di buka oleh yeon hee.

Wanita tadi nampak sedikit terkejut ketika melihat siapa dua orang yang saat ini ada dihadapannya. Dan yang lebih terkejutnya lagi sosok pria yang sampai saat ini menundukkan wajahnya tanpa sedikitpun melihat kearah wanita tadi.

“yeon hee.. terimakasih sudah mau datang.” Ucap wanita tadi yang tak lain adalah so eun, sambil tersenyum pada yeon hee dan memeluk mantan rivalnya yang kini sudah dianggapnya sebagai teman.

“semoga kau bahagia so eun.” sambil membalas pelukan yang diberikan oleh so eun tadi.
Yeon hee melepaskan pelukannya dari tubuh so eun dan memperhatikan so eun dari atas sampai bawah. So eun benar – benar cantik wanita itu nampak mengaggumkan dengan balutan gaun pengantin seperti ini. pikir yeon hee.

“maaf jika aku mengganggumu so eun, tapi aku hanya ingin mengantarkannya menemuimu. Sepertinya pria bodoh ini ingin mengatakan sesuatu padamu.” Ucap yeon hee sambil menarik lengan kim bum dan mendekatkan tubuh kim bum yang sedari tadi berdiri disamping yeon hee pada so eun.

So eun sedikit kikuk dengan apa yang baru saja dilakukan oleh yeon hee. dan yang lebih membuat so eun salah tingkah ketika kini kim bum telah berada tepat didepannya.

“apa yang mau katakan?” tanya so eun pada kim bum yang masih tidak berani menatap wajah so eun secara langsung dan lebih memilih menundukkan kepalanya.

Kim bum takut, dia benar – benar tidak berani mengeluarkan sepatah katapun walaupun itu hanya sekedar ucapan selamat pada so eun. lidahnya benar – benar terasa kelu, dia juga tidak sanggup jika harus mengatakan apa yang sebenarnya tengah bergejolak dihatinya. Ini benar – benar teramat menyedihkan untuk kim bum.

Sudah cukup lama keheningan melanda ketiga orang yang saat ini tengah tercekam disituasi yang benar – benar terasa menjenuhkan tidak ada sedikitpun suara yang keluar dari mulut ketiganya. Apalagi sang tokoh utama yang benar –benar diharapkan untuk membuka suaranya masih saja membungkam mulutnya.

“terimakasih sudah mau datang.. dan terimakasih sudah mau kembali datang ke kehidupanku.” Gumam so eun sambil melangkahkan kakinya mendekati kim bum dan memeluk pria yang saat ini benar –benar tidak bisa berbuat apa – apa.

So eun mengerti jika semua ini sudah menjadi pilihan kim bum, mungkin memang sampai sinilah takdir kim bum dan so eun. dan so eun juga tidak ingin berlama – lama menghadapi situasi yang menyedihkan seperti ini, ini sudah menjadi pilihan so eun dan so eun tidak mau apa yang menjadi pilihanya ini kembali goyah dengan adanya sosok kim bum yang ada didepannya.

“kakak, sebentar lagi acaranya akan dimulai.” Teriak suara seorang pria dari arah berlawanan. Dan suara itu sukses membuat so eun melepaskan pelukannya dari tubuh kim bum.

So eun melepaskan pelukannya dari tubuh kim bum dan kembali menatap wajah pria yang saat ini masih dicintainya itu, mungkin ini terakhir kali so eun akan memandang wajah kim bum karena so eun berjanji tidak akan menemui kim bum lagi setelah pernikahannya nanti.

“terima kasih kim bum. aku mencintaimu.” Bisik so eun tepat ditelinga kim bum dan berlalu meninggalkan kim bum yang benar – benar syok dengan apa yang baru saja dia dengar.

So eun mencintainya.. so eun masih mencintai kim bum. seberapa keras so eun mampu menjalani ini semua. Seberapa keras so eun mencoba mengendalikan perasaannya dan apa yang bisa kim bum lakukan untuk wanita itu kini. Apa kim bum benar – benar .sudah tidak bisa bergerak lagi setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh so eun.

“aku benar – benar kecewa padamu, bagaimana bisa kau membiarkan kakakku hidup bersama dengan laki – laki yang tidak dia cintai. Dan aku lebih kecewa lagi ketika aku melihatmu tidak bisa melakukan apapun setelah apa yang kau lakukan pada kakakku selama ini.” bentak seung hoo yang nampak kesal dengan sikap pengecut kim bum.

Kim bum memandang kearah seung hoo, kim bum bisa melihat raut wajah seung hoo yang nampak kesal padanya.

“maafkan aku.” Gumam kim bum

Seung hoo tersenyum sinis memandang kim bum. seung hoo berjalan mendekati kim bum dan nampak tidak senang dengan sifat kim bum yang benar – benar tampak lemah seperti saat ini. ini benar – benar menyedihkan menurut seung hoo.

“aku tidak menyangka kakakku menyukai pria pengecut seperti dirimu. jika sebelumnya aku tau jika pria yang dicintai kakakku itu adalah dirimu mungkin aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi. Tapi sayang aku bukanlah tuhan yang bisa merubah takdir.” Ucap seung hoo sedikit mrendahkan kim bum.

“lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?” tanya kim bum yang benar – benar putus asa dengan apa yang terjadi padanya saat ini.

“hanya kau yang tau, apa yang akan kau lakukan. Bangunlah sekarang juga dan bawalah kakakku kembali ke sisimu jika kau memang mencintainya. Sebentar lagi acaranya akan dimulai dan semoga saja kau tidak terlambat. Kakak.” Tutur seung hoo sambil menepuk pundak kim bum dan pergi meninggalkan kim bum yang sepertinya sedang mencerna arti dari ucapan seung hoo tadi.

~~~

Kim bum menatap punggung seung hoo yang sudah berlalu menjauh dari pandangannya. Dia benar – benar tidak mengerti maksud dari ucapan seung hoo barusan. apa yang bisa dilakukan oleh kim bum saat ini.

Kim bum juga menoleh ke belakang dan dia bisa melihat yeon hee disana, dia melihat yeon hee tersenyum padanya kemudian wanita itu pun juga mulai pergi menjauh darinya. Kenapa semua orang meninggalkannya. Kenapa semua orang seolah – olah mengabaikannya. Apa tidak ada yang bisa membantunya. Apa tidak ada yang bisa membuatnya menggagalkan pernikahan so eun yang akan dilangsungkan saat ini.

“yaa… apa yang harus aku lakukan. Kenapa semuanya pergi.” Teriak kim bum sekeras mungkin.

Dan seakan – akan tersadar dari imajinasinya, kim bum pun berlari secepat kilat menuju tempat upacara pernikahan so eun dan joo won yang akan dilaksanakan beberapa menit lagi atau mungkin malah sudah dimulai.

Kim bum berlari, benar – benar berlari. Kenapa rasanya jarak antara ruang rias so eun tadi dan ruang utama gedung terasa jauh, bukankah sebelumnya begitu dekat kenapa sekarang benar – benar terasa jauh sekali.

“so eun… tunggu aku, aku akan membawamu pergi bersamaku.” Teriak kim bum lagi.

setelah kim bum merasa lelah dengan aksi larinya, akhirnya pria itu pun sampai di tempat tujuan. Di ruang utama gedung, tempat dimana so eun dan joo won akan memulai acara pernikahannya. Salah, bukan memulai melainkan sudah berlangsung dan hampir selesai.

Kim bum melihat so eun dan joo won sudah selesai acara pemberkatan dan kedua pengantin itupun nampak sedang bertukar cincin pernikahan itu artinya pernikahan sudah berlangsung dan kim bum benar – benar sudah terlabat untuk mengejar cintanya.

“apa ini.. apa – apaan ini, apa sudah terlambat.” Gumam kim bum. ketika melihat pemandangan yang ada didepannya.

“so eun apa yang kau lakukan.. kenapa kau berdiri disitu.” Teriak kim bum dan membuat semua orang yang berada di gedung itu pun mengalihkan pandangannya dan menatap kim bum. termasuk so eun dan joo won.

“kau tidak mau kembali padaku? Kau tidak mau hidup bersamaku? Apa kau mau mengorbankan perasaanmu. Ayo kemarilah, ikutlah bersamaku dan aku berjanji akan membuatmu bahagia.” Teriak kim bum lagi.

Bukannya menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diajukan oleh kim bum, so eun malah hanya melemparkan senyumnya pada kim bum dan tidak sedikitpun beranjak dari tempatnya berdiri.

Terimakasih.. ini sedikit membuatku lega. Karena kau mau memperjuangkan cintamu padaku. Tapi yang aku mau adalah keseriusan perasaanmu terhadapku. jadi aku harap apa yang akan kau lakukan segera kau lakukan sebelum semuanya terlambat. Dan jika sudah terlambat tentu saja aku tidak akan mempertimbangkannya lagi. (so eun)



“yaa…. so eun, cepat kembali padaku sekarang.” Teriak kim bum sambil bangun dari tidurnya.
Kim bum segera melebarkan matanya, otaknya belum sepenuhnya bisa berpikir jernih. Ada apa ini, apa yang baru saja dialaminya. Lalu ada dimana kim bum sekarang? Pikirnya.

Peluh membasahi sekujur tubuhnya, pusing mendera kepalanya. Ini benar – benar membingungkan menurut kim bum. kim bum kembali mengedarkan pandangannya, ini nyata kan. Saat ini kim bum berada di dalam kamarnya kan dan bukannya di sebuah gedung tempat pernikahan so eun dan joo won. Kim bum menghela nafasnya, benar – benar sangat melelahkan. Apa yang dialami kim bum barusan ternyata hanya sebuah mimpi dan mimpi itu benar – benar terlihat seperti nyata.

“ini semua melelahkan.” Gumam kim bum sambil mengusap peluh yang ada didahinya.

Kim bum meraih gelas yang berisikan minuman yang terletak di meja disamping tempat tidurnya. diteguknya sampai habis air yang berada di dalam gelas tersebut.
Kim bum mengambil ponselnya dan melihat angka yang ada didalam ponselnya. Angka itu, hari ini, bukankah pernikahan so eun dan joo won akan dilangsungkan pada hari ini. astaga akankah mimpi menjadi nyata?

“tidak… tentu saja aku tidak ingin membiarkan hal itu terjadi. Dia milikku dan so eun adalah takdirku mana mungkin aku membiarkannya menikah dengan orang lain.” Gumam kim bum

Dengan gerakan yang benar – benar super cepat, kim bum segera beranjak dari tempat tidurnya dan segera menyambar jaket dan kunci motornya.

Dengan langkah yang sedikit tergesa – gesa kim bum melangkahkan kakinya keluar dari apartementnya. Hanya satu tujuan kim bum saat ini. hanya ada satu yang ada di otak kim bum saat ini yaitu so eun, kim so eun wanita yang dia cintai dan tidak ada yang lain.

~~~

“semua ini sudah aku pikirkan matang – matang jadi kau jangan menunjukkan muka sedih seperti itu.” Ucap seorang pria yang saat ini tengah berdiri berdampingan dengan seorang wanita di dalam sebuah gereja yang tampak sunyi.

“harusnya hari ini kita sudah menikah, kenapa kau harus membatalkannya.” Ucap sang wanita sambil mengarahkan pandangannya pada pria yang berada disampingnya.

“bukankah kau senang jika aku membatalkannya. Bukankah ini yang kau mau. Atau jangan – jangan kau sudah mulai jatuh cinta padaku.” Goda pria itu sambil melingkarkan salah satu tangannya pada sang wanita.

“yaa.. tidak bisakah kau berhenti menggodaku joo won. Kenapa selalu saja menggodaku.” Ucap wanita tadi dengan lembutnya.

“baiklah.. baiklah, aku tidak akan menggodamu lagi.”

Saat ini joo won dan so eun sedang berada di gereja, tempat dimana seharusnya mereka berdua melangsungkan pernikahan. Keduanya saat ini sedang duduk di salah satu bangku yang terletak di dalam gereja tersebut.

“aku harap kau masih mau menganggapku sebagai temanku, walaupun aku membatalkan pernikahan kita.” Pinta joo won.

“hemz.. tentu saja.” ucap so eun pelan sambil menganggukkan kepalanya.

“kau tidak mau memberitaukan kejelasannya pada kim bum, apa kau yakin kau akan melupakannya. Bukankah sampai saat ini kau masih mencintainya?” tanya joo won pada so eun.

“sepertinya tidak ada lagi yang perlu dijelaskan. Mungkin memang seperti inilah akhir dari kisahku dengan kim bum . menjalani hidup kita masing – masing seperti dulu lagi sebelum kita bertemu.”

“sepertinya ini tidak adil untuk kim bum, dia bahkan belum tau yang sebenarnya. Dia salah paham karena aku yang membuatnya, dan bahkan dia belum mendengarkan penjelasan darimu so eun.”

“sudahlah joo won, ini bukan salahmu ataupun kim bum tidak ada yang salah dari kalian berdua. Ini semua sudah takdir dan aku juga tidak berharap apa yang ada didalam mimpiku beberapa waktu yang lalu menjadi nyata.” Ucap so eun sambil menatap lurus kedepan.

Joo won terlihat bingung dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh so eun. mimpi apa?
Joo won hanya bisa memperhatikan wajah so eun yang terlihat begitu tenang, dan tidak seperti dulu saat joo won bertemu dengan so eun untuk yang pertama kalinya. Jika dulu so eun terkesan dingin sekarang so eun sudah menjadi wanita yang hangat.

~~~

“aku juga tidak ingin mimpi itu menjadi nyata, karena yang aku inginkan sekarang adalah bagaimana membuat rasa cintaku ini menjadi nyata.”

Sebuah suara mengusik kebersamaan so eun dan joo won. Dan tentu saja keduanya mencari sosok suara tersebut. Karena bagi keduanya suara itu tidak asing ditelinga keduanya.

“kim bum.” ucap so eun dan joo won bersamaan. Ketika mengetahui bahwa memang kim bum lah yang tengah mengeluarkan suara tersebut.

“jadi kau tidak mau menjelaskan apa –apa padaku? Jadi kau benar – benar tidak ingin kembali lagi padaku, begitu?” tanya kim bum pada so eun, ketika kim bum sudah berada di dekat so eun dan joo won.

“kenapa aku harus menjelaskannya padamu, seharusnya jika kau memang mencintaiku kau berusaha mempertahankanku dan bukannya malah merelakanku bersama dengan orang lain.” Jawab so eun dengan tatapan dinginya pada kim bum

“yaa.. apa – apaan sikapmu ini, jadi kau benar – benar tidak mau menjelaskannya padaku.” Tanya kim bum lagi.

“tidak, aku tidak mau. Sebelum kau mengucapkan sebuah janji pernikahan disini didepan kedua orang tuaku dan semua tamu undangan” Jawab so eun dengan entengnya. Dan jawaban itu sukses membuat kim bum melebarkan senyumannya.

“yaa… kenapa kalian berdua malah bertengkar. Sudah – sudah lebih baik aku pergi saja.” ucap joo won kemudia berlalu meninggalkan so eun dan kim bum. joo won pun hanya bisa tersenyum ketika meninggalkan so eun dan kim bum. keduanya adalah orang – orang spesial di hati joo won.

“semoga apa yang aku lakukan membuat kalian berdua bahagia.” Gumam joo won sambil melangkahkan kakinya keluar dari gereja tersebut.

“apa yang kau lakukan sudah benar, aku bangga padamu joo won.” Sahut yeon hee sambil menggandeng tangan joo won dan keduanya pun tersenyum.



Seminggu kemudian

“kakak, acaranya sudah segera dimulai sampai kapan kau selesai berias?” tanya seung hoo, pada kakaknya.

“aku yang akan menikah, kenapa kau yang begitu terburu – buru seung hoo.” Goda so eun pada adiknya.

“aku senang akhirnya kakak bisa menemukan apa yang selama ini kakak cari. Aku kagum pada kakak, karena akhirnya kakak bisa memutuskan mana yang terbaik untukmu.” Ucap seung hoo pada so eun sambil memeluk tubuh mungil kakaknya.

~~~

Akhirnya acara pernikahan pun segera dimulai. Di depan altar sudah terlihat seorang pria tengah berdiri dengan tegapnya sambil mengenakan tuxedo warna putih yang membuatnya terlihat sangat tampan. Pria itu terus saja menyunggingkan senyum menawannya. Masih terbesit ketidak percayaan dipikirannya, apakah ini semua benar – benar terjadi padanya.

Hingga kemunculan seorang wanita yang sangat di cintainya muncul dengan balutan gaun pengantin berwarna putih yang benar – benar membuatnya semakin terlihat cantik. Wanita itu benar – benar sangat anggun ketika sedang berjalan apalagi saat ini dengan didampingi oleh sang ayah wanita itu pun berjalan menuju ke arah kim bum.

“kuserahkan dia padamu kim bum.” ucap ayah so eun sambil memberikan tangan so eun pada kim bum dan segera disambut oleh kim bum.

Kini keduanya pun sudah berada dihadapan sang pendeta dan mengucapkan ikhrar janji pernikahan antara keduanya.

Kim bum mengikuti semua perkataan yang diucapkan oleh sang pendeta. Hingga akhirnya so eun dan kim bum pun telah resmi menjadi sepasang suami istri. Keduanya terlihat begitu bahagia.

“aku mencintaimu dan tak akan membiarkanmu menangis lagi.” janji kim bum pada so eun.

“aku juga akan selalu mencintaimu selama sisa hidupku.” Jawa so eun.

Kim bum pun mulai mendekatkan wajahnya pada so eun dan menempelkan bibirnya pada so eun. dikecupnya bibir so eun dengan lembut dan perlahan. Sorak sorai tamu undangan membuat mereka berdua semakin hanyut dalam ciuman mereka. Dan akhirnya mimpi mereka pun menjadi nyata.

Berawal dari mimpi akhirnya teruji juga melalui mimpi dan hasilnya bukanlah mimpi melainkan nyata. Semuanya akan indah pada waktunya hanya perlu kesabaran dan perjuangan.

–The end–

Iklan

Will The Dream Come True (Part 9)

Will The Dream Come True (Part 9)

Cast: Kim Sang Bum, Kim So Eun, Moon Joo Won, Lee Yeon Hee
Genre: Romantic, Sad, Drama
Type: Sequel

~
~
~

Aku benar – benar tidak tau apakah aku bisa mendapatkannya atau tidak, tapi aku benar – benar berharap aku bisa memiliki dia sepenuhnya dan sampai akhir hayatku. Aku yakin, aku belum terlambat untuk memilikinya, aku yakin dia memang ditakdirkan untukku. (KIM BUM)

Dengan langkah gontai kim bum berjalan menuju apartementnya, dia benar – benar tidak menyangka jika so eun lebih memilih joo won daripada dirinya. Kenapa so eun harus membohongi dirinya sendiri, kenapa so eun tidak mau mempartahankan cintanya pada kim bum dan malah menyetujui perjodohan konyol yang dilakukan oleh orang tua so eun dan orang tua joo won.

Rasanya malam ini kim bum akan sulit untuk memejamkan matanya, jika dia mengingat bagaiamana tadi so eun mengatakan padanya agar kim bum melupakan gadis itu. Mana mungkin kim bum bisa dengan mudahnya melupakan so eun, menngingat bagaimana upaya kim bum mendapatkan so eun selama ini.

“bisa kita bicara sebentar.” Ucap seseorang, yang tengah bersandar di depan pintu apartement kim bum.

Kim bum melihat kearah suara itu, kim bum hafal betul suara siapa yang tengah berbicara padanya saat ini. kim bum sedikit kaget melihat orang itu, ternyata sahabatnya ini masih mau datang menemuinya, setelah kejadian itu. Kim bum kira joo won sudah tidak akan pernah mau lagi menemui kim bum.

“apa dari tadi kau menungguku? Kenapa berdiam diri diluar, kenapa tidak menungguku di dalam.” Jawab kim bum sambil melemparkan senyumanya pada sang sahabat.

Kim bum berjalan mendekati joo won, kim bum yakin bahwa saat ini pasti joo won akan berbicara hal yang penting dengan kim bum, melihat joo won sudah menurunkan egonya untuk menemui kim bum.

“ini bukan apartementku, mana bisa aku masuk dengan mudahnya seperti yang kau ucapkan. Tentu saja aku tidak mau jika orang – orang menganggapku sebagai “pencuri”.” Tutur joo won sambil menekankanpada kata pencuri, dan sambil menatap tajam pada kim bum.

Kim bum menundukkan kepalanya, dia tidak sanggup melihat mata joo won ataupun menjawab apa yang barusan diucapkan oleh joo won.

“aku kesini untuk memberi taumu bahwa pernikahanku dengan so eun akan dipercepat. Aku kesini hanya untuk memperingatkanmu saja,bahwa mulai detik ini aku melarangmu menemui calon istriku, sampai dengan upacara pernikahanku nanti dilaksanakan.” Joo won berjalan beranjak dari tempatnya berdiri dan menghampiri kim bum yang masih diam mematung di tempatnya.

“aku harap kau bisa mengerti.. aku tidak ingin kau mengambil apa yang telah menjadi milikku. Apalagi jika kau mencurinya dariku, aku ingin kau bersikap seperti layaknya pria dewasa.” Tutur joo won sambil menepuk pundak kim bum dan pergi meninggalkan kim bum.

Seketika tubuh kim bum menjadi lemas setelah kepergian joo won, kenapa semuanya harus berakhir seperti ini. apa sudah tidak ada bantuankah untuk kim bum agar bisa mempertahankan cintanya. Apakah tidak ada cara yang bisa membantunya untuk menmbawa so eun padanya.

“ini belum berakhir… aku akan berusaha sebisaku, aku yakin so eun itu takidrku.” Gumam kim bum meyakinkan dirinya.

~
~
~

Jika disuruh memilih, mungkin lebih baik aku tidak bertemu lagi denganmu jika pada akhirnya aku akan mencintaimu dan tidak bisa memilikimu. Tapi aku yakin jika ini semua sudah takdir, aku yakin akan ada hal yang indah untuk kita berdua. (so eun)

Saat ini so eun tengah berbaring di tempat tidurnya, rasanya matanya benar – benar enggan untuk dipejamkan padahal sang raga benar –benar lelah, dan ingin sekali terlelap. Tapi hatinya masih betah memikirkan kenangan – kenanganya bersama dengan kim bum.

“maafkan aku kim bum… maafkan aku.” Gumam so eun.

Saat ini so eun benar – benar membuat otaknya berfikir keras, apakah pilihannya ini sudah benar. Apakah dia benar – benar sudah bisa untuk melepaskan kim bum dan memilih untuk memenuhi permintaan kedua orang tuanya.

“apa yang aku ucapkan benar – benar berbeda dengan apa yang ada didalam hati dan pikiranku. Aku berharap tuhan masih memberikanku petunjuk untuk semua yang menimpaku beberapa bulan terakhir ini.” pinta so eun dalam hatinya, so eun berharap tuhan bisa menentukan jalan yang terbaik untuknya dan kim bum.

So eun melirik jam kecil yang ada di meja sebelah tempat tidurnya. jarum jam sudah menunjuk ke angka 11, itu berarti sudah waktunya so eun untuk tidur. Dan ketika so eun ingin memejamkan matanya, dering ponsel so eun pun menggagalkan niat so eun untuk memejamkan matanya.

“kau sudah tidur?” tanya suara diseberang sana ketika so eun mengangkat panggilan yang masuk kedalam ponselnya.

“aku baru saja ingin memejamkan mataku.” Jawab so eun lembut.

“kau pasti sedang memikirkan sesuatu, hingan malam sudah hampir larut dan kau masih akan memejamkan matamu.” Terka orang yang menghubungi so eun.

“apa ada sesuatu yang penting, hingga kau menghubungiku malam – malam begini?” tanya so eun.

“aku hanya ingin memastikan saja, bahwa calon istriku sedang baik – baik saja dan tidak sedang memikirkan pria lain kecuali aku.” Ucap suara diseberang sana, namun suaranya terdengar sendu.

So eun diam tidak menanggapi apa yang baru saja di ucapakan oleh joo won. Joo won benar, harusnya so eun tidak memikirkan kim bum sekarang, harusnya so eun sudah yakin bahwa joo won lah masa depannya.

Hening… tidak ada suara yang keluar dari mulut so eun ataupun dari joo won sang penelpon.

“kau masih disana so eun?”

“hemzz… aku masih disini joo won.”

“aku tidak bermaksud untuk memaksamu memikirkanku.hanya saja aku berharap kau memikirkanku, walaupun aku tau bahwa saat ini ada pria lain yang sudah memenuhi pikiranmu.” Joo won menghentikan kalimatnya. Dan ada hembusan nafas dari seberang sana yang bisa so eun dengarkan saat ini.

“aku ingin kita besok bertemu di cafe biasa. Aku ingin berbicara denganmu. Sebenarnya hanya itu saja yang ingin aku katakan. Baiklah lebih baik kau tidur, karena aku tidak mau jika kau jatuh sakit hanya karena kurang tidur. Selamat malam so eun.” sambung joo won dan langsung memutuskan sambungan teleponnya tanpa mendapat jawaban dari so eun.

“sekali lagi aku menyakitimu joo won. Tapi terimakasih sudah masuk dalam kehidupanku.” Gumam so eun dan mulai memejamkan matanya.

~
~
~

Pagi ini benar – benar sangat cerah, harusnya di pagi yang sangat cerah seperti ini bisa membuat semua perasaan orang – orang yang sedang dilanda keresahan bisa lebih sedikit bersemangat. Tapi tidak untuk dengan perasaan kim bum saat ini.

Dari semalam kim bum tak juga bisa memejamkan matanya, pikirannya masih dipenuhi dengan bayang – bayang pernikahan so eun dan joo won. Tinggal menghitung hari saja untuk menuju ke hari pernikahan mereka,dan kim bum masih tidak bisa berbuat apa – apa.

“kau benar – benar pecundang kim bum, bahkan untuk mempertahankan wanita yang kau cintai saja kau tidak bisa. Kau benar – benar menyedihkan.” Batin kim bum, menyalahkan dirinya sendiri.

Kim bum benar – benar tidak tau dengan apa yang harus dia lakukan, saat ini dia hanya bisa berdiam diri di dalam apartementnya tanpa melakukan suatu apapun. Apalagi yang harus dilakukannya saat ini. menemui so eun, bagaimana caranya? Joo won pasti akan membunuh kim bum jika mengetahui kim bum secara diam – diam menemui so eun.

“maaf tidak menjemputmu, ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan hingga membiarkanmu datang kesini sendirian.” Ucap joo won, ketika so eun sudah berada di tempat yang joo won janjikan.

“yaa, kau kira aku anak kecil yang harus selalu diantar kemanapun aku akan pergi.” Goda so eun, sambil duduk di berhadapan dengan joo won.

“kau benar – benar mempesona so eun, disaat seperti inipun kau masih bisa untuk tersenyum. Aku benar – benar kagum denganmu.” Batin joo won sambil menatap lekat wajah so eun.
So eun heran melihat, joo won terus memperhatikannya.

“apa ada yang aneh dengan wajahku? Kenapa melihatku seperti itu?” tanya so eun yang mulai bingung dengan joo won.

“aneh… iya, ini benar – benar aneh.” Jawab joo won sambil tersenyum dan menundukkan wajahnya.
So eun semakin heran dengan joo won, apa maksud dan tujuan joo won menyuruh so eun untuk bertemu di tempat ini. sebenarnya apa yang akan di bicarakan joo won dengan so eun.

“apa yang mau kau katakan padaku?” selidik so eun. so eun berusaha hati – hati untuk bertanya pada joo won agar joo won tidak merasa terbebani dengan pertanyaan so eun.

Joo won menghela nafas berkali – kali, rasanya benar – benar sangat berat untuk joo won menyampaikan ini namun joo won harus bisa mengatakannya. Dia juga tidak mau semuannya jadi berantakan hanya karena ke egoisannya. Dia benar – benar ingin tau langsung bagaimana perasaan so eun padanya sebelum semuannya terlambat, dan membuat joo won menyesal seumur hidupnya.

“jika saat itu akulah yang bertemu denganmu lebih dahulu dan bukannya kim bum, apakah perasaanmu pada kim bum masih tetap ada, so eun?” tanya joo won dengan suara berat dan tertahan.

So eun membelalakkan matanya, so eun kaget dengan pertanyaan yang diajukan oleh joo won barusan. kemana arah tujuan pembicaraan ini sebenarnya.

“apa kau akan langsung menerima kim bum menjadi kekasihmu jika saat itu kim bum tidak mempunyai kekasih?” tanya joo won lagi, sebelum mendapat jawaban dari so eun untuk pertanyaan pertamanya.

“ap.. apa maksud dari pembicaraan ini, joo won. Aku bahkan tidak suka kau mengungkit masalah itu lagi. sebentar lagi kita akan menikah, kenapa harus membahas hal – hal yang tidak penting seperti ini.” jawab so eun sedikit kesal.

“aku hanya ingin mengetahui kejelasan atas persaanmu terhadapku, benarkah hatimu menerimaku dan bukannya karena terpaksa.” Sindir joo won, sambil menatap tajam kedua bola mata so eun, mencoba mencari kejujuran di dalam mata so eun atas jawaban yang diberikan oleh wanita yang sedang duduk dihadapan joo won saat ini.

“aku benar – benar tidak mengerti denganmu joo won, sebenarnya apa yang kau inginkan lagi. bukankah aku sudah menyetujui pernikahan kita. Kenapa kau masih tidak percaya padaku.”

“aku benar – benar berharap apa yang kau ucapkan ini benar – benar murni dari hatimu so eun. tapi sayangnya aku tidak melihat kejujuran itu dari kedua matamu. Aku tidak memaksamu untuk berbicara jujur tentang perasaanmu padaku, hanya saja aku ingin tau bagaimana persaanmu ketika kau lebih dulu bertemu denganku dan bukannya kim bum, apakah kau akan menyukaiku?” tanya joo won lagi dan kali ini dengan nada suara yang serius.

So eun benar – benar bingung harus menjawab apa, dia bungung bukan karena dia takut pada joo won, hanya saja dia tidak ingin menyakiti hati joo won. Joo won adalah pria yang baik, selama ini joo won selalu membantu so eun bahkan selalu ada disaat so eun butuh. Tapi sayang hati so eun sudah untuk kim bum dan tidak ada lagi sisa di hatinya.

“jika aku disuruh memilih, aku bahkan berharap tidak pernah bertemu lagi dengan kalian berdua. Kau tahu kehidupanku bahkan semakin rumit dengan kedatangan kalian. Aku bahkan tidak pernah berfikir jika kalian para pria terpopuler disekolah bisa masuk kembali kedalam hidupku setelah sekian lama.” Jawab so eun dengan nada tegas.

Semuanya keluar, memang selama ini kehidupan so eun baik – baik saja bahkan berjalan normal layaknya manusia biasa sebelum bertemu kembali dengan kim bum dan joo won yang merupakan dua manusia dari masa lalunya.

“jika aku disuruh memilih bahkan aku tidak ingin bertemu dengan satupun diantara kalian, namun sayang takdir berbicara lain, tuhan mempertemukanku kembali dengan kim bum dan kau. Hingga saat ini aku berada disini bersamamu.” Sambung so eun, dan menghentikan kalimatnya sambil menatap tajam joo won.

“AKU SUDAH BERBICARA DENGAN ORANG TUAMU, KAU HANYA PERLU MEMANTAPKAN HATIMU KEMBALI.” Ucap joo won, kemudian pergi meninggalkan so eun, yang masih terlihat bingung dengan ucapannya barusan.

Aku tetap mengagumimu, walaupun aku tau bahwa sudah ada orang lain yang memiliki hatimu. Aku berharap dikehidupan mendatang kau bisa mengetahui bahwa aku benar – benar sangat mengagumimu. ( joo won)

So eun benar – benar dibuat bingung dengan sikap joo won hari ini, apa yang sudah dibicarakan joo won dengan orang tuanya. apa yang dimaksud joo won dengan memantapkan hati. kenapa joo won seperti ini, apa joo won tidak puas dengan beban pikiran so eun saat ini. kenapa joo won harus membebani pikiran so eun lagi.

Nada dering dari ponsel so eun membuyarkan so eun dari pertanyaan – pertanyaan yang kini tengah berputar – putar di otaknya. So eun melihat ponselnya dan melihat siapa yang saat ini tengah menghubunginya, dan ternyata ibunya yang saat ini telah menghubunginya.

“iya ibu..”

“………..”
Bisu mendadak , semuanya menjadi hening. Hingga so eun sendiri tidak menyangka bagaimana bisa orang itu melakukan hal – hal yang makin membuat so eun bingung.

“jadi, kenapa mendadak seperti ini. apa ini tidak salah, kenapa joo won tidak membicarakannya dulu denganku.” Jawab so eun yang nampak kaget dengan apa yang dibicarakan oleh ibunya saat ini.

“…………”

So eun tidak percaya dengan apa yang ibunya barusan katakan, joo won melakukannya benar dia melakukannya. Lalu apa maksudnya dengan pertemuannya tadi jika semua ini sudah diputuskan oleh pria itu, kenapa tidak dari tadi saja joo won mengatakannya pada so eun.

So eun menghela nafasnya, so eun yakin dan benar – benar yakin bahwa joo won melakukan ini juga untuk kebaikan semua. So eun beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan cafe tersebut. Dan hari ini ada satu orang yang benar – benar harus so eun temui.

~~~

Kembali ke kehidupan kim bum, dan masih sama sepeti sebelumnya pria ini masih betah berdiam diri didalam apartementnya. Dia masih terus berfikir haruskah dia menemui so eun saat ini untuk menyampaikan ucapan selamat dan perpisahan pada gadis itu atau dia lupakan saja kenangan – kenangannya bersama gadis bernama so eun itu.

Kim bum beranjak dari tempatnya dan menyambar jaket dan kunci motornya, serta tidak lupa dia mengetikkan beberapa kalimat pada ponselnya dan mengirimkannya kepada seseorang, setuju atau tidak orang itu suka atau tidak suka joo won pada kim bum, tapi inilah yang ingin kim bum lakukan sekarang yaitu menemui so eun.

Kim bum keluar dari apartementnya dan melihat ponselnya yang sedang bergetar, menandakan ada pesan yang masuk kedalam ponselnya.

Kim bum membuka ponselnya dan mendapati dua pesan yang masuk kedalam ponselnya.
From: joo won
“Lakukan apa yang ingin kau lakukan. Aku berharap kau bisa menerima semuanya.”
Apapun maksud dan tujuanmu aku bahkan tidak peduli joo won, aku bahkan sudah tidak bisa berbuat apa – apa sekarang. Pikir kim bum ketika membaca pesan dari joo won.

From: so eun
“Datanglah ke taman, tempat kita biasa bertemu. Akku menunggumu disana.”
Kim bum tersenyum membaca pesan kedua yang masuk dalam ponselnya, kim bum tau bahwa saat ini so eun pasti sedang membutuhkannya. Walaupun ini adalah masa – masa tersulit buat kim bum, tapi so eun lebih merasa sulit dari pada dirinya.

Kim bum segera melajukan motornya, menuju ketempat yang telah ditentukan oleh so eun. senyum manis terus mengembang di bibirnya. Namun sayang hatinya masih saja dipenuhi dengan rasa takut dan penasaran.

Kim bum bingung, kenapa joo won tidak melarangnya ketika kim bum mengatakan ingin menemui so eun. dan yang lebih membuatnya bingung adalah kenapa tiba – tiba saja so eun ingin mengajaknya bertemu. Bukankah tempo hari so eun yang mengatakan sendiri bahwa seharusnya mereka tidak usah bertemu lagi. semuanya semakin membuat kim bum semakin bingung,
Kini kim bum begitu melajukan motornya dengan keceppatan yang benar – benar tinggi, dia bahkan tidak peduli pada keselamatannya, yang penting saat ini dia bisa bertemu dengan so eun itu saja.
~~~

Kim bum sudah sampai di tempat yang dijanjikan oleh so eun, tapi sayangnya kim bum bahkan tidak menemukan so eun ditempat ini.

“dimana so eun, apa dia masih belum sampai. “ batin kim bum, sambil mengedarkan pandangannya keseluruh tempat yang ada di taman ini.

“sekarang aku yang harus menunggumu. Kenapa kau terlambat?” tanya sebuah suara yang ada dibelakang kim bum. dan kim bum pun pasti tau kalau suara itu milik so eun.

“kau sudah datang? Aku bahkan tidak terlambat, aku berusaha tepat waktu sampai sini.” Ucap kim bum heran, melihat so eun sudah sampai lebih dulu dari pada dirinya. Apa jangan – jangan so eun sudah berada disini ketika kim bum menerima pesa dari so eun tadi. Pikir kim bum

“aku memang sudah sudah dari tadi sampai disini, bahkan sebelum aku mengirimu pesan.” Ucap so eun, seakan tau dengan apa yang dipikirkan kim bum.

“kau pasti bingung, kenapa aku bisa memintamu bertemu disini. Apalagi keadaan sekarang seperti menjadi kebalikan dengan hari – hari sebelumnya ketika kita bertemu ditempat ini. sebenarnya aku tidak ingin berbicara panjang lebar sekarang. Aku hanya ingin bilang bahwa pernikahanku dengan joo won….” so eun menggantungkan kalimatnya, rasanya dia tidak bisa melanjutkan kalimatnya.

“aku tau apa yang akan kau katakan so eun.” potong kim bum, dan sukses mendapat tatapan tajam dari so eun. kim bum tau, bagaimana bisa.

“kau bingung kenapa aku bisa tau? Joo won yang mengatakannya padaku, dan bukankah ini juga yang kau inginkan, bukankah kau mengatakan padaku kalau…” kini giliran kim bum yang menghentikan kalimatnya, dia bingung harus melanjutkan kata – kata ini atau tidak.

Kim bum benar – benar tidak sanggup kalau harus mengatakan bahwa pernikahan joo won dan so eun dipercepat, dan mungkin tinggal dua hari lagi mereka akan menikah.

“aku tidak menyangka jika joo won mengatakannya padamu, joo won bahkan tidak mengatakan padaku sebelumnya. Jadi bagaimana menurutmu?” tanya so eun dengan nada bicara seserius mungkin.

So eun tidak menyangka jika joo won sudah mengatakannya pada kim bum. lalu kenapa joo won tidak mengatakannya langsung pada so eun. tapi ini semua tidak penting, yang terpenting saat ini adalah pendapat kim bum tentah hal ini.

“aku bahagia, jika kau bahagia mungkin inilah takdir kita. Semoga kau berbahagia dengan joo won aku yakin joo won adalah orang yang tepat untukmu.”ucap kim bum sambil menundukkan kepalanya, dia tidak bisa memandang wajah so eun saat ini. kim bum yakin bahwa saat ini so eun pasti sedih mendengar perkataan kim bum yang tidak bertanggung jawab seperti ini.

“kim bum apa maksudmu?” heran so eun, dengan jawaban yang baru saja keluar dari mulut kim bum.

“semoga kau berbahagia dengan joo won so eun.” ucap kim bum lagi sambil berlalu meninggalkan so eun. dia benar – benar tak kuasa menerima semua kenyataan ini. namun harus bagaimana lagi, bukankah ini yang di inginkan so eun waktu itu, lagipula joo won lebih baik dari pada kim bum.

Kim bum berjalan pergi meninggalkan so eun yang masih berdiri mematung ditempatnya, kenapa kim bum berbicara sepeti tadi apa mungin kim bum sudah tidak menginginkan kembali hubungan mereka bersatu. So eun menghela nafasnya, yaa mungkin inilah jalan yang terbaik untuk kim bum dan so eun sekarang.

—TBC—

Terimakasih buat para readers yang mau menunggu kelanjutan ff ku ini, dan selamat datang juga buat para readers – readers baru. Maaf jika kelanjutan dari ff ini sedikit lama mengingat kesibukanku yang benar – benar tidak bisa diajak kompromi. Namun aku pasti akan melanjutkan part – part selanjutnya dari semua ff yang udah aku post di sini. Dan masih berharap komen – komen dari semua reader disini yaa.. terimakasih 🙂

will the dream come true (part 4)






Part 8

***

“maafkan aku, karena telah menghianatimu. Aku tidak mencintaimu joo won.” Gumam so eun, dan hampir tak terdengar oleh siapapun.



162923_1749538862509_1359961980_1926680_6274470_n

Joo won memandang wajah so eun. joo won heran dengan apa yang ada difikiran so eun saat ini. apa so eun serius dengan ucapannya barusan.

“baiklah, kau tidak mencintaikku itu terserah padamu. Lalu apa yang kau lihat dari kim bum sehingga kau mencintainya?” tanya joo won, sambil menunjuk kim bum yang masih terkulai lemas di lantai.

“apa harus ada alasan khusus untuk seorang wanita, menyukai seorang pria?” tanya balik so eun pada joo won

“aarrrrgggghhhhh…. kau benar – benar menghancurkan hatiku so eun.” teriak joo won.

“bagaimana bisa kau mencintai seseorang yang telah berkali – kali membuatmu menangis hah… bagaimana bisa kau mencintai laki – laki brengsek seperti kim bum, yang jelas – jelas telah meninggalkanmu sendirian, ditempat yang kau tidak tau arah, dan dalam cuaca hujan… apa yang kau lihat dari lelaki brengsek sepertinya so eun.” teriak joo won lagi.

Kali ini semua amarah joo won keluar , sudah cukup joo won bersabar. So eun dan kim bum pasti bingung kenapa joo won tau akan semua hal itu. Tentu saja joo won tau, joo won tidak buta. Selama ini joo won melihat kalung milik kim bum yang dipakai so eun. dan joo won juga tidak pikun, kalau kim bum pernah mengaku pada joo won kalau so eun itu adalah kekasihnya walaupun saat itu joo won tidak terlalu mempedulikannya. Joo won sudah lama kenal dengan kim bum dan joo won sudah hafal betul bagaimana karakter kim bum.

eunnie-6

“maafkan aku joo won. Maafkan aku.” Gumam so eun sambil memeluk joo won, mencoba untuk menenangkan pria yang selama ini telah baik padanya.

Kim bum berusaha bangkit dan mencoba untuk bangun, dia merasa bersalah. Bukan hanya pada so eun tapi juga joo won. Ini semua memang salahnya. Tapi ini semua juga diluar kendali kim bum. kim bum juga tidak menyangka jika semua ini akan terjadi.

“kau menghancurkan hatiku so eun.” gumam joo won pelan.

So eun makin mengeratkan pelukannya pada joo won. Matanya sembab, pipinya basah karena air mata yang tak henti – hentinya keluar. so eun mencoba menenangkan joo won. Bagaimanapun ini semua juga salah so eun. jika so eun tidak hadir dalam kehidupan kim bum dan joo won lagi mungkin dua pria yang saling bersahabat ini tidak akan bertengkar seperti sekarang.

“aku mengerti… kau pasti marah padaku.” Jawab so eun.

“tidak bisakah kau merubah perasaanmu so eun, tidak bisakah kau mencintaiku?” tanya joo won sambil melepaskan pelukan so eun.

So eun tidak bisa menjawab pertanyaan joo won, tentu saja so eun tidak bisa hatinya sudah dipenuhi oleh rasa cintanya pada kim bum. mana mungkin so eun bisa merubah perasaannya itu.

“kau tidak bisa memaksanya.” Ucap kim bum pelan.

“diam kau brengsek.” Kesal joo won, dan kembali memukul kim bum.

Namun kali ini kim bum bisa menangkis pukulan joo won. Dan kim bum pun juga berhasil memukul joo won tepat diwajahnya.

“kau tidak bisa memaksakan perasaan orang lain, untuk mencintaimu.” Teriak kim bum dan memukul joo won lagi, hingga sekarang joo won yang jatuh tersungkur di lantai.

joo won terkulai lemas di lantai karena pukulan dari kim bum, dia tidak membalas pukulan kim barusan sama seperti sikap kim bum sebelumnya yang tidak membalas pukulannya.

Kim bum menjatuhkan dirinya tepat disamping joo won, dia merasa menyesal telah memukul joo won. Seharusnya dia tidak memukul sahabatnya itu. Kalau joo won yang memukul kim bum memang sudah seharusnya karena kim bum telah merebut kekasih sahabatnya itu. Tapi kalau kim bum yang memukul joo won,… atas dasar apa kim bum melakukannya.

So eun hanya bisa diam memandangi kim bum dan joo won, dia tidak bisa berbuat apa – apa lagi sekarang. Menghentikan mereka pun percuma. Menyuruh mereka pergi dari apartementnya pun juga tidak mungkin. So eun pun hanya bisa mendudukan dirinya disudut ruangan apartementnya. Berusaha sedikit menjauh dari tubuh kim bum dan joo won.

“kau sungguh beruntung sekali kim bum.” ucap joo won tiba – tiba.

Kim bum memandang sahabatnya yang tergeletak dilantai. Kim bum ingin tau apa lagi yang akan dikatakan joo won sekarang. Kim bum ingin tau apa yang akan dilakukan joo won setelah ini.

“apalagi yang akan kau katakan?” tanya kim bum

“bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi padaku. Bagaimana mungkin tuhan selalu bersikap tidak adil padaku.” Gumam joo won.

Kim bum semakin bingung dengan joo won, sebenarnya apa maksud dari ucapan bocah ini. kenapa berbicara berbelit – belit seperti ini.

“sebenarnya apa yang akan kau katakan. Apa kau akan bilang kalau tuhan tidak adil karena membiarkan kekasihmu telah direbut oleh sahabatmu seperti itu? Atau kau akan bilang kalau seharusnya so eun lebih baik memilihmu dari pada memilihku, begitu?” teriak kim bum.

Kim bum benar – benar tidak bisa menahan kata – katanya, harusnya kim bum bisa lebih sabar lagi kalau berbicara. Kenapa harus memancing emosi lagi.

“aku muak denganmu kim bum… aku sudah tidak bisa mengalah lagi sekarang.” Ucap joo won. Sambil mendudukan dirinya.

Kim bum yang semula juga berbaring disamping joo won pun mencoba untuk bangun. Walaupun dia lelah dia juga harus sigap jika nanti joo won kembali memukulnya. Tentu saja kim bum tidak ingin wajahnya dibuat babak belur oleh joo won.

“terserah siapa yang dicintai so eun sekarang, yang pasti saat ini so eun masih tetap menjadi kekasihku. Dan sebentar lagi dia akan menjadi istriku.” Ucap joo won sambil tersenyum memandang kim bum yang ada disebelahnya.

“apa kau masih belum mengerti kalau so eun lebih memilihku. Kenapa kau masih tidak bisa melepasnya?” tanya kim bum kesal dengan senyuman joo won. Tentu saja kim bum kesal, bukan hanya kesal kim bum juga takut kalau joo won masih tidak bisa melepas so eun untuknya.

Karena kenyataannya, sebentar lagi joo won dan so eun akan segera menikah kan. Orang tua mereka pasti juga akan menyetujui hubungan mereka. Itu berarti kim bum bakalan kehilangan so eun.

“apa kau kira, aku akan dengan begitu mudahnya menyerahkan so eun padamu. Kau kira aku ini malaikat yang akan selalu mengalah padamu. Kau kira hanya karena so eun mencintaimu jadi kau bisa memilikinya?” ucap joo won dengan santainya.

“ Lalu bagaimana denganku, apa aku harus merelakan orang yang aku cintai kembali menjadi milikmu? Kemarin yeon hee sekarang so eun lalu besok siapa lagi?” sambung joo won lagi.

“joo won…. ap..apa maksudmu? Jadi selama ini…” kim bum menggantungkan kalimatnya.

“yaa… dulu aku mencintai yeon hee. bukankah dari dulu aku pernah mengatakan padamu kalau aku mengaggumi yeon hee. tapi karena kau juga tertarik padanya aku memutuskan untuk mundur, karena aku tau kalau yeon hee juga lebih tertarik padamu dari pada aku.” Jelas joo won.

“jadi untuk yang sekarang, aku tidak akan mundur lagi darimu. Kau tidak pantas untuk so eun. kau terlalu sering menyakitinya, kau terlalu sering membuatnya menangis.” Ucap joo won menegaskan perkataannya pada kim bum

jwlooks1_zpsef0d5acc

Joo won berjalan menghampiri so eun, yang juga tampak bingung dengan apa yang barusan gadis itu dengar. Jadi selama ini joo won menyukai yeon hee.

“maafkan aku so eun, tapi aku tidak akan melepasmu. Aku akan selalu melindungimu.” Ucap joo won sambil mengusap rambut so eun dan pergi meninggalkan kim bum dan so eun.



Joo won berjalan keluar dari apartement so eun, hatinya benar – benar hancur. Kenapa harus seperti ini, kenapa joo won berubah jadi egois seperti ini. kenapa joo won harus menyakiti hati gadis yang dicintainya. Kenapa joo won harus membuat sahabatnya susah akan sikapnya barusan. joo won benar – benar frustasi sekarang. Harusnya dia juga tidak membuka luka lamanya.

“apa benar yang kau ucapkan tadi?” tanya sebuah suara dibelakang joo won.

Joo won kenal suara itu, kenapa gadis itu bisa ada disini. Apa gadis itu mengetahui semuanya. Apa sedari tadi gadis itu berada di tempat ini. lalu kenapa gadis itu tidak ikutan protes dengan sikap kim bum yang joo won rasa sudah sangat keterlaluan.

Lee_Yeon_Hee__497

“apa benar kalau dulu kau menyukaiku?” tanya yeon hee memastikan bahwa yang didengarnya tadi bukan hanya imajinasinya saja.

“itu hanya masa lalu, jadi jangan kau fikirkan.” Jawab joo won tanpa sedikit pun menoleh kebelakang.

“kenapa kau tidak mengatakannya padaku?” tanya yeon hee lagi.

“itu hanya masa lalu, sudah tidak penting lagi. yang terpenting sekarang kau akan segera mendapatkan kim bum lagi, karena aku akan mempercepat pernikahanku dengan so eun.” tegas joo won, sambil melangkahkan kakinya meninggalkan yeon hee tanpa sedikitpun memandang gadis yang pernah dia cintai itu.



Waktu terus berputar, masa lalu tidak akan bisa diulang kembali. Dan penyesalan pun pada akhirnya akan datang terlambat. Semuanya sudah terjadi untuk apa disesali. Yang terpenting saat ini adalah menyelesaikan semua masalah yang telah diperbuat bukan malah menyesalinya.

178

Saat ini kim bum berada di dalam kamar apartementnya. Dia pandangi setiap sudut kamarnya. Sepi itulah yang saat ini dirasakan oleh kim bum. sudah tidak ada lagi celotehan – celotehan joo won. Sudah tidak ada lagi pertengkaran – pertengkaran kecil antara joo won dan dirinya.

Bahkan sudah tidak ada satu barang joo won pun yang tertinggal di dalam apartement itu. Yang ada hanya kenangan, yang ada hanya kesedihan dan penyesalan.

“maafkan aku joo won, seharusnya dari dulu aku mengerti kalau kau juga menyukai yeon hee.” batin kim bum.

Semenjak kejadian diapartement so eun waktu itu, joo won memutuskan untuk menempati apartementnya sendiri. Karena memang sebenarnya joo won tinggal bersama kim bum atas keinginan dari kim bum.

Kim bum menghampiri meja belajarnya, dibuka laci mejanya itu dikeluarkannya kalung miliknya yang pernah diberikan kim bum pada so eun. Kim bum pandangi lagi, kalung itu.

“apa sudah tidak ada kesempatan lagi untukku memperbaiki semuanya.” Batin kim bum



“kau pasti marah padaku?” tanya yeon hee pada so eun.

Saat ini so eun dan yeon hee sedang berada disalah satu restoran yang ada di soeul. Keduanya tampak tidak tertarik menyantap hidangan yang dari tadi telah terhidang dihadapan mereka.

“hahaha.. kau ini lucu yeon hee.” jawab so eun sambil tersenyum renyah.

unduhan-21

Yeon hee tau kalau saat ini tawa yang diberikan so eun itu adalah sebuah tawa paksaan. Yeon hee tau kalau saat ini so eun pasti dilanda kebingungan.

“kau tidak akan benar – benar meninggalkan kim bum kan?”

“pertanyaan bodoh apa itu, kau lupa kalau aku akan segera menikah dengan joo won. Lagi pula aku juga tidak mau merusak hubunganmu dengan kim bum.” jawab so eun

“kau tidak mencintai joo won jadi untuk apa kau melanjutkan hubungan ini. apa kau berniat menyakiti hati semua orang. Kau akan menyakiti dirimu sendiri, kau juga akan menyakiti kim bum dan juga joo won.” Jelas yeon hee, mencoba memberi peringatan pada so eun.

“akan lebih banyak hati orang – orang lagi yang akan tersakiti jika aku tidak menikah dengan joo won. Kau tidak pikirkan keluargaku, kau tidak pikirkan keluarga joo won yang sudah mempersiapkan semuanya.”

“setidaknya pikirkan lagi semuanya so eun.” paksa yeon hee

“maaf yeon hee aku harus pergi.” So eun pun meninggalkan yeon hee.

Yeon hee tau kalau sebenarnya so eun masih tetap mencintai kim bum, apapun dan bagaimanapun yang terjadi, dihati so eun hanya ada kim bum dan bukannya joo won. Lalu bagaimana ini, joo won sudah tidak bisa memaafkan kim bum dan so eun pun lebih mengikuti kata – kata orang tuanya.

Apa yang harus dilakukan yeon hee sekarang. Dirinya juga ikut andil dalam masalah ini. dirinya juga bisa merasakan bagaimana perasaan so eun sekarang. Dia juga merasa bersalah atas semua yang menimpa kim bum, so eun dan terutama joo won.



So eun yakin apa yang sudah menjadi keputusannya itu adalah jalan yang terbaik untuk dirinya dan semuanya. Ini semua sudah takdir tuhan untuk apa disesali.

So eun terus berjalan dia tidak tau harus pergi kemana, pulang ke apartementnya malas. Pergi menemui joo won enggan. Mengikuti hatinya untuk mengunjugi kim bum takut. So eun pun hanya bisa mengikuti kakinya mellangkah.

So eun melihat sekitar, dia pandangi setiap orang – orang yang sedang berlalu lalang di depannya. Kenapa semua orang yang dilihatnya tampak bahagia tidak seperti so eun.
Tanpa di sadari so eun, ternyata so eun telah sampai di taman. Taman tempat dimana dulu kim bum mengajaknya untuk berkencan. Tempat dimana kim bum mengajak so eun menjalin sebuah hubungan. Tempat dimana kim bum mengungkapkan perasaannya pada so eun.

“andai saat itu, aku tidak menemuimu. Andai saat itu aku tidak menghampirimu pasti hidupku tidak akan kacau seperti ini. dan mungkin jika kau tidak hadir kembali dalam hidupku pasti semuanya tidak berantakan seperti saat ini.” ucap so eun sambil mendudukan dirinya dibangku panjang, tempat dimana dulu kim bum menyatakan perasaanya pada so eun.

“jadi kau menyesali semuanya?”

So eun menoleh kebelakang dan ternyata kim bum sudah ada dibelakangnya. Sejak kapan pria itu ada disana. Kenapa so eun tidak tau, kenapa so eun tidak menyadari itu.

“kenapa lama sekali, aku sudah menunggumu satu jam disini.” Ucap kim bum sambil mendudukan dirinya disamping so eun.

Kenapa seperti ini, kenapa kejadian itu terulang lagi. kenapa harus seperti ini lagi. pikir so eun.
Apa kim bum sengaja melakukan ini. lalu apa maksud kim bum sudah menunggunya selama satu jam disini, jadi kim bum sudah berada di tempat ini sebelum so eun sampai.

Ini tidak boleh terjadi lagi, so eun harus pergi. So eun tidak boleh membuat keyakinannya runtuh lagi setelah melihat kim bum. so eun beranjak dari temppat duduknya dan niatnya itu harus terhenti karena tangan kim bum menahannya.

“biarkan aku berbicara dulu, lalu kau boleh pergi.” Mohon kim bum. dan mau tidak mau so eun pun harus menuruti kata – kata kim bum.

“kau tau betapa bingungnya hatiku saat aku memintamu menjadi kekasihku. Kau tau betapa senangnya aku saat kau bilang kau menyukaiku. Kau tau bagaimana bahagianya aku malam itu ketika kau benar – benar menjadi milikku. Tapi kenapa semua itu begitu cepat berubah hanya dalam sekejap mata.” Terang kim bum

“lalu sekarang apa yang harus aku lakukan? Merelakanmu, sama seperti joo won yang merelakan yeon hee untukku?” tanya kim bum lagi mencoba meminta saran pada gadis yang saat ini ada disebelahnya.

“kau sudah tau jawabannya, kenapa harus bertanya lagi padaku.” Jawab so eun dingin

Kim bum tau akan seperti ini, so eun kembali dingin seperti dulu. Harusnya kim bum memang tidak perlu bertanya lagi, karena kim bum pun pasti sudah tau kalau so eun pasti akan tetap pada pendiriannya.

“dan dari awal aku sudah memperingatkanmu bahwa seharusnya kau tidak usah menemuiku waktu itu. Aku lelah, biarkan aku kembali ke kehidupanku yang dulu tanpa dirimu.” lanjut so eun.

Setelah itu so eun pun beranjak pergi meninggalkan kim bum yang masih duduk di tempatnya. Sama seperti dulu saat so eun meminta ijin pada kim bum untuk pulang duluan. Jika saat itu, so eun pergi tanpa membawa luka, tapi hari ini so eun pergi membawa luka yang benar – benar membuatnya tidak kuat lagi untuk hidup.

So eun membiarkan air matanya yang terus mengalir, gadis itu ingin menoleh kebelakang memastikan apakah kim bum akan baik – baik saja setelah kepergiannya ini, atau kim bum juga akan rapuh sama seperti batin so eun sekarang. tapi so eun tidak boleh rapuh, so eun harus kuat begitu pula dengan kim bum. so eun berharap pria itu baik – baik saja.
Baru beberapa langkah so eun berjalan, tibaa – tiba sebuah tangan melingkar dilehernya. Deru nafas yang memburu dibelakang so eun.

“biarkan aku memelukmu sekali lagi.”

Ya tuhan.. kenapa kim bum seperti ini, ini benar – benar membuat so eun semakin berat untuk melepaskan pria itu.

“kau milikku dan selamanya akan menjadi milikku. Aku yakin kita akan bersama karena takdir akan mempersatukan kita, seperti saat ini, yang membawamu ketempat ini lagi dan tanpa sengaja mempertemukan kita.” Tegas kim bum masih tetap yakin pada perasaannya.

So eun benar – benar tidak habis pikir dengan kim bum, kenapa pria ini bisa begitu kuat. Kenapa so eun tidak bisa sekuat kim bum. apa yang diucapkan kim bum iitu benar – benar serius, apa masih mungkin so eun dan kim bum bersama lagi.

“jangan berbual kim bum, kau telah mempersulit keadaan jika seperti ini. biarkan aku bersama dengan joo won dan kau tetap bersama yeon hee, itu akan jauh lebih baik.”

So eun pun melepas pelukan kim bum, sudah cukup untuk semuanya. Kim bum adalah pembuat masalah dan kim bum harus menyelesaikannya sekarang juga. Dan mungkin perpisahan ini memang jalan yang terbaik. So eun pun pergi meninggalkan kim bum.

“aarrrrggggghhhhhhh…..” teriak kim bum selepas kepergian so eun, ini gila kehidupan ini benar – benar gila, pikir kim bum.

Apa benar ini semua salah kim bum, memangnya kim bum sengaja melakukan ini semua. Apa kim bum salah jika jatuh cinta pada so eun waktu itu, memangnya cinta bisa diduga. Orang yang sudah menikah saja, masih bisa menemukan sebuah cinta baru. Lalu apa salahnya dengan kim bum waktu itu, lagi pula dulu kim bum dan yeon hee masih pacaran dan belum menikah.

514562224

Lalu kalau masalah joo won, itu bukan salah kim bum sepenuhnya kan.. itu salah joo won kenapa dia tidak berterus terang pada yeon hee, dan kenapa juga joo won harus mengalah dari kim bum. memangnya kim bum menyuruh joo won melakukannya. Tidak kan.

Biarlah orang menganggapnya salah, tapi kenapa so eun juga harus ikut – ikutan memojokannya. Apa so eun belum puas membuat kim bum merasa tersiksa dengan keputusannya yang lebih memilih joo won dari pada dirinya. Yaa.. tuhan berikan kim bum kekuatan untuk mempertahankan cintanya.

“kau milikku… dan selamanya akan menjadi milikku.” Teriak kim bum lagi, dia tidak menghiraukan pandangan orang – orang yang terlihat heran akan tingkahnya. Persetan dengan orang – orang itu.



Saat ini joo won duduk termenung di taman tempat biasa dia dan kim bum biasa menghilangkan penat. Tempat yang sangat indah menurut joo won, dia melihat air terjun yang sangat indah didepannya. Tempat ini benar – benar nyaman untuk joo won, bukan hanya joo won saja yang berpikir seperti itu karena biasanya kim bum juga akan berada disana jika sedang penat.

488638

Joo won mencoba menjernihkan pikirannya, rasa bersalahnya pada kim bum kembali muncul. Kenapa hanya karena masalah wanita persahabatannya dengan kim bum bisa hancur seperti ini, pikir joo won.

“apa yang sedang kau pikirkan?” tanya yeon hee yang tiba – tiba sudah mendekati joo won.

“kenapa kau ada disini?” tanya joo won, yang sedikit heran dengan kedatangan yeon hee secara tiba – tiba.

“entahlah… yang aku tau, hatiku yang menyuruhku untuk datang kesini.” jawab yeon hee sekenanya.

Yeon hee tau kalau joo won pasti ada di tempat ini. setidaknya keinginan yeon hee untuk ketempat ini tadi tidak salah. Biasanya jika bukan kim bum pasti joo won lah yang sering berkunjung ke tempat ini jika salah satu diantara mereka sedang mengalami masalah.

“kau tidak mau menjelaskan apapun padaku?” tanya yeon hee, mencoba mengetahui bagaimana perasaan joo won terhadapnya sekarang. Walaupun sudah terlambat untuk yeon hee menyadari perasaan joo won padanya dulu.

“penjelasan apa..? tidak ada yang perlu dijelaskan lagi.” jawab joo won santai.

“kenapa kau berubah menjadi egois seperti ini, kau bukan seperti joo won yang aku kenal biasanya. Kau terlihat menyedihkan sekarang.” Jelas yeon hee, mendiskripsikan perubahan pada diri joo won.

“joo won yang dulu sudah tidak ada lagi, joo won yang dulu terlalu sering mengalah. Dia terlalu bodoh.” Perasaan joo won saat ini sedang tidak menentu tapi setidaknya perasaan joo won hari ini lebih baik dari pada kemarin.

“kau sudah menemui kim bum?” tanya yeon hati – hati, setidaknya agar joo won tidak terpancing emosinya.

Joo won diam sejenak, dirinya memang belum bertemu lagi dengan kim bum setelah kejadian di apartement so eun waktu itu. Egonya masih belum bisa menerima sikap kim bum yang telah berani merebut so eun darinya, walaupun kenyataannya memang kim bum lah yang ada dihati so eun.

“untuk apa, aku tidak mau bertemu dengan penghianat seperti dia.” Jawab joo won ketus.

“apa kau benar – benar mencintai so eun? apa perasaanmu itu benar – benar cinta dan bukannya kasihan?” sepertinya pertanyaan yeon hee ini terlalu buru – buru, apa dia harus menanyakan hal seperti itu sekarang.

“apa maksudmu? Tentu saja aku mencintai so eun, aku tidak mau so eun menderita hanya gara – gara dia mencintai pria brengsek seperti kim bum.”

“lalu bagaimana denganku? Bagaimana rasa kagummu padaku dulu?” gumam yeon hee

Kali ini yeon hee benar – benar memberanikan dirinya untuk mempertanyakan hal ini pada joo won. Mungkin ini juga salah yeon hee juga karena dulu dia terlalu mengabaikan perasaan joo won padanya. Dan ternyata joo won lebih cocok untuknya dari pada kim bum.

“tentang perasaanmu padaku yang kau maksud dulu, itu bukan kesalahanku sepenuhnya. Itu semua karena salahmu.” Sambung yeon hee lagi kali ini lebih pelan, yeon hee mengucapkannya.

“maksudmu?” heran joo won dengan perkataan yeon hee, yang terdengar memojokkan joo won.

“jika saat itu kau langsung mengutarakan perasaanmu padaku, mungkin akan ada pertimbangan khusus. Dan mungkin sekarang kita sudah pacaran dan bukannya seperti sekarang, bahkan kau dan kim bum juga tidak akan saling membenci seperti ini.

“aku bilang itu hanya masa lalu, kenapa harus mengungkitnya, perasaanku padamu itu sudah lama hilang dan sekarang perasaan itu sudah tidak ada lagi untukmu.” Geram joo won, untuk apa yeon hee mengorek luka lama joo won lagi, bahkan joo won sudah lupa akan hal itu.

Lee_Yeon_Hee__513

“biarkan aku menebus kesalahanku padamu, biarkan aku yang memiliki hatimu. Ijinkan aku berada disisimu joo won. Aku tau perasaanmu pada so eun itu hanya sebatas obsesi belaka, aku tau bahwa perasaanmu padaku itu masih ada.” Yeon hee benar – benar berharap kalau joo won masih menyukainya.

“Kau gila yeon hee. apa kim bum yang menyuruhmu untuk mengatakan hal ini padaku. Sampai kapanpun perasaanku ini hanya untuk so eun. dan perasaanku padamu itu hanya masa lalu.” Kesal joo won.

Joo won benar – benar kesal dengan yeon hee, gadis ini membuat joo won semakin bingung. Untuk apa yeon hee bicara seperti tadi, lalu apa maksudnya yeon hee bilang kalau joo won tidak benar – benar mencintai so eun.

Joo won lebih memilih pergi dari pada harus terus – terusan mendengar celothan – celotehan yeon hee yang menurutnya tidak masuk akal. Joo won mencintai so eun, dan sekali lagi joo won tegaskan pada hatinya bahwa perasaanya pada yeon hee sudah lama hilang setelah yeon hee menjalin kasih dengan kim bum. dan sekarang hanya ada satu gadis yang ada di pikiran joo won yaitu so eun.

======TBC======

maaf jika part ini kurang memuaskan untuk semua reader, sepertinya pikiran saya sedang buntu dikarenakan banyak pekerjaan yang menuntut untuk cepat diselesaikan jadi pembuatan fanfic jadi terbengkalai.

di part ini sengaja saya berikan gambar agar para reader bisa lebih memahami semua karakter yang ada. dan untuk eonni atty, saranmu sudah saya jalankan. hehehe, untuk komentnya saya tunggu dengan senang hati…

will the dream come true (part 4)

anyeong…
hanya sedikit peringatan untuk reader aktif di WP’ku yang masih berusia 18 thun kebawah, aku mau minta maaf kalau part ini ada unsur NC. jadi aku berharap coment yang masuk tidak ada kata – kata kasar atau mencela.

part 7

“maafkan aku…. aku sudah tidak bisa melanjutkan hubungan kita.” Akhirnya kalimat itu sukses meluncur dari mulut kim bum.

***

Kaget… tentu saja yeon hee sangat kaget dengan apa yang diucapkan oleh kim bum barusan. bagaimana bisa kim bum memutuskan hubungan mereka seperti ini, apa alasannya.

“kurasa hubungan kita sudah tidak bisa dilanjutkan lagi yeon hee, jadi lebih baik kita akhiri saja.” Sambung kim bum lagi.

“so eun… ini semua karena so eun kan?” bagaimana yeon hee bisa tau, pasti itu yang ada dipikiran kim bum sekarang. Yeon hee benar – benar tidak bisa terima dengan semua ini.

“kau sudah tau?” tanya kim bum heran.

“aku tidak mau mengakhiri hubungan kita. Aku tidak mau, bagaimanapun juga kau tetap milikku dan aku tidak akan membiarkan so eun merebutmu dari sisiku.”

“maafkan aku yeon hee, tapi mulai saat ini dan seterusnya aku hanya menyukai so eun. maafkan aku karena aku telah melukaimu.” Kim bum pun pergi meninggalkan yeon hee. selesai… hubungan kim bum dan yeon hee selesai, semudah itukah.

Kim bum pergi meninggalkan yeon hee yang masih berada di tempat itu. Rasanya tidak ada lagi yang mengganjal dihati kim bum. walaupun dia telah melukai hati yeon hee, tapi itu jauh lebih baik dari pada kim bum harus terus – terusan membohongi yeon hee.

Hubungannya dengan yeon hee sudah berakhir dan ini semua karena dihati kim bum hanya ada so eun. gadis yang selalu muncul dalam mimpinya setiap malam. Kim bum harus menemui so eun, dan mengatakan pada gadis itu kalau hubungan kim bum dan yeon hee sudah berakhir. Jadi tidak ada masalah lagi, untuk kim bum mendekati so eun.

***

Yeon hee, masih berada di tempat itu. Bagaimana sekarang, apa yang harus dilakukannya. Kim bum, pria yang selama dua tahun lebih menjadi kekasihnya itu begitu mudahnya memutuskan hubungan mereka. Lalu apa yang bisa dilakukan yeon hee setelah ini.

“kenapa kau tega sekali melakukan ini padaku kim bum.” gumam yeon hee.

Sebuah pikiran terlintas dibenak yeon hee sekarang. Hanya ada satu orang yang bisa membuat kim bum kembali pada yeon hee. dan yeon hee yakin orang itu bisa membantunya. Tapi apa orang itu bisa bekerja sama dengan yeon hee.

***

Hari ini joo won dan so eun baru saja pergi jalan – jalan. Joo won mengantarkan so eun pulang ke apartementnya. Ketika so eun mau melangkah masuk ke apartementnya joo won menarik lengan so eun, dan membuat so eun membalikkan badannya.

“ada apa joo won?”

“ehmm…” joo won bingung, mau bicara apa dengan so eun. joo won hanya menggaruk rambutnya yang tidak gatal, sambil tersenyum pada so eun.

“kau ini kenapa, kenapa bersikap aneh seperti ini?” tanya so eun bingung, melihat tingkah aneh tunangannya itu.
Joo won turun dari motornya dan mendekati tubuh so eun sambil memegang pundak gadis itu.

“bukankah kita sudah menjadi sepasang kekasih, jadi bolehkah aku….” lagi – lagi joo won menggantungkan kalimatnya. So eun yang tau akan maksud joo won pun hanya tersenyum memandang wajah polos tunangannya itu.

So eun pun mendekatkan wajahnya pada wajah joo won dan mencium pipi pria itu sambil tersenyum.

Joo won terkejut dengan ciuman yang diberikan oleh so eun tadi. Joo won pun mengembangkan senyumnya. Karena so eun sudah mencium pipinya berarti so eun tidak keberatan jika joo won membalasnya kan, setidaknya itulah yang dipikirkan joo won saat ini.

Karena so eun merasa joo won puas dengan ciumannya tadi so eun pun membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan joo won. Tapi tidak seperti pikiran so eun, joo won mengikutinya dan menarik kembali tangannya sehingga membuat tubuh so eun dan joo won berhadapan.

Dengan cepat, joo won mendaratkan sebuah ciuman lembut ke bibir kecil so eun. so eun membelalakkan matanya ketika mendapat ciuman secara tiba – tiba itu dari joo won. Bibir mereka masih saling menempel, dan hal itu membuat so eun teringat akan ciuman pertamanya dengan kim bum. dengan cepat so eun mendorong tubuh joo won dan membuat ciuman mereka berdua terlepas.

“maafkan aku joo won, aku lelah dan ingin cepat – cepat tidur, lagi pula ini sudah malam, bukankah kau juga harus istirahat” ucap so eun buru – buru, agar tidak membuat joo won curiga atau bertanya tantang hal – hal yang tidak ingin so eun jawab.

Joo won pun mengerti, dan menuruti kata – kata so eun. joo won menyalakan motornya dan pergi meninggalkan so eun. setelah melihat kepergian joo won, so eun pun masuk kedalam apartementnya.

Dan tanpa so eun sadari, sedari tadi kim bum telah berada didekat apartement so eun dan melihat kemesraan joo won dengan so eun. kim bum benar – benar seperti orang yang tidak memiliki tenaga sekarang, badannya lemas seketika melihat joo won dan so eun berciuman.

Rasanya kim bum ingin menghampiri mereka, dan memukul wajah joo won karena sudah berani merebut so eun dari dirinya, bahkan joo won dengan berani mencium so eun didepan mata kim bum. tapi kenyataannya kim bum, tak bisa melakukan hal tersebut.

***

So eun membayangkan kembali kejadian dimana joo won menciumnya tadi. Dan seketika itu pikirannya melayang pada sosok kim bum yang sudah beberapa hari ini so eun hindari. Berkali – kali kim bum menghubunginya, tapi so eun selalu mengabaikannya. So eun memejamkan matanya dan mencoba untuk tidak memikirkan kim bum lagi.

“bukankah, beberapa hari ini aku bisa melupakannya. Lalu kenapa aku mengingatnya lagi. Sadarlah so eun, kau sudah menjalin kasih dengan joo won” gumam so eun.

So eun mengganti pakainnya dengan sebuah gaun tidur warna merah hati. dan sekarang dia membaringkan tubuhnya ketempat tidur dan mematikan lampu kamarnya. Tapi sebuah ketukan pintu dari depan membuat so eun menunda tidurnya untuk melihat siapa yang datang.

“tok…tok..tok”

“siapa sih, yang malam – malam begini bertamu. Apa dia tidak tau kalau aku ini sangat lelah” ucap so eun sambil mencari kemeja untuk menutupi tubuhnya, karena memang gaun yang dipakainya sangat tipis dan tak berlengan.

“tok…tok..tok” suara ketukan pintu semakin keras dan sepertinya sang tamu sangat tidak sabar untuk menunggu si penghuni membukakan pintu untuknya.

So eun pun buru – buru membuka pintu dan melihat siapa yang malam – malam mengganggu dirinya. So eun kaget ketika melihat kim bum lah yang datang. So eun ingin menutup kembali pintu apartementnya, tapi tangannya malah ditahan oleh kim bum sehingga mau tidak mau, so eun pun mengurungkan niatnya dan membiarkan kim bum masuk kerumahnya.

“kenapa kau menghindariku so eun? apa kau benar – benar ingin melupakanku” tanya kim bum sambil menatap mata so eun dengan tajam, seakan – akan ingin menerkam so eun.

“kim bum, seharusnya kau tidak kesini. Bukankah ini sudah malam, lebih baik kau pulang saja” ucap so eun yang takut melihat tatapan tajam dari kim bum yang tidak seperti biasanya.

“apa kau benar – benar ingin melupakanku dan menikah dengan joo won?” tanya kim bum lagi sambil melangkahkan kakinya masuk keapartement so eun, dan tangannya menutup pintu apartement so eun.

So eun mencoba untuk tenang dan tak membalas tatapan mata kim bum, kini so eun hanya bisa duduk dilantai dan membiarkan kim bum berbicara sesukanya. Kim bum pun juga mendudukan dirinya di lantai sebelah so eun.

“secepat itukah kau melupakan kata – katamu sendiri so eun. bukankah waktu itu kau bilang kau menyukaiku dan tak ingin menerima perjodohan dari orang tuamu. Lalu kenapa kau bisa sampai menjalin kasih dengan joo won, bahkan kau sengaja menghindariku” ucap kim bum sambil menggenggam tangan so eun.

So eun tak bisa menjawab perkataan kim bum, dia hanya bisa menahan tangisnya. Apalagi yang bisa diucapkan so eun, untuk membuat kim bum meninggalkannya. so eun rasa kim bum tidak akan mudah pergi dari rumah so eun saat ini, walau so eun memohon pun.

“kumohon, jangan siksa aku so eun. aku tidak bisa jika melihatmu berada disisi pria lain kecuali aku, walaupun orang itu, adalah sahabatku sendiri. Ku mohon so eun” sambil mempererat genggaman tangannya pada so eun.

Akhirnya air mata so eun pun jatuh juga, seberapa kuat usaha so eun untuk menahannya tetap saja air matanya menerobos keluar. So eun menyeka air matanya dengan tangannya. Kim bum yang melihat so eun menangis langsung memeluk gadis itu dari samping.

Awalnya kim bum hanya memeluk tubuh so eun, tapi secara perlahan. kim bum, menghembuskan nafasnya ke leher jenjang milik so eun bahkan menciumi leher putih milik gadis itu. Seakan – akan sadar dengan sikap kim bum so eun pun mencoba untuk melepaskan pelukan pria yang dicintainya itu.

Tapi bukannya menghentikan aksinya kim bum malah mencengkram rahang bawah so eun dan mencium bibir kecil gadis itu dengan lembut dan lama. Awalnya so eun tidak menolak ciuman dari kim bum, tapi kim bum menjadi liar dan malah memperdalam ciumannya hingga membuat so eun semakin kesulitan untuk bernafas. So eun pun berontak dengan mendorong tubuh kim bum, dan ciuman mereka pun terlepas.

Sesaat so eun bisa menghirup oksigen untuk dia bernafas, tetapi dengan cepat kim bum mendorong tubuh so eun hingga terbaring di lantai. Dan menindih tubuh gadis itu, awalnya so eun bisa mendorng tubuh kim bum dan hendak bangun namun lagi – lagi kim bum, sangat sigap memainkan tubuhnya dan membuat tubuh so eun kembali terbaring di lantai.

“kim bum, apa yang kau lakukan. Cepat hentikan atau aku akan teriak”

Bukannya menghentikan aksinya, kim bum malah menyumpal bibir so eun dengan bibirnya. Setiap tangan so eun ingin mendorong tubuh kim bum, secepat itu pula kim bum berhasil memegang tangan so eun, dan membuat so eun tidak bisa melawan.

Ciuman kim bum kini turun, keleher so eun dan tangan kiri pria itu mencoba untuk membuka kancing kemeja yang dipakai so eun, dan tangan kanannya masih kim bum gunakan untuk mengunci tangan so eun yang terus – terusan berontak.

“kim bum kumohon jangan lakukan apapun” mohon so eun, pada pria itu. So eun tidak menyangka dengan perlakuan kim bum ini. Bagaiamana bisa seorang kim bum yang terlihat dingin, berubah menjadi buas seperti sekarang.

Kim bum pun berhasil mebuka semua kancing kemeja so eun, dan kini dada atas so eun dengan sangat jelas terlihat oleh kim bum. bahkan bra tak bertali so eun pun sangat jelas terlihat oleh kim bum. kim bum menyeringai melihat tubuh wanita yang dicintainya itu sangat menggoda matanya.

“kau benar – benar cantik so eun, pantas saja joo won menerima perjodohan itu. Betapa bodohnya aku karena tak menyadarinya sejak dulu” gumam kim bum sambil menatap tubuh atas so eun dengan intens. So eun yang mendengar ucapan kim bum itu pun benar – benar merasa takut, takut jika kim bum benar – benar melakukan sesuatu yang seharusnya tidak boleh dilakukan.

Kim bum menciumi leher dan bahu so eun, bahkan kim bum mulai menciumi bagian dada so eun yang sedikit terbuka. Tangan kim bum pun tak tinggal diam. Kim bum menyingkap gaun so eun, sehingga paha putih milik so eun pun juga terekpos. Sekarang ciuman kim bum pun beralih pada paha gadis itu. Air mata so eun seakan – akan tumpah ketika menerima perlakuan kim bum yang dinilainya sangat kasar dan buas.

“kim bum, apa yang terjadi padamu. Kenapa kau bisa seperti ini” batin so eun.

Ketika kim bum masih asyik menciumi paha milik so eun. so eun pun, menggunakan kesempatan itu untuk mendorong tubuh kim bum dan melepaskan diri dari pria yang dicintainya itu. So eun pun berhasil membuat tubuhnya lepas dari kim bum.

So eun segera bangun dan berlari menuju kamarnya dan hendak menutup pintu kamarnya tapi sekali lagi usahanya kalah cepat dengan kim bum. dengan kasar kim bum memegang tangan so eun dan malah menarik kemeja yang digunakan gadis itu, dan membuangnya entah kemana.

“kim bum, kumohon jangan sakiti aku” mohon so eun sambil mencoba melepaskan cengkraman tangan kim bum. tangan so eun sangat sakit akibat cengkraman kim bum.

“aku tidak menyakitimu so eun, aku malah ingin membuatmu senang malam ini. Kenapa kau ketakutan seperti itu” jawab kim bum sambil menarik so eun dan menjatuhkan tubuh so eun, ketempat tidur yang berukuran cukup besar.

“kim bum, kumohon sadarlah. Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan yeon hee. apa kau mau melukai hatinya”

“aku tidak peduli, yang terpenting malam ini. Kau harus menjadi milikku.”

Kim bum benar – benar semakin buas sekarang. Bahkan sekarang kim bum berhasil merobek gaun tipis milik so eun. Kim bum kembali melumat bibir mungil gadis itu.

So eun benar – benar tidak bisa melawan perlakuan kim bum yang seperti ini, yang bisa dilakukan so eun saat ini hanyalah menangis dan berharap kim bum sadar.

“so eun, kenapa kau sangat menggodaku” ucap kim bum, dan kini kim bum mulai intens menciumi bagian – bagian sensitif milik so eun.

Kim bum berpikir sejenak dan menghembuskan nafasnya, dia benar – benar yakin akan melakukan hal ini. Karena hanya dengan cara inilah kim bum bisa memiliki gadis yang dicintainya. Sejenak kim bum melihat so eun yang benar – benar kelelahan dan memejamkan matanya, dengan nafas yang tersengal – sengal. Kim bum membelai pipi so eun dan mengecup lembut bibir gadis itu.

Akhirnya malam itu kim bum dan so eun melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh mereka. Karena memang mereka, belum menikah dan status so eun sekarang adalah kekasih joo won.

“kim bum, kenapa harus seperti ini”

“tenanglah so eun, hanya dengan cara inilah kita bisa bersama”

Awalnya so eun memang menolak, tapi karena rasa cintanya pada kim bum akhirnya so eun pun mengikuti keinginan kim bum. walaupun pada akhirnya dia telah menghianati joo won. Betapa jahatnya so eun kali ini.

Dengan nafas yang tersengal – sengal, kim bum memiringkan tubuhnya dan so eun tanpa melepas kontak tubuh dari keduannya. Kim bum mencium bibir so eun dengan lembut. Dan membelai gadis itu.

“kumohon jangan membenciku karena hal ini so eun. karena aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku ini.” Ucap kim bum ketika melepaskan ciumannya sambil memeluk tubuh mungil so eun

“lalu, bagaimana dengan yeon hee ataupun joo won?”

“biar aku yang mengurus itu semua, yang terpenting saat ini adalah kau dan aku saling mencintai. Dan hanya akulah orang yang seharusnya menjadi suamimu” ucap kim bum sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua dan memeluk so eun kedalam pelukannya.

Kim bum dan so eun memang saling mencintai, tapi bagaimanapun juga hal ini seharusnya tidak boleh dilakukan. Bagaimana kalau joo won sampai tau.

Mimpi itu benar – benar akan menjadi nyata, tapi apakah benar mimpi itu akan menjadi nyata. Sepertinya mimpi itu akan membuat orang lain menderita jika mimpi itu berubah jadi nyata.

***

Tok… tok… tok…

Joo won terbangun dari tidurnya, ketika mendengar suara pintu apartementnya diketuk. Ketika membuka matanya joo won masih tidak melihat kim bum disampingnya, itu berarti semalaman kim bum tidak pulang. Lalu kemana anak itu pergi, kenapa kim bum tidak mengabari joo won.

“dari mana saja kau kim bum?” ucap joo won ketika membuka pintu, dan mengira bahwa yang mengetuk pintu itu adalah kim bum.

“kemana kim bum?” yeon hee datang ke apartement kim bum, untuk menemui joo won dan ternyata joo won sedang berada di rumah. Dan sepertinya kim bum tidak ada dirumah.

“entahlah. Kenapa pagi – pagi sekali sudah kemari?”

“aku ada urusan denganmu. Apa semalam kim bum tidak pulang?” tanya yeon hee memastikan bahwa saat ini kim bum benar – benar tidak ada.

“dari kemarin aku tidak melihatnya, dan semalam dia juga tidak pulang. Dia juga tidak memberi kabar padaku. Apa kalian bertengkar?”

“kau harus membantuku, agar kim bum bisa kembali padaku lagi.” Ucap yeon hee langsung. Rasanya hanya joo won yang bisa membantu yeon hee, bersama lagi dengan kim bum.

Joo won tidak menanggapi perkataan yeon hee. joo won juga tidak kaget ketika mendengar apa yang barusan di ucapkan oleh yeon hee. joo won hanya memandang yeon hee dan tampak berfikir. Apa benar kim bum dan yeon hee sudah putus sehingga yeon hee meminta joo won untuk membantunya mengembalikan kim bum pada yeon hee.

“joo won, hanya kau lah yang bisa membantuku. Aku tidak mau kehilngan kim bum. gadis itu tidak pantas untuk kim bum.”

Joo won sedikit tersentak mendengar kalimat terakhir yang di ucapkan oleh yeon hee barusan apa maksudnya dengan tidak pantas. Memangnya hanya yeon hee yang pantas untuk kim bum. lagi pula kim bum juga tidak pantas untuk gadis sebaik “dia”.

“gadis itu sudah membuat kim bum memutuskanku. Aku harus memberi pelajaran padanya, jadi kau harus membantuku.” Ucap yeon hee lagi.

“pergi dari sini sekarang yeon hee” bentak joo won tiba – tiba. Joo won sudah tidak kuat mendengar kalimat – kalimat yang keluar dari mulut yeon hee.

“joo won, kau harus tau siapa gadis yang kumaksud itu. Gadis itu juga tidak pantas untuk….”

“kubilang pergi dari sini” bentak joo won lagi. Dan membuat yeon hee tidak bisa meneruskan kalimatnya.

mau tidak mau yeon hee pergi dari apartement joo won. Yeon hee benar – benar tidak habis pikir kenapa joo won bisa semarah itu padanya, padahal yeon hee ingin memberitahukan hal yang sangat penting. Lalu bagaimana ini, siapa lagi yang akan membantu yeon hee, apa yeon hee harus melakukan ini semua sendiri.

***

“kim bum… kau benar – benar keterlaluan” gumam joo won.

Sepertinya kekhawatiran joo won selama ini benar – benar akan terjadi. Bukankah, dari awal joo won sudah memperingatkan kim bum. tapi kenapa kim bum bisa bertindak sampai sejauh ini. bahkan kim bum, juga tidak menceritakan apapun pada joo won.

Joo won bergegas membersihkan dirinya dan bersiap pergi. Ini semua harus diselesaikan bagaimanapun cararanya. Kim bum sudah bertindak sangat jauh itu berarti joo won juga tidak boleh tinggal diam.

Joo won melajukan motornya secepat mungkin, yang ada dipikirannya saat ini hanyalah so eun. hanya so eun lah kunci dari semua permasalahan ini.

***

Kim bum terbangun dari tidurnya karena pancaran sinar matahari yang sedikit menerpa wajahnya dari balik jendela. Pelan – pelan kim bum membuka matanya, dan melihat kesebelah tubuhnya. Tidak ada so eun dimana gadis itu, pikir kim bum.

Kim bum beranjak dari tempat tidurnya dan kembali memakai pakaiannya yang terletak di kursi kamar so eun. kim bum keluar dari kamar so eun dan menemukan so eun tengah asyik menata makanan di meja. Kim bum tersenyum memandangi setiap gerak tubuh so eun. rasanya mata kim bum tak akan bosan jika melihat so eun, karena so eun memang gadis yang sangat menarik untuk diperhatikan.

“aku tidak akan pernah melepasmu. Tidak akan.” Ucap kim bum sambil memeluk tubuh so eun dari belakang.

“kau sudah bangun?”

“kenapa kau meninggalkanku, kenapa tidak menemaniku tidur sampai aku terbangun.” Ucap kim bum manja sambil tetap memeluk tubuh so eun.

“kenapa kau manja sekali, sudah jangan seperti ini. lebih baik kau mandi dan cepat sarapan.” Ucap so eun sambil melepas tubuhnya dari pelukan kim bum.

“kau perhatian sekali. Kau memang calon istri yang baik, aku tidak akan menyesal memilihmu.”

“memangnya siapa yang mau jadi istrimu, kau ini jelek jadi aku tidak mau jadi istrimu. Sudah cepat mandi sana.” goda so eun.

“baiklah, aku akan mandi. Tapi kau harus janji mau menikah denganku.” Ucap kim bum dan ingin beranjak ke kamar mandi. Namun langkah kim bum terhenti ketika mendngar suara seruan memanggil nama so eun.

“so eun… apa kau didalam”

Kim bum dan so eun tampak saling pandang. Bingung, takut dan gugup itulah yang saat ini dirasakan keduannya. Mereka berdua mengenali suara itu. Mereka berdua mengenali suara siapa yang saat ini memanggil nama so eun dari luar apartement so eun.

“so eun, cepat buka pintunya”

So eun tampak gemetar, kakinya seakan – akan tidak mau untuk digerakkan. So eun takut untuk menemui orang itu. So eun belum bisa menjelaskan apa – apa padanya.

“biar aku yang membukanya.” Ucap kim bum sambil menggerakkan badannya menuju pintu apartement so eun.

So eun memandang wajah kim bum sambil memegang tangan pria yang dicintainya itu. So eun memandang bola mata kim bum dan seakan bertanya pada pemiliknya, apa kim bum benar – benar yakin dengan apa yang akan dilakukannya itu. Apa kim bum benar – benar sudah siap menerima semua konsekuensi dari perbuatannya semalam.

“tenanglah, kau tidak usah tegang seperti itu.” Ucap kim bum mencoba menenangkan so eun. kim bum berusaha kuat padahal dirinya sendiri juga dilanda kebingungan.

Kim bum meyakinkan dirinya, dan menuju pintu lalu tangannya membuka pintu apartement so eun dan meyakinkan apakah benar orang yang datang itu adalah joo won, sahabat kim bum yang sekarang sudah menjadi kekasih so eun.

Joo woon mendengar suara kenop pintu diputar, joo won tidak sabar ingin menanyakan kejelasan semuanya pada so eun. dengan sabar joo won menunggu so eun membukakan pintu untuknya, tapi apa yang dia lihat benar – benar membuatnya tidak bisa mengontrol emosi lagi.

Joo won melihat kim bum membukakan pintu untuknya, jadi dari semalam kim bum di apartement so eun. apa yang dilakukan kim bum di apartement kekasihnya itu. Apa kim bum berniat melakukan hal – hal yang tidak seharusnya dilakukan. Joo won benar – benar sudah tidak bisa mengontrol emosinya lagi. Sudah cukup untuk joo won bersabar, ini sudah diluar kendali joo won.

Joo won segera melayangkan pukulannya kewajah kim bum dan membuat kim bum jatuh tersungkur ke lantai.

“apa yang kau lakukan disini, bodoh” teriak joo won, sambil mengepal tangannya. Rahang joo won mengeras. Hatinya benar – benar dibakar api cemburu bagaimana bisa sahabatnya itu bisa bermalam di apartement kekasihya.

joo won memandang so eun yang berdiri di belakang kim bum dan sepertinya gadis itu ingin menolong kim bum untuk bangun. Belum sampai so eun menyentuh tubuh kim bum, joo won sudah terlebih dahulu memegang lengan so eun.

“tidak perlu membantunya, dia pantas untuk dipukul.” Ucap joo won.

“joo won, ini semua salahkku. Aku bisa menjelaskan semuanya.” So eun sangat takut jika joo won akan memukul kim bum lagi.

“kenapa kau minta maaf padaku, memangnya apa yang kau lakukan.”

Pertanyaan joo won membuat jantung so eun berdebar – debar. Apa yang harus dijawabnya. Bagaimana so eun menjelaskan ini semua pada joo won.

“so eun tidak menyukaimu, dia terpaksa menjadi kekasihmu jadi lepaskan dia. Karena so eun mencintaiku.” Ucap kim bum yakin.

Joo won memandang kearah kim bum, dia begitu geram mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh kim bum. berani sekali kim bum bicara seperti itu, memangnya siapa kim bum. memangnya jika so eun mencintainya joo won bisa melepeskan so eun begitu saja.

“enak sekali kau bicara, dasar brengsek.” Bentak joo won.

Joo won memukuli kim bum berkali – kali, joo won benar – benar tidak memberikan kesempatan sekalipun untuk kim bum membalas pukulannya. Joo won benar – benar seperti orang yang kesetanan.

“joo won, sudah hentikan…” lerai so eun, so eun benar – benar tidak kuasa melihat joo won memukuli kim bum, apalagi sekarang hidung dan bibir kim bum sudah mengeluarkan darah segar.

“jo won cukup… kumohon berhenti.” Teriak so eun.

So eun mendengar teriakan so eun dan langsung melepaskan pegangan tangannya dari kerah baju kim bum. joo won memandang so eun yang saat ini sedang menangis. Joo won menghampiri so eun kemudia memeluknya, joo won tidak menghiraukan kim bum yang saat ini masih terbaring di lantai dan tidak berdaya.

Sesaat so eun membiarkan joo won memeluknya, lalu kemudia so eun mendorong tubuh joo won pelan. So eun memandang wajah joo won takut – takut.

“maafkan aku, karena telah menghianatimu. Aku tidak mencintaimu joo won.” Gumam so eun, dan hampir tak terdengar oleh siapapun.

Tapi tentu saja joo won mendengarnya, karena saat ini posisi joo won ada didepan so eun. bagaimana kata – kata itu bisa keluar dari mulut so eun.

Jadi benar yang dikatakan kim bum barusan bahwa so eun terpaksa menjadi kekasihnya, jadi benar kekhawatiran joo won selama ini kalau kim bum dan so eun benar – benar menjalin sebuah hubungan. Pikir joo won.

____ TBC _____

maaf reader jika part ini ceritanya berantakan, soalnya akhir – akhir ini lagi banyak tugas yang belum diselesaikan. dan inspirasi juga sedang buruk. tapi aku berharap masih banyak para reader yang mau menyempatkan diri untuk coment. terimakasih 🙂